I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 199 Memberikan Kepuasan Menggunakan Uang Kepada Orang yang di Cintai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie terus menunggu Serena di dalam kamar, Ralphie akhirnya tak dapat menunggu lagi, hasil menunggunya tiba-tiba muncul sebuah berita sms dari bank.


Clover Plaza, toko pakaian wanita Chanel biaya yang di keluarkan 88.000 yuan.


Hello! Im an artic!


Toko pakaian wanita Chanel? Ralphie tercengang sejenak, sekali lagi dengan teliti melihat SMS itu, dia sadar nomor yang di gunakan adalah Black card miliknya.


Pakaian wanita? Black card?


Ralphie teringat, dia memberikan Serena Black card cadangannya.


Serena yang memakainya…… mendapat kesimpulan ini sudut bibir Ralphie perlahan terangkat.


Hello! Im an artic!


Dulu dia sering melihat orang mengeluh karena istrinya berbelanja menggunakan cadangan black card milik suami, tapi raut wajah Ralphie malah senyum bahagia karena hal ini.


Seperti lelocon, Pria bertugas mencari uang menafkahi keluarga, wanita bertugas menghabiskan uang untuk kebahagian keluarga.


Saat itu Ralphie tak paham perasaan itu seperti apa.


Tapi hari ini, dia baru tahu, sewaktu wanita yang dicintai menggesek kartunya untuk membeli barang, hatinya sungguh sangat puas.


Dia perlahan duduk di sofa, menatap hpnya, menunggu sms dari bank lagi.


Lalu dia terus menunggu sampai hari mulai gelap, SMS dari bank tak lagi ada.


Malahan dia masih seperti orang bodoh yang mengira hpnya sedang bermasalah, menggunakan telepon di dalam kamar menghubungi hpnya sendiri dan menyambung.


Setelah memastikan hpnya tak bermasalah, Ralphie mulai mengerutkan dahinya.


Serena dan Lacey mereka shopping, dan hanya beli sepotong baju?


Dia ingat Ryan sering bercerita kalau dia dan adiknya sekali pergi shopping, tas besar tas kecil harus puluhan……


Perasaan satu di banding sepuluh, selalu membuat Ralphie sedikit tidak keren.


Tapi, dia merasa, Serena mulai menggunakan uangnya, sudah awal yang sangat baik.


Tapi dia juga tidak tahu, jika bukan karena Molly memaksanya ingin membayarkan baju itu untuk Serena, Serena sendiri pasti tidak akan menggunakan uang ini.


Sebenarnya serena berencana setelah makan malam di rumah Lacey lalu pulang, tapi Lacey ngotot memaksa Serena untuk menginap satu malam.


Lagipula dia melihat Molly seperti ingin menginap di rumah Lacey satu malam, juga tidak enak menolak, lalu menyetujuinya.


Karena tahu akan menginap di rumah Lacey satu malam, Serena otomatis menelepon kakek untuk sekedar melapor, menghindari kakek melihat mereka tidak pulang lalu khawatir.

__ADS_1


Sewaktu Serena menelepon kakek, kakek sedang makan, termasuk juga Ralphie.


Theo buru buru membawa hp menyerahkan kepada Kakek, “Kakek, nona muda menelepon.”


Kakek mendengar Theo berkata Serena menelepon, langsung meletakan sumpit yang di pegang tangannya, mengangkat telepon, “Halo?”


Ralphie sedang mendengar ‘Nona muda’ dua kata ini, meskipun tidak mengangkat kepalanya, tapi seluruh perhatiannya berpindah kepada telepon di sana.


Malah berharap juga dapat mendengar, mendengar percakapan antara kakek dan Serena.


“Kakek. ” Telepon itu menyambungkan suara Serena.


Kakek bertanya dengan tawa kecil, “Serena, sudah makan malam kah?”


“Sudah makan, Kakek anda sudah makan belum? ” Serena dengan sopan bertanya.


Kakek bertanya, “Sedang makan, Serena kamu ada masalahkah?”


“Aku hanya ingin memberitahu kakek saja, Lacey menahan aku dan Molly untuk menginap satu malam di rumahnya. ”


Mendengar Serena berkata akan menginap satu malam di rumah Lacey, sorot mata kakek terarah pada Ralphie yang duduk di sebelah sana, kemudian berkata, “Iya, kamu tenang saja main di sana, besok kakek suruh orang untuk menjemputmu.”


“Terima kasih kakek, kakek lanjut makanlah, aku tidak mengganggu lagi, sampai jumpa. ”


“Sampai jumpa. ” Kakek menutup telepon, kemudian melihat ke arah Ralphie, “Kamu tidak memberi tahu kepulanganmu hari ini kepada Serena?”


Kakek dengan raut wajah yang baru sadar, “Tak heran dia setuju menginap satu malam di rumah Lacey.”


Ralphie mengangkat kepala terkejut memandang ke arah kakek, “Menginap semalam di rumah keluarga Shen?”


“Iya. ” Kakek menggangguk anggukan kepala, kemudian berkata: “Terlalu kangen istrimu? Syukurin, salah siapa sebelum pulang tidak menghubungi Serena sama sekali?”


Cucu kandungnya terlihat cemburu, sungguh jarang di temukan, kakek otomatis tak ingin kehilangan kesempatan untuk menenangkannya.


Ralphie tidak bicara, menunduk dan melanjutkan makannya.


Setelah menghabiskan makanan di mangkuknya, seperti tak terjadi masalah pergi meninggalkan ruang makan.


Jelas jelas memikirkan sungguh masalah ini, masih terus berpura pura tak memikirkannya……


Kakek memandang Ralphie meninggalkan ruang makan, dari lubuk hati berkata, besok suruh dia pergi ke keluarga Shen menjemput Serena!


Karena Serena menginap di rumah keluarga Shen, perasaan Ralphie sedikit tidak baik, di tambah dengan perbedaan waktu yang terjadi, semalam Ralphie tak dapat tidur nyenyak, sungguh tidak mudah sampai jam 5 subuh, dia baru tertidur.


Akhirnya dari luar terdengar suara ketukan pintu.


Ralphie yang kurang tidur, dengan kesal membuka pintu, melihat Theo yang ada di luar, dengan dingin berkata, “Ada apa? ”


“Kakek meminta tuan muda pergi ke rumah keluarga Shen menjemput nona muda pulang. ” Theo langsung menyampaikan perintah Kakek kepada Ralphie.

__ADS_1


Ralphie tertegun sejenak, baru menjawab: “Sudah tahu.”


Theo tahu suasana hati tuan muda sedang tidak baik, juga tidak menunggu lama bertatapan dengan wajahnya, dia membungkukkan badannya sebagai tanda hormat, membalikan badan lalu pergi.


Ralphie menutup pintu, sambil membuka kancing bajunya berjalan masuk ke kamar mandi.


Setelah mandi, dia juga sudah lebih segar.


Lalu pergi ke ruang pakaian, memakai baju yang sedikit santai, baru keluar dari ruangan.


Setelah melewati ruang depan, dia bertemu dengan Theo, dengan datar memandang sekilas, lalu lanjut jalan keluar.


Meskipun Theo sedikit takut kepada tuan muda, tapi tetap bersuara bertanya, “Tuan muda, sarapan sudah siap, anda mau makan sebentar?”


“Tidak perlu. ” Ralphie sambil menjawab, tapi tak menolehkan kepalanya dan terus berjalan keluar.


Sampai di luar pintu gerbang, Ralphie menyetir sendiri, to the point dan langsung pergi.


Serena tak memiliki kebiasaan bangun siang, apalagi dia menginap di rumah orang lain.


Belum sampai jam 7, dia sudah bangun.


Setelah membersihkan diri, dia keluar dari kamar.


Serena pikir keluarga Shen tidak ada yang akan bangun sepagi ini, tidak di sangka sampai di ruang makan, sudah melihat Ryan duduk di sofa menonton televisi, dan terlihat dia sudah lama bangun tidur.


Ryan melihat Serena juga sedikit kaget, “Serena bangun awal sekali?”


“Sepagi paginya juga tak sepagi kamu. ” Serena menggaruk garuk hidung menjawab.


Ryan tersenyum dengan hangat: “Aku bukan bangun awal, hanya saja belum terbiasa dengan perbedaan waktu.”


“Jangan bilang kamu semalam tidak tidur? ” Serena bertanya dengan kaget..


Mendengar perkataan Serena, Ryan menujukkan giginya dan tertawa, “Mana mungkin aku semalaman tidak tidur? Hanya terbangun lebih awal beberapa jam saja.”


“Oh.” Serena mengangguk anggukan kepala.


Ryan ‘Ya’ merespon lalu berkata lagi: “Kamu duduk dulu sebentar, pembantu sebentar lagi akan menyiapkan sarapan.”


“Tak apa, aku tidak lapar. ” Serena tersenyum, duduk di lain sisi sofa.


Setelah Serena duduk, Ryan mengambil remote dari atas meja teh, memberikannya pada Serena, “Kamu pilih sendiri yang kamu mau nonton.”


“Tak perlu, yang kamu lihat bagus saja. ” Serena menggeleng menolak.


Ryan memandang sebentar ke arah Serena, kemudian dengan serius berkata, “Ser, aku dan Ralphie sudah seperti saudara kandung, kamu begitu dekat denganku, jika Ralphie tahu, aku bisa jadi tidak dapat hidup tenang.”


Serena tertegun sejenak, dengan wajah merasa bersalah berkata, “Maaf, aku tidak……”

__ADS_1


__ADS_2