I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 29 Untuk Apa Direktur Ralphie Membeli Kue


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Produk baru PT.Antarts akan di luncurkan jam 10.30 pagi, jam 9 Felix dan supir menuju ke villa Ralphie untuk menjemputnya.


Hari ini jalanan sangat macet, demi mengontrol suasana di dalam mobil, Felix bercanda dan berkata, “Direktur Ralphie, kalau petinggi PT. Antars tahu Direktur datang khusus untuk menghadiri peluncuran produk barunya, pasti akan senang sekali.”


Hello! Im an artic!


Ralphie tidak menjawab perkataan Felix, berbalik dan melihat ke luar kaca jendela mobil, pas berhadapan dengan Drisker Mansion yang berada di persimpangan jalan, ada sebuah toko yang menjual kue, terlihat orang-orang antri dengan barisan yang sangat panjang.


Dia teringat malam itu Serena membeli kue di toko kue yang dekat dengan Drisker Mansion, seharusnya toko ini yang dia maksud.


Dia masih ingat kemarin Serena membeli kue tiramisu……


Terdiam sejenak, Ralphie pun berkata, “Berhenti.”


Hello! Im an artic!


Setelah mendengar perkataan Ralphie, pada saat itu juga, sopir langsung menginjak rem mobil dan siap-siap untuk berhenti.


“Direktur Ralphie, ada masalah……” perkataan Felix masih belum selesai, Ralphie malah memerintahnya dengan nada dingin, “Kamu turun dari mobil.”


Turun dari mobil? Sebenarnya Felix hanya ingin bercanda, Ralphie langsung menyuruhnya turun dari mobil?


Felix pun terbengong selama dua detik, sedikit tercengang melihat ke arah Ralphie dan berkata, “Direktur Ralphie, saya……”


Ralphie meliharnya, dan dengan nada dingin mengulangi perintahnya lagi, “Turun mobil, pergi ke toko kue di depan sana dan belikan kue tiramisu.”


Ralphie melihat ke dia, dan dengan nada dingin mengulangi perintahnya lagi, “Ke toko kue di depan dan belikan kue tiramisu.”


Felix tidak berani melanggar perintah Ralphie, dengan segera menghentikan mobil di tepi jalan, kemudian berlari menuju toko kue yang ditunjuk Ralphie, membelikannya kue tiramisu.


Felix tidak tahu sebenarnya apa yang dilakukan oleh Direktur mereka, tapi dia sangat yakin, acara peluncuran produk baru PT. Antarts ini, Direktur mereka pasti tidak akan hadir.


Bercanda saja, Direktur Ralphie menghadiri acara peluncuran produk baru dengan membawa kue?


Hari ini adalah hari peluncuran produk baru PT. Antarts, juga merupakan pelepasan pertama PT. Antarts setelah dibeli oleh Grup Su, para petinggi PT. Antarts sangat menitikberatkan acara ini.

__ADS_1


Yang paling penting adalah, kali ini Grup Su mengutus asisten pribadi Direktur sebagai pembawa acara untuk acara peluncuran produk baru.


Namun di luar dugaan, acara peluncuran produk baru baru dimulai, salah satu produk langsung dilaporkan sebagai tiruan produk perusahaan perhiasan lain.


Pada acara peluncuran produk baru ini bisa-bisanya muncul barang tiruan, ini tidak hanya menjatuhkan nama baik PT. Antarts, melainkan lebih memalukan Grup Su. Felix sebagai utusan dari Grup Su ke PT. Antarts untuk menghadiri acara peluncuran produk baru langsung meminta para petinggi PT. Antarts menarik kembali produk baru tiruan ini, kemudian meminta mereka memeriksanya lalu menyampaikan penjelasan kepada media dan konsumen.


Setelah mendengar berita produk tiruan ini, Halle hampir saja jatuh pingsan.


Desain naskah produk ini memang dibuat oleh dia, memang punya referensi dari desainer perusahaan perhiasan lain yang produknya sudah diluncurkan beberapa tahun yang lalu, awalnya hanya menggambar dengan iseng, malah sama sekali tidak menyangka setelah dikeluarkan, mendapat pujian dari atasan, dan ditetapkan sebagai salah satu produk baru di acara peluncuran produk baru ini.


Saat mendapati berita itu, Halle sangat gembira. Meskipun sangat jelas produk ini adalah hasil tiruan, tapi dia merasa waktu sudah berlalu beberapa tahun lamanya, harusnya tidak ada orang yang mengenalinya, sungguh beruntung rasanya.


Malah tidak terduga, ternyata di kenali orang-orang di acara peluncuran produk baru ini.


Sebagai desainer senior bertahun-tahun di dunia desain perhiasan, Halle sangat paham tentang organisasi desainer perhiasaan, kalau diputuskan sebagai hasil tiruan, maka lain kali desainer tersebut tidak perlu turun ke dunia perhiasan lagi.


Pada saat Halle mondar mandir di kantornya dengan tidak tenang, Maggie pun datang.


Melihat raut wajah Halle yang tidak baik, Maggie bertanya dengan heran, “Ada apa?”


“Ada sedikit masalah.” Halle menjawab.


“Saat acara peluncuran produk baru, di temukan satu produk tiruan dan itu adalah desain yang aku gambar……” Kalimat terakhir tidak dikatakan Halle, tapi Maggie sangat paham apa yang dia maksudkan.


Halle meniru dan tertangkap orang-orang, maka dia tidak mungkin akan terus bertahan di PT. Antarts lagi.


Tapi bagaimana kalau hasil pemeriksaan bukan Halle, tetapi orang lain? Dalam mata Maggie terpancar cahaya dingin, kemudian dengan penuh simpati dan bertanya: “Kakak Halle, mengapa bisa terjadi masalah ini! Sekarang apa yang harus dilakukan?”


“Masih bisa bagaimana? Saya hanya bisa menunggu atasan datang mencari saya.” Halle menjawab dengan wajah pucat.


Maggie terlihat santai dan menjawab: “Sebenarnya juga tidak pasti! Apalagi di bawah kamu masih banyak orang, siapa yang tahu sebenarnya itu naskahnya kamu, atau naskah orang lain?”


Halle melihat Maggie sambil memikirkan sesuatu, tidak berkata apapun.


Tapi Maggie tahu, Halle sudah mendengar apa yang dikatakannya, dan dia sangat jelas, di bawah Halle, orang yang bisa dijadikan tumbal, hanya orang itu.


Maggie tersenyum, berdiri dan berkata: “Kakak Halle, masih ada yang harus saya kerjakan, saya pergi dulu.”

__ADS_1


Halle menjawab dengan santai “Oke”.


Maggie meninggalkan tempat itu tidak lama kemudian, Halle dipanggil ke kantor kepala bagian desain.


Begitu Halle masuk, dia langsung diserang kepala bagian desain yang langsung memarahinya “Halle, kamu orang lama disini, beraninya menciptakan produk tiruan seperti ini.”


“Kepala bagian, saya mohon maaf, semua ini karena pengawasan saya yang tidak ketat, sehingga membuat orang-orang di bawah sana melakukan kesalahan ini.” Halle terus meminta maaf dan menyalahkan dirinya.


Setelah mendengar desain itu bukan dia yang gambar, mata kepala bagian langsung bersinar dan dan bertanya, “Desain itu bukan kamu yang gambar?”


“Bukan saya, tapi bawahan saya dan dia adalah orang baru. Memang desain itu adalah pr yang saya kasih ke dia, dan di luar dugaan dikumpulkan di sini. Kemudian kepala bagian mengatakan desainnya sungguh baik, dan ditetapkan sebagai salah satu produk baru yang diluncurkan, saya malah merasa ini adalah kesempatan baik buat dia, tetapi……” Halle mengarangnya dengan baik, membuat kepala bagian langsung percaya dengannya.


Kepala bagian langsung memotong pembicaraannya, “Kamu kasih orang baru kesempatan, apakah dengan memberi kesempatan untuk sebuah produk tiruan? Apakah kamu tahu masalah ini berpengaruh sangat besar?”


Setelah mendengar perkataan kepala bagian, Halle tahu kepala bagian sudah mempercayainya, dia pun segera minta maaf, “Maaf kepala bagian, semuanya karena saya, pengawasan saya kurang.”


Tangan besar kepala bagian diayunkan: “Masalah kamu lalai mengawas, lain kali kita bicarakan lagi, sekarang kamu panggilkan orang yang sudah menggambar desain itu kesini.”


“Baik.” Tanggung jawab Halle pun lepas dan merasa sangat tenang. Masalah orang itu mau mengakuinya atau tidak, dia sama sekali tidak peduli! Sampai tiba saatnya, saksi, barang bukti semua sudah ada, mana bisa dia mengelak lagi?


Ralphie benar-benar tidak menghadiri acara peluncuran produk baru PT. Antarts, tapi pergi ke bagian desain PT. Antarts untuk mencari Serena.


“Kamu kenapa?” Serena tidak menduga Ralphie akan datang.


Ralphie tidak menjawab pertanyaan Serena, hanya memberikan kue yang dia bawa kepada Serena.


Melihat kue kesukaannya, Serena sangat senang sekali dan berkata, “Tiramisu!”


Ternyata ini memang kesukaannya! Ralphie tersenyum dan berkata, “Terima kasih kamu telah merawat saya dua hari yang lalu.”


“Tidak apa-apa, tapi kuenya saya ambil ya.” Serena mencicipi kue dengan lidahnya.


Ralphie melihat kelakuan Serena yang manis dan lucu, mengangkat tangan, dan bersiap-siap mengelus rambutnya, baru separuh tangannya diangkat, dia sadar apa yang dilakukannya, gerakannya langsung kaku.


Serena mengangkat kepalanya, mengerutkan alis melihat tindakannya dan bertanya, “Ada apa?”


Ralphie menjawab dengan terbata-bata: “Eh……kamu hari ini sibuk tidak? Kita makan bersama.”

__ADS_1


“Iya, baiklah.” Serena menganggukkan kepala.


“Itu……” Ralphie baru siap-siap mengatakan sesuatu, ada yang sedang memanggil Serena, “Serena, Kakak Halle mencari kamu.”


__ADS_2