I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 117 Bekerja Di Man Fook


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Flora? Bukankah dia adalah kakak tirinya nona Luo? Kenapa dia menyuruh orang untuk mengikuti Direktur Su dan nona Luo?


Felix dengan pandangan menyirik melihat orang itu, lalu bertanya, “Selain mengikuti, dia masih menyuruh apa?”


Hello! Im an artic!


Orang itu dengan suara gemetaran menjawab, “Dia menyuruhku untuk membuntuti, lalu foto, sisanya tidak ada lagi.”


Mendengar orang dia berkata, raut wajahnya Felix berubah menjadi redup. “Lalu foto?”


“Semuanya… disini.” Orang itu menggunakan tangan yang satunya untuk mengambil kamera yang ada di kursi sebelah, lalu memberikannya kepada Felix.


Felix menerima kamera, membukanya.


Hello! Im an artic!


Saat melihat foto di dalam kamera itu, raut wajahnya langsung berubah.


Dia dalam kamera, selain foto Ralphie yang hari ini, masih ada foto Ralphie dengan Serena berdua jalan bersama, yang tidak tahu kapan diambil fotonya.


Felix sangat jelas, dua minggu ini, Direktur mereka ribut denan nona Luo, setiap hari sangat sibuk sekali bekerja, bahkan tidak pernah keluar dari pintu kantor, lebih lagi tidak bersama dengan dengan nona Luo.


Sedangkan sekarang di dalam foto ini, ada foto mereka berdua bersama. Hanya satu hal yang bisa menjelaskan, orang ini sudah mengikuti mereka lebih dari 2 minggu.


Sebagai asisten yang merangkap sebagai bodyguard Direktur, Direktur sudah dibegitu lama, ternyata dia tidak menyadarinya.


Jika sungguh akan muncul masalah, Felix hanya membayangkan akibatnya saja, sudah bisa sampai mengeluarkan keringat dingin.


“Kamu berapa lama membuntutinya?”


Orang itu menjawab dengan jujur, “Hampir… satu bulan.”


Mampus, ternyata sudah satu bulan.


Felix dalam hati memaki, lalu dia mengulurkan tangannya mengambil kunci mobil di samping setir, dengan memperingatkan dia untuk baik-baik tetap dalam mobil, sambil membawa kamera melapor ke Ralphie.


“Direktur Su.”


Ralphie mengiyakan saja, lalu dengan dengan datar bertanya, “Sudah ditanyakan?”


“Sudah ditanyakan, Flora yang menyuruhnya membuntuti anda dan….” Felix melihat Ralphie sekilas, lalu baru melanjut kata terakhir, “Nona Luo.”

__ADS_1


Ralphie tidak mengatakan apapun, tapi dari tatapan dinginnya, bibirnya menggeram, dapat terlihat, hatinya sangat tidak senang.


Tidak lama baru mengatakan, “Sudah berapa lama?”


“Satu bulan.” Setelah menjawabnya Felix menundukkan kepalanya berkata, “Aku bawahan yang tidak bisa melakukan apa-apa, tidak tahu dia sudah membuntuti anda satu bulan.”


“Masalah ini tidak ada urusan dengan kamu.” Menurut Ralphie, jarak dia sendiri yang menjadi sebab yang lebihnya.


Felix menundukkan pandangannya, lalu berkata, “Direktur Su, bagaimana kita mengurus orang ini? Walaupun dia tidak dapat memeriksa informasi yang penting, tapi dia harusnya sudah banyak sekali memfoto anda dengan nona Luo lalu diberikan kepada Flora.”


“Foto?” Ralphie mengerutkan alis.


“Semuanya disini.” Felix memberikan kamera kepada Ralphie.


Foto tidak ada yang spesial, hanya saja waktu foto pertama kebetulah adalah foto di saat Ralphie sedang mencomblangin orang kepada Serena.


Ralphie melihat foto Serena yang di kamera, matanya terpancar cahaya yang redup.


“Atur orang ini tetap meneruskan suruhan Flora, aturkan informasi apa saja yang bisa diberikan kepada Flora.”


Dia ingin melihat Flora sebenarnya ingin melakukan apa…


Serena sama sekali tidak tahu akan hal-hal ini, dia di toko perhiasan Man Fook sangat sibuk.


Semenjak dia masuk ke toko perhiasan Man Fook, langsung di atur menjadi asisten desain ternama di toko perhiasan Man Fook.


Membereskan kantor, membereskan berkas, menjamu teh, semua dilakukan oleh dia.


Jika Serena pekerjaan yang ia temukan tidak ada hubungan dengan desain perhiasan, bisa saja dari awal ia sudah berhenti.


Tapi bekerja di sini ada keuntungannya, Serena saat waktu kosong dapat pergi ke tempat lobi kasir perhiasan Man Fook.


Menurut seorang desainer perhiasan, menguburkan kepala di dalam gambar penting, tapi mengerti tentang keuangan dan konsumen juga sangat penting.


Tidak mengatakan hal yang diinginkan sangat beragam, tapi sungguh jika dipikirkan ada beberapa pemikiran konsumen dapat diserap.


Sedangkan barang-barang ini, pada umumnya desainer tidak akan mempedulikannya.


Karena desainer biasanya memegang mimpinya sendiri.


Seperti sekarang ini, Serena sedang mendengar seorang pelanggan lama mencari desainer, bros yang dibeli, dikatakan oleh temannya terlalu mewah, dia ingin meminta desainer untuk mengubahnya.


Serena langsung memperhatikan bros, yang adalah ruby merah, batu tourmaline yang mewah, ditambah berlian mosaic yang sangat berharga jadilah bentuk bros seekor kupu-kupu.

__ADS_1


Batu ruby merah yang mewah dan sangat berharga disayapnya, batu tourmaline yang sangat meah menjadi badan, batu berlian mosaic yang berharga menjadi kunci motif, berkumpul semua menjadi bagus, sekaligus terasa sangat amat kaya.


Pantas bisa membuat orang terasa sangat terlalu mewah.


Dalam hati Serena menghela napas, lalu memberikan pemikiran dia, “Jika batu ruby diganti barang yang lain, mungkin tidak akan terlihat sangat mewah.”


Pelayan sedang menemani pelanggan lama yang menunggu desainer mendengar pendapat Serena sedikit mengerutkan alisnya, tapi tidak bersuara.


Pelanggan lama itu sangat tertarik bertanya penasaran, “Ganti menjadi apa?”


Serena tidak menyangka ternyata dia akan membalas kata-katanya, sempat tertegun sejenak, baru menjawabnya. “Menggunakan batu kerang mengganti batu ruby.”


“Batu kerang itu apa?” Pelanggan lama yang tertarik bertanya.


“Itu adalah salah satu jenis bahan perhiasan yang, karena keunikkan dari batu kerang, dapat membuat sayap kupu-kupu membuat orang merasa terbang dengan elegan. bros yang seperti itu sediki menambah nilai hidup…”


Serena masih belum selesai bicara, pelayana toko memotong pembicaraanya. “Nona Lin, desainer Zhuo sudah datang.”


Nona Lin itu setelah mendengar kata-kata pelayan toko, langsung mengangkat kepalanya, lalu melihat ke arah depan di sini desainer Zhuo datang ke arah mereka tersenyum. “Desainer Zhuo, kamu sudah datang.”


“Halo nona Lin.” Dottie Zhuo sangat sopan menyapa pelanggan VIP tertingginya.


Nona Lin tersenyum menganggukkan kepalanya, berkata, “Desainer Zhuo, mohon bros ku ini tolong anda ubah sedikit.”


“Bros?” Dottie melihat bros yang ditangannya nona Lin, tertegun sejenak, lalu bertanya. “Nona Lin, bros ini ada masalah apa?”


“Desainer Zhou, bros ini terlalu mewah, yang pasti membuat orang merasa berlebihan.” Nona Lin menjawab.


Dottie mendengar kata nona Lin, raut wajahnya mengeras, lalu bertanya, “Nona Lin, anda berencana ingin mengubahnya seperti apa?”


Nona Lin melihat sekilas Dottie, lalu menunjuk Serena dan berkata, “Dia barusan mengunakan barang batu kerang apa untuk mengganti batu ruby menjadi sayap, kamu silahkan mencobanya.”


Dottie melihat nona Lin menunjuk Serena kebetulan orang baru yang menjadi asisten, sungguh membuatnya sangat kesal.


Tentu saja dia tidak akan menyusahkan Serena didepan pelanggannya sendiri, dia hanya bisa tersenyum lalu berkata kepada nona Lin, “Nona Lin, batu kerang harganya terlalu murah, tidak cocok dengan bros ini…”


Dottie belum selesai bicara, langsung dipotong oleh nona Lin, “Aku mendengar saran dia, merasa menarik, kamu coba bantu ganti menjadi batu kerang.”


Mampus, semua ini karena Serena.


Tapi menjadikan dia sebagai kambing hitam juga lumayan, tunggu sampai batu ruby diganti menjadi batu kerang, jika hasil tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan, biarkan dia yang menerima amarah nona Lin.


Dottie dengan dingin melihat sekilas ke arah Serena, lalu tersenyum ke arah nona Lin berkata, “Baik, aku akan menggantikannya menjadi batu kerang.”

__ADS_1


“Baik, jika kamu sudah perbaiki, telepon aku.” Kata nona Lin sambil memberikan brosnya.


“Baik.” Dottie menganggukkan kepala, menerima bros.


__ADS_2