I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 54 Serena dicopet


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah keluar dari Royal Club, Serena pergi ke pinggir jalan untuk memanggil taksi.


Hello! Im an artic!


Tiba-tiba ada sebuah sepeda motor datang dari jauh, saat itu dia tidak menyadarinya. Ketika sepeda motor itu melewati sisi tubuhnya, orang yang duduk di belakang sepeda motor mengulurkan tangan dan mencopet tasnya.


Serena pertama kali merasakan ada sebuah kekuatan yang sangat besar sedang menarik tas di bahunya, dan kemudian dia tidak bisa mengendalikan sampai saat dia hilang keseimbangan tubuh dan terjauh.


Hello! Im an artic!


Setelah jatuh, dia hanya merasakan sakit seperti ditusuk jarum pada bagian siku dan lutut, itu sempat membuatnya pingsan.


Seseorang di sampingnya berteriak: “Rampokkkk………”


Juga ada orang datang membantu Serena, dia membangkitnya dari tanah, “Nona, apakah kamu baik-baik saja?”


“Nona, tasmu sudah dirampok, cepat kamu panggil polisi.”


“Nona, lukamu lumayan besar, atau kamu pergi ke rumah sakit dulu …”


Orang-orang yang lewat di sekitarnya berbincang terus, sementara Serena tidak sanggup menjawab mereka satu per satu karena dia sangat sakit.


Pada akhirnya, Serena meminjam ponsel orang jalanan yang lewat untuk menelepon kepada Claudia Xu.


Setelah Claudia datang, pertama dia langsung membawa Serena ke rumah sakit untuk diperiksa.


Karena tarikan motor tadi terlalu kuat, saat Serena terjatuh ke tanah, kedua telapak tangannya tergores ke pergelangan tangan dan darah menjadi kabur.


Dokter perempuan yang merawat luka Serena bertanya dengan tatapan serius, “Bagaimana kamu bisa terluka? Sampai membuatnya seperti ini?”


“Aku tidak sengaja jatuh, ” jawab Serena.


Dokter perempuan itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Kamu tidak sengaja jatuh tapi parah juga lukamu.”


Wajah Serena tertegun dan tidak berbicara. Sebaliknya, Claudia yang disebelahnya membuka suaranya.


“Dia di rampok oleh motor yang melaju kencang, tasnya dirampok, orangnya juga terjatuh sampai kayak gini.”

__ADS_1


Dokter perempuan itu terkejut mendengar kata-kata Claudia, “Perampoknya kok ganas sekali?”


Claudia menggema, “Betul sekali, sekelompok sampah masyarakat.”


“Aku berharap polisi dapat menangkap mereka lebih cepat.” Setelah dokter perempuan selesai mengucap, dia membuka lagi beberapa kotak obat untuk Serena.


Akhirnya dia memesankan lagi: “Lukanya jangan tersentuh air, besok datang lagi untuk menggantikan obatnya.”


“Baik, terima kasih, dok.” Claudia berterima kasih kepada dokter dan memapah Serena keluar dari ruang medikal.


Setelah keluar dari ruang medikal, Claudia mulai mengoceh, “Aku bilang Ser, bukannya kamu pergi untuk melihat kekasihmu? Bagaimana kamu bisa dirampok?”


Ketika mendengar kata ‘si kekasih’, mata Serena menjadi gelap, lalu berkata: “Aku sedang menunggu taksi di pinggir jalan juga tidak tahu mengapa bisa begini.”


Claudia menghela nafasnya terus berkata: “Sudahlah, yang penting kamu tidak apa-apa, ayo kita pergi ke kantor polisi dulu.”


“Ya.” Serena mengangguk kepalanya.


Setelah membuat transkrip di kantor polisi dan mendaftarkan barang-barang berharga yang ada di tas, Serena dan Claudia bersama-sama kembali ke tempat tinggal mereka.


Awalnya karena soal Ralphie membuatnya sakit hati, sekarang ditambah lagi perampokan yang dialaminya, Serena kembali ke kamar sendiri dan tidak pernah mau keluar lagi. Bahkan saat Claudia menyuruhnya untuk makan malam, dia juga menolaknya.


Masalah Pastor Su tidak begitu besar, hanya pingsan tiba-tiba. Setelah Ralphie menunggu ayahnya terbangun ia langsung meninggalkan rumahnya.


Ketika dia melihat pakaian kotor di mobilnya yang ditaruh Serena, dia teringat bahwa dia telah melupakan Serena di Royal Club.


Dia segera mengambil teleponnya dan menelpon Serena, namun telepon Serena sedang ditutup. Dia langsung menelpon ke Isa.


Informasi yang dapat dari Isa yaitu, Serena juga ikut pergi setelah dia meninggalkan ruang.


Meskipun ini adalah jawaban yang diharapkannya, tetapi tidak tahu mengapa, di hati Ralphie merasa sedikit jengkel yang tidak dapat dijelaskan.


Setelah memutuskan panggilan telepon Isa, ia mengambil setir dan siap untuk pergi ke Gallowen Manor untuk mencari Serena.


Tapi pada tengah perjalanan, ia menerima sebuah panggilan dari Felix Zhou, Felix mengatakan bahwa ada masalah di kantor pusat. Ralphie harus menyerah untuk menemukan Serena dan langsung bergegas ke kantor pusat.


Karena dokter memesankan harus menggantikan obat untuk lukanya, Serena pergi ke rumah sakit di hari berikutnya, namun kali ini dia tidak membiarkan Claudia menemani, tetapi pergi sendiri.


Ada banyak pasien yang mengantri di rumah sakit, Serena sudah mengantri lebih dari sepuluh menit baru dapat nomor antrian.

__ADS_1


Setelah mendaftarkan data diri, dia langsung bergegas ke ruang medikal, namun dia kurang berhati-hati sampai dia tertabrak jatuh dengan orang yang jalan mendatanginya.


Karena terlalu kuat, sampai membuat Serena hilang keseimbangan tubuh, lalu orangnya terbalik mundur kebelakang, saat melihat tubuhnya akan menghantam ke lantai. Tiba-tiba ada sepasang tangan yang kuat menangkap pinggangnya tepat pada waktunya, sehingga Serena terselamatkan dari kejatuhan.


“Kamu tidak apa-apa, kan?” Suara lembut itu terdengar dari atas kepala.


“Iya, aku tidak apa-apa…” Serena mendongak dan melihat wajah tampan sambil tersenyum. Dia mendengus dan berkata lagi, “Sebenarnya aku yang tidak sengaja menabrakmu, maaf.”


“Gak apa-apa kok.” Pria itu menggelengkan kepalanya dan melepaskan tangan dari pinggang Serena.


“Ya.” Serena mengangguk kepalanya, lalu berbalik dan pergi.


Setelah Serena pergi, pria itu berbalik badan dan siap untuk pergi.


Hanya beberapa langkah yang ditempuh, telepon yang di sakunya langsung berdering, dan lelaki itu menundukkan kepalanya terus menyentuh telepon tersebut. Ketika dia melihat nomor yang muncul di telepon, wajahnya langsung tersenyum, “Hei, Isa.”


“Ryan, bukannya kamu akan kembali ke China di pagi hari? Dimana kamu sekarang?” Suara itu datang dari telepon.


“Bukannya makan malam, ya? Ini baru jam dua siang, apa yang kamu cemasin?” Wajah sunyi dengan senyuman tak berdaya.


Isa tersenyum dan berkata: “Pergi ke Royal Club ikut acara hiburan sebelum makan malam.”


“Kamu dan aku ? Jangan deh.” Lebih baik tidur di hotel saja ketimbang hanya dengan Isa.


Isa berkata lagi, “Juga ada Ralphie.”


“Pria sibuk seperti Ralphie, pagi gini dia akan keluar? Isa, kamu berteriak padaku?” Ryan menggelengkan kepalanya, sedikit pun tidak percaya kata-kata Isa, pria itu benar-benar tidak dapat diandalkan.


Ketika mendengar kata-kata Ryan yang tidak mempercayainya, Isa segera berteriak lagi, “Ryan, kamu kira aku berbohong kepada kamu?”


Ryan tidak menjawab Isa, itu adalah default.


“Sial, Ryan, ini adalah Ralphie yang memintaku untuk bertanya padamu, kalau tidak datang itu kamu yang rugi.”


Mendengar Isa berkata bahwa ini adalah undangan Ralphie, Ryan mengangkat alisnya kemudian bertanya, “Ketemu di mana?”


Setelah beberapa detik terhening, Isa lanjut bertanya, “Kita temu di lobi Royal Club setelah jam satu lewat.”


“Sampai jumpa.”

__ADS_1


__ADS_2