I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 123 Cari Kakek Untuk Mencari Kebenaran


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Awalnya Felix pikir kalau Ralphie tahu bahwa cincin itu Serena yang mendesign, ia akan segera membawa cincin tersebut pergi mencari Serena, kemudian mereka berdua akan berbaikan dan bermesraan.


Tetapi setelah Ralphie naik ke atas, ia tak lagi turun.


Hello! Im an artic!


Susah payah menunggu Ralphie mau bersedia keluar, ia malah tidak pergi mencari Serena dan pergi ke Danau Shady.


Heng……berdiri di pinggir danau dan bengong.


Felix merasa seperti ada sepuluh ribu rumput liar yang berputar di kepalanya, hari baik seperti natal ini bukannya pergi mengejar orang yang disukai malah bengong di pinggir danau, Direktur Su, Anda itu sebenarnya mau ribut sampai gimana?


Ralphie menatap ke arah danau dengan pandangan kosong, seperti sedang bengong dan menatap sesuatu.


Hello! Im an artic!


Lampu jalan yang remang dipinggir danau menyinari wajahnya, seperti ditutupi lapisan kabut yang membuatnya semakin misterius dan kebingungan.


Felix berdiri diam di sebelah dia, ingin buka suara untuk berbicara sesuatu.


Berkali-kali tetapi selalu gagal untuk berbicara.


Setelah beberapa lama, dia seperti memutuskan sesuatu lalu akhirnya berkata, “Direktur Su……”


“En.” Ralphie menjawabnya dengan datar tetapi tatapannya tetap mengarah ke Danau Shady.


“Alasan kepergian Nona Serena, aku sepertinya……sepertinya tahu.” Felix berkata dengan gugup dan terbata-bata.


“Apa maksudmu?” Tatapan mata Ralphie langsung mengarah ke Felix dan berbicara dengan nada yang ketus.


Felix merasa dingin dan menjawabnya dengan gemetaran, “Beberapa hari sebelum Nona Serena resign, pengawal terdekat kakek Anda Theo mencariku, bertanya tentang Nona Serena, aku……”


Felix dengan detail menjelaskan situasi yang terjadi saat itu kepada Ralphie, Ralphie dengan marah menatap Felix, “Kamu kenapa tidak katakan dari awal sama aku?”


“Maaf, Direktur Su.” Kata Felix dengan wajah cemberut.


Ralphie tidak berbicara, amarah kesal sangat terpancar dari tubuhnya lalu dengan langkah besar meninggalkan Danau Shady.


Felix terdiam sebentar, kemudian berlari kecil pergi mengejarnya.


Setelah Ralphie keluar dari Danau Shady, melewati Clover Plaza, kemudian dengan cepat memanggil taksi dipinggir jalan.


Setelah taksi berhenti, Ralphie tidak duduk dibelakang, tetapi malah meminta supir untuk duduk kebelakang dan dia yang mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Ketika Felix berlari keluar ia melihat kejadian yang ada.


Dia melihat sekitar dan menyadari tidak ada taksi yang lewat, jadi ia bergegas kembali ke tempat pakiran untuk mengambil mobil mengejar Ralphie……


Ralphie melajukan taksi dengan kecepatan tinggi, perjalanan dari kota ke luar kota menuju halaman keluarga Su yang biasanya memakan waktu satu jam, sekarang hanya menjadi setengah jam.


Dengan mengerem sangat keras, Ralphie menghentikan taksi didepan halaman rumah keluarga Su.


Pengawal yang berjaga dihalaman rumah ketika melihat taksi yang datang dengan kecepatan tinggi hanya sumpah serapah didalam hati, benar-benar gila, kemudia mereka melihat tuan muda yang keluar dari dalam taksi.


Tuan muda yang mengendari taksinya? Bukan, bagaimana mungkin tuan muda yang mengendari taksi itu? Kemana mobil mewah milik tuan muda?


“Tuan muda, Anda sudah pulang……”


Ralphie tidak merespon dan hanya melontarkan satu kelimat “Bayar taksi”, lalu berjalan dengan cepat ke dalam ruangan.


Bayar taksi? Pengawal masih belum tersadar, tiba-tiba pintu belakang taksi terbuka dan keluar seorang pria.


Pria tersebut berlari ke pinggir jalan dan muntah.


Jangan-jangan dia adalah pemilik dari taksi ini?


Belum sempat memastikan keadaan, tiba-tiba kembali terdengar suara rem mendadak.


Felix dengan tergesa-gesa turun dari mobil Mercedes, “Dimana Direktur Su?”


“Tuan muda sudah masuk kedalam.” Jawab pengawal.


Felix mendengar Ralphie sudah masuk, tanpa berbicara hal lain langsung dengan cepat lari masuk ke dalam.


Setelah Ralphie masuk ke dalam ruangan, ia sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang menyapanya, lalu langsung masuk kedalam ruang keluarga.


Setelah masuk kedalam ruangan, kebetulan bertemu dengan asisten rumah tangga dan bertanya, “Dimana kakek?”


“Kakek ada di taman……” Belum selesai asisten berbicara, Ralphie langsung membalikkan badan dan berjalan ke arah taman.


Setelah masuk ke taman, Ralphie tak lagi mengetuk pintu langsung menggunakan kaki menendang pintu taman.


Pintu terbuka dan terdengar suara, tentu saja semua orang didalam jadi terkejut.


“Theo coba kamu lihat apa yang terjadi……” Kakek belum selesai berbicara, sudah melihat Ralphie yang masuk dengan wajah tidak enak.


“Hari ini kenapa kamu pulang?” Tanya Kakek kebingungan.


Ralphie tidak menjawab pertanyaan kakek langsung bertanya, “Apakah kamu pergi mencari Serena?”

__ADS_1


Kakek terdiam, kemudian mengangguk kepala, “Betul, aku mencarinya.”


“Kamu cari dia untuk apa?” Ralphie menatap kakek dengan tatapan tajam.


Melihat pandangan cucunya, kakek merasa sedikit bersalah. Kemudian terbesit diotaknya Ralphie adalah cucunya, dia tak perlu takut padanya, lalu dengan tegas berkata: “Aku cari dia, memberikannya selembar cek giro dan memintanya pergi menjauh dari kamu.”


Kakek menggunakan cek giro untuk memaksanya pergi……


Amarah kekesalan Ralphie sudah sampai ke ubun-ubun, ia dengan sekuat tenaga menggengam tangan makanya bisa menahan emosi agar tidak meledak.


Kakek melihat wajah Ralphie yang tidak enak, nadanya pun pelan-pelan melembut, “Apa yang terjadi?”


“Nona Serena pergi……” Felix dengan terengah-engah dan memegang pintu, dalam hati menghela nafas lega, untung Direktur Su tidak emosi pada kakek.


“Apa?” Kakek sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Felix.


Felix melihat sekilas wajah Ralphie yang tidak enak, kemudian menjawab, “Hari kedua setelah kakek memberikan cek giro kepada Nona Serena, Nona Serena langsung resign, menonaktifkan ponselnya kemudian pindah rumah.”


“Kenapa bisa begitu?” Kakek terdiam kemudian tampak kebingungan: “Aku memang memberikannya selembar cek giro, tetapi saat itu dia tidak mau ambil, hanya berkata semuanya sudah berakhir sejak awal, jadi memintaku untuk tidak perlu mengkhawatirkan apapun……Lalu kenapa dia pergi?


Sudah berakhir sejak awal……Tubuh Ralphie bergetar hebat.


Setelah itu Ralphie tiba-tiba tertawa.


Betul, bukankah hanya selembar cek giro, bagaimana bisa ia berpikiran Serena pergi karena masalah ini?”


Alasan sebenarnya adalah dirinya sendiri.


Seperti yang dia katakan, sudah berakhir sejak awal……


Sebelumnya Ralphie sangat marah, sekarang tersenyum, Kakek sampai kaget melihatnya.


“Ralphie kenapa?”


Ralphie tidak berbicara lalu membalikkan badan pergi meninggalkan taman.


Felix tergesa-gesa memberikan hormat pada kakek kemudian dengan sedikit berlari mengejar Ralphie.


Kakek melihat punggung Ralphie yang semakin menjauh dengan wajah yang khawatir.


Theo dengan suara rendah bertanya, “Kakek, apakah perlu meminta orang untuk mengecek apa yang terjadi pada tuan muda.”


“Tidak perlu, biarkan dia mengurusnya sendiri.” Kakek menghelakan nafas kemudian diam-diam berjalan keluar taman.


Ia tidak tahu masalah ini akan berakhir seperti ini, kalau tahu sejak awal, ia tidak akan coba-coba ngetest, sekarang malah…

__ADS_1


__ADS_2