
Hello! Im an artic!
Orang yang ada didalam pesta itu sangat banyak, awalnya Ralphie ingin masuk dengan diam-diam, tetapi wajah Ralphie itu sudah terlalu menarik perhatian banyak orang.
Sekujur tubuhnya ia mengenakan pakian berwarna hitam yang membuatnya terlihat sangat tampan dan berwibawah. Masuk ke dalam hal itu dengan cara jalannya yang sangat bagsu ditambah lagi dengan wajahnya yang tampan semuanya tampak sangat sempurna.
Hello! Im an artic!
Laki-laki yang begitu sempurna tentu saja membaut banyak laki-laki cemburu melihatnya dan membuat banyak perempuan terpesona melihatnya.
Ralphie tidak begitu memperhatikan orang yang ada disekitannya, sambil menunggu Serena, ia menelepon untuk mencari tempat duduk mereka.
Setelah Serena datang, ia menutup teleponnya dan membawa Serena dengan perlahan ke belakang acara pesta itu.
Setelah berjalan sekitaran 100 meter, mereka melihat Isa yang sedang melambaikan tangannya kepada mereka.
Hello! Im an artic!
“Ralphie, Serena, disini.”
Setelah mendengar suara Isa memanggilnyanya dan Serena yang begitu besar, Ralphie pun menaikkan bahunya dan tidak menjawabnya.
Serena yang mengikutinya disampingnya mengira Ralphie tidak mendengarnya, lalu berkata: “Isa ada disana.”
“Biaran si bodoh itu.” Ralphie menjawabnya dengan biasa-biasa saja.
Bodoh? Isa? Serena meliha ke arah Isa sebentar lalu mengalihkan pandangannya lagi.
Serena benar mendengar kata-kata Ralphie dan tidak mempedulikan Isa, perasaan hati Ralphie pun tidak pernah sebahagia ini.
Setelah Ralphie pergi, Isa pun mulai berbicara.
“Ralphie, Serena, kalian ternyata tidak mempedulikanku.”
Ralphie memilih untuk langsung tidak mempedulikannya, tetapi Serena tidak bisa melakukan itu dan menungjukkan mukanya yang sedikit canggung.
“Itu…….maaf tadi kita tidak memperhatikanmu.” Setelah selesai mengatakan kalimat itu, Serena pun melihat ke arah Ralphie.
Awalnya ia takut Ralphie akan merasa tidak senang karena ia berbohong, tetapi ternyata ketika ia melihat ke arah Ralphie, Ralphie malah tersenyum kepadanya.
Ralphie kembali menunjukkan wajah seriusnya lalu mengikuti apa yang dikatakan Serena, “Kami tidak melihatmu.”
Isa sama sekali tidak tahu kalau Serena dan Ralphie akan mengatakan hal yang sama, ia benar-benar mengira kalau mereka berdua tidak melihatnya, lalu berkata: “Baiklah, suara aku sedikit kecil, kalau kalian tidak melihatku, lain kali aku akan teriak lebih keras lagi.”
Serena benar-benar tidak tahu harus bagaimana membalasnya, lalu ia pun menjawab ‘Iya’.
__ADS_1
Setelah mereka ngobrol beberapa saat, Ryan dan Lacey akhirnya pun datang.
Isa pun tertawa dan berkata: “Bintang kita hari ini sudah datang!”
“Kak Isa, hadiah ulang tahunku mana?” Lacey meminta hadiahnya kepada Isa.
Ryan yang ada disamping pun mengerutkan keningnya dan berkata: “Ting Ting, anak perempuan harus sopan sedikit, mana ada orang yang minta hadiah seperti ini?”
Setelah mendengar Lacey pun menjawab: “Kak Isa kan bukan orang luar.”
“Benar, Kak Isa bukan orang luar.” Sambil berbicara Isa pun mengeluarkan sebuah kantong dari belakang badannya, “Model terbalu AL, lihat kamnu suka tidak.”
“Terima kasih Kak Isa.” dengan sangat bahagia Lacey pun membawa pergi hadiah itu, lalu ia mennyapa Ralphie dan Serena, “Kak Ralphie, Serena.”
Kalau dibandingkan sifat dia terhadap Ralphie dan Isa, ketika ia menghadapi Ralphie, ia lebih sopan, sejak hari itu mereka makan bersama, Serena sudah mengetahuinya.
“Baik.” Ralphie menundukkan kepalanya dan menjawab.
“Lacey selamat ulang tahun ! Ini adalah hadiah dari Kakak Ralphie.” Dengan muka yang penuh senyum Serena memberikan hadiah itu kepadanya.
Kata-kata Serena berhasil menarik perhatian Lacey, Isa dan Ryan.
Seingat mereka, biasa kalau mereka ulang tahun Ralphie tidak pernah memilih hadiah untuk mereka, ia akan menyuruh mereka memilih sendiri hadiah yang mereka mau ‘Hadiah yang dikasih Kak Ralphie’ ini maksudnya apa.
Ternyata Serena yang membantunya pilih, pantesan. Raut wajah Ryan dan Isa pun kembali menjadi biasa.
Alasan kenapa Ralphie biasa-biasa saja karena topik yang mereka bahas tidak begitu penting untuknya.
“Suka, suka.” Lacey segera mengambil bungkusan itu dari tengan Serena.
“Baguslah kalau begitu, maaf aku tidak memberikan hadiah apa-apa…….” Serena merasa sedikit canggung.
Lacey mengambil tas LV nya itu sambil berkata, “Kamu bisa datang saja aku sudah sangat bahagia, lagian hadiah ini juga kamu yang pilihkan.”
Serena tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.
Lacey melihat ke arah Ryan lalu berkata: “Kak, aku pergi cari papa dan mama dulu, mereka biar kamu yang urus.”
“Baik, pergilah.” Ryan menundukkan kepalanya.
“Serena, nikmati pesta ini yah.” Lacey mengedip-ngedipkan matanya ke arah Serena dan berjalan pergi.
Setelah Lacey pergi. Ryan menyuruh pelayan untuk menyajikan bir dan minuman.
Sambil meminum minuman yang disajikan, sambil mendengar Ryan bercerita.
__ADS_1
Setelah duduk sebentar, Serena pun berpikiran untuk pergi ke toilet.
Dengan suara yang rendah ia berkata kepada Ralphie yang ada disampingnya: “Aku ke toilet bentar.”
Ralphie melihat ke arahnya dan berkata, “Mau pelayan itu menemanimu tidak?”
“Tidak usah.” Serena menggelengkan kepalanya.
Ralphie pun menjawab ‘Baik’
Sebenarnya Serena sama sekali tidak tahu toilet itu ada dimana, setelah ia berdiri ia pun bertanya kepada pelayan yang ada disana dimana toiletnya.
Ketika selesai dari toilet, saat diperjalanan kembali ke tempat mereka, Serena menemukan sebuah balkon kecil.
Di balkon itu ada sebuah kursi gantung, sama seperti kursi gantung yang ada di hotel saat ia ke The Sugar Empress, Serena pun sangat menyukainya.
Sengan senang hati ia duduk di kursi itu dan berayun-ayun.
Awalnya Serena berencana untuk duduk sebentar disini lalu kembali ke pesta.
Tetapi tidak disangka, ia malah bertemu dengan orang yang dikenalnya disini.
Karena masalah foto kali itu, Flora pun tidak ingin membuat Leonard marah lagi dan berusaha untuk menjadi anak yang baik dirumah.
Tetapi ada pengecualian untuk hari ulang tahu Lacey hari ini, Grup Luo ada sedikit hubungan bisnis dengan keluarga Shen, jadi keluarganya pun mendapatkan undangan.
Karena adalah acara anak muda, jadi undangan itu pun jatuh ke tangan Flora.
Flora adalah seorang gadis yang pandai.
Dia hanya berputar beberapa kali dan sudah menemukan hadiah yang ia rasa cocok.
Tetapi tidak disangka hadiah yang ia pilih malah menemukan dia dengan Serena.
Serena pun tidak terkejut bertemu dengan Flora, “Kakak?”
“Bagaimana kamu bisa ada disini? Flora bertanya kepada Serena.
Bagaimana Serena bisa masuk ke tempat ini? Ia tahu undangan ini ayahnya dapat dengan susah payah dari keluarga Shen.
“Aku datang sama teman aku.” Serena menjawab.
Teman? Sejak kapan Serena bisa berteman?
Flora pun mengerutkan keningnya sebentar, lalu membalikkan badannya dan berjalan ke arah Serena lalu bertanya, “Teman siapa?”
__ADS_1