I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 209 Serangan Balik Dottie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ekspresi pada wajah Dottie sama sekali tidak berubah, berkata dengan samar, “Apakah ada kejadian seperti ini? Kenapa aku tidak mengingatnya?”


Mendengar Dottie yang berkata bahwa dia tidak mengingatnya dengan buru-buru Serena menjawab, “Designer Dottie, bagaimana bisa kamu sampai melupakannya? Tahun lalu kamu selalu memberiku tugas untuk mendesain bebeapa gambar itu, masalah ini asistenmu juga mengetahuinya.”


Hello! Im an artic!


Dottie tidak menjawab perkataan Serena, hanya memutar badan menatap asisten dibelakangnya dan berkata, “Kamu pernah melihat aku menyuruh dia menyelesaikan suatu tugas?”


Asistennya itu sudah lama berada dibawah kendalinya, dia tanpa diperintah juga sudah tau apa yang harus dia lakukan.


Dia berlagak seperti seseorang yang tidak tau apa-apa dan berkata, “Tidak tidak pernah melihat kak Dotti memberimu tugas untuk mendesain sesuatu, kamu hanya asisten perancang, apa kamu benar-benar merasa bahwa kamu adalah seorang perancang?”


Dia berkata sampai tahap ini, jika Serena masih tidak mengerti, dia benar-benar sangat bodoh.”


Hello! Im an artic!


Dia benar-benar sudah tertipu oleh Dotti, Dotti bukannya tidak pernah memberinya tugas untuk mendesain, tetapi menipu desain miliknya itu.


“Sebagai seorang perancang bagaimana kamu bisa berbuat seperti ini?” Serena dengan tubuh yang bergetar menunjuk ke arah Dotti.


Semuanya sudah diketahui oleh Serena, Dotti juga tidak berpura-pura lebih jauh lagi, kedua tangannya memegangi dadanya, tanpa ragu membentak Serena, “Kenapa berbuat seperti ini? Jawabannya sangat mudah, karena kamu bukan siapa-siapa, tetapi aku punya kemampuan, punya kekuatan untuk melakukannya.”


Raut muka Serena seketika berubah, “Perancang Dotti, aku tidak akan membiarkanmu melakukan rencana jahatmu itu.”


Setelah mendengar perkataan Serena, raut muka Dotti berubah menjadi sangat menakutkan, “Aku kasih tau ya, Serena, kamu lebih baik nurut dan bantu aku mendesain, jika tidak, aku akan membuatmu merasakan akibatnya.”


Serena merasa sangat marah, marah sampai mau bernafaspun terasa susah, dan tidak mau tertindas berkata, “Aku lebih baik memperhatikan bagaimana perancang Dotti akan membuatku merasakan akibatnya.”


Dotti tidak mengira bahwa ancamannya tidak digubris oleh Serena, ditambah lagi sekarang dia lebih sulit untuk ditaklukkan.


“Baiklah, kita lihat saja, siapa yang akan percaya dengan kata-katamu itu.”


Sorot mata Dottie memancarkan aura keksalan, Serena yang tidak tau diri, jangan menyalahkannya jika kanu tidak akan bertahan lama di bagian perancangan.


Iya, Dottie berencana untuk membesar-besarkan masalah ini.


Meskipun desain itu adalah Serena yang membuatnya, tetapi sketsa desain nya ada di tangan Dottie, Serena tidak mempunyai bukti apapun.


Dan juga jabatan yang diemban Dottie.


Dia percaya bahwa bawahan hingga atasannya mereka mengerti siapa yang akan mereka percayai.

__ADS_1


Jadi Dottie dengan dasar yang kuat percaya bahwa dia akan menang.


Dottie terlalu percaya diri akan kata-katanya, juga terlihat kesusahan, kegagalan yang sangat tragis.


Serena yang biasanya gampang diajak bicara, tetapi begitu dia disinggung sampi batas kesabarannya, Serena juga tidak akan berbelas kasihan, terutama hari ini Dottie yang merusak impiannya.


Meskipun Ralphie kemarin malam tidur sangat malam, tetapi hari ini jam sepuluh siang dia ada rapat penting, jadi sebelum jam sembilan dia sudah terbangun.


Setelah cuci muka sikat gigi, dia kelur dari kamarnya sambil memakai dasi, saat melewati kamar Serena, kebetulan mendengar para pelayan yang sedang berbisik-bisik.


“Apa ini hp milik Nyonya? Kenapa bisa ada disini?”


Ralphie sebenarnya tidak begitu peduli, tetapi begitu mendengar kata hpnya Serena, dia seketika menghentikan langkahnya.


“Kenapa?”


Para pelayan terdiam, kemudian menjawab, “Tuan, ini hpnya Nyonya ketinggalan, ada di balkon.”


Balkon? Sorot mata Ralphie seketika beralih ke arah balkon.


Bukannya dia sudah dari pagi berangkat kerja? Kenapa hpnya bisa tertinggal di balkon?


Ralphie terdiam, kemudian berjalan mendekati pelayan dan mengambil hp dari tangannya.


Diatasnya tertulis keterangan waktunya adalah pukul tiga pagi…..


Pukul tiga pagi , dia bermain hp di balkon?


Ralphie seketika teringat akan sesuatu bahwa dia kembali pada jam tiga lebih, yang Serena tiba-tiba turun kebawah.


Saat itu Serena mengatakan bahwa dia haus dan akan pergi mengambil minum, sekarang terlihat jelas bahwa dia turun sama sekali bukan karena haus, dia yang duduk di balkon dan ketika melihat Ralphie kembali langsung pergi kebawah menghampirinya.


Dia pastinya tau juga saat Ralphie keluar rumah, dan tetap menunggunya di balkon.


Mengetahui hal ini membut hati kecil Ralphie campur aduk, terkejut, bahagia, dan juga rasa bersalah….


Dan tepat pada saat itu juga hp milik Serena berdering.


Ralphie seketika melihat dari layar hp bahwa itu adalah Louisa, berdiam sebentar baru kemudin menekan tombol angkat dan mendengarkan.


Begitu diangkat langsung terdengar suara Louisa.


“Serena, aku mau mengatakan sesuatu kepadamu, semua desain yang telah kamu gambar sudah diakui bahwa itu milik Dottie, dan dia masih menggunakan desain kamu untuk mendapatkan pengakuan dari perusahaan…..

__ADS_1


Ralphie tidak menunggu Louisa menyelesaikan kata-katanya seketika menyela, “Serena sudah berangkat ke kantor.”


Suara Louise perlahan-lahan terhenti, setelah beberapa saat kemudian bertanya, “Kamu siapa?”


“Aku adalah orang yang kemarin malam bersama dengan Serena.” Ralphie menjawab dengan samar-samar.


Louisa seketika dengan sopan menyapa, “Halo, apa kabar.”


Ralphie tidak menjawab sapaan yang dilontarkan Louisa, dia hanya berkata, “Mengenai masalah desain milik Serena yang diakui orang lain itu apa maksudnya?”


“Itu Dottie yang melihat kualitas desain milik Serena….” Louisa dengan gamblang menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir.


Ralphie yang semakin mendengarnya membuat kemarahannya semakin memuncak.


Setelah menunggu Louisa menyelesaikan kata-katanya dia langsung berkata dengan dingin, “Kamu sekarang pergi temui Serena, jangan sampai dia ditindas, aku segera kesana.”


Louisa tanpa berpikir panjang langsung setuju, “Baiklah.”


Setelah Louisa memutuskan teleponnya dia segera bergegas meninggalkan bagian penjualan dan menuju ke ruangan Serena.


Alhasil begitu dia sampai di kantor, dia mendengar bagian perancangan yang sedang berdebat hebat.


Mendengar kata bagian perancangan sedang ribut besar, Louisa seketika teringat akan Serena, dia segera pergi kedalam untuk mengecek.


Begitu dia sampai, dia labgsung meihat Serena sedang berdebat dengan Dottie dengan dikelilingi oleh begitu banyak pegawai bagian perancangan yang sedang mengerumuni mereka membicarakan mereka dibelakang.


Saat Louisa hendak menuju ke arah Serena, seketika orang-orang berteriak: “Ketua Manajer datang.”


Ketua manajer datang, mungkin dia bisa membantu menyelesaikan masalah Serena.


Louisa berpikir demikian dan mengurungkan niatnya untuk berlari ke arah Serena dan malah berdesak-desakan dengan pegawai lain dan mengamati dengan tenang.


“Baru mulai bekerja sehari setelah libur saja sudah ribut? ” ketua manajer berkata dengan ekspresi yang menakutkan, begitu datang langsung menatap ke arah Serena dan Dottie dan memarahinya.


Dottie dengan liciknya menjelaskan sambil menunjuk-nunjuk ke arah Serena, “Ketua manajer, bukan saya yang ingin berantem, dia yang memulainya.”


“Saya juga tidak ingin ribut seperti ini, saya cuma ingin membuat Kak Dottie mengembalikan desain yang dia ambil.” Serena melakukan pembelaan.


Dottie dengan ekspresi memelas berkata, “Ketua manajer, anda liat sendiri, dia masih memfitnahku mencuri desain miliknya….”


“Aku tidak memfitnah……” Serena belum menyelesaikan kalimatnya, ketua manajer seketika menyeanya, “Sudah lah, jangan ribut lagi.”


Melihat Serena yang tertindas, Dottie melebarkan senyum kemenangan yang terpampar jelas di mukanya.

__ADS_1


__ADS_2