I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 394 Berkunjung Ke PT. Antarts


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Meskipun kemunculan Leonard membuat Serena teringat masa lalu, tapi ia memiliki Ralphie, sehingga ia dapat melupakan begitu saja.


Seperti yang direncanakan, mereka pergi membeli perlengkapan bayi terlebih dahulu.


Hello! Im an artic!


Persis dengan calon orang tua yang lain, mereka tertarik dengan semua barang yang ada.


Pakaian yang kecil, sepatu yang kecil, topi yang kecil dan juga barang-barang lain yang kecil.


“Ralphie, bukankah ini lucu?” tanya Serena sambil membawa topi.


Ralpie mengangguk, “Lucu.”


Hello! Im an artic!


“Kalau begitu kita beli ini.” ucap Serena sambil tersenyum.


Ralphie mengiyakannya dan menyuruh asisten toko untuk membeli semua barang yang dilihat Serena.


Dengan seperti itu, Ralphie sambil menemani Serena dan beberapa asisten toko ikut menghitung barang yang dipilih. Pemandangan itu terlihat sangat keren.


Setelah memilih seharian, Serena merasasangat lelah, tapi ia merasa belum membeli semuanya.


Ralphie menyayanginya. “Aku suruh orang yang profesional membeli sisa barangnya saja.”


“Baiklah.” Jika Serena tidak mau, ia juga harus terpaksa mau. Karena jalan-jalan itu memang melelahkan, lagipula orang yang profesional juga lebih Ahli dalam memilih.


Ralphie mengelus kepala Serena dan bertanya, “Apakah kamu lapar? Mau makan?”


“Tidak lapar, kita kembali ke kantor saja.” Serena menggelengkan kepalanya.


Ralphie tidak menolak perintah Serena. Hanya saja saat perjalanan ke kantor, ia memberhentikan mobil di Drisker Mansion, membelikan tiramisu untuk Serena.


Setelah tiba di kantor, Ralphie pergi rapat terlebih dahulu. Serena berada di kantor Ralphie sambil makan sambil menunggunya.


Jam setengah dua belas, setelah Ralphie selesai rapat, ia menemani Serena makan siang yang dibawa dari rumah.


Sore Ralphie mau pergi ke PT. Antarts untuk rapat. Awalnya ia ingin menyuruh supir untuk membawa Serena pulang.


Tapi Serena ingin ke PT. Antarts untuk bertemu dengan Karina mereka, jadi mereka pergi bersama.


Saat turun mobil, Ralphie mengingatkan Serena untuk banyak kali, sehingga meninggalkan Elizabeth bersama Serena dan itu masih tidak dapat membuatnya tenang.


“Serena, kamu harus jaga diri. Jika ada sesuatu, panggilah Elizabeth…” Baru aja Ralphie ingin mengulangi sebelum ia pergi, Serena sudah membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


“Kamu masih belum mau masuk?”


“Masuk kok.” Ralphie tertawa pelan sambil membawa salah satu sekretaris lainnya dan berjalan menuju para pekerja yang menunggunya di depan pintu.


Serena duduk didalam mobil sambil melihat Ralphie pergi bersama orang-orang itu, baru menyuruh Elizabeth untuk turun dari mobil bersamanya.


“Mereka sudah masuk, ayo kita turun.”


Elizabeth dengan bingung bertanya, “Mengapa Nyonya tidak masuk bersama Tuan?”


“Kalau masuk bersama Ralphie, kedepannya saat aku kembali bekerja di PT. Antarts akan sangat repot.” Serena sama sekali tidak memberitahu kesusahannya, tapi Elizabeth mengerti.


Jika membanding orang yang ingin menunjukkan posisinya ke seluruh dunia, Elizabeth berpikir bahwa Nyonyanya sangatlah berbeda.


Pantas Tuan Ralphie sangat menyukainya!


Serena membawa Elizabeth ke kantor untuk mencari Karina.


Belum tba di kantor Karina, ia sudah ketahuan oleh teman kerja lainnya.


“Nona Serena, kamu sudah datang?”


“Lama tida bertemu, Nona Serena!”


“Kemanakah Nona Serena pergi? Mengapa tidak pernah datang ke kantor?”


……


Elizabeth khawatir akan terjadi sesuatu pada Serena, lalu melindungi Serena dari belakang. “Mohon semuanya jangan mendekati Nyonya kami.”


Awalnya suasana yang ramai, tiba-tiba menjadi hening karena ucapan Elizabeth.


Melihat situasi ini, Serena segera menjelaskan. “Tubuhku kurang baik, tidak boleh dikelilingi banyak orang.”


Semua orang mengerti setelah mendengar penjelasan Serena.


Serena berbicara sebentar dengan mereka, lalu membawa Elizabeth pergi ke kantor Karina.


Setelah ia masuk, kantor terdapat beberapa karyawan baru dan banyak orang mulai berbicara. “Siapakah orang ini? Dia anggap dirinnya siapa di kantor kita?”


“Betul, bilang tubuhnya tidak enak, tidak boleh didekati orang-orang, apakah ia mengira dirinya adalah seorang bintang?”


……


Beberapa karyawan lain mendengar pembicaraan karyawan baru ini, tidak tahan ingin mengomelinya.


Apa status dari Nona Serena? Mengapa mereka yang baru datang bekerja berani datang membicarakannya?

__ADS_1


Disaat ini, Elliot tiba-tiba masuk ke dalam.


Baru saja ia masuk, ia langsung bertanya. “Dimanakah keberadaan Nona Luo?”


“Manajer Ye, Nona Luo pergi ke kantor Bu Karina.”


“Kalau begitu aku haru scepat pergi ke kantor Karina, kalau tidak…” Elliot dengan tergesa-gesa pergi ke kantor Karina.


Elliot yang sebagai Manajer Desaign, tergesa-gesa datang kesini hanya demi seorang Serena. Apapun sebesar status Serena, itu pasti cukup bisa membuat beberapa desainer baru itu tercengang.


Disaat ini mereka baru menyadari tatapan sinis orang lain kepada mereka, lalu mereka kembali ke tempatnya masing.


Elliot sama sekali tidak tahu kalau kemunculannya bisa membuat kaget semua orang. Ia terburu-buru memasukki kantor Karina.


“Karina, apakah Nyonya Serena berada disini?”


Serena bangun dan menyapa Elliot. “Halo Manajer Ye.”


Nyonya, anda benar-benar datang.” Baru saja Elliot ingin memeluk Serena, Elizabetth dengan cepat menahannya.


Elliot menghentikan langkahnya dan memandang Elizabeth kaget. “Apa yang kamu lakukan?”


“Berbicara ya berbicara, tidak perlu memeluk.” Nada Elizabeth tidak terdengar baik.


Elliot sangat kesal dan berkata, “Ada apa hubungannya denganmu?”


Melihat Elliot dan Elizabeth hampir saja mau bertengkar, Serena baru bersuara. “Manajer Ye, ada apa mencariku?”


Elliot juga tidak basa-basi. “Perusahaan ini sudah bekerja sama dengan White’s Jewellery International dan butuh mengeluarkan produk baru. Aku ingin meminta bantuan Nyonya untuk produk tersebut.


Serena menggelengkan kepalanya. “Maafkan aku, Manajer Ye. Aku tidak bisa.”


Mendengar ucapan Serena, Elliot mengira Ralphie masih mengingat masalah yang terjadi pada Serena di Cape Town sehingga tidak memperbolehkan dia ikut desain. “Mohon Nyonya berbicara dengan Tuan Ralphie.”


“Manajer Elliot sepertinya salah paham.” Serena tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku ada alasan tersendiri, untuk sementara aku tidak kuat untuk mempersiapkan rancangan desain.”


“Nyonya…” Baru saja Elliot ingin mengatakan sesuatu.


Serena lanjut berkata, “Tunggu beberapa saat lagi. Saat itu aku akan menyiapkan desain satu series.”


“Benarkah?” Mata Elliot menjadi penuh harapan.


Serena mengangguk, “Ia pastinya.”


Setelah mendapat janji dari Serena, Elliot sangat senang dan berulang kali mengatakan ia ingin traktir Serena makan.


Makanan sehari-hari Serena sudah diatur oleh ahli ilmu gizi, bagaimana mungkin ia pergi makan dengan Elliot. Jadi ia hanya bisa menggunakan alasan bertemu Ralphie untuk menolak ajakan Elliot.

__ADS_1


__ADS_2