I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 82 Nomor Yang Salah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Flora adalah putrinya sendiri, dia sudah menjaga putrinya selama bertahun-tahun, Leonard merasa kasihan padanya.


Terutama dimatanya Flora adalah ‘putri angkat’ dan lebih perhatian daripada Serena, itulah yang membuat dia puas.


Hello! Im an artic!


Jadi ketika Flora mengatakan bahwa orang didalam gambar itu bukan dia, dia langsung percaya padanya.


Jadi insiden foto Flora berakhir menjadi foto palsu.


Meskipun Leonard percaya padanya, tapi Flora tidak bisa lega begitu saja.


Bagaimanapun hanya dia yang tahu bahwa foto ini bukanlah palsu, dia takut disisi lain kemampuan dan tujuan juga tidak bisa sembarangan keluar lagi…


Hello! Im an artic!


Kemarin Elliot mengatakan kepada Serena agar datang ke kantonya, jadi setelah hari kedua berkerja, dia pergi ke kantor Elliot.


“Halo, saya mencari ketua.” Serena dengan sopan berbicara dengan seketaris Elliot.


Seketaris Elliot memandang Serena dari atas sampai bawah, bahwa dia bukanlah orang yang berpangkat tinggi, dia bertanya, “Kamu orang mana? Ada apa mencari ketua?”


“Saya dari kelompok desain A…ketua meminta ku untuk datang mencarinya.” Serena menyentuh hidungnya dan menjawab.


Mendengar Serena mengatakan bahwa ketua yang menyuruhnya, seketaris itu mengangkat kepalanya.


Kemarin ketua secara khusus menyampaikan ada seorang desainer yang bernama ‘Serena’ yang datang mencarinya, tapi dia tidak terpikirkan orang nya ternyata begitu muda.


“Nama kamu Serena?” kali ini seketaris bertanya dengan sopan.


“Iya.” Serena menganggukkan kepala.


“Ketua sedang menunggu mu dikantor.” Seketaris berbicara dan berjalan sampai didepan kantor Elliot, mengetuk pintu tiga kali, “Ketua, Serena datang.”


Didalam terdengar suara, “Suruh dia masuk.”


Seketaris mendorong pintunnya, berdiri di depan pintu, dan membuat tanda mempersilahkan Serena untuk masuk.


Serena tersenyum pada seketaris kemudian berjalan masuk kedalam kantor Elliot.


Dia sangat familiar dengan kantor ini, berkat Halle dia bisa datang kesini.

__ADS_1


Meskipun pemilik kantor berubah tapi dekorasi didalam tidak berubah banyak.


Elliot sedang duduk didepan mejanya, melihat Serena masuk, dia menunjuk ke arah sofa, dan mengajaknya duduk.


Serena tidak mengganggu Elliot, duduk diam di sofa menunggu.


Sekitar 5 menit, Elliot menutup teleponnya. Melihat Serena melihatnya, “Sudah datang?”


Serena menganggukkan kepala ’em’ kemudian bertanya, “Tidak tahu kenapa ketua datang memanggil ku?”


Elliot tidak menjawab pertanyaan Serena dan bertanya: “Kamu rasa?”


“Eh…” Serena tertegun, dia melihat Elliot, sedikit tidak mengerti dengan maksudnya.


Elliot menatap Serena kemudia berkata: “Kamu lulus dari sekolah datang keperusahaan baru 3 bulan?”


Elliot sedikit tidak mengerti, mengapa ketua menanyakan dia ini tetapi dia menganggukkan kepala, “Iya.”


“Terakhir kali kamu dijebak mengenai menjiplak barang, kali ini dijebak oleh teman sekantor menjiplak dalam kompetisi.” Suara Elliot menggambarkan dua kisah Serena dalam tiga bulan fluktuasi.


“Er…Iya.” Serena menyentuh hidungnya dengan canggung.


Elliot tiba-tiba mengganti topik, bertanya, “Apakah kamu ingin memasuki pelatihan khusus?”


“Ha?” Serema sama sekali tidak mengikuti irama ketua.


Serena tertegun, mengambil dokumen, membuka dan melihatnya.


Dokumen tersebut berisi tentang pengantar dan ketentuan kelas pelatihan khusus ini.


Setelah selesai berbicara, Serena mengangkat kepalanya dan melihat Elliot, “Ketua, saya baru datang ke perusahaan kurang dari setengah tahun, sepertinya tidak memenuhi syarat.”


“Kamu sebagai pemenang desain kompetisi, seharusnya tidak ada yang tidak cocok.” Elliot berbicara.


Juara satu? Dia? Serena tertegun.


Elliot memandangnya dan kemudian berkata: “Data ini kamu bawa pulang dan lihat perlahan, jika kamu sudah memutuskan, datanglah padaku.”


Serena kembali kesadaran kemudian menganggukkan kepala: “Oh, oke.”


“Baik, keluarlah.” Elliot melambaikan tangan.


Serena bangkit dan memberi hormat lalu meninggalkan kantor.

__ADS_1


Melihat Serena pergi, Elliot perlahan bersandar kebelakang kursi, dan dengan lembut menggenggam ujung meja.


Kelas pelatihan khusus ini adalah alasan yang dia usulkan ketika dia setuju untuk memasuki PT. Antarts.


Dari awal dia sudah memiliki kandidat asli tapi melihat ‘aura’ Serena yang muncul dimatanya, benar, dia dari gambar melihat auranya. Jadi dia memutuskan untuk menambah satu kandidat lagi.


“Kompetisi desain perhiasan dunia masih ada setengah tahun lagi…”


Serena tidak tahu apa yang dipikirkan Elliot, dia sedikit ragu mengambil dokumen yang diberikan Elliot.


Dia ingin bergabung dengan kelas pelatihan khusus ini juga khawatir dengan pengalaman desainer nya yang masih kecil.


Berpikir seperti itu, dia menelepon Ralphie, ingin mendengar pendapatnya.


Dia mengira ponsel Ralphie masih belum siap, jadi dia menelepon ke kantor Ralphie.


Ketika telepon tersambung, Serena bergegas berkata: “Ralphie apakah kamu bebas hari ini? Aku ada sedikit masalah mencari kamu.”


Suara dari ujung telepon bukanlah suara Ralphie, melainkan suara wanita, “Halo.”


Bagaimana mungkin seorang wanita yang mengangkat teleponnya? Salah nomor? Terlintas dalam benak Serena, kemudian dia berkata, “Maaf, saya salah telepon.” Dan menutup teleponnya.


Dikantor Ralphie, seketaris perempuan mendengarkan suara bip dari telepon, meletakkan telepon dan meninggalkan kantor Ralphie.


Pukul 5 sore, Ralphie selesai rapat dan kembali ke kantor.


Felix memegang setumpuk dokumen, mengikut kebelakang Ralphie bertanya, “Direktur Su, apa hari ini anda berkerja lembur?”


Ralphie tidak berhenti berjalan hanya menjawab ’em’


“Apa yang kamu inginkan untuk makan malam?” Felix bertanya dan menekan IPAD.


“Kamu lihat.” Ralphie dengan santai menjawab, mendorong pintu kantor dan masuk kedalam.


Felix menggelengkan kepala, kemudian menundukkan kepala ke IPAD memesan makanan Ralphie.


Setelah memesan dia bersiap untuk keluar.


Seketaris wanita berburu-buru lari ke kantor, bersiap masuk kedalam kantor Ralphie tetapi dihalang oleh Felix.


“Apa yang kamu lakukan?”


Seketaris wanita melihat Direktur Su tetapi dihalang oleh Felix, dia dengan gerah menjawab: “Asisten Zhou, disini ada dokumen penting yang harus ditanda tangan.”

__ADS_1


Felix melihat dokumen yang ada ditangan seketaris perempuan kemudian berkata: “Berikan padaku.”


Seketaris perempuan menggigit bibirnya, menyerahkan dokumen kepada Felix, dan Felix memandangnya kemudian membawa dokumen itu masuk kedalam kantor Ralphie.


__ADS_2