I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 37 Serena Cemburu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mendengar suara orang asing yang keluar dari ponsel Ralphie, Serena terkejut dan langsug mematikan panggilan itu. Ia mengira Ralphie akan langsung menelponnya balik. Tapi setelah beberapa saat tidak ada panggilan dari ponselnya, Serena menjadi tidak tenang. Kenapa panggilan dari ponselnya bisa dijawab oleh orang lain? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya!


Semakin dipikir Serena semakin tidak tenang, dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam mencari Ralphie. Karena sebelumnya Ralphie sudah memberitahukan nomor villanya, makanya Serena bisa dengan mudah menemukan villa itu.


Hello! Im an artic!


Mendengar suara bising dari dalam villa itu Serena dengan tegang dan tidak tenang mengangkat tangannya dan mengetuk pintu. Pelayan dari villa itu kemudian membukakan pintu, “Nona, maaf kau mencari siapa?”


“Aku mencari Ral….” Tadinya Serena ingin mengatakan tuan Ralphie, tapi tiba-tiba matanya melihat sekilas kedalam dan ia terbelalak.


Lampu didalam Club itu remang-remang, tidak bisa melihat terlalu jelas orang yang ada didalam, tapi terdengar suara tertawa, suara suara yang tidak jelas dari dalam sudah bisa ditebak keadaan didalam seperti apa.


Serena tidak heran dengan keadaan seperti ini, terlebih para pria yang membicarakan bisnis pasti akan seperti ini, terlebih ditempat seperti Club Venus ini.


Hello! Im an artic!


Tapi Serena merasa tidak senang membayangkan Ralphie yang bersama orang orang ini didalam. Bahkan seperti ada api dalam hatinya yang sebentar lagi seperti akan meledak.


Dia didalam sedang menikmati acara seperti ini, untuk apa memintanya menjemput kesini? Apakah dia mempermainkanku!


Pelayan yang melihat Serena tidak menjawab dan matanya yang terus memandang kedalam club dengan sopan kembali bertanya, “Nona, maaf kau ingin mencari siapa?”


Dalam hatinya Serena marah terhadap Ralphie, mendengar pelayan yang bertanya kepadanya kali ini, tanpa berpikir ia menjawab, “Maaf, aku salah alamat.”


“Oh.” Pelayan itu memandang Serena dengan tatapan aneh lalu menutup pintu villa itu.


Setelah pelayan itu menutup pintu , Serena dengan emosi yang bertambah meninggalkan club itu. Dia tidak berjalan jauh, dia berhenti disamping club itu. Sambil menghentakkan langkahnya ia sambil memarahi Ralphie dalam hatinya. Apa-apaan ini, menyuruh untuk menjemputnya kesini, tapi dia disini bermain dengan sangat asik, bahkan tidak mengangkat telponnya.

__ADS_1


Untuk apa dia terburu-buru kesini? Serena benar-benar berpikir untuk meninggalkan tempat ini. Tapi, ketika membayangkan wanita berada disamping Ralphie kakinya rasanya tidak bisa melangkah. Bahkan dengan langkah kaki yang tegesa masuk kedalam villa itu, ingin menarik keluar Ralphie dari sana.


Walaupun Serena sangat marah, tapi dia tidak benar-benar melakukannya. Semakin membayangkannya Serena semakin marah, dia merasa jika tidak melakukan sesuatu emosinya akan meledak.


Serena menahan emosinya beberapa saat, dia terpikirkan sesuatu dan mengambil ponselnya dari dalam tasnya menelpon Ralphie, ketika telponnya diangkat Serena mendengar suara orang disebrang sana lalu menutup lagi telponnya.


“Aku lihat apakah kau masih bisa bersenang-senang dengan wanita lain…”


Serena berulang-ulang menelpon dan mematikannya. Sedangkan Isa yang disana merasa akan gila sebentar lagi. Siapa dia, menelpon dan mematikannya, orang sudah mengangkatnya lalu kemudian ia memantikannya. Itu adalah ponsel Ralphie, Isa tidak berhak mematikannya. Sambil melihat ponsel Ralphie yang terus berdering, sambil melihat pintu toilet yang sudah terkunci selama 10 menit, Isa merasa akan gila sebentar lagi.


Ia tidak mau lagi mempedulikan ponsel Ralphie….


“Ralphie sudah cukup kau didalam sana, keluar dan angkatlah telponmu ini. ”


Tidak tahu apakah Ralphie mendengar perkataan Isa, atau apapun. Pintu toilet yang sudah terkunci hapir 20 menit itu akhirnya terbuka, Ralphie akhirnya keluar dari dalam sana.


“Akhirnya kau keluar juga.” melihat Ralphie yang sudah keluar rasanya Isa akan menangis. Ralphie tidak mengatakan apapun dan melihat ponselnya yang terus berdering di tangan Isa.


“Ponselmu sudah berdering selama 10 menit berulang-ulang.” Isa mengatakan dengan muka yang hampir menangis sambil memberikan ponsel itu ke Ralphie.


Ketika melihat nama yang muncul diponsel adalah Serena, tanpa berpikir dia langsung mengangkat telpon itu tapi ketika diangkat telpon itu dimatikan. Raut wajahnya sudah sangat tidak enak menelpon kembali tapi tidak ada yang mengangkat telpon itu. Dia menerima telpon lagi. Beberapa kali dia menatap Isa dengan sangat dingin dan bertanya, “Apa yang terjadi?”


Isa mengangkat tangannya dan berkata, “Bukan aku ya, dari awal menelpon dia sudah tidak mengeluarkan suara. Lalu dia tidak berhenti menelpon dan mematikannya.”


Ralphie bingung dan bertanya, “Pertama kali kau angkat apa yang dikatakannya?”


“Aku hanya bertanya ia ingin mencari siapa lalu dia langsung mematikan telpnnya, aku tidak berbohong..” hampir saja Isa bersumpah.


Ralphie tahu Isa tidak akan berbohong padanya, tapi apa maksud Serena?

__ADS_1


Apakah ia marah karena Ralphie tidak mengangkat telponnya? Ralphie mengerutkan kening, sambil menelpon Serena sambil berjalan keluar.


Isa yang melihat Ralphie berjalan keluar kemudian bertantya, “Untuk apa kau keluar?” Ralphie tidak menjawab Isa, dia segera mencari Serena. Isa yang berada dibelakang Ralphie berkata, “Aku benar-benar minta maaf atas masalah yang terjadi hari ini.”


“Sudahlah, aku ada urusan aku pergi dulu.” Ralphie membuka pintu dan keluar sambil berbicara.


Isa melihatnya keluar dari club dan berkata, “Kau tidak membawa mobil kesini, aku akan minta orang untuk mengantarmu.”


Ralphie yang baru saja akan menolak Isa tiba-tiba melihat Serena yang ada diluar tidak jauh dari Club. Dengan bersamaan Serena yang mendengar itu menengok. Ketika melihat Ralphie dia terpaku sejenak kemudian berbalik dan pergi.


“Serena.” Ralphie tanpa berpikir kemudian mengejarnya.


Isa yang tidak pernah melihat Ralphie begitu bersemangat kemudian terdiam seperti orang bodoh.


Wow, siapa wanita itu? Serena? Dia adalah orang yang menelpon tadi?


Tapi mengapa wanita itu sedikit familiar?


Sebenarnya Isa ingin mengejar dan melihat Ralphie dengan Serena, tapi ia tidak berani. Bercanda, dia baru saja berbuat salah terhadap Ralphie sekarang ingin mengganggunya, benar-benar cari mati.


Serena yang pergi belum begitu jauh akhirnya terkejar oleh Ralphie yang menghalangi jalannya.


“Kamu kenapa?”


Serena memandang laki-laki dihadapannya yang bertanya dia kenapa, ia benar-benar merasa marah. Jelas-jelas dia tadi bersenang-senang dengan wanita lain, masih bertanya Serena kenapa. Serena melotot dan tidak berbicara apapun, biar Ralphie berpikir sendiri.


Ralphie yang melihat Serena emosi tidak mampu menahan tawa dan berkata, “Sudah jangan marah, aku pergi ke toilet, Isa yang mengangkat telponku.”


“Ini kuncimu.” Ralphie yang melihat itu tertawa, Serena dengan emosi memberikan kunci mobil Ralphie ketangannya.

__ADS_1


__ADS_2