I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 145 Mengembalikan Gelang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena tertidur sampai malam, ia membuka mata dan melihat kamar yang asing lalu terbengong sejenak, setelah beberapa detik, ia baru Ngeh bahwa ini adalah kamar di Villa Ralphie, juga merupakan tempat tinggalnya untuk kedepannya.


Serena duduk dan baru menyadari bahwa ia memakai selimut.


Hello! Im an artic!


Siapa yang memakaikannya selimut ? Ralphie?


Ia seketika merasa sangat senang, dengan cepat ia membuka selimut dan turun dari kasur.


Ia berlari turun tetapi tidak melihat Ralphie di ruang tamu.


Ia melihat sekeliling dan bertanya kepada pelayan, “Ralphie… uhhh… dimana tuan muda?”


Hello! Im an artic!


“Tuan muda di ruang buku.” jawab pelayan.


“di ruang buku?” artinya ia tidak keluar sama sekali.


Pasti bukan dia yang memakaikan selimut.


Seketika suasana hati Serena menjadi buruk.


Ia berdiri dan terbengong sejenak lalu mengambil remote dan menyalakan TV.


Film artis favoritnya sedang tayang di tv, tetapi ia malah tidak tertarik sedikit pun, dipikirannya hanyalah Ralphie.


Ralphie membawanya kesini tetapi ia malah bersembunyi.


Ralphie bersembunyi dari Serena……


Mata Serena terasa sangat sakit dan ia mengeluarkan air mata.


Cahaya Lampu kristal mengenai tubuhnya, seperti tertular, memancarkan rasa dendam yang sangat dalam…

__ADS_1


Ralphie keluar dari ruang buku, ia melihat Serena duduk di sofa dan menonton tv, ia terbengong sejenak, dan berjalan ke tempat Serena.


Setelah mendekati Serena, ia baru menyadari bahwa Serena sama sekali tidak menonton tv, melainkan nangis.


Mengapa dia menangis?


Apakah karna tidak mau menikah dengannya?


Ralphie datang dan diam-diam pergi.


Walaupun ia mengetahui alasannya, tetapi ia tetap saja tidak bisa melepaskannya.


Ia tidak bisa melakukannya…


Serena awalnya mengira ia bisa bertemu dengan Ralphie saat makan malam, pada akhirnya pelayan memberitahunya bahwa Ralphie makan di ruang buku.


Setelah mendengarnya, Serena seketika menjadi tidak nafsu makan melihat makanan enak yang ada diatas meja.


Ia meletakkan mangkok dan sumpitnya,dan kembali kekamarnya.


Tetapi tidak lama kemudian ia turun lagi, hanya saja kali ini ia memegang sebuah kotak.


Pelayan datang untuk memanggilnya keluar makan malam, tetapi ia tidak berani keluar, ia takut melihat Serena menangis lagi, jadi ia menyuruh pelayan untuk membawa makanan ke ruangannya.


Makan malam sudah diantarkan, tetapi tidak ia mau makan, ia malah berdiri dan berjalan mendekati jendela.


Tok tok tok… terdengar suara ketukan pintu.


Ralphie tidak menoleh dan hanya berkata, “Masuk.”


Serena membuka pintu dan Ralphie sedang berdiri di jendela sambil memandangi lampu-lampu rumah yang sudah menyala.


Cahaya lampu mengenai tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat misterius dan sangat menggoda.


Ralphie yang memancarkan kharisma dari sekujur tubuhnya membuat Serena yang berdiri didepan pintu terpesona.


Ralphie menunggu belasan detik dan tidak mendengar suara, ia pun membalikkan badan dan bertanya, “Ada apa….”

__ADS_1


Ia terbengong sejenak melihat Serena berdiri didepan mejanya, lalu ia berjalan menuju mejanya sambil bertanya, “Kenapa tidak masuk?”


Mendengar pertanyaan Ralphie Serena baru sadar dan mengalihkan pandangannya, kemudian ia berjalan masuk ke ruangan.


Ralphie duduk dikursi dan bertanya sambil melihat dokumen, “Kamu cari aku ada urusan?”


“Aku mau kembalikan ini padamu.” kata Serena sambil meletakkan kotak itu di atas mejanya.


Ternyata tadi Serena kembali ke kamar untuk mengambil gelang yang diberikan kakek Su kepadanya, dan kemudian membawanya ke ruangan untuk dikembalikan kepada Ralphie.


Saat Ralphie melihat gelang yang awalnya dikenakan Serena tidak ada, ia sudah mengetahui apa yang ingin dikembalikan oleh Serena.


Gelang itu merupakan pusaka keluarga Su, hanya diturunkan kepada menantu keluarga Su, setelah neneknya meninggal, gelang itu diserahkan kepadanya untuk diberikan kepada wanita yang ia cintai.


Pada saat itu ia tidak pernah memikirkan yang namanya cinta, apalagi menikah, jadi ia menyerahkan gelang itu kepada kakeknya untuk diamankan.


Hari ini ia merasa sangat senang ketika melihat Serena memakai gelang itu.


Kakek menyerahkan gelangnya kepada Serena yang menandakan bahwa Keluarga Su telah menerima Seren.dan Serena juga menerima gelangnya, artinya ia bersedia menerima pernikahan ini.


Tetapi yang tidak terpikirkan olehnya adalah Serena malah mengembalikan gelang itu kepadanya….


Ralphie mengenggam dokumen itu dengan keras, dan dokumen yang ada ditangannya terbelah menjadi dua.


Serena terkejut melihat Ralphie merobek dokumen itu dan terdiam.


Ralphie malah meletakkan dokumen itu keatas meja seakan-akan tidak terjadi apa-apa, dan bertanya, “Apa ini?”


Serena tidak menduga Ralphie akan menanyakan pertanyaan ini, ia terbengong sejenak lalu menjawab, “Ini adalah pusaka Keluarga Su pemberian dari kakek, aku merasa lebih baik aku kembalikan kepadamu…”


Serena belum selesai berbicara sudah dipotong oleh Ralphie, “Ini pemberian kakek, seharusnya kamu kembalikan ke dia.”


Serena tidak menduga Ralphie akan berkata seperti itu, ia terbengong dan tidak tahu harus bagaimana, setelah beberapa detik ia menundukan kepala dan berkata, “Apakah kamu tidak bisa membantu menyerahkan kepadanya?”


Ia menundukan kepala dan berbicara dengan suara yang lembut, pasti tidak ada yang bisa menolaknya, bahkan Ralphie juga tidak ingin menolaknya. Hanya berpikir bila ia setuju maka satu-satunya gelang yang bisa ia tinggalkan untuk Serena akan dikembalikan, jadi ia memaksa dirinya untuk bersikap dingin.


“Tidak bisa.” jawab Ralphie.

__ADS_1


Setelah mengatakan ini Ralphie tidak menghiraukan Serena lagi, ia mengulurkan tangan dan mengambil telepon, ia menelepon dan mengobrol dengan orang lain.


Serena menggigit bibir dan berdiri sejenak di depan mejanya, pada akhirnya ia meninggalkan ruangan dengan membawa kota itu…


__ADS_2