I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 224 Kenapa Muntah?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah makan malam, Ralphie langsung pergi ke ruang buku di lantai atas.


Tidak lama kemudian, ia mengambil buku dasar belajar bahasa Prancis dan turun, tetapi ia tidak melihat Serena.


Hello! Im an artic!


Setelah bertanya kepada pelayan, ia baru mengetahui bahwa Serena sudah kembali ke kamar, dan Ralphie pun membawa buku itu dan pergi ke kamar Serena untuk mencarinya.


Setelah ia mengetuk pintu, tidak ada yang merespons dari dalam.


Ralphie pun mengerutkan kening, lalu membuka pintu dan masuk.


Tidak ada seorang pun di kamar, dan terdengar suara samar air dari kamar mandi.


Hello! Im an artic!


Pantas tidak ada respons, ternyata sedang di kamar mandi. Ralphie mengerutkan bibir dan duduk di kursi depan meja sampai Serena keluar.


Tidak lama, terdengar suara pintu terbuka di kamar mandi.


Ralphie menoleh seperti biasanya, dan kemudian ia melihat Serena keluar dari kamar mandi dengan mengenakan T-shirt yang hampir tidak mencapai pinggulnya.


Karena saat berjalan T-shirt akan naik keatas jadi membuat pinggulnya sedikit terlihat, sangat seksi dan menggoda.


Ketika Serena bertatapan langsung dengan Ralphie, dia terdiam sejenak, lalu seakan-akan mengingat sesuatu dan pipinya langsung menjadi merah merona, ia segera balik ke kamar mandi.


Dari matanya terlihat seorang wanita yang melarikan diri dari padang pasir, seperti seekor binatang buas, ia baru sadar bahwa ia telah menatapi Serena tanpa berkedip, dan wajahnya yang putih sekejap menjadi Merah.


Ia segera meletakkan bukunya di atas meja dan pergi meninggalkan kamar Serena.


Sepanjang perjalanan Ralphie kembali ke kamarnya, dalam benaknya terus-terusan muncul kejadian tadi.


Membuat ia berdebar dan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Setelah memasuki kamar, ia langsung pergi ke kamar mandi …


Serena yang berada di kamar mandi, mengenakan pakaian dan berjalan keluar. ia tidak melihat Ralphie dan hanya melihat beberapa buku di atas meja.


Dengan aneh ia mengangkat alisnya, lalu mengambil buku dan membukanya, baru menyadari bahwa itu semua adalah buku bahasa Prancis.


Buku terlihat sangat baru, dan terdapat catatan menggunakan pena merah.


Pada pandangan pertama Serena sudah menyadari bahwa itu adalah tulisan Ralphie.


Ia ingat bahwa ketika dia keluar dari kamar mandi melihat Ralphie sedang memegang sesuatu, itu pasti buku-buku ini.


Buku-buku Prancis ini dibawakan untuknya.


Serena menatapi buku di tangannya, dan akhirnya memutuskan untuk berterima kasih kepada Ralphie secara langsung.


Ralphie membukakan pintu dengan wajah basah, dan sebagian besar kemejanya juga basah, ia terbengong sejenak melihat Serena yang sedang berada di luar pintu, lalu ia mengalihkan pandangannya, dan tidak berani menatap matanya, “Ada apa?”


Serena menjawab sambil tersenyum, “Aku ke sini untuk berterima kasih karena sudah membawakan buku-buku ini ke kamarku.”


“Tidak perlu berterima kasih.” Ralphie menggelengkan kepalanya.


Serena berkata “um” dan kemudian lanjut berkata, “Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu.”


“Oke.” Ralphie mengangguk, dan langsung menutup pintu.


Serena merasa aneh melihat Ralphie menutup pintu.


Ia menyentuh hidungnya dan kembali ke kamarnya.


Selama cuti seminggu, Serena belajar bahasa Prancis sendiri setiap hari, dan malam hari ia belajar via video call dengan Desaigner Kitty.


Cuti satu minggu dilewati dengan belajar setiap hari.

__ADS_1


Setelah cuti berakhir, ia kembali mengikuti kelas pelatihan khusus seperti biasa.


Begitu ia masuk, Karina langsung mengatakan kepadanya bahwa Elliot sedang mencarinya.


Serena penuh dengan tanda tanya dan pergi ke kantor Elliot untuk mencarinya.


Setelah Serena memasuki kantornya, Elliot tidak berbicara, dan hanya menatapnya tanpa berkedip.


Di tatapi Elliot hingga membuat Serena merasa seakan-akan kulit kepalanya mati rasa, ia menyentuh hidungnya dan bertanya, “Manajer, anda mencari saya?”


Elliot tidak menjawab dan hanya bertanya, “Mengapa kamu tidak berpartisipasi dalam perlombaan?”


Perlombaan? Serena tertegun sejenak dan baru sadar perlombaan apa yang dimaksud oleh Elliot.


“Itu … Manajer, nama ku tidak dimasukan dalam perlombaan.”


Elliot bertanya kepada Serena dengan emosi, “Aku tahu nama kamu dihilangkan oleh aku, tetapi Asisten Zhou telah mendaftarkan namamu. Mengapa kamu tidak pergi?”


Serena bertanya kepada Elliot dengan emosi dan ekspresi bingung, “Eh … Asisten Zhou tidak mendaftarkannya untukku?”


Elliot kemudian mengerti mendengar perkataan Serena, Serena sama sekali tidak pergi mencari Asisten Zhou untuk mendaftarkan namanya dalam perlombaan, ia yang terlalu banyak berpikir.


“Kalau Asisten Zhou tidak mendaftarkanmu, mengapa kamu menolakku untuk mendaftarkannya waktu itu?” Jawab Elliot.


Serena berpikir sejenak dan menjawab “Aku merasa kemampuanku tidak cukup untuk berpartisipasi dalam perlombaan.”


Kalimat ini sangat familiar, benar. Ketika dia menyingkirkan nama Serena dalam perlombaan, ia berkata bahwa Serena tidak pantas untuk berpartisipasi dalam lomba.


Elliot merasa seakan-akan seperti mengambil batu dan menjatuhkannya lagi ke kakinya sendiri.


“Serena, apakah kamu sedang protes karena aku telah menggantikan namamu di perlombaan?”


Serena menggelengkan kepalanya dengan tenang “Tidak.”


Melihat Serena yang begitu tenang, Elliot merasa ingin muntah darah.


Tapi keadaan sudah menjadi seperti ini, apa lagi yang bisa ia katakan? Hanya bisa diam-diam memutuskan untuk menebusnya di masa depan.


Serena tidak tahu pemikiran Elliot. ia sendiri sangat sibuk setiap harinya.


Desainer yang berpartisipasi dalam kompetisi dan memenuhi syarat untuk World Jewelry Contest mulai belajar di kelas pelatihan khusus sepanjang waktu, Serena tidak memiliki kantor dan otomatis belajar bersama mereka.


Pagi harus belajar,malamnya masih harus belajar bahasa Prancis dan mengikuti kelas Desaigner Kitty, bagaimana Serena bisa tidak sibuk?


Bahkan ia menjadi lemah dan kehilangan nafsu makan.


Serena mengambil nasi dalam mangkuk dengan menggunakan sumpit, tetapi ia sama sekali tidak punya nafsu makan.


Ralphie yang duduk di seberangnya mengerutkan kening dan menatapnya, “Kenapa? Makanannya tidak enak?”


“Tidak.” Serena menggelengkan kepalanya, lalu menundukkan kepalanya dan menyuapkan sedikit makanan ke mulutnya.


Ralphie membungkuk lalu mengangkat sumpitnya, dan mengambil perut ikan kesukaan Serena ke mangkuknya. “Jangan hanya makan nasi, makanlah sedikit lauk.”


“Oke,” Serena mengangguk, dan mengambil perut ikan di mangkuk untuk dimasukkan ke mulutnya.


Serena sangat suka perut ikan, setiap makan perut ikan pasti harus masuk kedalam mulutnya.


Namun, hari ini entah kenapa, setelah Serena memasukkan perut ikan ke dalam mulutnya, ia merasa sedikit tidak nyaman.


Setelah ia memaksa untuk menelan perut ikan ke dalam perutnya, ia merasa lambungnya tergoncang.


Serena segera meletakkan sumpitnya, dan kemudian bergegas ke kamar mandi.


Ralphie merasa aneh melihat Serena tiba-tiba seperti itu, dan ia juga segera meletakkan sumpitnya dan ikut ke kamar mandi.


Begitu ia masuk, Serena muntah-muntah di wastafel.

__ADS_1


Ralphie mengerutkan keningnya, lalu berjalan mendekat, ia mengelus punggung Serena agar menjadi lebih nyaman, dan bertanya, “Kenapa kamu bisa muntah?”


Setelah Serena memuntahkan semua yang ada di tenggorokannya,ia membuka keran, membilas mulutnya dengan air, dan kemudian menjawab, “Tidak apa-apa, hanya saja lambungku tidak enak.”


Ralphie mengambil handuk dari rak dan memberikannya kepada Serena dan berkata “Lambungmu tidak enak? Aku akan meminta Dokter Chen untuk datang dan memeriksamu.”


“Tidak perlu memanggil Dokter Chen untuk datang, aku sepertinya hanya terlalu lelah akhir-akhir ini, dan setelah istirahat akan baik-baik saja.” Serena menggelengkan kepalanya dan menolak.


Ralphie mengingat bahwa akhir-akhir ini Serena siang sibuk, malam juga sibuk, dan berpikir mungkin ini penyebabnya dan berkata: “Kalau begitu kamu beristirahatlah.”


“Ya, oke,” Serena mengangguk dengan nurut.


Ralphie mengangguk puas, lalu teringat sesuatu dan berkata: “Apa untuk pelajaran Desaigner Kitty tunda saja sementara waktu.”


Serena ragu-ragu, “Ini …”


“Hah? Apakah kamu masih ingin mengikuti kelas malam ini?” Ralphie menatapinya


Serena segera menggelengkan kepalanya, “Tidak, tidak kok.”


Keduanya kembali ke ruang makan dan melanjutkan makannya.


Setelah makan, Serena diantar Ralphie kembali ke kamar untuk beristirahat.


Serena awalnya ingin menunggu Ralphie pergi baru diam-diam mengikuti kelas Desaigner Kitty.


Tanpa diduga, Ralphie menelpon Desaigner Kitty di hadapannya dan membantunya meminta izin.


Harus bagaimana lagi, Serena hanya bisa nurut dan menutup matanya untuk tidur.


Awalnya Serena berpikir ia pasti tidak bisa tidur karena masih awal.


Tetapi diluar dugaan, dia tertidur tidak lama setelah menutup matanya.


Pelayan datang keesokan paginya untuk membangunkannya.


Ralphie ada rapat pagi dan awal-awal sudah pergi ke perusahaan, hanya Serena sendiri dimeja.


Serena memaksa diri untuk memakan semangkuk bubur, sedangkan mie dan pangsit favoritnya, ia tidak menyentuhnya sama sekali.


Setelah selesai sarapan, Serena pergi ke kantor dengan semangat.


Ralphie sangat awal sudah pergi ke perusahaan, tetapi ia masih khawatir.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia meluangkan waktu untuk menelpon Serena, “Serena, apakah sudah baikan hari ini?”


“Aku masih tidak enak, setelah pulang kerja, aku akan membeli sekotak obat maag.” Serena berbaring di meja dan menjawab dengan lemah.


Mendengar suara Serena yang lemah wajah Ralphie langsung berubah, “Atau aku bawa kamu ke rumah sakit untuk diperiksa.”


“Aku tidak perlu diperiksa, aku minum obat lambung saja sudah cukup” Serena menolak tanpa berpikir.


Ralphie segera berkata, “Aku akan membelikanmu obat dan mengantarkannya untukmu.”


Serena terdiam mendengar kata-kata Ralphie “Kamu tidak perlu mengantarkannya, aku akan membelinya sendiri setelah pulang kerja.”


Meskipun Serena menekankan bahwa ia akan membeli obatnya setelah pulang kerja, tapi ketika Ralphie melewati apotek, dia masih menyuruh Felix untuk menghentikan mobil.


Ralphie melihat papan toko obat di jalan dan memerintahkan: “Berhenti.”


Felix melirik ke jalan yang penuh dengan toko dan ramai di sebelahnya, reaksi pertamanya adalah Ralphie pasti ingin membeli sesuatu.


Jadi setelah menghentikankan mobil, ia bertanya, “Tuan Su, apa yang ingin anda beli, biarkan aku saja yang pergi membelinya.”


“Aku akan pergi sendiri.” Ralphie langsung membuka pintu mobil setelah selesai bicara, ia keluar dari mobil dan berjalan menuju toko obat.


Ada banyak jenis obat maag, Ralphie tidak tahu mana yang harus ia beli, dan akhirnya, ia mengambil masing-masing 1 kotak.

__ADS_1


Ia membuat petugas terkejut dan melakukan pembayaran, lalu ia meninggalkan apotek dengan membawa sekantong obat maag.


__ADS_2