
Hello! Im an artic!
“Baik.” Serena menjawab dengan suara lantang, kemudian berbalik menghadap Ralphie dan berkata: “Ketua sedang mencari saya……”
“Saya tunggu kamu.” jawab Ralphie.
Hello! Im an artic!
“Baiklah.” Serena menganggukkan kepala, kemudian melihat tiramisu yang ada di tangan dan bertanya kepada Ralphie, “Ini……”
“Saya bantu kamu pegang saja.” Dia berkata sambil menjulurkan tangannya dan menerima tiramisu dari tangan Serena, “Saya tunggu kamu di lantai bawah.”
Serena sangat senang dan menjawab “Iya”, kemudian masuk ke dalam kantor.
Setelah Serena masuk, langsung ke ruangan kantor Halle.
Hello! Im an artic!
“Kakak Halle, kamu mencari saya?” Serena bertanya.
Ekspresi wajah Halle sangat tidak baik dan berkata kepada Serena: “Serena, kamu ikut saya sekarang.”
Serena sangat heran, dia tidak merasa telah menyinggung Halle hari ini.
Serena kaget dan heran sejenak, kemudian pun ikut dengan dia.
Halle membawa Serena dan langsung menuju kantor kepala bagian, “Kepala Bagian, orangnya sudah datang.”
Kepala bagian menjawab “Iya”, pandangannya tertuju kepada Serena dan bertanya, “Kamu yang sudah menggambar desain itu?”
“Desain apa?” Serena keheranan.
Halle melihatnya dan berkata: “Yang ditanyakan Kepala Bagian, PR yang saya berikan ke kamu.”
Tanpa ragu, Serena menganggukkan kepala ke Kepala Bagian dan menjawab, “Iya, Kakak Halle memberikan saya sebuah PR.”
Kepala Bagian melihat Serena sudah mengakuinya, wajahnya terlihat penuh amarah, “Apakah senior memberikan kamu PR, jadinya kamu langsung meniru desain orang? Sebagai seorang desainer perhiasan, apakah kamu tahu akibat dari meniru?”
“Apakah kamu tahu acara peluncuran produk baru PT. Antarts hari ini, hancur semua karena karya tiruanmu?”
“Tiruan apa? Acara peluncuran produk baru apa?” Serena bertanya kepada Kepala Bagian dengan penuh kebingungan.
Halle malah merebut kesempatan berbicara itu, “Kepala Bagian, semuanya salah saya, sudah membiarkan orang seperti ini menjadi bawahan……”
“Masalah kamu, tunggu sampai waktunya baru kita urus.” Kepala bagian memotong perkataan Halle, kemudian lanjut berkata dengan Serena : Karena hasil tiruanmu, mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar, perusahaan pasti akan memecat kamu.”
“Saya tidak meniru.” Serena menggelengkan kepala.
__ADS_1
Kepala Bagian melihat Serena masih tidak mau mengaku, menjadi semakin marah dan berkata: “Tadi kamu sendiri yang sudah mengakuinya, sekarang kamu masih mau mengelak?”
“Sudah saya bilang, saya tidak meniru, saya juga tidak akan mengaku saya meniru.” Serena menjawab dengan muka pucat dan putih.
“Bukan meniru? Desain gambar ini apa maksudnya?” Kepala Bagian langsung melemparkan selembar desain gambar ke badannya.
Serena menatap gambar desain di lantai yang sama sekali bukan hasil gambarnya sambil berkata: “Gambar desain ini bukan punya saya……”
Kata-katanya dipotong oleh Halle, “Serena, gambar desain ini, adalah PR yang kamu kumpulkan ke saya.”
Serena dengan mata memerah melihat Halle dan berkata: “Kakak Halle, tolong kasih tahu Kepala Bagian, ini bukan PR yang saya kumpulkan ke kamu, bukan saya.”
Ekspresi wajah Halle terlihat sangat dingin dan menjawab: “Serena, jelas-jelas kamu yang kumpulkan ini kepada saya, ini adalah PR yang saya berikan untuk kamu……”
“Kakak Halle, kamulah orangnya!” Serena melihat ke Halle.
Dengan santainya Halle berkata: “Serena, saksi, barang bukti semuanya menunjuk ke kamu.”
“Kamu……” Perkataan Serena belum selesai dikatakan, Kepala Bagian sudah tidak tahan dan melambaikan tangannya. “Cepat panggil satpam kesini, dan bawa dia pergi dari sini.”
Pada akhirnya Serena di keluarkan secara paksa dari perusahaan PT. Antarts.
Ralphie sudah lama menunggu di bawah dan Serena tak kunjung muncul, dia pun kembali lagi ke departemen desain.
Baru saja masuk ke pintu utama di bagian desain, terdengar orang di dalam berbisik membahas tentang Serena yang sudah meniru desain orang.
Ralphie mengerutkan dahi, kemudian mengetuk pintu.
“Maaf kamu mencari siapa?
Dengan sopannya Ralphie bertanya, “Saya mencari Serena, maaf apakah dia ada di kantor sini?”
“Serena dia tidak lagi bekerja di perusahaan kami.”
Tidak bekerja di PT. Antarts lagi? Bukannya tadi masih baik-baik saja? Ralphie mengerutkan dahi, kemudian bertanya, “Dia mengapa tidak bekerja di PT. Antarts lagi?
“Serena ditetapkan sebagai tersangka peniruan, mengakibatkan acara peluncuran produk baru gagal, perusahaan memutuskan memecat dia.”
Serena meniru karya orang? Acara peluncuran produk baru gagal? Ralphie mengerutkan alis, setelah berterima kasih dengan rekan kerja Serena, dia membalikkan badan meninggalkan departemen desain.
Setelah keluar dari bagian desain, Ralphie mengambil handphone dan menelepon Felix, bertanya tentang masalah acara peluncuran produk baru.
Saat Felix mendengar Ralphie menanyakan ini, dia menjadi panik dan merasa sangat kacau.
Astaga, dia masih belum sempat melapor, Direktur Ralphie mengapa bisa tahu kalau ada masalah di acara peluncuran produk baru?
“Kamu tidak tahu masalah acara peluncuran produk baru?” Nada suara Ralphie terdengar sangat dingin, walaupun terhalang oleh handphone, Felix tetap merasa gemetaran.
__ADS_1
“Direktur Ralphie, saya sedang mengurusnya, hasil survey juga sudah ada di tangan saya, sedang siap-siap untuk dilaporkan ke Direktur Ralphie.”
Ralphie jelas-jelas sudah tahu hasilnya, malah sengaja bertanya, “Lalu apa hasil surveynya?”
Suara Direktur Ralphie terdengar seperti biasanya, tetapi tangan Felix yang memegang handphone malah mulai gemetran, dia mengambil hasil pemeriksaan yang diberikan oleh petinggi PT. Antarts dan membacakannya: “Desainer yang meniru karya orang sudah ditemukan, dia adalah orang dari departemen desain grup A……Serena……”
Melihat nama “Serena” di sana, Felix langsung spontan bengong.
Sial, ternyata semua tuduhan tertuju kepada Nona Serena.
Tunggu, Direktur Ralphie datang ke PT. Antarts, khusus membeli kue, apakah datang untuk mencari Nona Serena?
(Felix, apakah kamu tidak merasa titik fokus kamu sudah salah?)
“Sebelum hari gelap, saya mau hasilnya.” Selesai berkata, Ralphie langsung menutup telepon.
Felix menghapus keringat di keningnya, kemudian memasukkan handphone ke dalam saku.
Matanya tertuju pada semua petinggi PT. Antarts yang sedang berdiri di belakangnya dan bertanya, “Ini benaran hasil yang kalian berikan ke saya?”
“Asisten Zhou, ini adalah hasil survei kami……” Perkataan mereka belum selesai dikatakan, Felix langsung memotong perkataan mereka.
“Hasil survei? Cari seorang tumbal buat saya, masih bilang hasil survei?” Felix melempar data yang ada di tangan ke mereka, kemudian berkata: “Bawa semua orang yang berkaitan dengan masalah ini menghadap saya, saya akan memeriksanya sendiri.”
Semua petinggi mendengar perkataan Felix, semuanya menjadi bengong dan tak mampu berkata-kata.
Asisten pribadi Direktur akan survei sendiri?
Apakah mereka tidak tahu kesulitan yang dialami Felix? Direktur Ralphie sudah mengatakan, sebelum hari gelap sudah mau tahu hasilnya, apakah dia bisa santai dan masih tidak segera survei sendiri? Lagipula masalah ini berkaitan dengan Serena.
Setelah Ralphie mematikan telepon Felix, langsung menelepon Serena.
Handphone Serena terus berdering, tetapi tidak ada yang mengangkatnya.
Ralphie sangat panik, terus menelepon dan mengirim pesan singkat kepadanya.
Entah sudah menelepon berapa lamanya, akhirnya tersambung.
“Halo……”
Mendengar suara Serena, suara Ralphie terdengar sedikit gemetar dan bertanya, “Dimana kamu sekarang?”
“Saya……” Suara Serena terdiam sejenak, kemudian dia menjawab: “Saya lagi di luar.”
“Luar di mana?” Sambil bertanya, Ralphie terus berjalan keluar.
“Saya berada di Danau Shady.” Suara Serena yang terdengar seperti habis menangis
__ADS_1
Danau Shady? Pandangan Ralphie menjadi tajam, kemudian berkata: “Kamu jangan bergerak, tunggu saya di sana.”
Serena terdiam sangat lama, baru berkata “Baiklah”.