
Hello! Im an artic!
Kakek selalu mengerjakan sesuatu dengan cepat, sore hari dia setelah dia menelepon Leonard, selesai kerja dia sudah meminta Theo untuk mengirimkan perjanjian ke Leonard.
“Tuan Luo, silakan cek kembali perjanjian ini.” Theo dengan sopan mengirimkan perjanjian kepada Leonard.
Hello! Im an artic!
Leonard dengan tangan gemetar mengambil perjanjian dan mengeceknya.
Awalnya dari pembicaraan dia dengan Kakek Su, dia sudah tahu jelas perjanjian ini sepuluh kali lipat dari perjanjian sebelumnya.
Tetapi ketika membuka perjanjian dan melihatnya dengan jelas, seperti apa sih sepuluh kali lipat itu.
Karena tangan Leonard terlalu bersemangat, dia hampir tidak memegang dengan benar perjanjian yang ada ditangannya.
Hello! Im an artic!
Theo melihat kearah Leonard lalu dengan sopan berkata, “Kata pak ketua, kalau Tuan Luo tidak ada masalah, Anda bisa menandatangani perjanjian tersebut.”
“Ngga ada masalah, ngga ada masalah.” Leonard menggelengkan kepala dan mengambil pen diatas meja untuk tanda tangan.
Karena tangannya yang terlalu gemetar, dia memegang pen dengan tidak benar, lalu jatuh dari atas meja ke lantai.
Leonard memberikan ekspresi yang awkward, dan membungkukan badan untuk mengambil pen.
Tiba-tiba Theo mengambil pen yang ada dikantongnya dan memberikan pada Leonard, “Tuan Luo, pakai saja punya saya.”
Leonard terdiam sebentar, kemudian mengambil pen dari tangan Theo.
Dia menandatangani perjanjian dengan tangan gemetar.
Karena tangannya gemetar alhasil membuat hasil tanda tangannya menjadi jelek.
Perjanjian terlampir menjadi dua, setelah Leonard selesai tanda tangan, Theo akan menyimpan salah satunya.
Setelah menyimpan perjanjian dengan baik, Theo berkata: “Tuan Luo, kakek sudah menetapkan tanggal pernikahan, lima hari lagi, yang berarti tanggal 1 Januari, silakan mempersiapkan dengan baik.”
Lima hari lagi, 1 Januari, Leonard tak menyangka akan secepat ini.
Tetapi bukankah semakin cepat semakin lebih baik?
__ADS_1
Jadi Leonard hanya terdiam sebentar, lalu menganggukan kepala, “Mohon untuk beri tahu pak ketua, kami akan menyiapkannya dengan baik.”
“Kalau begitu saya pergi dulu Tuan Luo.” Theo menundukan kepala untuk menunjukan rasa hormat pada Leonard lalu pergi meninggalkan kantornya.
Setelah Theo pergi, Leonard kembali membuka perjanjiannya berkali-kali untuk memastikan bahwa dia sedang tidak bermimpi, dia senang hingga membawa perjanjian kembali ke rumah dan mencari Serena untuk membicarakan pernikahan.
Ketika dia balik, Flora kebetulan sedang nonton TV, melihat Leonard pulang, Flora berdiri dari sofa dan menyambut, “Pa, mama tadi telepon, katanya besok sore baru pulang.”
Leonard tergesa-gesa ingin menemui Serena, jadi dia tidak terlalu banyak berbicara pada Flora dan hanya menjawab ‘En’, lalu pergi menuju kamar Serena.
Flora melihat Leonard yang tidak memperdulikannya dan malah pergi menuju kamar Serena, wajahnya pun menjadi merah karena kesal.
Setelah beberapa detik, dia menyimpan kembali kekesalannya kemudian berbalik badan mengikuti Leonard.
Di dalam kamar, Serena sedang menundukkan kepala fokus menggambar sketsa.
Karena dia berkompromi dengan Leonard, maka Leonard baru memberikan dia sedikit kebebasan.
Walaupun tidak boleh keluar dari kamar ini, tidak boleh berhubungan dengan luar. Tetapi setidaknya dia masih bisa menggambar, tidak hanya berdiam dan bengong di kamar saja.
Serena menyimpan sketsa yang sudah selesai digambar didalam album gambar, kemudian mengambil kertas kosong untuk menggambar lagi, ketika dia sedang menggambar, terdengar suara dari belakang, “Lagi sibuk?”
Serena membalikkan kepala melihat Leonard dengan wajah senang masuk ke dalam.
Apa yang terjadi sampai membuatnya begitu bahagia?
Tetapi tidak peduli karena masalah apa dia merasa bahagia, yang pasti tidak ada hubungan dengan dirinya bukan?
Serena mengalihkan pandangannya dan dengan datar bertanya: “Ada urusan?”
“Aku kesini untuk memberitahumu, lima hari lagi, pas pada tanggal 1 Januari, adalah hari pernikahan kamu dengan Direktur Grup Su, kamu bersiaplah.” Ketika Leonard berkata, wajahnya sangat berseri-seri.
Ternyata karena sudah menentukan tanggal pernikahan, pantas saja dia senang seperti ini? Serena tersenyum dengan sinis dan dengan datar berkata: “Aku ngga perlu menyiapkan apapun.”
“Kamu……” Ketika Leonard ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba masuklah Flora bertanya dengan terkejut.
“Pa, lima hari lagi, kakak mau nikah dengan Direktur Grup Su?”
“Ia, hari ini pak ketua dari Grup Su khusus menghubungi ayah untuk membahas masalah pernikahan.” Jawab Leonard dengan senang.
“Serius! Selamat ya Serena.” Flora memasang ekspresi yang senang dan memberikan selamat pada Serena, tapi sebenarnya itu hanyalah pura-pura.
__ADS_1
Serena tidak berbicara dengan tatapan dingin menatap Flora yang sedang berpura-pura.
Flora melihat Serena yang tidak memperdulikannya, dia langsung mengarah kepada Leonard.
“Oh ia pa, mas kawin untuk Serena dari Grup Su, apa seperti perjanjian waktu itu?”
Flora sengaja berbicara seperti itu, untuk memberitahu Serena kalau pernikahan dia itu hanyalah sebuah jual beli.”
“Bukan, sudah ganti perjanjian.” Membicarakan perjanjian baru, Leonard tertawa dengan bahagia.
“Perjanjian baru? Bukankah sebelumnya sudah di tanda tangani?” Flora berbicara sambil melihat kearah Serena, seakan sedang memberitahu Serena, lihat gak, aku saja tahu jelas tentang perjanjian ini sedangkan kamu tidak.
Flora membicarakan masalah perjanjian benar-benar membuat Serena merasa sakit hati.
Tetapi, sekarang ini saja dia sudah sangat kecewa terhadap Leonard, bagaimana mungkin dia peduli dengan perkataan Flora?
Flora melihat Serena yang tidak merespon, dia merasa tidak senang.
Leonard sama sekali tidak memperhatikan gerak gerik antara Flora dan Serena, dia hanya dengan bangganya berkata: “Perjanjian itu sudah tidak berlaku, perjanjian yang terbaru mereka memberikan keuntungan sepuluh kali lipat dari yang sebelumnya.”
Mendengar sepuluh kali lipat, Flora tersenyum lalu menjadi sombong.
Perjanjian sebelumnya dia ada melihatnya, jadi dia tahu dengan jelas seberapa besar keuntungan yang didapatkan Grup Luo dari pernikahan yang akan diadakan dengan Grup Su ini.
Tak disangka pernikahan Serena ini, Grup Su akan memberikan keuntungan sepuluh kali lipat diperjanjian ini.
Sepuluh kali lipat, kaya banget, Serena di nikahi Direktur Grup Su, seperti menikah pada gua emas……Flora iri akan hal itu.
Tetapi Flora sudah berpikir terbuka.
Pernikahan Serena ini diganti dengan keuntungan sepuluh kali lipat, semua ini milik Grup Luo dan Grup Luo adalah milik Flora.
Terus kenapa jikalau Serena menikah dengan gua emas?
Direktur Grup Su adalah seorang laki-laki tua yang berusia lima puluh tahunan.
(Rumornya Direktur Grup Su adalah seorang laki-laki tua yang berusia lima puluh tahun, serius deh, rugi banget ngga sih? Tetapi ngga tahu gimana perasaan Flora kalau saja dia tahu bahwa Direktur Grup Su yang sesungguhnya adalah Ralphie, ekspresi wajahnya akan seperti apa? Penasaran……)
Serena mendengar sepuluh kali lipat, dia juga terbengong.
Dia tidak tahu jelas apa isi dari perjanjian sebelumnya, tetapi dapat membuat Leonard memaksanya untuk menikah, pasti keuntungannya sangat tinggi.
__ADS_1
Dan sekarang sepuluh kali lipat……
Hati Serena serasa dingin, lalu dengan sinis berkata: “Kalau begitu bukankah seharusnya memberikan ucapan selamat padamu, karena berhasil menjual anakmu dengan harga tinggi!”