I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 138 Pergulatan Sebelum Pernikahan (2)


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dilorong ada sebuah kamar, yang didalamnya ada Ralphie yang mengenakan jas putih sedang berdiri didepan jendela, tidak tahu apa yang sedang dipikirkan.


Tak lama, suara ketukan pintu terdengar.


Hello! Im an artic!


Ralphie tidak membalikkan kepalanya, hanya dengan datar berkata, “Masuk.”


Pintu besar terbuka, Felix membawa Lacey dan satu perempuan cantik, dari depan masuk kedalam.


“Direktur Su, Nona Shen dan Nona Tang sudah datang.”


Ralphie tidak berbicara lalu pelan-pelan membalikkan badan.


Hello! Im an artic!


“Kak Ralphie.”


“Kak Ralphie.”


Lacey dan perempuan muda nan cantik bersamaan menyapa Ralphie.


Ralphie dengan datar berkata ‘En’, kemudian berkata: “Aku mencari kalian datang, karena ada sesuatu yang ingin aku minta tolong.”


Molly Su, perempuan cantik sepupu Ralphie tersenyum berkata, “Kak, kita semua satu keluarga, pasti bantuin kok.”


“Kak Ralphie kamu atur saja.” Jawab Lacey sambil menganggukan kepala.


“En.” Ralphie menganggukan kepala kemudian berkata: “Tunggu kakakmu dan Isa datang, aku baru beritahu kalian.”


Pas banget, baru saja Ralphie selesai berbicara, Ryan dan Isa membuka pintu dan masuk, “Kasih tahu kami apa?”


Ralphie mengangkat alis dan dengan datar berkata, “Aku pikir aku perlu pergi sendiri untuk mengundang kalian.”


“Waktu kami masuk kami bertemu……” Isa awalnya ingin berkata ketika ingin masuk mereka bertemu Flora, tetapi belum selesai dia berbicara, Ryan langsung memutuskan perkataanya.


“Tadi ada sedikit masalah.”


Ralphie terbingung sebentar melihat Isa dan Ryan, kemudian berkata, “Aku meminta kalian datang, ingin meminta tolong kalian menjadi bridesman dan bridesmaid.”


Lacey begitu mendengar Ralphie meminta dia menjadi bridesmaid, senangnya bukan main, “Wah, jadi bridesmaid Kak Ralphie, sebuah kehormatan untukku.”


Molly lebih kalem, jadi dia hanya tersenyum menganggukan kepala.

__ADS_1


“Kalian?” Ralphie melihat kearah Isa dan Ryan yang tidak berbicara.


Ryan merenggakan bahunya dan ekspresi pasrah.


Hanya Isa yang langsung mengeluh: “Ralphie, kamu kenapa ngga ngomong dari awal? Aku dan Ryan bisa siap-siap dari awal baru datang.”


Ralphie malas untuk meladeni dia dan langsung menyuruh Felix untuk membawa mereka ganti baju.


Setelah melihat Felix mereka pergi, Ralphie pelan-pelan duduk disofa.


Dia bisa menyiapkan seperti ini, karena Lacey, Isa dan Ryan mengenal Serena, jadi kalau sampat terjadi sesuatu lebih mudah untuk menjaga Serena.


Diruangan pengantin wanita, Serena tanpa ekspresi dengan pasrah membiarkan orang yang makeup untuk membantunya ganti baju dan makeup.


Melihat dirinya sendiri didalam cermin, pelan-pelan dimakeup-in, berbeda seperti biasanya.


Matapun pelan-pelan penuh dengan air mata……


Penata rias pun terkejut, “Yah, pengantian kenapa nangis? Make upnya jadi luntur semua……”


Apakah dia menangis? Serena melihat ke arah cermin, wajahnya penuh dengan air mata.


Benar, dia menangis.


Dari hari pernikahan yang sudah ditentukan hingga sekarang, dia terus terdiam menunggu hari ini hari pernikahannya.


Bagaimana mungkin dia bisa melakukannya?


Dia ingin menikah, tetapi bukan menikah kepada orang yang tidak dia cintai.


Walaupun dia ingin menikah dengan orang yang dia cintai, tetapi orang itu selamanya tidak akan mungkin menikahinya.


Tetapi jika mungkin, dia bersedia seumur hidup tidak menikah! Tetapi kenyataan berkata lain!


Penata rias terburu-buru mengambil tisu untuk menghapus air mata Serena, setelah air mata kering dia akan makeup-in ulang.


Sayang sekali, air mata Serena terus mengalir, bagaimana pun penata rias mencoba melapnya tetap saja tidak kering.


Penata rias panik hingga ingin menangis, “Nona Luo, Anda begini jadi nggak bisa di make up.”


Serena tidak berbicara dan terus membiarkan air matanya mengalir.


Penata rias tak bisa berkata apapun, hanya bisa mengambil tisu dan membiarkan Serena menangis, apa boleh buat karena dia hanya dibayar orang.


Serena menangis kurang lebih sepuluh menitan.

__ADS_1


Penata rias saja dapat melihat dengan jelas, pengantin wanita tidak bersedia menikah, tetapi mau tak mau harus menikah, makanya menangis separah ini.


Jadi sambil membantu hapus air mata Serena, dia juga mencoba menenanginya.


“Jangan terlalu sedih, kalau kamu sudah memutuskan menikah dengan seseorang maka kamu harus berpikir positif.”


Serena menganggukan kepala, “Ia.”


Waktu resepsi pernikahan semakin dekat, tamu dirumah istana semakin ramai, orang banyak maka perdebatan juga mulai banyak.


“Awalnya memikirkan Grup Su yang sebelumnya menyewa hotel setengah pulau saja sudah sangat luar biasa, tak disangka yang kali ini lebih mewah dan megah lagi.”


“Kamu ngerti apa, berarti menandakan pernikahan ini bagi Grup Su sangatlah penting.”


“Betul! Grup Luo benar-benar beruntung, perjodohan pernikahan sebelumnya ribut seperti itu, kali ini bisa membuat Grup Su sebegitu menganggap penting.”


“Apanya yang tetap menganggap penting? Aku kasih tahu ya, kali ini pengantinnya bukanlah yang sebelumnya, sudah ganti orang.”


“Pengantinnya ganti orang? Ganti siapa?”


“Awalnya putri angkat Grup Luo, sekarang adalah putri kandung dari Grup Luo……”


Flora yang sedang memegang wine dan berjalan di kerumunan orang banyak pun mendengar perdebatan ini, senyum diwajahnya pun berubah menjadi cemberut.


Karena orang yang dijodohkan dari Flora diganti Serena makanya Grup Luo dihargai dan dianggap penting oleh Grup Su!


Karena Serena……


Mengapa Serena lagi?


Mata Flora menjadi merah, emosi kemarahannya melonjak tinggi.


Kekesalannya semakin memanas, hingga akhirnya Flora melempar gelas yang ditangannya ke lantai.


Gelas yang jatuh dari ketinggian yang cukup tinggi mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring.


Suaranya memang tidak terlalu keras, tetapi orang disekitar banyak, jadi Flora pun menjadi perhatian.


Flora awalnya karena kesal makanya kehilangan akal dan melempar gelas ke lantai, dan akhirnya pun tersadar.


Dan menyadari pandangan orang sekitar, wajahnya berubah mejadi pucat dan malu.


Kebetulan Bella melihat kondisi ini jadi dengan cepat membawa Flora pergi.


Setelah mereka pergi, pelayan langsung membereskan, semua kembali normal, kejadian kecil seperti ini tidak ada apa-apanya, jadi semua orang akan dengan cepat melupakannya.

__ADS_1


Malahan Ralphie yang mengetahui masalah Flora tidak memberikan ekspresi sama sekali.


Hanya menyuruh Felix untuk mencarikan orang mengawasi Flora.


__ADS_2