I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 50 Pergi berdua


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah sarapan, Ralphie menerima telepon dan langsung ke lantai atas.


Dan Serena membereskan piring di atas meja makan lalu ke dapur untuk mencucinya.


Hello! Im an artic!


Tak lama setelah ia masuk ke dapur, terdengar suara bel.


Mengingat Ralphie berada di lantai atas, Serena langsung meletakkan lap dan mencuci tangan. Berlari kecil untuk membuka pintu.


Di luar, berdiri seorang paruh baya yang membawa kotak peralatan medis.


Serena melihat kotak peralatan medis yang di bawa orang itu dan menebak ia adalah dokter yang akan memberikan perawatan pada Ralphie.


Hello! Im an artic!


Dengan sopan ia menyapa orang itu, “Halo.”


“Halo.” Dr.Chen sedikit penasaran melihat gadis di depannya.


Sudah bertahun-tahun ia menjadi dokter keluarga Su, walaupun tak begitu mengenal Ralphie namun dia sangat tahu jika Ralphie sangat dingin dan acuh, sulit untuk di dekati. Kemungkinan seorang wanita dekat dengannya hampir nol persen.


Tapi siapa gadis ini? Dia bisa masuk ke mansionnya?


Serena sama sekali tidak tahu apa yang di pikirkan Dr.Chen. Ia tersenyum pada dokter itu dan berkata: “Apa anda mencari Ralhpie?”


“Iya, aku mencarinya.” Dr.Chen menghilangkan rasa penasarannya dan mengangguk.


“Silahkan masuk.” Serena mundur dua langkah mempersilahkan Dr.Chen masuk.


Dr.Chen berjalan ke ruang tamu dan bertanya, “Tuan Su ada dimana?


“Ralphie ada di lantai atas. Silahkan duduk, aku akan memanggilnya.” Serena menjawab.


Dr.Chen mengangguk, “Merepotkanmu.”


“Tidak.” Serena menggeleng dan hendak naik ke lantai atas.


Terdengar suara Ralphie, “Ada apa?”


Mendengar aktivitas di lantai bawah, Ralphie pun turun.


Serena menunjuk ke arah Dr.Chen: “Ada tamu mencarimu.”


Melihat Ralphie turun, Dr.Chen langsung berdiri, “Tuan Su, saya datang untuk memberikan anda…”


Belum selesai Dr.Chen berbicara, Ralphie memotongnya, “Naik ke lantai atas.”

__ADS_1


Dr.Chen tertegun dan mengangguk. Ia membawa kotak peralatan medisnya dan naik ke lantai atas.


Ralphie berbalik, setelah berjalan dua langkah ia menoleh ke arah Serena dan berkata: “Aku ada urusan dengannya.”


“Ng.” Serena tahu Ralphie tidak ingin ia mengetahui mengenai lukanya. Ia menggangguk dan berbalik menuju dapur.


Setelah membereskan dapur, ia duduk di ruang tamu dan menonton TV.


Setelah lebih dari 30 menit, Dr.Chen turun dengan membawa kotak peralatan medisnya.


Serena segera berdiri dari sofa, “Dokter, ada apa dengan tengkuknya?”


Dr.Chen kaget lalu menjawab, “Walaupun perawatan traction Tuan Su sudah lebih dari satu minggu, tapi ia kurang istirahat sehingga ia terus kesakitan.”


“Apa masih ada perawatan lainnya? Kemarin malam ia masih sakit.” Serena berkata sambil mengerutkan keningnya.


Dr.Chen tersenyum pahit dan berkata: “Tidak ada cara lain, hanya perlu istirahat yang cukup, tapi kamu tahu pekerjaan Tuan Su…”


Serena mengerti apa maksud Dr.Chen, Ralphie sangat sibuk. Bagaimana bisa ia istirahat?


Walaupun tidak berangkat ke kantor, tapi dokumen yang ada di rumah sangat banyak.


Serena menghela nafas lalu bertanya, “Apa yang perlu di perhatikan?”


Dr.Chen melihat Serena dalam-dalam lalu berkata: “Pertama pastikan tengkuknya tetap hangat, dingin dapat memperparah rasa sakitnya. Kedua perhatikan istirahatnya, tidak boleh menunduk terlalu lama, kurangi aktivitas membungkuk sebisa mungkin. Jika lebih dari satu jam, lebih baik di pijat dahulu.”


“Sama-sama, aku pergi dulu.” Dr.Chen menggeleng dan berkata.


“Aku antar.”


Serena kembali setelah mengantar Dr.Chen. Ralphie sudah turun dari lantai atas.


“Kenapa tidak berbaring di kasur?”


Ralphie tidak menjawab pertanyaan Serena, ia hanya berkata: “Aku pergi dulu.”


“Ng?” Serena baru memperhatikan jika Ralphie sudah berganti baju.


Ralphie menjawab, “Keluar.”


“Keluar? Tidak boleh.” Tanpa pikir panjang ia menggelang.


Ralphie mengerutkan alisnya dan berkata: “Aku ada urusan.”


“Tapi, Kamu…” Serena belum memikirkan apa yang ingin di katakannya.


Ralphie sudah mengeluarkan kunci dari meja dan berjalan keluar.


“Sebentar.” Serena segera menghentikannya.

__ADS_1


Ralphie diam, ia hanya memperlihatkan ekspresi bertanya.


“Tengkukmu belum pulih, saat keluar rumah sebaiknya memakai baju dengan kerah yang tinggi.” Serena menarik tangan Ralphie dan naik ke lantai atas.


Ketika sampai di kamar Ralphie dan membuka lemarinya, ia bertanya, “Ada turtleneck sweater?”


“Ada sweatshirt.” Ralphie menjawab.


Serena melihat baju di dalam lemari dan berkata: “Boleh, di mana?”


Ralphie tidak menjawab, ia mengulurkan tangan melewati pundak Serena dan mengeluarkan sweatshirt bewarna putih dari lemari tengah.


Serena yang melihatnya langsung berkata: “Cepat ganti.”


Ralphie menjawab ‘Ng’ namun ia melihat Serena diam.


Serena tertegun dan tersadar Ralphie ingin berganti pakaian. Ia segera berkata: “Aku, aku tunggu di luar.”


Tanpa menunggu jawaban dari Ralphie, ia segera keluar dari kamar.


Matanya menatap wanita yang lari keluar seperti binatang buas, bibirnya tersenyum.


Ralphie telah berganti pakaian. Saat keluar dari kamar, Serena sudah menunggunya di depan pintu.


Melihatnya keluar, Serena langsung berjalan ke arahnya, “Berikan kuncinya padaku, aku yang menyetir.”


Ralphie melihat Serena dalam diam dan akhirnya memberikan kunci padanya.


Setelah mengeluarkan mobil, Serena kembali bertanya, “Kamu ingin kemana?”


Ralphie melihat Serena dan menjawab: “Distrik Spaloom”


Distrik Spaloom? Itu adalah tempat elit di kota A, tempat elit di kota? Untuk apa dia pergi ke sana? Serena mengedipkan matanya, tidak bertanya lagi dan memutar setir ke arah Distrik Spaloom


Setengah jam kemudian mereka sampai di Distrik Spaloom


Setelah memarkirkan mobil di area parkir Distrik Spaloom, Ralphie mengajak Serena ke bangunan unik bergaya Eropa di Distrik Spaloom kota A.


Serena tidak tahu apa yang ingin di lakukan Ralphie, ia hanya mengikuti Ralphie di belakang.


Akhirnya Ralphie berhenti di sebuah toko mode, “Masuklah.”


“Ah?” Serena yang ada di belakangnya bingung.


Ralphie berkata: “Pilih baju yang formal. Ada acara penting dan kamu pergi denganku.”


Baju formal? Serena menunduk melihat dirinya, ia memakai sweater dan jeans. Ng…jika acara penting, ini benar-benar tidak formal.


Tapi…Serena melirik ke toko yang sangat mahal di sebelahnya lalu melihat Ralphie dan akhirnya masuk ke toko itu.

__ADS_1


__ADS_2