I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 142 Aku Dan Dia Dijodohkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Awalnya Serena hanya menebak, tapi tak disangka dengan begitu cepat ia mendapat jawaban langsung dari Ralphie


Ralphie adalah Ketua Direktur Grup Su, dan ia di nikahi oleh Ketua Direktur Grup Su.


Hello! Im an artic!


Apakah karna ia mengetahui bahwa orang yang dijodohkan dengannya adalah Serena jadi ia baru menikahinya?


Otak Serena muncul pemikiran tersebut, tetapi segera ia mengelaknya.


Bukan, pasti bukan.


Dia tidak menyukaiku, yang ia sukai adalah kakak.


Hello! Im an artic!


Kalau ia tahu orang yang akan ia nikahi adalah Serena, ia pasti tidak akan setuju,orang yang dijodohkan dengannya adalah kakak.


Dan sangat kebetulan… ia menggantikan posisi kakaknya…


Hati Serena sangat kacau. (Ketua Direktur Su, istri mu berpikir yang tidak-tidak. Cepat jelaskan kepadanya…)


Lacey adalah seorang gadis yang sangat pintar, ia sudah merasakan sesuatu yang aneh dari percakapan Ralphie dan Serena.


Walaupun ia tidak mengerti apa yang terjadi, tapi ia mengerti masalah ini bukanlah masalah yang bisa ia dan Molly campuri.


“Kak Ralphie sudah datang, aku dan Molly pergi dulu” kemudian ia segera menarik Molly dan berjalan keluar.


Ralphie menunggu Lacey dan Molly pergi, baru memasuki ruangan.


Melihat Ralphie masuk, Serena tidak tahu harus berkata apa, saking gugupnya ia hanya mengucapkan kalimat yang tidak lengkap, “Aku… kamu…”


Ralphie mengangkat alis dan bertanya “Apa?”


“Maksudku… pernikahan kita seperti ini… seharusnya tidak termasuk…” belum selesai berbicara Ralphie sudah memotongnya.


“Grup Su dan Grup Luo sudah menandatangani kontrak, kamu berencana melanggar kontrak?”


Sial, Serena ternyata benar tidak ingin menikah dengannya.


Mendengar Ralphie menyebut kontrak, hati Serena berdebar.


“Kontrak… tidak bisa…” sebelum kata “diubah” keluar dari mulut Serena, Ralphie sudah berkata “Tidak bisa.”


Ia tidak akan mungkin mengubahnya, ia ingin menggunakan kontrak ini untuk mengikat Serena agar tetap bersamanya.


Kontrak tidak bisa diubah, jadi mereka tetap adalah suami istri. Serena merasa sedikit gembira, tetapi juga merasa sedih, karna ini semua seharusnya milik Flora,”Oh… kalau begitu…”

__ADS_1


Takut Serena lanjut berbicara, Ralphie langsung tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara lagi dan langsung berkata “Aku masih ada urusan, aku pergi dulu.”


Ia bergegas pergi tanpa menunggu Serena menjawab.


Melihat bayangan Ralphie yang kian menjauh, hati Serena terasa sakit.


Ia pergi, pergi begitu saja.


Ya, mengapa dia tidak pergi? Dia bukan benar-benar ingin menikahinya.


Orang yang ia sukai bukan Serena, melainkan kakak.


Tetapi ia malah salah menikahi Serena.


Dan karena kontrak itu, pernikahan ini tidak ada kesempatan sedikitpun untuk menyesal.


Serena merasa bahwa Tuhan sedang bercanda dengannya, ia tidak berniat menjadi orang ketiga tetapi malah tanpa sadar menjadi orang ketiga, dan malah adalah orang ketiga diantara pria yang ia sukai dengan kakaknya sendiri.


Saat Serena tengah merenung, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Serena mengangkat tangan dan mengelap air matanya sambil berkata, “masuklah.”


Pintu terbuka, Lacey dan Molly pun masuk dan membawa seorang penata rias.


“Serena, aku membawa penata rias untuk membantumu menganti baju.”


Serena terdiam sejenak dan bertanya “make up nya sudah boleh dihapus?”


Serena bertanya dengan tidak enak hati, “Aku tidak terbiasa make up, apakah sudah boleh di hapus?”


“Tentu saja boleh.” Lacey menjawab sambil menganggukkan kepala


Serena hanya menjawab “ooo” dan menoleh ke arah penata rias dan berkata “kalau begitu tolong yaa”


“Nona Luo terlalu sungkan.” Penata rias meletakkan kotak riasnya dan mulai menghapus make up Serena.


Setelah menghapus make up, melepaskan perhiasan dan mengganti gaun pengantinnya, Serena akhirnya merasa lega.


“Serena memang sudah cantik dari sananya, walaupun make up nya dihapus tetap terlihat sangat cantik” Lacey berkata sambil menghela nafas.


Serena menggelengkan kepalanya dan berkata, “Lacey sejak kapan kamu belajar berbohong seperti ini?”


“Apanya berbohong, aku serius, kalau tidak percaya tanya saja Molly…” sampai sini Lacey seperti teringat sesuatu dan berkata, “Oh iya, Molly adalah Adik sepupunya Ralphie.”


Serena terdiam sejenak, dan segera menyapa Molly dengan sopan, “Hi.”


“Kakak Ipar, kamu jangan terlalu sungkan, kita adalah keluarga.” Molly tertawa dan lanjut berkata “kakak ipar pasti yang paling cantik, kalau tidak kenapa abang sepupu aku menikahi kakak ipar?”


Dari nada bicaranya terdengar betapa ia mengagumi Ralphie.

__ADS_1


Sebenarnya Serena sangat ingin berkata bahwa Ralphie tidak menyukainya sama sekali, mereka menikah karena perjanjian.


Hanya saja Serena berpikir-pikir dan tidak mengucapkannya.


Lacey mengangguk setuju dan berkata, “Sosok dewa seperti kak Ralphie memang sangat cocok dengan bidadari seperti Serena.”


Ralphie memang seperti dewa, tapi sayangnya Serena bukanlah bidadari. Serena berkata “Kalian tidak sibuk? Temani aku ngobrol sini.”


“Tugas kami kan memang menemanimu.” Lacey menjawab dengan sewajarnya


“Sebenarnya aku sendiri tidak apa-apa, kalau kalian ada urusan…” belum selesai bicara Lacey sudah memotongnya, “Kami tidak ada urusan apapun.”


Lacey sudah berkata begitu, Serena tidak lagi membiarkan mereka pergi.


Baru duduk tidak lama sudah ada yang memanggil mereka untuk makan.


Lacey berdiri dan berkata “Serena, ayo kita pergi makan.”


Sebenarnya Serena tidak lapar, dan juga ia tidak terlalu ingin menghadapi orang-orang diluar, tetapi ia tidak enak untuk menolak Lacey dan hanya bisa mengangguk dan setuju, “Yukk.”


Serena mengikuti Lacey keluar dari ruangan itu, mereka tidak pergi ke ruangan besar yang ia pikirkan, malah pergi ke ruangan kecil disebelah ruangan tadi.


Tidak ada orang lain, hanya ditemani oleh Lacey dan Molly saja, Serena merasa sangat nyaman


Ralphie tahu bahwa Serena sedang makan disebelah bersama Lacey dan Molly, sebenarnya ia sangat ingin menghampirinya, tetapi ia takut mendengar ucapan bahwa ia tidak mau menikah dengannya keluar dari mulut Serena.


Yang sebelumnya mereka bicarakan sudah melewati batasnya, jika lebih banyak lagi, ia tidak akan tahan.


“Tok…Tok…Tok…” terdengar suara ketukan pintu.


Ralphie menarik kembali pandangannya dan berjalan ke sofa, ia duduk dan berkata, “Masuklah.”


Felix masuk dan berkata “Direktur Su, Flora sudah keluar negeri.”


Ralphie mengangkat alis dengan heran “Cepat banget? Siapa yang mengaturnya?”


“Bella yang mengaturnya” jawab Felix.


“Bella?” Ralphie menyipitkan mata dan bertanya “Lalu Leonard?”


“Leonard pergi ke kantor sendirian, Flora dan Bella tidak berhasil menghubunginya” jawab Felix.


“Ya, jangan pedulikan mereka lagi.” ia percaya bahwa pelajaran bagi mereka sudah cukup dan mereka tidak akan bodoh dan mencari masalah lagi.


“Iya.” Felix menganggukkan kepala dan baru bersiap keluar.


Ralphie memanggilnya dan berkata, “Bantu aku batalkan bulan madu ku.”


“Hah? Batalkan bulan madu? Apa yang terjadi?”

__ADS_1


Ralphie tidak mengulang perkataannya dan hanya berkata, “Mulai besok aturkan pekerjaan.”


“Baiklah Direktur Su……”


__ADS_2