I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 189 Malam Itu Sebenarnya Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah keluar dari rumah keluarga Luo, Serena merasa lega, mendongakkan wajahnya dan menatap ke arah matahari, ujung matanya terlihat ada bola-bola air mata yang terjatuh.


Saat Ralphie meihat ke arahnya dengan kebetulan melihat air mata di pipinya, menunduk dan berkedip tanpa mengatakan apapun. Berpura-pura tidak melihat apapun meraih pembuka pintu mobil disamping kursi kemudi, “Naiklah.”


Hello! Im an artic!


“Oo, oke.” Serena sengan cepat segera menghapus air mata di pipinya kemudian naik ke mobil.


Ralphie melewati bagian depan mobil kemudian naik ke mobil, menggerakkan mobilnya, dengan lincah menggerakkan setir mobil dan melaju.


Jalannya sangat macet, mobilnya hanya dapat melaju pelan.


Ralphie yang khawatir Serena merasa bosan segera memutar musik dari mobilnya.


Hello! Im an artic!


Alunan musik menggema didalam mobil, perasaan Serena yang sedikit jenuh juga perlahan membaik.


Setengah jam kemudian kondisi jalan mulai lancar. Kecepatan mobil Ralphie juga kembali normal.


Waktu sudah berlalu selama satu jam, mobil kembali terhenti.


Serena memandang keluar mobil, memandang ke pemandangan diluar, menyadari bahwa tempat ini adalah daerah yang sama sekali tidak dikenalnya. Dia terdiam sebentar, dan memalingkan muka menatap Ralphie, “ini?”


“Ada satu perjamuan yang harus dihadiri.” Ralphie menjawab sambil mematikan mesin mobil.


“Ooh.” Serena mengangguk dan mengikutinya turun dari mobil.


Ralphie mengunci mobilnya, kemudian menggandeng Serena berjalan ke jalan di depan.


Serena baru menyadari bahwa di depan adalah restorah mewah, Sinju Restaurant, sebuah nama yang berseni.


Setelah masuk kedalam restaurant, Ralphie menyebutkan nomor ruangan yang sudah dipesan, pelayan dengan sopan membawa mereka ke lantai atas, sampai di dalam ruangan yang sangat mewah.


Serena kenal semu orang-orang didalam, saat dia pertama kai pergi ke Kyoto bersama Ralphie, mereka pernah pergi makan bersama, mereka tidak lain adalah Elliot dari Grup Finansial bersama istrinya.


Melihat Ralphie dan Serena datang, mereka bangun dari tempat duduk dan menyambut mereka, “Direktur Su, kalian sudah datang.”


“Maaf sudah membuat kalian menunggu lama.” Ralphie berkata dengan sopan.


“Kita juga baru sampai tidak lama.” Elliot mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.

__ADS_1


Setelah ngobrol sebentar, makanan akhirnya datang.


Mereka makan sambil membicarakan sesuatu, Serena tidak terlalu akrab dengan mereka, selain saat menyapa di awal, dia tidak banyak bicara lagi.


Mereka asyik mengobrol, para laki-laki sibuk membicarakan masalah mereka. Aileen tersenyum memulai pembicaraannya dengan Serena, “lama tidak berjumpa, nona Luo.”


“Lama tidak berjumpa nona Aileen. Serena mengangguk dengan sopan.


Aileen tersenyum dan berkata, waktu itu saat di Club Venus tidak menyapa nona Liu dengan benar, kali ini datang kemari akhirnya bisa menebus nya.”


Mendengar Alieen berkata Club Venus, Serena seketika terdiam, waktu itu Serena hanya karena Flora jadi bisa datang ke Club Venus sekali, tapi dia tidak mengingat bahwa disana bertemu dengan Aileen.


“Nona Aileen waktu itu juga di Club Venus?”


“Iya, Nona Luo sudah lupa?” Raut wajah Aileen menunjukkan ekspresi kaget, kemudian dengan ekspresi seakan mengingat sesuatu bertawa, “Oh iya, saat itu Nona Luo mabuk berat, mungkin jadi tidak ingat.”


“Oh iya, saat itu aku pergi ke Club Venus untuk menjemput kakakku…..” Saat Serena menyebut kata”kakak” seketika memandang ke arah Ralphie, yang secara tidak sengaja bertemu pandang mata dengan Ralphie, dengan segera dia memalingkan pandangannya.


Aileen sama sekali tidak merasakan keanehan dalam diri Serena, dan berkata: “Oh hubungan kakak beradik diantara kalian sangat bagus ya.”


“Ya begitulah.” Tiga kata ini Serena mengatakannya dengan sedikit ragu, sampai tidak mampu menatap Ralphie lagi.


Intinya, hubungan antara Serena dengan Flora, karena Serena merebut posisinya Flora, sekarang mereka menjadi musuh. Ralphie yang paling tau, dulu, hubungannya dengan Ralphie hanya sebatas orang asing.


Berdasarkan pemahaman Ralphie tentang Serena, dia sama sekali tidak mungkin mengunjungi tempat seperti Club Venus.


Sampai mendengar Serena berkata bahwa dia pergi kesana untuk menjemput kakanya Flora, dan dengan keadaan mabuk, ekspresi muka Ralphie seketika berubah.


Dia pergi menjemput Flora, bagaimana bisa sampai mabuk? Perlu diketahui bahwa dia tidak seteledor itu bisa mabuk.


Mengungkit masalah Flora, Ralphie menyadari bahwa masalah ini tidak segampang yang dia kira.


Mungkin harus mencari kesempatan untuk bertanya lebih jauh kepada Aileen, dia kembali tercerahkan, kemudian berlagak layaknya orang yang tidak mendengar apapun dan kembali berbincang dengan Elliot.


Setelah makan Ralphie mengajak Serena untuk pamit.


“Terima kasih Tuan dan Nona Elliot atas jamuan maknnya.”


“Direktur Su terlalu sungkan.” Mereka mengantar Ralphie dan Serena kedepan ruangan.


Ralphie mengangguk ke arah mereka berdua kemudian membawa Serena pergi keluar.


Berjalan sampai depan restauran, seketika Ralphie menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Serena mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Ralphie.


“Kunci mobilnya ketinggalan.” Ralphie menjawab.


Serena tanpa berpikir panjang langsung berkata, “Aku bantu kamu cari kedalam.”


“Tidak usah, kamu tunggu disini saja.” Setelah mengatakannya Ralphie tanpa menunggu jawaban Serena memalingkan badan pergi begitu saja.


Serena merasa gerak-geril Ralphie sedikit aneh, tetapi dia tidak menghiraukannya lebih jauh.


Dia dengan tenang menunggu Ralphie didepan puntu masuk, dia menunggu kurang lebih selama sepuluh menit.


Dia melihat jam dari hpnya, bersiap untuk menelpon Ralphie, tetapi dia tiba-tiba keluar.


“Kamu kenapa lama sekali?” Serena menyambutnya dengan pertanyaan.


Ralphie memandangi Serena selama beberapa saat kemudian menjawab, “Kuncinya sudah dibereskan sama pelayan, jadi rada lama.”


“Ooh.” Serena mengangguk dan berkata, “Oke, ayo pergi.”


Ralphie akan mencari tahu kejadian malam itu di Club Venus! Sorot mata Ralphie melirik tajam, dan kemudian mengikutinya ke arah mobil.


Ternyata Ralphie tidak benar-benar kehilangan kunci mobilnya, dia hanya mencari alasan untuk kembali menemui Aileen untuk menanyakan sebenarnya apa yang terjadi dengan Serena di Club Venus waktu itu.


Setelah mengetahui duduk permasalahan yang dia dengar dari mulut Aileen, Ralphie semakin yakin akan prasangkanya, malam waktu itu Serena bisa mabuk adalah hal yang tidak wajar.


Meskipun Flora sudah selesai dibereskan, tetapi Ralphie yang selalu menjunjung tinggi kebenaran, masih akan mengusut tuntas kejadian sebenarnya pada malam itu……


Serena mengira alasan Ralphie kembali dari Kyoto adalah karena urusannya di Kyoto sudah selsai, dan sekarang hanya tinggal istirahat dan menunggu Imlek.


Tetapi setelah kembali dari Restauran Sinju, Serena mendapati Felix yang membawa sebongkah dokumen sedang menunggu didepan rumah mereka.


Kemudian dia segera menuju ke ruang kerja Ralphie, sore itu mereka sama sekali tidak keluar dari ruang kerjanya.


Saat tengah malam, saat Felix membawa pergi sebongkah dokumen, Serena mengira Ralphie sudah selesai dengan pekerjaannya, seharusnya sudah akan keluar dari ruang kerjanya.


Tetapi setelah menunggu sekian lama, dia masih tidak kunjung keluar.


“Sudah sibuk selama itu, apa masih belum selesai juga?” Serena menggumam dalam hati sambil pergi ke ruang kerja Ralphie.


Saat Serena memasuki ruang kerja Ralphie, dia sedang melakukan rapat melalui video.


Melihat Serena datang, dia mengisyaratkan agar Serena menunggunya sebentar, kemudian menunjuk-nunjuk ke arah sofa, kemudian kembali menatap laptop dan melanjutkan rapatnya.

__ADS_1


Serena tidak ingin mengganggu Ralphie, sehingga dia duduk dengan tenang di sofa, matanya menjelajahi setiap sudut ruangan yang kemudian terhenti pada sosok Ralphie yang sedang rapat melalui video.


__ADS_2