I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 318 Ralphie Kita Menikah Yuk


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika akan meninggalkan hotel, Serena dengan erat memeluk leher Ralphie, seakan takut Ralphie akan meninggalkannya.


Bahkan ketika Ralphie mengendongnya keluar dari pintu utama hotel pun, dia masih dengan paniknya bertanya pada Ralphie, “Ralphie, kita nikah yuk?”


Hello! Im an artic!


Ralphie seperti orang yang kesambet petir, hanya terdiam disana, matanya hanya terus berkedip menatap Serena.


Melihat Ralphie tidak ada respon, hati Serena merasa tidak tenang, Ralphie tidak mungkin merasa tidak senang akan perbuatan dia pada Selina makanya tidak ingin menikah dengannya?


Tatapan mata Serena mulai memerah, “Ralphie, bukankah kamu yang bilang akan memulainya dari awal dengan aku, aku tidak peduli, kamu harus menikah denganku, bukan, segera kita pergi nikah.”


Ralphie baru saja tersadar dari perkataan Serena ‘Kita nikah yuk’, sekarang langsung dibuat terbengong lagi oleh perkataan Serena ‘Kita segera pergi nikah’.


Hello! Im an artic!


Sedangkan Serena masih disana terus meminta Ralphie pergi dengannya untuk menikah.


“Serena…….” Susah payah Ralphie tersadar dari apa yang terjadi, dan mengeluarkan suara untuk memotong pembicaraan Serena.


Serena sama sekali tidak memperdulikan Ralphie, hanya dengan suara tajam menjawab, “Ralphie, aku mau kita pergi menikah ke catatan sipil.”


“Oke.” Angguk Ralphie.


“Ralphie, aku tidak peduli, pokoknya aku mau kita pergi ke catatan sipil……” Serena awalnya masih ingin terus meminta Ralphie untuk menikah dengannya, tetapi tiba-tiba mendengar Ralphie berkata ‘Oke’, dia jadi terdiam.


“Ralphie, kamu tadi ngomong apa?”


Ralphie dengan detail mengulang kembali perkataan dia tadi, “Aku bilang, aku bersedia pergi ke catatan sipil sama kamu.”


Catatan sipil, menyatukan nama Serena dan Ralphie didalam sebuah akta nikah, membuat hubungan ini resmi secara hukum dan di akui.


Ini adalah hal yang sangat diinginkan oleh Ralphie, sekarang Serena sendiri yang mengajukan, tentu saja Ralphie bersedia.


Sebelumnya Serena menggunakan nada yang cool untuk mengumumkan Ralphie adalah miliknya, sekarang dia dengan mantap menggunakan pernikahan untuk membuktikan keseriusannya.


Didalam hati Ralphie, gimana ya bilangnya……


Ada perasaan hangat, manis, merasa dipedulikan, merasa sangat dicintai.


Serena tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ralphie, Serena takut Ralphie akan menyesal, jadi dia dengan erat menarik tangan Ralphie: “Kalau gitu kita pergi ke Catatan Sipil sekarang.”

__ADS_1


“Oke.” Ralphie menganggukan kepala, mengendong Serena ke mobil.


Setelah mobil melaju, Ralphie tidak mengarah ke kantor caatatn Sipil, melainkan kembali ke rumah.


Serena yang terus memperhatikan jalan merasa ada yang aneh, menjadi tidak tenang dan menarik lengan Ralphie berkata: “Ralphie, kamu salah arah, kita bukannya mau pergi ke catatan Sipil.”


Ralphie mengulurkan sebelah tangannya, mengeluas kepala Serena, “Nurut ya, jangan terburu-buru, kita pulang untuk mengambil buku kependudukan kita dulu.”


“Oh ia.” Serena baru ingat harus ada buku kependudukan baru bisa mendaftarkan pernikahan.


Ralphie tersenyum sangat senang melihat perilaku menggemaskan Serena.


Saat ini waktu menunjukkan pukul dua siang, bukan waktu macet, jadi dijalanan sama sekali tidak macet, hanya dengan setengah jam mereka sudah sampai dirumah.


Setelah Serena turun, dia dengan tergesa-gesa berlari masuk ke dalam rumah, bahkan sampai pelayan di rumah memanggilnya saja dia tidak dengar.


Ralphie tertawa terbahak-bahak mengikuti Serena dan masuk kedalam.


“Tuan muda, Nyonya kenapa tergesa-gesa seperti itu?”


Belum sempat Ralphie menjawab, sudah terdengar suara dari atas.


Ralphie dengan cepat hanya berkata ‘Tidak apa-apa’, lalu dengan cepat naik ke atas.


Serena sedang berada di depan lemari, mencari barang sambil bergumam sendiri, “Kok tidak ada? Jelas-jelas ada disini.”


“Tidak kok……” Serena baru selesai berbicara, tiba-tiba seperti teringat sesuatu dan berkata: “Mungkin hari itu aku beresin barang terus pindahin ke kamar kamu, aku juga sekalian pindahin?”


Beresin barang pindah ke kamar kamu? Ralphie merasa apakah dia salah dengar, atau gimana?


Baru saja ingin bertanya, dia sudah melihat Serena berdiri berlari ke kamar seberang, Ralphie hanya dengan cepat mengikuti.


Ketika dia pergi, Serena sudah membuka lemari barang.


Awalnya dia hanya meletakkan beberapa buku didalam lemari, sekarang menjadi lumayan banyak, semua adalah barang yang biasa digunakan oleh Serena, bolpen, album gambar, semua barang itu.


Ternyata Serena tidak ada maksud untuk menjauh darinya, dia pikir barusan setelah pulang dari luar negeri Serena pindah dari kamar utama ke kamarnya, namun Serena sudah sejak awal pindah dari kamar utama ke kamarnya.


Karena hati Ralphie yang masih takut-takut pada Serena, akhirnya tidak terlalu memperhatikan hal ini.


Serena sebenarnya, sangat mempedulikannya, sangat mempedulikannya……


Ketika Ralphie sedang bengong, Serena tiba-tiba berteriak, “Dapet!”

__ADS_1


Ralphie membalikkan badan, lalu melihat ke arah Serena yang tersenyum bahagia sambil memegang bukunya.


Ralphie melangkah berjalan kearah Serena, menarik tangan Serena, “Ikut aku ke ruangan baca untuk mengambil bukuku.”


Serena dengar suara kaku berkata ‘Oke’, lalu mengikuti Ralphie meninggalkan kamar dan pergi keruangan baca.


Buku Ralphie diletakkan di laci meja kerja, jadi dengan cepat sudah dapat menemukannya.


Setelah mengambil buku itu, wajah Serena tersenyum bahagia.


“Ayuk, kita ke Catatan Sipil.”


Ralphie hanya ‘En’, kemudian menarik tangan Serena dan turun.


Kemudian melajukan mobil dan on the way ke Catatan Sipil.


Mereka sampai di Catatan Sipil pukul setengah empat.


Ralphie baru saja mematikan mesin mobil, Serena sudah tak sabaran untuk membuka pintu dan turun dari mobil.


“Ralphie, cepatan.”


“Ia.” Ralphie mengunci mobil lalu dengan langkah cepat mengikuti Serena.


Ketika sampai, Serena menarik Ralphie masuk kedalam Catatan Sipil.


Setelah masuk kedalam, Orang yang bekerja di Catatan Sipil dengan sopannya bertanya pada mereka ingin mengurus perceraian atau pernikahan, kemudian memberikan mereka dua lembar formulir.


“Serena, Kamu beneran mau nikah dengan aku?”


Serena yang sedang mengisi formulir, terdiam mendengar perkataan Ralphie, kemudian dengan cepat meletakkan pen yang sedang dipegangnya, menarik tangan Ralphie, “Ralphie, apakah kamu menyesal?”


Melihat wajah Serena yang tidak tenang, Ralphie merasa tidak enak hati.


Ternyata disaat Ralphie tidak tenang, Serena juga tidak tenang.


Ralphie dengan nada lembut menjawab, “Tidak.”


Mendengar Ralphie berkata tidak, Serena tetapi tidak tenang, lalu mengambil pen yang tadi dia letakkan dan diberikan ke tangan Ralphie, “Kalau gitu kamu isi duluan.”


Ralphie melihat sekilas ke arah Serena, kemudian mengisi formulir.


Melihat Ralphie mulai menulis, Serena baru merasa lega didalam hati.

__ADS_1


Setelah menunggu Ralphie selesai mengisi formulir, Serena mengambil dan meletakkannya disamping, kemudian mulai mengisi formulirnya sendiri.


Setelah selesai mengisi formulir pernikahan, kemudian pengecekan sebelum menikah, kemudian foto, transaksi, lalu secara resmi mereka sah sebagai suami istri…


__ADS_2