
Hello! Im an artic!
Seluruh proses sudah selesai, kurang lebih membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menunggu buku nikah tersebut dicap.
Dua buku sudah ada ditangan, hati Serena pun sekarang jauh lebih lega.
Hello! Im an artic!
Ralphie sekarang sudah menjadi miliknya.
Kalau masih ada perempuan yang seperti Selina yang ingin merebut Ralphie, Serena bisa menggunakan buku ini untuk membuktikannya.
Memikirkan hal ini, Serena pun tertawa, karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya keselek air liur sendiri, “Uhuk uhuk……”
Ralphie mendengar Serena batuk, dia memukul pelan punggung Serena sambil bertanya, “Kenapa tiba-tiba batuk? Flu kah?”
Hello! Im an artic!
Serena menggelengkan kepala, “Uhuk uhuk……bukan.”
“Kalau gitu kamu kenapa……” Baru saja Ralphie ingin berkata sesuatu, tiba-tiba ponselnya berdering, tangannya yang sedang mengelus pelan punggung Serena pun terhenti sebentar, kemudian kembali mengelus punggung Serena sambil mencari ponselnya.
“Siapa?”
“Direktur Ralphie, ini aku.” Terdengar suara Felix dari balik telepon.
Wajah Ralphie tidak memberikan ekspresi apapun, lalu dengan nada cukup dingin, “Ada urusan apa?”
Ralphie sedikit gugup, kemudian berkata: “Direktur Ralphie, ada rapat yang penting yang harus Anda hadiri.”
Ralphie mengerutkan mata, menjawab, “Malam, aku rapat lewat video call.”
“Oke.” Felix terdiam, kemudian dengan hati-hati bertanya, “Direktur Ralphie, Anda sedang bersama Nyonya?”
Ralphie menengok ke arah Serena yang sudah tak lagi batuk dan sedang serius, lalu menjawab, “Kita lagi di Catatan Sipil.”
Catatan Sipil? Direktur dan Nyonya sedang berada di sana sedang apa? Otak Felix seakan terbesit sesuatu, lalu tersadari oleh suara bunyi tut tut tut dari telepon yang diputuskan.
Sepertinya Direktur Ralphie sangat sibuk, makanya secepat itu sudah memutuskan telepon.
Ralphie memutuskan telepon, lalu dengan diam berdiri disebelah Serena, melihat Serena sedang membereskan file.
Setelah Serena sudah selesai membereskan, Ralphie berkata, “Sudah?”
__ADS_1
Serena menggangukan kepala dan berkata ‘En’, kemudian memberikan buku nikah, buku kependudukan untuk dikembalikan pada Ralphie, “Nih punya kamu.”
Ralphie menggulurkan tangan untuk mengambil bukunya, “Buku nikah gabungin jadi satu dulu aja, nanti kita ke kantor polisi untuk perpindahan.”
“Oke.” Serena dengan tersenyum lebar menggabungkan kedua buku mereka, lalu dimasukkan kedalam tas.
Kemudian terus menyengir sambil memegang kedua buku itu, setelah beberapa saat dia dengan enggan bertanya, “Buku nikah kamu mau kamu yang simpan atau aku yang bantu kamu simpan?”
Ralphie sejak awal sudah bisa menebak Serena tidak ingin buku nikah tersebut terpisah, tentu saja Ralphie tidak boleh membuat Serena kecewa, “Kamu simpan saja.”
“Oke.” Serena menjawab dengan mata berbinar-binar.
Ralphie hanya ‘En’, kemudian menggandeng tangannya dan berjalan ke tempat parkir.
Setelah naik mobil, Ralphie menyalakan mobil sambil bertanya, “Mau makan apa? Kita makan dulu baru pulang.”
“Kalau gitu kita pergi ke The Waterfront Blossom, sudah lama tidak pernah pergi kesana lagi.” Jawab Serena.
“Oke.” Ralphie selama tidak pernah ada masalah dengan apapun permintaan Serena, dia langsung memegang setir dan tancap gas menuju The Waterfront Blossom.
Ralphie yang memesan lauk dan semuanya adalah makanan kesukaan Serena.
Makanan di The Waterfront Blossom memang penyajiannya sangat cepat, sepuluh menit setelah mereka memesan makan, seluruh makanannya sudah mulai disajikan.
Setiap lauk yang disajikan, Ralphie selalu mengambilnya untuk Serena.
Setelah makanan udang kesukaan Serena disajikan, Ralphie langsung meletakkan sumpit dan membantu Serena membuka cangkang udangnnya.
Serena melihat Ralphie yang masih sibuk membuka cangkang udang dan tidak makan sama sekali, Serena mengerutkan alis, “Aku sudah cukup, kamu makan juga.”
“Kamu makan, aku nanti akan makan.” Tangan Ralphie masih tidak berhenti.
Serena mengedipkan matanya, kemudian mengambil udang dari piringnya, membalutinya dengan saus kesukaan Ralphie dan menyuapi Ralphie.
Ralphie terdiam sebentar, kemudian mendongakan kepala ke arah Serena, “Aku makan sendiri saja.”
Serena menggelengkan kepala, “Aku kasih saus yang kamu suka, cepetan makan.”
Serena sudah berbicara seperti itu, Ralphie hanya membuka mulut dan makan.
Dengan saus sebagai alasannya, setelah ini Serena dan Ralphie ganti-gantian makan dan menghabiskan udang dipiring.
Awalnya Ralphie khawatir Serena makan tidak cukup, jadi dia ingin memanggil pelayanan untuk menambah satu piring lagi, tetapi ditahan oleh Serena.
__ADS_1
“Sudah cukup, sini aku bersihkan tangan kamu.” Serena mengeluarkan tisu basah dan dengan serius mengelap tangan Ralphie.
Melihat Serena yang serius, dari hati Ralphie terdalam dia merasa sangat bersalah.
Pulang dari luar negeri sudah berapa hari ini, karena merasa gelisah dengan Serena, jadi selalu mencari alasan kerjaan yang terlalu sibuk, pergi pagi pulang malam untuk menghindari Serena, bahkan tidak pernah makan bersama lagi.
Tetapi dia malah tak menyangka, sebenarnya perilaku ini sangat menyakiti hati Serena.
Ralphie dengan tangan satunya lagi memegang wajah Serena, Ralphie dengan suara rendah meminta maaf pada Serena, “Maaf Serena.”
Serena dengan bingung melihat ke Ralphie, “Kenapa?”
Ralphie tidak berbicara, hanya menarik Serena ke dalam pelukannya.
Mata Serena seakan memancarkan suatu cahaya, kemudian berkata, “Kalau kamu merasa bersalah padaku, kalau gitu lakukan satu hal untuk menebusnya.”
Ralphie tidak bertanya apapun, langsung jawab oke, “En, oke.”
Serena tersenyum dengan sedikit licik, kemudian berkata: “Aku mau kamu kasih tahu semua orang yang kamu kenal, kalau kamu sudah menikah.”
Heng, Selina bilang Ralphie tidak pernah memberitahunya tentang pernikahan dia kan? Kalau gitu biarkan Ralphie memberitahunya tentang pernikahan dia.
Mendengar perkataan Serena, Ralphie langsung terpikirkan Serena yang dengan kerennya mengakui hubungan mereka didepan Selina, seketika dia pun mencari lembut, “Pulang aku akan memberitahu mereka.”
“Oke.” Serena tersenyum hingga matanya berubah menjadi satu garis.
Selesai mereka makan malam dan kembali ke rumah, waktu sudah larut
Serena pergi mandi duluan sedangkan Ralphie mengambil ponsel untuk update status foto nikah mereka.
Begitu Ralphie memposting di Weibo, seakan seperti ada sebuah bongkahan batu besar yang jatuh kedalam danau, membuat semua orang terkejut.
Yang masih berhubungan dengannya di Weibo semua adalah teman yang hubungannya cukup baik dengannya.
Walaupun sebelumnya ada beberapa orang yang hadir di resepsi pernikahannya, tetapi kebanyakan orang tidak tahu perihal pernikahannya, sekarang Ralphie tak hanya mengumumkan, tetapi juga memamerkan foto buku nikah mereka, bagi orang lain ini sangatlah tidak masuk akal.
Kolom komentar pun seketika meledak.
“Ralphie, ini beneran buku nikah kamu?”
“Siapa yang mengaku-ngaku menjadi Direktur Ralphie, cepatan ngaku.”
……
__ADS_1
Salah satu komentar yang paling jelas adalah Selina, “Bagaimana mungkin? Jelas-jelas sebelumnya belum menikah!”
Tidak peduli di Weibo sedang ramai seperti apa, Ralphie membiarkan Weibonya dan mematikan ponselnya lalu membereskan dokumennya.