
Hello! Im an artic!
Ralphie dan Serena berangkat pukul 5:30, perjalanan menghabiskan waktu setengah jam.
Sesampainya di The water front blossom sudah pukul 7 malam, Isa dan lainnya juga sudah sampai, dan yang mengejutkan Serena , ternyata Su Yun juga datang kesana.
Hello! Im an artic!
Setelah mereka bercengkrama, lalu mereka duduk di kursi masing- masing.
Karena semua sudah hadir, Isa pun meminta pelayan untuk menghidangkan makanan mereka.
Makanan sudah datang, tidak lupa sebotol anggur Mao Tai yang dibawa Isa dari Kyoto pun juga ikut di hidangkan.
Ketika Isa akan menuangkan anggur untuk Ralphie, tiba-tiba dia menolak sambil berkata “aku tidak minum anggur ”
Hello! Im an artic!
“Hari ini sangat meriah sekali, kenapa kamu tidak minum anggur Ralphie ?” Tanya Isa sambil mengerutkan dahi.
Sambil setengah melirik Ralphie berkata “Sudah berhenti minum anggur”
Semua orang terkejut ketika Ralphie mengatakan bahwa dia berhenti minum, terutama Serena.
Kenapa dia tiba- tiba berhenti minum? Bukankah dia malam tahun baru masih minum…………Serena membuka mata lebar-lebar, dia tau alasan mengapa Ralphie berhenti minum……..
“Setahun lalu bukankah kamu masih minum anggur bersama kami? Kenapa bisa tiba-tiba berhenti minum?” Tanya Ryan.
Ralphie menjawab dengan santai “Kalau kamu ingin berhenti, berhentilah.”
Melihat Ralphie yang tidak mau banyak bicara, mereka pun akhirnya tidak bertanya lagi dan melanjutkan makan mereka.
Selesainya makan malam, Isa mengajak mereka pergi ke Royal Club, Serena tidak enak untuk menolak ajakan ini, dan akhirnya pun ikut bersama- sama dengan mereka.
Mungkin karena ada festival musim semi, Royal club lebih ramai dari pada biasanya.
Serena memandang orang- orang di sekitarnya sambil mengikuti Ralphie dan yang lainnya, tiba-tiba dia melihat sosok yang di kenalnya.
Dan benar saja, ternyata itu adalah Louisa, kenapa dia bisa disini juga?
“Louisa. ” Serena berteriak sambil mendekat ke arahnya.
Louisa melihat Serena , dia terdiam sejenak lalu berkata “Maaf, aku tidak kenal kamu.”
__ADS_1
Serena tau bahwa Louisa masih marah padanya, jadi dia Berpura-pura tidak mengenalnya, lalu katanya “Louisa, kamu jangan marah, aku bisa menjelaskan ……”
Serena belum selesai berkata, Louisa memotong pembicaraannya “Nona, saya benar- benar tidak kenal anda.”
“Louisa, aku….” belum selesai bicara tiba- tiba seorang pria disamping Louisa berkata “Nona Serena, sudah lama tidak bertemu”
Tidak salah, orang ini juga orang yang tidak asing bagi Serena .
Saat pertemuan club Venus, sebenarnya Flora ingin mengenalkan Serena kepadanya, tapi malah bertemu Aileen, dan akhirnya tidak jadi.
Dan kali ini, dia bertemu lagi dengan Serena, dia pasti tidak akan melewatkannya lagi.
Serena menatap orang dihadapannya ini berkali-kali, baru ingat bahwa orang yang dihadapannya adalah pria yang bersama Flora di Club Venus, “Kamu teman kakakku.”
“Benar” Direktur wen memandang Serena dari atas ke bawah, lalu tersenyum dan berkata “Nona Serena kenal dengan keluarga kami?”
“Iya, aku teman Louisa Ruan ” jawab Serena sambil menggangguk.
“Oh ternyata teman, kebetulan sekali ya” Direktur Wen tersenyum, matanya menyipit.
Louisa Ruan mengedipkan mata , lalu mengangkat tangan sambil mendorong Serena, “Pergi kamu, aku bilang tidak mengenalmu, aku juga bukan temanmu ”
“Louisa kenapa kamu begitu kasar pada Serena! ” Direktur Wen memandang Louisa dengan penuh amarah.
Louisa menyipitkan mata, dan tidak bicara apapun.
Dia mengatakan sambil mengulurkan tangan ke serena.
Sebelum tangannya menyentuh Serena, di sisi lain ada satu langkah lebih cepat menarik serena.
“Dia sibuk.” kata-kata dingin keluar dari mulut Ralphie.
Laki-laki dengan laki-laki seperti melihat musuhnya. Raut wajahnya tidak enak, namun dia tidak menunjukkannya ke Serena.
Serena melihat Ralphie dan terdiam sejenak, lalu bertanya: “Bagaimana kamu bisa kesini?”
Ralphie tidak menjawab pertanyaan Serena, hanya balik bertanya: “Kenapa kamu sampai sini?”
“Aku bertemu kenalan.” jawab Serena
“Kenalan?” Mata Ralphie setengah menirukan dua orang pria dan wanita asing di seberang sana.
Dia merasa pria separuh baya ini juga tidak asing baginya, tapi belum pasti, tidak kenal.
__ADS_1
“Dia itu Louisa, teman…..” awalnya Serena ingin mengatakan bahwa dia adalah “temanku”, tapi karena mengingat perkataan Louisa bahwa mereka bukan teman, akhirnya dia mengatakan “Dia teman kantorku ”
“Yang ini teman kakakku.” Serena menunjuk ke Direktur wen.
Direktur Wen bukan orang bodoh, sebaliknya, dia sudah paham betul, dia sudah paham gerak-gerik Ralphie yang tidak biasa.
Melihat bahwa hubungan Serena dan Ralphie tidak biasa, juga tidak memiliki niat buruk, dengan serius dia memperkenalkan dirinya: “Aku bermarga Wen, teman kakaknya nona Serena.”
Marga Wen? Temannya Flora? Ralphine teringat sejenak kenapa orang ini sangat familiar.
Flora membohongi serena untuk pergi ke club Venus, dia hanya berencana untuk mengenalkan Serena ke orang ini.
Ya, Ralphie sudah menyelidiki dengan jelas, malam itu di club Venus Serena mabuk, itu adalah rencana Flora.
Karena Flora sudah menyelesaikan masalah ini, dan Direktur Wen sudah dihalangi oleh Aileen, akhirnya gagal. Ralphie tidak berencana untuk menyelidiki lagi.
Tapi yang tidak dipercaya, ternyata Direktur wen masih ingin memainkan rencana ini.
Ralphie ingin menghancurkan rencana mereka, tapi ekspresinya santai , “Untungnya, Serena sudah pernah menceritakan tentang anda.”
Kapan dia menceritakan orang ini kepada Ralphie? Serena menatap Ralphie dengan bingung.
Ralphie mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Serena sambil berkata dengan lembut: “Ajak temanmu untuk bermain bersama”
“Oh iya” Serena terdiam sejenak, lalu mengangguk dan berjalan menuju ke Louisa.
Ketika Direktur Wen melihat Serena ingin mengajak Louisa pergi, dia dengan cepat berkata “Nona Serena, kami berdua ada urusan, dia tidak bisa……”
Belum selesai bicara, Ralphie memotongnya dan berkata, “Mereka kan teman, biarkan mereka ngobrol bersama, apakah tuan wen tidak mengijinkan?”
Nada suara yang dingin dan tatapannya membuat Direktur wen gemetar dan ketakutan.
“Tentu saja boleh……”
Mendengar Direktur Wen berkata boleh, Serena tersenyum dan berkata kepada Louisa: ” Louisa, ayo.”
Louisa menatap Serena, lalu menatap Direktur Wen, sambil bergejolak.
Melihat Louisa ragu-ragu, Ralphine menjadi sangat tidak sabar.
Sebenarnya khawatir akan harga diri Serena, tapi tidak di tunjukkan, hanya bertanya dengan dingin “Kamu ingin disini, lanjut ikut dia?”
Mendengar pertanyaan Ralphie, Louisa sangat gembira.
__ADS_1
Ingin tetap disini bersama si Wen itu? Tidak, tentu saja tidak. Orang ini bisa membantu dia menjauh dari Wen?
Louisa memandang ke arah Ralphie, dengan wajah tanpa ekspresi. Dia menggenggam tangannya dengan kuat, lalu berbalik ke arah Serena, akhirnya menggangguk dan berkata “Oke. “