I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 229 Pelayanan Yang Penuh Dengan Perhatian Dari Ralphie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Ralphie membawa Serena kembali ke villa, Ralphie langsung memeluknya ke tempat tidur dan berbaring.


“Aku baik-baik saja, tidak perlu berbaring terus.” kata Serena.


Hello! Im an artic!


Ralphie menjawab tanpa mengangkat kepalanya “Dokter Chen berkata kamu harus berbaring selama beberapa hari.”


“Apakah separah itu?” Serena bertanya dengan ragu.


Ketika Ralphie sudah kehabisan cara untuk membodohinya, pelayan yang ada disebelah pun berkata, “Nyonya, dengarkan tuan dan istirahatlah dengan baik, dengan begitu Tuan baru bisa tenang. Semalam Tuan benar-benar kaget karena anda … ”


Niat pelayan satu sisi adalah untuk memberi tahu Serena bahwa Ralphie gugup karena dia dan ingin membuat Serena mendengarkan Ralphie dan pergi istirahat.


Hello! Im an artic!


Sayangnya ia tidak tahu, dan Ralphie tidak ingin Serena tahu apa yang ada dalam pikirannya.


Jadi tentu saja sebelum ia selesai berbicara sudah dipotong oleh Ralphie, “Bukankah kamu membuat sup? Bawa kesini.”


Nada suaranya normal, tetapi pelayan sudah tahu bahwa itu adalah peringatan untuknya.


Pelayan menyipitkan matanya dan kemudian menjawab “Aku akan segera membawanya.”


Selesai bicara pelayan langsung berbalik dan meninggalkan ruangan dengan cepat.


Serena sama sekali tidak memperhatikan pelayan, seluruh perhatiannya tertuju pada Ralphie.


Pelayan berkata bahwa Ralphie ketakutan karenanya semalam.


Tapi apa yang terjadi padanya semalam?


Serena tidak memiliki ingatan tentang waktu itu, jadi setelah memikirkannya, ia bertanya langsung kepada Ralphie “Semalam, apa yang terjadi padaku? Mengapa kamu membawaku ke rumah sakit?”


Ralphie diam-diam menghela nafas, pelayan telah melakukan suatu hal buruk dengan niat baiknya, tetapi mukanya terlihat sangat tenang dan berkata: “Kamu sakit sampai pingsan, jadi aku membawamu ke rumah sakit.”


Melihatnya pingsan dan menjadi ketakutan?


Mata Serena menatap Ralphie, ia diam-diam memutuskan untuk mendengarkan Ralphie dan beristirahat di rumah.


Berpikir demikian, Serena berjuang untuk duduk, dan ingin menelpon Elliot untuk izin.


Melihatnya duduk, Ralphie segera mengerutkan kening “Bukankah aku menyuruhmu berbaring? kenapa kamu bangun?”


“Aku ingin mengambil hpku,” jawab Serena.


Ralphie mengambil dua bantal dan meletakkannya di punggung Serena dan bertanya, “Di mana? Aku ambilkan.”


“Didalam tas yang ada di sofa,” kata Serena sambil menunjuk ke arah sofa.


Ralphie berkata “Ya” dan berjalan ke sofa,ia membuka tas dan mengeluarkan hp, lalu berjalan kembali dan menyerahkannya ke Serena.

__ADS_1


Serena mengambil hp dan membukanya, ada panggilan tidak terjawab dari Elliot.


Mungkin karena Khawatir ia tidak pergi kerja hari ini, Karina pasti sudah memberi tahunya.


Mendengar ia meminta izin, pasti dia tidak senang.


Tapi … Melihat Ralphie yang duduk di sana, Serena menelpon Elliot.


Ellioy menjawab dengan cepat, “Serena, kenapa kamu tidak datang hari ini?”


Serena mengerutkan lehernya dengan merasa bersalah, dan kemudian dengan lambat menjawab, “Manajer Ye, aku tidak enak badan dan harus izin.”


Pada awalnya Serena mengira bahwa Elliot akan memarahinya lagi, karena sebelumnya ia menelpon izin juga seperti ini.


Namun tidak disangka Elliot hanya bertanya padanya, “Berapa lama?”


“Berapa lama?” Serena terbengong.


Ralphie mengira bahwa Serena bertanya kepadanya, dan langsung menjawab, “Setidaknya seminggu.”


Setidaknya seminggu? kamu pikir perusahaan itu milik kamu? Eh … sepertinya memang perusahaan itu milik Ralphie.


Tapi bisakah ia meminta izin selama seminggu?


Serena memandangi Ralphie, yang terlihat adalah Ekspresi ‘tidak bisa nego’.


Memikirkan apa yang dikatakan pelayan, Serena memutuskan dan berkata “Seminggu.”


Elliot terdiam sejenak dan menjawab ‘OK’.


Sampai telepon ditutup, Serena merasa sedikit tidak nyata.


Sejak kapan Manajer Ye menjadi mudah dibujuk?


Tidak lama setelah Serena meletakkan hpnya, pelayan datang membawa makanan.


“Tuan, makanan Nyonya sudah siap.”


Ralphie berkata “Ya”, lalu ia bangun dan mengambil semangkuk sup dari nampan yang ada di tangan pelayan.


Kemudian ia duduk di sebelah tempat tidur Serena, sambil mengaduk sup dengan menggunakan sendok.


“Aku sendiri saja.” Ralphie mengulurkan tangan untuk mengambil sup dari tangan Ralphie, tetapi Ralphie menghindarinya.


“Panas, aku akan menyuapimu.” Setelah selesai bicara, ia mengambil satu sendok sup dan meniupnya, lalu mengarahkannya ke mulut Serena.


Serena tidak mau, tetapi Ralphie sudah memberikan sup ke mulutnya, bagaimana ia bisa menolak? apa lagi, ia sangat senang dengan kemesraan dari Ralphie.


Ia ragu sejenak, lalu membuka mulutnya dan meminum sup.


Ralphie sangat fokus, seolah-olah ia sedang mengurus puluhan miliar dokumen, ia menyuapi Serena sup dengan sangat serius.


Setelah selesai makan sup, ia mengambil mangkuk nasi lagi dan menyuapi Serena makan.

__ADS_1


Menyuap perlahan, hingga Serena kekenyangan baru berhenti.


Ralphie menyerahkan sumpit dan mangkok kepada pelayan, lalu berdiri dan menuangkan segelas air untuk Serena kumur.


Setelah selesai berkumur, ia pergi ke kamar mandi dan membasahi handuk dengan air panas untuk membasuh wajah dan tangan Serena.


Serena tampaknya dengan bodoh diperlakukan oleh Ralphie, tetapi hatinya sebenarnya berdebar.


Ralphie memang sangat baik padanya, kecuali waktu ketika ada konflik di antara mereka dan Hari ini Ralphie semakin baik lagi dengannya, betapa baiknya hingga ia merasa aneh.


Setelah berpikir Serena tetap tidak menemukan sesuatu yang aneh.


Ia menggelengkan kepalanya dan merasa bahwa ia terlalu banyak berpikir.


Setelah makan tidak boleh langsung berbaring.


Ralphie mengambil sebuah tablet dan meminta Serena untuk bersandar di samping tempat tidur. Setelah menonton TV sebentar, ia baru membiarkannya berbaring dan beristirahat.


Tubuh Serena memang sudah lemah, dan tidak lama berbaring ia sudah tertidur.


Setelah ia tertidur, Ralphie berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari kamarnya, ia pergi ke koridor lalu mengambil hpnya dan menelpon Felix.


“Cepat datang ke villa sekarang.”


Ralphie hanya mengucapkan kalimat ini dan kemudian menutup telepon.


Kemudian ia melirik ke luar jendela, menaruh hp di sakunya dan kembali ke kamar.


Ralphie duduk di kamar Serena sekitar satu jam, dan terdengar suara mesin dari luar.


Ia langsung menatap Serena tanpa sadar, setelah melihat bahwa Serena tidak terbangun, ia baru berdiri dan berjalan keluar dari kamar.


Ia pergi ke ruang buku yang ada diseberang dan mengambil selembar kertas lalu turun ke bawah.


Ketika Ralphie tiba di ruang tamu, Felix sudah menunggunya disana.


“Tuan Su …” Felix baru saja berbicara, Ralphie sudah memberi isyarat ‘stttt’ padanya.


Meskipun Felix merasa aneh tapi ia dengan patuh menutup mulutnya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ralphie melirik pelayan yang berdiri di depan dapur, dan langsung keluar dari villa.


Felix menyentuh hidungnya dan mengikuti dari belakang.


Setelah keluar dari villa, Ralphie berhenti dan menyerahkan kertas yang ada di tangannya ke Felix.


“Cari tahu bagaimana kedua barang ini bisa dimakan oleh Serena.”


Felix membuka kertas di tangannya, pertama ia terkejut lalu mengangguk, “Ya, Tuan Su.”


Ralphie mengangguk dan kemudian berkata seolah-olah ia mengingat sesuatu, “Periksa villa dulu, lalu periksa tempat lain. Ingat untuk melakukan secara rahasia. Kalau menemukan hasilnya, segera beri tahu aku. ”


Dokter Chen berkata bahwa Serena meminum obat tidur dan bunga safir, yang pertama Ralphie curigai adalah villanya sendiri, lagipula Serena hampir sepanjang waktu di rumah.

__ADS_1


Alasan mengapa membawa Serena pulang adalah karena ia tidak ingin membuat Serena curiga.


__ADS_2