I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 38 Ternyata Dia Menyukainya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie melihat Serena yang menyerahkan kunci kepadanya seketika merasa panik.


“Aku yang salah, jangan marah lagi ya.”


Hello! Im an artic!


Serena tidak mengatakan apapun, ia berbalik kemudian pergi. Melihat Serena yang ingin pergi, Ralphie panik dan segera menarik tangan Serena.


“Lepaskan aku.” mata Serena memerah. “Tidak.” Ralphie menarik tangan Serena dan memeluknya, tapi Serena menghentikannya, air mata Serena pun menetes.


“Jangan peluk aku, kau peluk saja wanita yang ada didalam club itu.” Serena tidak menyadari nada bicaranya yang terdengar sangat cemburu. Ralphie terdiam beberapa saat baru menyadari apa maksud perkataan Serena.


“Aku tidak menyentuh wanita-wanita itu.” Dia takut Serena tidak mempercayai perkataannya dan menimpali, “Aku serius, aku tadi berada di toilet.”


Hello! Im an artic!


“Benarkah?” Serena menatap Ralphie.


Ralphie membuang pandangannya dan berkata pelan, “Itu.. ada satu perempuan…”


Ada perempuan yang menyentuhnya? Wajah Serena tertunduk lagi.


“Dia menyentuh pundakku, tapi aku mendorongnya sampai jatuh, lalu aku segera masuk kedalam toilet, aku membersihkan diri baru keluar dari toilet.” Ralphie menjelaskan kejadiannya dengan sangat detil.


Serena menatap Ralphie, rambutnya masih basah, sebagian bajunya pun basah. Serena merasa dalam hatinya sedikit senang dan sedih.


Senang karena Ralphie tidak menyentuh wanita lain, sedih karena dimalam yang dingin ini ia menngenakan pakaian yang basah.


Serena segera mengatakan, “Cepat pakai jasmu, bagaimana kalau kamu sakit nanti?”

__ADS_1


Ralphie tahu bahwa Serena sudah tidak marah, dan akhirnya merasa lega. Dia menggelengkan kepalanya berkata, “Tidak, jas ku sudah di sentuh oleh wanita itu.”


“Kita pulang ganti baju.” Dalam hati Serena memarahi seribu bahkan sepuluh ribu kali wanita yang telah menyentuh Ralphie itu, lalu mendorong tangan Ralphie dan segera bergegas pergi dari Club Venus. Ralphie tidak ada masalah dengan perkataan Serena, yang terpenting Serena senang.


Setelah masuk kedalam villanya, Serena menyuruh Ralphie untuk segera mandi.


“Cepat mandi nanti kamu sakit.”


Ralphie berdengus, apakah dia terlihat seperti orang yang mudah sakit? Tapi dia tidak ingin menolak niat baik Serena, ia menurut dan naik keatas. Setelah Ralphie naik keatas, Serena meletakkan tasnya diatas sofa dan membuka TV. Dia mencari acara TV yang dia sukai dan menonton.


Kurang lebih 20 menit Ralphie turun setelah selesai mandi. Serena mengalihkan tatapannya dari TV menatap Ralphie, “Sudah selesai?”


Ralphie mengiya’kan lalu bertanya, “Lapar tidak? Aku buatkan sedikit camilan?”


Mendengar kata camilan, perut Serena berubah menjadi sedikit lapar. Tapi ini sudah sangat larut, dia tidak ingin membuat Ralphie sibuk, akhirnya ia menolaknya, “Sudah sangat larut, kamu tidak usah repot.”


Ralphie mengerutkan keningnya lalu berkata, “Kalau begitu makan kue? Masih ada tiramisu di kulkas.” Setelah mendengar tiramisu kesukaannya, Serena langsung mengangguk “Baiklah.”


Ralphie bergeleng, “Aku tidak makan makanan manis.”


“Oh.” Serena mengangguk, dengan senang mengambil kue dari tangan Ralphie dan mulai memakannya. Ralphie diam melihatnya dan tidak mengatakan apapun.


Ketika Serena sudah menghabiskan kuenya dia baru berkata, “Masih mau?”


“Tidak.” Kata Serena. Ralphie mengiya’kan lalu mengambil tissue untuk Serena. Setelah berterima kasih Serena segera menyeka mulutnya. Ralphie segera mengangkat piring itu ke dapur dan kembali dari dapur Ralphie membawa 2 gelas susu ditangannya.


Kemudia ia duduk setelah dia memberikan satu gelas kepada Serena. Serena menatap Ralphie yang sedang minum disampingnya sambil meminum susu yang ada ditangannya. Bahkan sangat menawan padahal hanya sedang meminum susu.


Membuat Serena teringat kata-kata yang sedang trend di internet, diamnya sangat menawan. Menggambarkan segala kesempurnaan yang dimiliki oleh dewa, laki-laki disampingnya memiliki pesona itu.


Kesempurnaan ini bukanlah “sifat yang dingin”, menjauhi orang lain tapi meninggalkan kesan cinta yang kuat terhadap orang yang disukai, kelihatan seperti seorang laki-laki yang bisa mencintai sepenuh hatinya.

__ADS_1


Cinta… tiba-tiba Serena teringat ciumannya dengan Ralphie dan mukanya memerah. Pandangan Ralphie beralih kepada Serena, melihat muka Serena yang merona, ia bingung dan bertanya, “Kenapa?”


“Ti… tidak apa-apa.” Serena tersadar, menunduk sambil meminum susunya, menyembunyikan kepanikannya, namun tidak bisa menyembunyikan rona merah diwajahnya.


Ralphie yang melihat wajah Serena memerah kemudian bertanya, “Kenapa semerah ini? Demam?” Ralphie menyentuh kening Serena sambil berbicara. Serena merasakan sentuhan hangat di keningnya, jantungnya berdegup kencang.


“Tidak demam, kenapa mukamu sangat merah?” Ralphie mendekat dan memeriksa lebih detil kondisi Serena.


Ralphie mendekat, jantung Serena berdegup makin kencang.


Berdebar… berdebar…


Rasanya seperti jantungnya akan melompat keluar, Serena bukan anak berumur 3 tahun, meskipun dia tidak pernah berpacaran, tapi dia mengerti apa artinya dari semua ini.


“Itu…” Serena tiba-tiba berdiri dari sofa.


“Aku pergi ke toilet sebentar.” Serena dengan terbata mengatakan ini, tidak menunggu jawaban Ralphie dia langsung pergi ketoilet, dia sedikit berlari. Ralphie menatap Serena yang lari tergesa, tidak tahu sedang memikirkan apa.


Serena tidak melakukan apapun di toilet, dia hanya duduk diatas toilet, menutupi wajahnya dengan tangannya dan memikirkan banyak hal.


Akhirnya dia mengerti kenapa dia marah atas kejadian malam ini ketika dia memikirkan ada wanita lain yang menemani Ralphie disampingnya, itu semua karena ia cemburu, dia cemburu kalau ada wanita lain disamping Ralphie. Karena itu setelah tau Ralphie tidak menyentuh wanita manapun dalam hatinya ia merasa senang.


Dia tidak bisa membohongi dirinya, dia tidak hanya ingin menjadi temannya…


Kalau dia hanya menganggap Ralphie teman, tidak mungkin dia begitu merindukan Ralphie pada saat ia keluar negeri beberapa hari. Kalau hanya teman, tidak mungkin ia mengirimkan pesan kepada Ralphie siang dan malam, setiap hari menanti kabarnya, panggilan telpon darinya. Kalau hanya teman, tidak mungkin ia marah ataupun sedih karena Ralphie.


Kalau hanya teman tidak mungkin Serena sampai meminta ijin dari kantor dan membelikan obat mengantarnya kesini untuk Ralphie ketika ia sakit. Ketika Ralphie tidak mau meminum obatnya Serena membelikan obat lain untuknya. Kalau hanya teman, tidak mungkin ketika Serena merasa sedih karena urusan kantor langsung menangis lega karena mendengar panggilan Ralphie terhadapnya.


Kalau hanya teman, tidak mungkin ia merasa tidak rela pergi dari rumah Ralphie.


……

__ADS_1


Ternyata Serena menyukai Ralphie.


__ADS_2