I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 303 Orang Yang Sudah Lama Dicari Akhirnya Ditemukan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Saat Serena mengangkat telepon dari Elliot, gambar Desainnya sudah di gambar setengah.


Mendengar suara dering hpnya, dia meletakkan pensil yang ada di tangannya, lalu mengeluarkan hpnya dari dalam tas.


Hello! Im an artic!


Melihat layar hpnya yang menunjukkan nomor telepon Elliot, matanya menunjukkan perasaan ragu, lalu dia menekan tombol angkat teleponnya.


“Halo, Manajer Ye, kamu ada apa……” Serena belum selesai berbicara, suara Elliot langung menyela perkataannya.


“Nona Luo, Felix menyuruhku membertahumu, dia sudah menemukan Direktur Su.”


Saat Elliot selesai berbicara, Serena tbangkit dari kursinya, “Sudah menemukan dia?”


Hello! Im an artic!


“Iya.”


Saat Elliot sudah menjawab dengan yakin, Serena berkata dengan buru-buru: “Kamu tunggu aku diluar, aku akan segera kesana.”


“Nona Luo, Anda masih berkompetisi……” Elliot belum selesai bicara, dia baru menyadari teleponnya sudah ditutup.


Dia menatap layar hpnya yang sudah hitam, dia merasa bodoh.


Nona Luo, anda sedang berkompetisi sekarang, apakah baik keluar dari ruangan?


Tapi dia tidak tahu, menurut Serena, tidak ada yang sepenting Ralphie.


Kalau Felix tidak tahu ini, dia tidak mungkin menyuruh Elliot yang menelpon Serena.


Tentu saja Felix takut bila Serena tidak bisa menunggu kehadiran Ralphie, dia akan menggunakan rencana dia, membuat dirinya ada masalah, lalu membuat Ralphie datang sendiri.


Walaupun Elliot berpikir begitu, dia tidak lupa Serena menyuruh dia untuk menunggu diluar. Setelah dia memasukkan hpnya ke kantor celananya, dia dengan buru-buru pergi ke pintu keluar area kompetisi menunggu Serena.


Semua desaigner di area kompetisi sedang menggambar Desain, Serena yang tiba-tiba berlaki keluar, pasti menarik perhatian orang-orang.


Bahkan petugas di area kompetisi menghadang Serena, “Nona, waktu kompetisi belum selesai, tolong anda kembali ke tempat anda.”


Serena ingin keluar mencari Ralphie, tentu saja tidak bisa kembali lagi, “Maaf, aku ada urusan penting, aku ingin keluar.”


“Nona, kalau anda keluar, anda akan keluar dari kompetisi.” Petugas kompetisi berkata kepadanya dengan wajah datar.


Serena menjawab tanpa berpikir, “Baiklah, aku mengundurkan diri.”


Orangnya sendiri sudah berkata ingin mengundurkan diri, petugas kompetisi bisa berkata apa lagi? Hanya bisa membiarkan Serena pergi.

__ADS_1


“Terima kasih.” Serena sambil berterima kasih, sambil berlari keluar.


Saat keluar dari area kompetisi, dia melihat Elliot yang sedang menunggu.


“Mereka dimana?” Tanya Serena dengan cemas.


“Direktur Su sudah pergi, Felix sedang mengejar dia.” Jawab Elliot.


Serena mengiyakan dia, lalu dengan terburu-buru berlari ke arah pintu keluar.


Felix sedang berada di depan lift, sudah sampai mengejar Ralphie.


“Direktur Su.,”


Ralphie memandangi Felix yang sedang menghadang dia dengan tatapan dingin, “Awas.”


“Direktur Su, maaf, aku tidak bisa membiarkan anda pergi.” Felix menjawab dengan maaf.


Ralphie mengerutkan matanya dan menatap Felix dengan tatapan yang berbahaya, “Felix……”


“Direktur Su, anda tunggu dulu disini. Nyonya ikut serta dalam kompetisi perhiasan dunia demi anda.” Felix sambil membujuk Ralphie, sambil berharap dalam hati, nyonya, anda cepatlah datang.


Mendengar perkataan Felix, Ralphie mengerutkan keningnya, “Urusan dia tidak ada hubungannya denganku.”


“Direktur Su, anda jangan begini, nyonya sudah mencarimu selama satu bulan lebih, anda bicarakan baik-baik dengan dia…….” Felix belum selesai berbicara, Ralphie menyela perkataannya.


“Aku sudah bilang urusan dia tidak ada hubungannya denganku, kamu tidak dengar?”


Felix sudah berpikir akan jadi seperti ini, tapi dia tidak ada penyesalan, hanya sedih tidak bisa membantu nyonyanya.


Dia menurunkan wajahnya dan menjawab, “Aku tahu.”


Ralphie melihat ke arah Felix, membuka mulut ingin berkata sesuatu, lalu hpnya berdering.


Dia mengeluarkan hpnya dari kantor celananya, lalu mengangkat telepon itu.


Saat Ralphie mengangkat telepon itu, Serena keluar dari pintu keluar.


Melihat Felix berdiri dibelakang orang dari kejauhan, walaupun hanya terlihat figurnya, tapi Serena sekali melihat bisa mengenal dengan jelas, orang itu adalah Ralphie.


Langkahnya yang terburu-buru, tiba-tiba terhenti, dia memandangi figur Ralphie, dia memandanginya dari atas kepala hingga ujung kaki.


Jelas-jelas hanya satu bulan lebih, tiga puluhan hari tidak bertemu, tapi dia merasa seperti satu abad lamanya.


Orang yang sudah lama dia cari, akhirnya hari ini bertemu dengannya.


Dia tidak tahu sudah berpikir berapa kali, skenario mereka bertemu. Sudah berpikir saat bertemu dia harus melakukan apa.

__ADS_1


Saat waktu ini sudah benar-benar datang, Serena baru menyadari, dia tidak ingin melakukan apa-apa, hanya ingin terus melihat dia seperti ini, melihat dia selamanya.


Dia tidak bisa menahan air matanya yang mengalir jatuh, tetes per tetes terjatuh ke lantai.


Benar-benar dia, dia sudah menemukan dia, bukan sedang bermimpi.


Akhirnya menemukan dia yang dia cintai.


Seperti ada telepati, Ralphie yang sedang berteleponan itu, tiba-tiba membalikkan kepalanya melihat ke arah dia.


Saat melihat Serena yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, badannya gemetaran terkejut, tapi dengan cepat langsung memberitahukan diri sendiri, ini adalah ilusi, Serena ada di dalam dengan berkompetisi, bagaimana bisa ada disini?


Serena melihat Ralphie yang sedang melihat ke arahnya, dia membuka mulut dengan senang dan meneriakkan Namanya, “Ralphie……”


Suara familiar yang halus itu, wajah kecil yang ceria itu, sudah memperlihatkan semuanya.


Ini bukan ilusi, ini asli, Serena sedang ada disini.


Ralphie secara tidak sadar mengepalkan tangannya, ekspresi wajahnya juga menjadi dingin,


Felix bisa melihat ekspresi wajah Ralphie menjadi tidak benar, dengan cepat memanggil Serena, “Nyonya, anda cepat kesini.”


Panggilan Felix ini, Serena langsung dengan cepat berjalan ke arah Ralpie.


Tapi saat Ralphie melihat Serena berjalan menghampirinya dan setelah dia berkata ‘kamu cepat datang kesini’ di teleponnya, dia mematikan teleponnya, lalu membalikkan badan dan menekan tombol lift.


Serena dengan cepat masuk kedalam lift yang sedang dimasuki Ralphie, dia berhasil mengejar.


“Ralphie!” Serena sambil meneriakkan namanya, sambil menarik lengan baju Ralphie.


Kasian dia hanya menarik lengan bajunya Ralphie saja sudah di elak oleh Ralphie.


Dengan satu tangannya, Serena mengangkat kepalanya dan melihat Ralphie, “Ralphie, kamu kenapa? Kenapa kamu menghindari aku?”


Ralphie tidak berkata apa-apa, melihat ke arah dia saja tidak dan berlangkah pindah ke lift satu lagi.


Serena pernah berpikir Ralphie bisa marah, dia sudah memikirkannya, saat bertemu dengan Ralphie, dia akan meminta maaf ke Ralphie, mengaku salah dengannya. Tapi tidak disangka, Ralphie bahkan tidak melihat dia sedikit pun, merasa dia hanya angin saja.


Semua ini adalah tindakan dia sendiri, jadi bukan jadi masalah besar.


Ralphie tidak mengacuhkan Serena, Serena tetap mengejar Ralphie, kalau Ralphie mau dengan Serena saja sudah bagus.


Serena berpikir begitu, dia mengikuti langkah Ralphie.


“Ralphie, kita bicara boleh tidak?”


Serena menggigit bibirnya, lalu berkata: “Ralphie, kenapa kamu begini? Malam itu kamu sudah jelas menyelamatkan aku, kenapa kamu mau menghindari aku?”

__ADS_1


Kali ini Ralphie menjawab, dia membalikkan kepala, melihat ke arah Serena dengan mata yang dingin dan tanpa ekspresi apa-apa dan berkata: “Kamu terlalu banyak berpikir, aku tidak pernah menyelamatkan kamu.”


Mendengar penyangkalan Ralphie, Serena merasa sakit hati, lalju bertanya lagi, “Kalau hari ini? Kamu kenapa datang kesini? Bukankah karena aku?”


__ADS_2