I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 147 Rencana Buruk Dottie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mobil Ralphie jam 23:00 tiba di rumah, Serena mendengar suara mobil dari luar.


Ia segera bangun dan sembarangan memakai sendal lalu berlari turun ke bawah.


Hello! Im an artic!


Ia bergegas lari ke teras dan membuka pintu, ia hanya melihat supir Ralphie turun dari mobil dan tidak melihat Ralphie.


“Dimana dia? Tanya Ralphie dengan tergesa-gesa.”


Supir terdiam sejenak dan baru ngeh ‘dia’ yang dimaksud adalah Ralphie, “Direktur Su masih di kantor.”


Dia masih dikantor… rasa senang yang awalnya muncul karena mengira Ralphie sudah pulang hilang seketika.


Hello! Im an artic!


Ia terbengong dan berdiri diteras, membiarkan angin meniup dirinya dengan pakaiannya yang tipis.


Hingga pelayan memanggilnya, “Nyonya muda, diluar sangat dingin, cepatlah masuk.”


Serena menoleh dan melirik pembantu, lalu ia membalikkan badan dan masuk kedalam rumah.


“Nyonya muda, anda masih belum makan, apakah perlu dipanaskan lagi makanannya?”


“Tidak perlu.” selesai berbicara Serena langsung kembali ke kamar.


Setelah kembali ke kamar, Serena berbaring di kasur, ia tidak bisa diam dan kesana kemari, hingga subuh ia baru tertidur.


Jam 6 pagi ia dibangunkan oleh alaram hpnya.


Setelah ia bangun, hal pertama yang ia lakukan adalah pergi ke kamar Ralphie yang ada disampingnya


Ia terbengong lama memandangi kamar yang bersih dan kosong itu, lalu ia kembali kekamarnya untuk menganti pakaian, menyiapkan peralatan kerjanya dan turun kebawah.


Pelayan yang sedang sibuk didapur segera menghentikan pekerjaannya karena melihat Serena turun begitu awal,dan pelayan pun keluar dari dapur.


“Nyonya muda, anda sudah bangun?”


Serena melihat pelayan bangun begitu awal dan merasa aneh, “Kalian kenapa bangun begitu awal?”


“Tuan Zhou semalam menelpon dan berkata bahwa nyonya muda hari ini akan pergi kerja dan menyuruh kami untuk menyiapkan sarapan pagi.” jawab pelayan.


Apakah dia yang menyuruh Felix untuk menelpon? Serena hanya menjawab “oo” dan berjalan menuju ruang makan.


Pelayan segera mengantarkan makanannya lalu berdiri disamping meja.


Karena pengalaman kemarin, jadi Serena dengan tenang menikmati sarapannya.


Setelah selesai sarapan, ia mengambil tisue dan mengelap mulutnya, lalu berdiri.

__ADS_1


Pembantu segera menyerahkan tas kepadanya, “Nyonya muda, Supir sudah menunggu anda diluar”


Untuk apa supir menunggunya?


Serena terbengong sejenak, lalu mengambil tasnya dan keluar dari villa.


Saat Serena berjalan keluar dari villa, ia melihat mobil Ralphie dihalaman.


Melihatnya keluar supir segera turun dari mobil dan menyambutnya.


“Nyonya muda.”


Serena menatapnya dengan binggung, “Ada apa ya?”


“Nyonya muda, asisten Zhou menyuruhku mengantar anda untuk pergi dan pulang kerja.” jawab supir sambil membuka pintu mobil.


Lagi-lagi Felix?


Felix menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi.


Felix menyuruh supir Ralphie untuk mengantarnya pergi dan pulang kerja.


Serena pun naik ke mobil.


Supir segera menutupkan pintu dan naik ke mobil. Ia menyalakan mobil sambil berkata, “nyonya muda, dimanakah tempat kerja anda?”


Serena mengangkat kepala dan menjawab, “Toko Perhiasan Man Fook yang ada di pusat kota.”


Serena melihat ke luar jendela dengan diam, hingga mendekati Toko Perhiasan Man Fook ia baru berbicara.


“Berhenti saja disini.”


Serena merasa mobil Mercedes milik Ralphie terlalu mencolok, kalau ia turun pas didepan pintu Toko Perhiasan Man Fook, ia pasti akan menjadi perhatian.


Supir Li dengan tidak enak berkata, “Nyonya muda, lebih baik aku antar sampai dengan pintu saja.”


Serena tahu bahwa ia hanya mengikuti perintah dan tidak ingin mempersulitnya, tetapi ia benar-benar tidak boleh turun didepan pintu.


Setelah ragu sejenak Serena lanjut berkata, “turun didekatnya tidak ada bedanya, hanya menyeberangi jalan saja, bukankah dulu saat aku bekerja juga begitu?”


Pada akhirnya supir Li menyerah dan berhenti didekat toko perhiasan Man Fook.


Serena turun dari mobil, menyeberangi jalan, dan berjalan menuju Toko Perhiasan Man Fook.


……


Tidak lama ketika Serena tiba dikantor, Louisa pun datang.


“Serena, kamu benar-benar datang.”


“Aku kemarin sudah bilang akan datang hari ini, tentu saja aku datang.” Serena menjawab sambil tertawa.

__ADS_1


Louisa tertawa dan berkata, “Sebenarnya kamu sudah begitu lama tidak datang, aku kira kamu sudah tidak mau datang lagi.”


Serana menggelengkan kepala dan berkata, “Bagaimana mungkin? Aku suka dengan pekerjaan ini.”


Louisa hanya menjawab Oh dan lanjut berkata, “Tidak bisa menghubungi mu selama beberapa hari, aku sangat khawatir denganmu.”


“Aku tidak apa-apa, hanya saja ada sedikit masalah dirumah.” jawab Serena.


Louisa melihat bahwa Serena tidak terlalu ingin mengungkit masalah di rumah, jadi tidak lanjut bertanya, ia hanya berkata, “Baguslah bisa kembali bekerja.”


“Ya.” Serena menggangukkan kepala.


Louisa tidak terlalu lama diruangan Serena, bagaimana pun sekarang masih jam kerja, setelah mengobrol bentar ia langsung pergi.


Tidak lama Setelah Louisa pergi, Dottie menyuruh orang untuk memanggil Serena ke kantornya.


Serena tahu bahwa Dottie memanggilnya pasti ingin memarahinya, karena bagaimanapun ia tidak masuk belasan hari tanpa keterangan.


Ternyata benar, setelah masuk ruangan Dottie langsung memarahinya.


Setelah selesai marah, ia memberikan setumpuk dokumen kepada Serena.


“Gambar desain ini harus kamu selesaikan sesegera mungkin.”


Serena menatapi tumpukan dokumen yang ada ditangannya “Sebanyak ini?”


“Mau mengeluh? Kalau kamu mengeluh banyak ya keluar saja dari perusahaan ini.” nada Dottie sangat keras.


Serena hanya bisa manjawab sambil menggigit bibir, “Tidak, aku tidak akan mengeluh.”


Dottie berkata, “Kamu kira desain kamu bagus? Aku hanya merasa desain kamu mudah dibentuk, jadi aku baru suruh kamu gambarkan dan sekalian membimbingmu.”


“Aku sangat berterima kasih atas bimbingan dari Desainer Zhuo.” Serena menjawab dengan penuh hormat.


“Baguslah kalau kamu masih tahu berterima kasih.” Dottie melirik Serena dan lanjut berkata, “Cepat gambarkan desain kamu dan kumpulkan kepadaku.”


“Baik” Serena menganggukkan kepala dan keluar dari ruangan Dottie.


Setelah Serena pergi, Asisten Dottie segera bertanya padanya.


“Desainer Zhuo, sebagus itukah Desain Serena? Sehingga anda berani menjaminnya didepan Manager Chen?”


Dottie mengangkat dagunya dengan bangga dan berkata, “Omong kosong, jika tidak bagus, buat apa aku mencoba untuk melindunginya? Bulan ini aku bisa mengalahkan Nicole atau tidak semua tergantung padanya.”


“Kalau semua tergantung padanya, mengapa Desainer Zhuo tidak baik-baik padanya?” tanya asistennya dengan bingung


“Kamu tahu apa? Satu tamparan lalu satu permen baru bisa membuatnya bersyukur.” jawab Dottie sambil tertawa.


Asistennya seperti ingin menjilat pantatnya dan berkata, “Desainer Zhuo, anda sangat sangat hebat.”


“Tentu saja.” Dottie tertawa dengan puas, dengan adanya Serena yang membantunya membuat Desain, apalah Nicole …

__ADS_1


__ADS_2