
Hello! Im an artic!
Susah payah punya kesempatan untuk masuk ke Royal Club, semua orang bermain dengan sangat senang.
Tentu saja tidak untuk Serena, dia sudah datang berkali-kali ke Royal Club, untuk hal seperti ini, tidak begitu menarik.
Hello! Im an artic!
Dia duduk sendirian di sofa, mendengar mereka nyanyi sambil menunggu telepon Ralphie.
Ternyata ketika dia telepon dengan Ralphie, mereka sudah janjian, Ralphie yang akan menjemputnya.
Baru saja duet lagu romantic dengan Naylor dan melihat Serena sedang duduk sendiri melihat ponsel, dia langsung menghampiri dan bertanya: “Nyonya, Anda tidak mau nyanyi?”
“Tidak perlu, aku lagi tunggu orang jemput aku.” Serena menggelengkan kepala.
Hello! Im an artic!
Isabella mengedipkan mata dan bertanya: “Siapa yang jemput Anda? Jangan-jangan Direktur Su?”
“En.” Serena menganggukan kepala.
“Direktur Su datang untuk menjemput Anda, benar-benar membuat orang iri deh.” Isabella berbicara sambil memegang wajahnya.
Serena melihat wajahnya ekspresi Isabella langsung tertawa, “Kenapa perlu iri? Bukankah kamu juga akan menikah dengan Naylor? Nanti juga akan seperti itu.”
“Aku berharap sih begitu, dia bisa ada setengah dari Direktur Su saja sudah cukup.” Jawab Isabella sambil menggelengkan kepala.
Serena tersenyum, tak berbicara apapun.
Lewat sepuluh menit, ponsel Serena berdering.
__ADS_1
Serena begitu melihat layer ponsel langsung berdiri, “En……kalian bersenang-senang ya, aku balik duluan masih ada urusan.”
Mendengar Serena akan pulang, semua langsung berkata: “Masih pagi gini kok sudah balik?”
“Iya, masih pagi, main bentar dulu lah……”
“Itu……” Ketika Serena tidak tahu harus menjawab apa, tiba-tiba dari di luar terdengar suara ketukan pintu.
Octavia yang dekat dengan pintu mau tak mau membuka pintu. Ketika melihat Ralphie yang tampan berdiri didepan, dia langsung terdiam.
Kemudian dengan senyuman yang dikiranya sendiri cukup menggoda, berkata: “Cowok ganteng……kamu cari siapa?”
Ralphie melihat dengan tatapan jijik, tidak menghiraukan Octavia langsung berjalan kearah Serena, “Serena.”
Serena terkejut mendengar suara Ralphie dan melihatnya sekilas, kemudian dengan cepat berkata kepada semua orang disana: “Maaf, yang jemput aku sudah datang, lain kali kita janjian lagi ya.”
Selesai berbicara, Serena dengan cepat berjalan kearah Ralphie, “Kamu kok tahu aku disini?”
Serena ‘En’ lalu seakan ingin berkata sesuatu.
Octavia tiba-tiba muncul dari sebelah pintu untuk menghalangi mereka, “Serena, kamu tidak kenalin cowok ganteng ini ke kita?”
Serena mendengar perkataan Octavia merasa ada yang aneh, “Aku kenapa harus kenalin kepada semua orang?”
“Serena, kamu sudah menikah, masih mau rebutan cowok ganteng?” Octavia dengan tidak senang bertanya pada Serena.
“Hehe……” Serena tertawa kecil, kemudian dengan tertawa dingin menjawab, “Aku rebutin suami aku sendiri, memang tidak boleh?”
Semua orang tahu kalau suami Serena adalah atasan Isabella, ditambah lagi dengan telepon Serena tadi yang meminta Grup Shen memberikan satu halaman untuk mereka, jadi mereka pikir atasan Isabella pasti sudah berumur.
Sekarang Serena berkata Ralphie adalah suaminya, tentu saja semua orang tidak percaya.
__ADS_1
Tak menyangka, Serena ternyata akan berkata cowo tampan ini adalah suaminya.
Seolah seperti menangkap sesuatu dari Serena, dengan nyolot berkata: “Serena, kamu pikir omongan kamu ini ada yang percaya?”
Ralphie sejak awal Octavia mencegat saja, sudah tidak senang, sekarang mendengar Octavia berbicara seperti itu kepada Serena, semakin tidak senang.
“Aku memang suami Serena, perlu kalian percaya kah?” Ralphie membalasnya dengan nada dingin, tatapan matanya yang tajam seperti sedang mengeluarkan api, seluruh orang didalam kaget melihatnya hingga tidak berani berkata apapun.
Serena tahu Ralphie marah demi melindungi Serena, jadi Serena menarik tangan Ralphie dan menenangkannya: “Sudah, jangan marah, sudah larut, kita harus pulang temanin anak kita.”
Ralphie awalnya penuh dengan emosi, karena omongan Serena ini, dia pun luluh, “En, balik temenin anak kita.”
Orang yang tadi marah seakan bukan dia.
Setelah Serena dan Ralphie pergi cukup lama, Naylor seakan baru mencari kembali suaranya, “Suami Serena sebenarnya siapa sih?”
Isabella menjawab dengan mengangkat bahu, “Suami Nyonya adalah Direktur perusahaan aku.”
“Direktur perusahaan kamu?”
“Ia.”
“Dia adalah Direktur Grup Su?”
“Kamu bodoh ya? tidak mengerti omongan orang?”
……
~Tamat~
(Buku ini berakhir disini, mengenai peran utama dan peran pendukung semuanya sudah ditulis selesai, ada pemikiran untuk menulis sedikit mengenai anak Serena dan Ralphie, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut tulis. Terima kasih atas kesabaran menunggu dan dukungan terhadap saya, dan juga dukungan terhadap buku ini.)
__ADS_1