I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 57 Antar jemput tiap hari


__ADS_3

Hello! Im an artic!


 


Serena berpikir bahwa ‘Sampai jumpa besok’ itu di hari berikutnya pas pulang kerja.


Hello! Im an artic!


 


Tidak menyangka, keesokan paginya dia keluar dari Gallowen Manor dan siap untuk pergi bekerja, tetapi dia melihat Ralphie di berada luar komplek.


 


Cuaca di awal musim dingin ini agak dingin, tetapi dia tidak menunggu di dalam mobil, malah seperti biasa bersandar di mobil ketika dia pergi ke PT. Antarts untuk menjemputnya setelah pulang kerja.


Hello! Im an artic!


 


Serena mengernyitkan alisnya dan berjalan deka, “Kamu menyetir lagi?”


 


Ralphie menunjuk ke pria paruh baya yang berdiri di sisi lain dari mobil: “Sopir yang menyetir.”


 


Mengabaikan mentah-mentah orang sebesar yang disampingnya, dan ekspresi Serena menjadi malu.


 


“Uhuk…” Dia batuk pelan dan kemudian mengalihkan topik pembicaraan, “Jadi mengapa kamu tidak menunggu di mobil? Pagi ini sangat dingin, tertiup angin, dan leher belakang akan terasa sakit.”


 


“Tidak apa-apa.” Ralphie menggelengkan kepalanya dan matanya tertuju pada tas besar Serena. Dia tahu bahwa dia akan pergi bekerja hari ini, untungnya masih sempat, mata Ralphie memancarkan cahaya, dan kemudian bertanya. “Pergi bekerja?”


 


Seren mengangguk, “Betul.”


 


“Izin.” kata Ralphie langsung.


 


Serena menggelengkan kepalanya tanpa memikirkannya, “Tidak perlu mengambil cuti atau izin.”


 


Jangan bercanda, sekarang dia menjadi miskin, kan? Demi bonus dari perusahaan, dia bertahan untuk tidak mengambil cuti. Tapi mana mungkin Ralphie mengikuti perkataannya? Dia juga tidak berbicara, langsung membawa Serena ke mobilnya.


 


Sopir itu berlari untuk membantunya membuka pintu.


 


Ralphie pertama-tama membawa Serena ke belakang dan kemudian duduk dengannya.


 


Sopir itu tidak melirik sambil menghidupkan mobil lalu bertanya, “Tuan Su, kemana kita pergi?”


 


“Shadewoods Manor” jawab Ralphie samar.


 


Ketika suara Ralphie tidak terdengar, Serena segera berkata: “Aku mau pergi bekerja.”


 


“Beristirahatlah hari ini, ” Ralphie menegas tidak mau membiarkan Serena pergi bekerja.


 


Serena buru-buru berkata: “Tanganku sudah hampir sembuh, aku bisa pergi bekerja.”


 


Ralphie bersandar di sandaran kursi dan tidak berbicara.


 

__ADS_1


“Sungguh, lihatlah kalau tidak percaya.” Saat dia mengatakan Serena sambil mengulurkan tangan dan membuka kain kasa yang dibungkus di tangannya, dia ingin memperlihatkan kepada Ralphie.


Ralphie melihat gerakannya dan buru-buru mau menghentikan terus memegang tangannya, “Aku percaya.”


 


“Jadi, aku pergi bekerja, oke?” Serena segera bertanya.


 


Ralphie hanya menjawab “Iya” dengan dingin, tetapi dengan lembut dia mengikatkan kembali kain kasa yang tadinya dilepas oleh Serena.


 


Serena menatap gerakan Ralphie yang sedang memperbaiki tangannya, pandangannya langsung terdiam.


 


Dia menyipitkan matanya, matanya tidak canggung, ekspresinya serius, seolah-olah dia sedang melakukan sesuatu yang sangat penting.


 


Sebenarnya sudah sangat bersyukur untuk mendapat tindakan dia seperti ini.


 


Serena menghibur dirinya di lubuk hatinya.


 


Setelah Ralphie membantu Serena untuk membungkus kembali kain kasanya, dia benar-benar melakukan sesuai permintaan Serena, dia meminta supir untuk mengarahkan mobilnya ke PT. Antarts.


 


Saat sudah mau sampai, Ralphie berkata, “Menunggu di sini sepulang kantor.”


 


Ketika dia mendengar Ralphie mengatakan ini, Serena segera berkata: “Kamu jangan kesana kemari, hati-hati ketika lehermu sakit.” Dibandingkan dengan tangannya sendiri, Serena lebih khawatir tentang tulang belakang leher Ralphie.


 


Ralphie menatap Serena sejenak, dan akhirnya menjawab: “Sopir yang datang.”


 


Setelah mendengar Ralphie berkata bahwa dia tidak akan datang, tetapi supirnya yang datang. Serena langsung mengangguk dan setuju, “Baik.”


 


 


Setelah mobil Ralphie pergi, Serena baru masuk ke kantor dengan senang hati.


 


Meskipun semuanya kembali kesemula, tetapi dia benar-benar sudah merasa puas.


 


Dia tidak dapat tahan hidup tanpanya. Jika bisa, dia bersedia untuk tidak disadari olehnya dan menemaninya sepanjang masa hanya sebatas teman.


 


Setelah Ralphie mengantarkan Serena, dia menyuruh agar sopir itu mengantarnya ke Rumah Su di pinggiran kota.


 


Awalnya dia berencana menemui ayahnya saja lalu pergi , tetapi ayahnya menyuruh agar dapat makan bersama.


 


Setelah makan siang, Dr. Chen datang untuk memberikan pemeriksaan kepada lelaki tua itu, dan kemudian dia memberikan pemeriksaan pada tulang belakang leher Ralphie.


 


Inspeksi Ralphie kali ini sangat baik, dan semua orang merasa lega.


 


Pada sore hari, Felix mengirim dokumen perusahaan ke Rumah Su, dan Ralphie tidak kembali ke kota.


 


Hingga pukul 4.30 sore, baru dia menyuruh supir untuk pergi ke PT. Antarts untuk menjemput Serena.


 

__ADS_1


“Kamu pergi ke PT. Antarts untuk menjemputnya.”


 


“Ya, Presiden.”


 


Ketika Ralphie menyerahkan kepada sopir, ayah Ralphie baru saja keluar dari kamar dan dengarnya, dia sedikit penasaran.


 


Setelah pengemudi pergi, ayah Ralphie bertanya dengan mengetest, “Siapa sih yang begitu istimewa sampai membiarkan sopirmu pergi menjemputnya?”


 


“Bukan siapa-siapa.” jawab Ralphie samar.


 


“Apa benar bukan siapa-siapa?” Ekspresi wajah ayah Ralphie tetap sama tetapi senyuman mirip rubah di matanya, Ralphie sudah pasti tidak akan melewatkannya.


 


Dia memicingkan kelopak matanya dan samar-samar mengatakan kepada ayahnya, “Jangan banyak mikir.”


 


Nada bicara Ralphie menyiratkan peringatan, dan penasaran ayah Ralphie belum menghilang, malah menjadi makin tertarik.


 


Ketahuilah bahwa Ralphie telah banyak berubah sejak pelarian pernikahan itu.


Dia benar-benar penasaran tentang alasan mengapa Ralphie dapat berubah begitu.


 


Keesokan harinya, Ralphie mulai kembali bekerja di perusahaan, jadi sopir menjemputnya di Shadewoods Manor dulu baru ke Gallowen Manor untuk menjemput Serena, kemudian mengantarkan Serena ke PT. Antarts, dan akhirnya baru mengantarkan ke kantor cabang Su di Kota A.


 


Perjalanan setiap hari menjadi lebih lambat separuh waktu dari biasanya, tetapi Ralphie sangat menyenangkan.


 


Bahkan setelah satu minggu, luka di tangan Serena telah menjadi kerak, juga tetap begitu.


 


Hari ini setelah pulang kerja, Ralphie tidak datang untuk menjemputnya, hanya sopir yang datang.


Serena menebak bahwa Ralphie bekerja lembur di perusahaan, dan tidak terlalu memikirkannya. Dia hanya berencana untuk menelepon Ralphie nanti agak malam supaya dia tidak lembur sampai larut malam.


 


Serena bergegas ke pengemudi: “Pak Li, maaf ya, sudah merepotkan.”


 


“Tidak repot, Nona Luo.” Pengemudi itu sangat terkesan dengan Serena yang sopan, dan dia sudah yakin bahwa Serena adalah pacarnya Ralphie.


 


Tidak bercanda, telah menjadi sopir untuk Ralphie selama bertahun-tahun. Sejak kapan melihat Tuan Su begitu dekat dengan seorang wanita? Tidak, harusnya dikatakan kapan Tuan Su itu begitu dekat terhadap orang lain? Kalau Nona Luo ini bukan pacarnya Tuan Su, jadi siapa?


 


Serena memandang pemandangan di luar jendela mobil dan memikirkan tentang dirinya sendiri.


Perampokan kali ini, uang tunai di tas hilang, meskipun kartunya sudah dilaporkan ke bank, tetapi uang di kartunya sudah habis.


 


Awalnya, dia khawatir bahwa sisa uang di kartu atm tidak dapat mempertahankan hidupnya sampai gajian, tetapi beberapa hari ini Ralphie setiap hari datang menjemputnya, ini membuat dia hemat pengeluaran yang banyak…


 


Setelah menghayal sebentar, Serena tiba-tiba menyadari bahwa mobil itu tidak pergi ke Gallowen Manor, namun ke villa Ralphie.


 


Dia segera bertanya, “Tuan Li, mau ke mana kita?”


 


“Nona Luo, Tuan Su sedang menunggumu makan malam di rumah, ” jawab si sopir.

__ADS_1


 


“Rumah?” Serena mendengus, lalu mengangguk berkata “Oh”.


__ADS_2