I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 128 Flora Menyombongkan Diri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Melihat Serena telah di antar oleh orang suruhan Leonard masuk ke dalam kamar, ujung mulut Flora menunjukkan senyum menyeringai karena rencananya berhasil.


Dia sudah bersusah payah memikirkan rencana selama ini, akhirnya hampir mencapai tujuan.


Hello! Im an artic!


Tinggal menunggu Serena dan orang tua dari Grup Su menikah, pada saat itu Ralphie pasti langsung menjadi milik Flora.


Pada saat itu, keluarga Su, Grup Luo juga akan menjadi milik Flora.


Matanya berkedip-kedip, Flora dengan wajah khawatir memeluk lengan Leonard dan bertanya, “Pa, mengunci Serena seperti ini apakah baik?”


Leonard dengan wajah dingin menjawab, “Karena dia menolak untuk menikah, jadi akan di kunci sampai pada saat hari menikahnya tiba.”


Hello! Im an artic!


Mendengar nada perkataan Leonard yang mengandung arti sedikitpun tidak akan melepaskan Serena, mata Flora bersinar dengan puas.


Ekspresi wajahnya dengan pura-pura berubah menjadi ekspresi wajah yang sedih lalu berkata: “Aku berharap semoga Serena bisa sadar lebih awal.”


Leonard dengan ekspresi wajahnya terkejut, lalu berkata: “Tidak usah membahasnya lagi, sudah malam, kembali ke kamarmu dan tidur.”


“Pa, kamu istirahatlah dulu. Aku ingin pergi melihat Serena.” Flora berkata sambil menggigit bibir bawahnya.


Mendengar Flora yang ingin pergi melihat Serena, wajah Leonard lagi-lagi berubah menjadi dingin, “Apa yang bagus dari dia untuk dilihat?”


“Pa, aku ingin pergi melihat-lihat……” Flora dengan manja menggoyang-goyang kan lengan Leonard.


Leonard dengan tak berdaya berkata, “Baiklah, cari orang untuk pergi bersamamu.”


“Oke, Terima kasih pa.” Flora dengan lembut menjawabnya.


Leonard berkata ‘Hm’, lalu berbalik, dan pergi naik ke atas.


Flora tersenyum dengan manis di wajahnya, setelah melihat Leonard pergi, dengan cepat ekspresi wajahnya berubah menjadi sombong.


Dia perlahan-lahan berdiri dari sofa, lalu pergi ke arah kamar dimana tempat Serena di kurung……


Jendela kamar ini semuanya sudah ditutup, satu-satunya pintu keluar, dan masih menyuruh dua orang untuk menjaga, ini adalah kamar yang diatur dan diberikan untuk Serena.


Setelah semenjak Serena terkurung, dia terus menerus duduk di kursi ruang tengah.


Di dalam hatinya ada banyak pertanyaan, tapi tidak bisa menemukan jawaban apapun.


Kenapa pernikahan dengan Grup Su bisa dibahas lagi?

__ADS_1


Kenapa jelas-jelas target orang untuk pernikahan adalah kakak, tapi sekarang diganti menjadi dia?


Kenapa ayah bisa mengatakan kalau kakak dan Ralphie berpacaran?


Tidak tahu sudah lewat berapa lama, tiba-tiba datang suara orang membuka pintu.


Serena mengangkat kepalanya, sekalian melihat Flora dari depan pintu masuk ke dalam, Serena dengan cepat langsung berputar dari kursi dan berdiri, lalu dengan bersemangat bertanya, “Kak, apakah ayah sudah siap ingin mengeluarkan aku?”


“Ayah tidak mungkin akan membiarkan kamu keluar, kamu baik-baik saja tunggu disini sampai hari dimana pernikahan mu dengan presiden Grup Su berlangsung.” Wajah Flora tersenyum, tapi senyumannya tidak sebagus mata bagian bawahnya.


Wajah Serena memucat, lalu bertanya “Kenapa? Jelas-jelas yang menikah dengan Grup Su itu adalah kakak.”


“Kenapa? Karena ayah sangat puas dengan pacarku lah, dia berharap aku dan pacarku akan segera menikah, lalu mewarisi Grup Luo.” Flora dengan bangga muncul senyuman di ujung bibirnya.


“Pacar kamu? Sebenarnya siapa?” Serena dengan gelisah menatap Flora.


Bibir halus Flora perlahan-lahan naik, “Ayah bukannya sudah mengatakannya padamu?”


“Ralphie? Tidak, tidak mungkin, dia tidak mungkin bisa menyukaimu.” Nada bicara Serena sangat yakin.


Mendengar Serena berkata dengan yakin bahwa Ralphie tidak akan pernah menyukainya, wajah Flora berubah menjadi mengerikan, tapi dia dengan cepat bisa kembali seperti biasanya.


“Serena, sangat disayangkan, hubungan aku dan Ralphie sekarang sangat baik.”


Serena setelah mendengar perkataan Flora, jarinya bergetar dengan kuat.


“Kak.”


Serena dengan keraguan menerima foto itu, pada saat melihat orang yang ada di dalam foto itu adalah Ralphie dan Flora, ekspresi wajahnya langsung memucat.


Jari-jarinya gemetaran, sambil melihat satu per satu foto.


Foto kedua pertama adalah foto Ralphie dan Flora yang sedang minum kopi bersama, keduanya menatap satu sama lain dengan hangat, keduanya terlihat manis bersama menusuk pandangan Serena dan membuat matanya sakit.


Selanjutnya adalah foto Ralphie dan Flora yang sedang ngobrol secara dekat, hubungan berjarak dekat seperti itu, sekali dilihat oleh orang akan langsung tahu kalau hubungan mereka berdua sangatlah dekat.


Serena hanya merasakan darah dalam tubuhnya berjalan berlawanan arah, dalam lubuk hatinya pasti sudah bergetar.


Lalu selanjutnya adalah foto Flora yang sedang menggandeng lengan Ralphie terlihat sangat dekat, dengan seksama pasti membuat perasaannya lenyap tanpa jejak.


Dia sudah mengenalnya selama 4 bulan lebih, dia sangat mengerti dia.


Dia memiliki penyakit yang sangat serius yaitu terlalu obsesi terhadap kebersihan, mysophobia, dan tidak pernah dekat dengan perempuan lain. Dan tanpa di duga dia bisa membiarkan Flora menggandeng lengannya.


Hubungan mereka benar-benar sangat baik, jangan-jangan benar seperti semua yang dikatakan kakak kalau mereka sedang berpacaran?


Saat melihat foto terakhir Flora dan Ralphie sedang berciuman, dengan pasti membuat Serena percaya apa yang dikatakan Flora.

__ADS_1


Serena hanya merasakan sakit dari lubuk hatinya bahkan sampai ke seluruh tubuhnya, rasa sakit seperti itu, dibandingkan terakhir kali Ralphie saat mengatur kencan buta untuknya ini lebih menyakitkan.


Akhirnya tubuh Serena melemah, lalu kembali duduk di kursi.


Dan foto yang awalnya ada di tangannya terpeleset jatuh, jatuh ke bawah lantai.


Flora yang melihat Serena menerima kesakitan seperti itu, hatinya sangat bahagia.


Dia tahu, untuk dengan hati-hati menyerang Serena, hanya harus menggunakan Ralphie.


Dan benar-benar berhasil, dia sudah membuat Serena terinjak-terinjak di bawah kakinya!


Flora melihat rendah Serena, dengan wajah memandang rendah berkata: “Serena, kamu sebaiknya tahu diri, dan jangan berkeliaran di sekitar Ralphie, baik-baik saja menunggu pernikahan mu dengan Grup Su.”


Mendengar perkataan Flora, badan Serena gemetaran, lalu dengan wajah kecewa, dengan pelan-pelan berkata: “Aku tidak akan berkeliaran di sekitarnya.”


Dia pada awalnya memang sudah bisa meninggalkannya, sudah putus asa padanya, untuknya hatinya sudah mati rasa…….


Melihat Serena yang begitu tahu diri, Flora lebih senang lagi, “Aku anggap kamu tahu diri.”


Serena sama seperti tidak mendengarkan perkataan Flora, dari awal sampai akhir menundukkan kepalanya, tidak berbicara.


Flora sudah selesai menyombongkan dirinya, dan tidak menyisakan apapun, langsung pergi meninggalkannya.


Kamar yang kosong, hanya ada Serena yang tanpa semangat duduk disana.


Dia seperti seseorang yang sedang melihat sesuatu, tapi juga seperti seseorang yang sedang tidak melihat apapun……


Jam 3 pagi subuh setelah menerima telepon dari Ralphie, Felix tidak melanjutkan tidur lagi, dia langsung segera menyuruh orang untuk mencari Serena ada dimana.


Saat Jam 5 pagi, Felix sudah membawa hasil dari pemeriksaannya.


Dia tanpa ragu, langsung menelepon Ralphie.


Meskipun langit belum terang, tapi dia sangat tahu jelas Serena ada di bagian tempat mana di hati Ralphie.


Dan benar-benar tidak akan beristirahat sebelum mendapatkan hasilnya.


Ternyata, telepon hanya berbunyi sekali dering, sudah langsung diangkat.


“Direktur Ralphie, aku sekarang berada di tempat tinggal baru Nona Serena.”


Ralphie tidak menyangka sedikitpun, hanya berkata: “Kamu kirimkan alamatnya padaku.”


“Baik. ”


Ralphie dengan cepat menutup teleponnya, lalu mengambil mantel, dengan tergesa-gesa berjalan keluar dari ruang belajar.

__ADS_1


Ketika dia hendak keluar dari villa, Felix sudah mengirimkan alamat ke hp nya.


Ralphie mengeluarkan mobil dari garasi, lalu dengan cepat menyetir mobil, dan meninggalkan villa.


__ADS_2