
Hello! Im an artic!
“Apa kamu yang mencuri desain nya Serena?” Tanya Ralphie dengan sorot mata yang dingin dan dengan nada suara yang menggebu-gebu penuh dengan amarah.
Dottie tidak menyangka bahwa Ralphie secara terang-terangan menyalahkannya, dia terdiam sebentar kemudian menajawab, “Tuan kamu salah paham, Serena lah yang berusaha mencuri desain milikku.”
Hello! Im an artic!
Ralphie dengan nada seakan mendengar sebuah lelucon balik bertanya, “Melihat kemampuan kamu, apa pantas Serena berusaha mencurinya dari kamu?”
Perkataan Ralphie membuat Dottie pucat tak berkutik, tetapi dia dengan cepat dapat membalikkan keadaan, “Bagaimanapun kamu berkata-kata pun tidak ada gunanya disini, dialah yang ingin mencoba mengakui desain milikku.”
Ralphie tanpa melirik Dottie sedikitpun berkata lirih, “Sebenarnya siapa yang berusaha mencuri desain milik siapa, ada satu cara untuk membuktikannya.”
Ralphie seakan dengan sengaja membuat orang penasaran, dan tidak melanjutkan perkataannya lagi.
Hello! Im an artic!
Sedangkan semua orang benar-benar dibuat penasaran oleh perkataannya itu, semua merapat melihat kearahnya, termasuk dua orang yang bersangkutan, Serena dan Dottie.
Ralphie dengan nada suara dinginnya melanjutkan perkataannya, “Kalian berdua dalam waktu bersamaan menggambar sebuah desain.”
Sebenarnya Ralphie tidak perlu sampai bertindak seperti ini, dia hanya perlu mengatakan siapa dirinya, memecat ketua manajer Man Fook, dan mengembalikan kembali desain milik Serena, membuat Dottie keluar dari dunia desain perhiasan adalah hal kecil baginya.
Tetapi Ralphie khawatir Serena tau bahwa dia telah mengambil alih Toko Perhiasan Man Fook kemudian menjadi tidak senang, jadi dia membuat keputusan dengan melakukan cara yang sedikit merepotkan seperti ini.
Serena sama sekali tidak mengerti apa sebenarnya yang Ralphie mau, fokusnya berada pada cara penyelesaian yang Ralphie usulkan.
Beberapa desain ini sebenarnya memanglah dia yang menggambarnya, jadi jika harus menggambar kembali untuk membereskan masalah ini dia pasti sangat menyetujuinya.
Serena setuju, tetapi bukan berarti Dottie juga menyetujuinya.
Dottie sendiri menyadari bahwa dia mencuri desain milik Serena, jadi dia tidak akan menuruti begitu saja cara penyelesaian yang diusulkan Ralphie.
__ADS_1
Tetapi Dottie juga menyadari bahwa jika dia langsung menolak usul Ralphie, orang-orang akan mencurigainya.
Salah satu cara adalah membuat ketua manajer menyelesaikannya.
Ditambah lagi dia sudah besekongkol terlebih dahulu, jadi dia tidak khawatir sama sekali, “Manajer umum, anda liat di orang luar ternyata berani mencampuri urusan kantor kita.”
Maksud dari Dotti adalah membuat ketua manajer membantunya dan melindunginya, “Dottie, kamu diam, Direktur Su adalah bos dari perusahaan kita, bagaimana mungkin dia adalah orang luar.”
Perkataan ketua manajer juga terlalu mengenai sasaran, membut semua orang terkaget-kaget.
Orang ini buaknnya datang untuk membatu Serena? Bagaimana bisa dalam sekejap berubah menjadi bos perusahaan kita?
Ralphie tidak menyangka bahwa Bos Toko Man Fook mengenali identitasnya, dia tediam sekejap, kemudian tersadar dan memandang ke arah Serena.
Setelah melihat ekspresi muka Serena yang selain terkaget-kaget itu, dia tidak menunjukkan ekspresi lain, dia merasa lega.
Kemudian memalingkan kepalanya menatap ke arah ketua manajer, menatapnya dengan ekspresi yang sangat tajam, “Kamu bagaimana bisa tahu?”
Toko Perhiasaan Man Fook adalah dia beli atas nama Felix, setelah membelinya, selalu dengan nama Felix sebagai penanggung jawab penuh menggantikannya, jadi selain Felix, tidak ada orang lain yang tahu bahwa Ralphie lah bos sesungguhnya.
Menyadari tatapan menusuk dari Ralphie, ketua manajer termenung baru kemudian menjawab, “Ada bawahan yang mengetahui bahwa Tuan Felix adalah asisten pribadi dari Direktur Su, dari ini saya jadi mengetahuinya.”
Ketua manajer dengan khusus menjawab jujur seperti ini agar untuk menarik perhatian dari Ralphie.
Jika dia adalah orang lain, pasti dia akan lebih memperhatikannya, sayangnya yang dia hadapi adalah Ralphie.
Dia telah menjadi Direktur dari Grup Su sekian lama, tidak mungkin dia belum menjumpai orang semacam ketua manajer ini.
Ditambah lagi dia adalah orang yang disaat terjadi konflik antara Serena dan Dottie lebih membela Dottie, dan malah berencana untuk melapor polisi untuk menangkap Serena, bagaimana mungkin Ralphie akan membiarkan dia begitu saja, ujung-ujungnya orang seperti ini akan dipecat dari Perusahaan.
Dia masih beruntung hanya sekedar dipecat, Dottie nasibnya lebih buruk dari dia.
Dottie tidak hanya dipecat dari toko perhiasan Man Fook, dia juga kehilangan sertifikat desainer perhiasannya, dia juga di black list dari dunia desain mendesain perhiasan.
__ADS_1
Setelah didepak dari perusahaan, Serena akhirnya tidak tahan untuk menanyakan sesuatu kepada Ralphie, “Ralphie, sejak kapan kamu menjadi bos dari Toko Perhiasan Man Fook?”
“Tahun lalu.” Ralphie menjawab dengan sembarangan.
Serena terdiam sebentar kemudian kembali bertanya, “Bersamaan dengan pembelian PT. Antarts?
Jangan menyalahkan Serena karena menanyakan hal ini, karena melakukan pembelian pada sebuah persahaan perhiasan juga harus sekalian membeli perusahaan penyimpanan berlian, itu merupakan hal yang harus dilakukan.
Ralphie pastinya tidak akan memberitahu Serena tentang kenyataan bahwa karena Serena bekerja di perusahaan penyimpanan berlian Man Fook lah yang membuatnya membeli perusahaan itu.
Ralphie hanya menyaut lirih, anggap saja dia mengiyakan pertanyaan Serena.
Serena berkata, “Kebetulan sekali.”
Benar-benar sangat kebetulan….Semua dari awal sejak mereka berkenalan benar-benar sangat kebetulan.
Ralphie menatap Serena dalam-dalam kemudian berkata, “Apa kamu mau kembali bekerja di PT. Antarts?”
Serena mengira pendengarannya bermasalah, mengedip-ngedipkan matanya dengan kuat, mencerna kembali kata-kata yang Ralphie ucapkan barusan, kemudian bertanya, “Apa benar-benar bisa kembali bekerja disana?”
“Bisalah.” Ralphie hanya membuatnya bekerja di PT. Antarts, sama saja dengan memberikan perusahaan itu kepada Serena.
Memberikan PT. Antarts kepada Serena, mungkin….. sorot mata Ralphie bergeming, entah apa yang sedang dia pikirkan.
Serena tentunya sangat ingin kembali ke PT. Antarts, karena bisa bekerja di PT. Antarts adalah keinginan terbesarnya saat kuliah dulu, dulu saat dia mengundurkan diri dari Antarts juga karena tepaksa. Dan juga orang-orang di perusahaan sudah mengetahui hubungan antara Ralphie dan Serena, jadi dia tidak ingin bekerja di perusahaan ini lagi.
Tetapi PT. Antarts juga milik Ralphie, jika di PT. Antarts hubungan mereka juga terkuak maka…..
Membayangkan hal semengerikan itu membuat Serena gelisah, “Kamu sering pergi ke PT. Antarts…. aku lebih baik tidak kembali bekerja disana.”
Ralphie terdiam, kemudian baru menyadari bahwa Serena khawatir bahwa hubungan mereka berdua akan terkuak nantinya.
Sorot matanya meredup tenang, Ralphie berkata dengan pelan, “Kamu tenang saja, hal seperti itu tidak akan pernah terjadi.”
__ADS_1
Mendengar perkataan Ralphie, sorot mata Serena seketika berubah cemerlang, ekspresi mukanya juga menjadi kegirangan, “Kalau begitu baiklah, aku akan kembali bekerja di sana.”
Melihat senyum diwajah Serena, kekhawatiran yang berada dalam diri Ralphie seketika musnah.