
Hello! Im an artic!
Masalah mengenai Isa dan Claudia, Ralphie tidak ingin Serena masuk dalam masalah ini, jadi dia berencana mencari tahu semua masalahnya hingga jelas.
Lagipula, masih ada anak dari Claudia, sebenarnya apakah milik Isa, dia juga tidak jelas.
Hello! Im an artic!
Jadi pada malam itu sebelum tidur, dia bertanya mengenai anak Claudia.
“Serena, anak Claudia ……” Ralphie tidak bisa menyelesaikan omongannya, menunggu jawaban Serena.
Serena agak terkejut, lalu berkata: “Anak Claudia adalah saat dia bersama dengan lelaki brengsek yang telah bersama dengannya selama 4 tahun.”
Dengannya 4 tahun? Dia teringat Ryan pernah berkata, Claudia telah bersama dengan Isa selama beberapa tahun.
Hello! Im an artic!
Kelihatannya memang adalah anak Isa.
Terpancar cahaya dari mata Ralphie, lalu berkata ‘Ooo’.
Serena tidak memperhatikan ada yang aneh dengan Ralphie, dia sambil berbicara mengenai masalah Claudia dengan Ralphie, sambil marah pada lelaki itu.
Tidak hanya membuat Ralphie tahu masalah Isa dan Claudia, sudah ada kejelasan yang pasti, juga membuat Ralphie tahu penjelesan dari Serena.
Jadi Ralphie, mengenai pemecahan masalah ini, lebih berhati-hati ……
Hari kedua, Isa pergi lagi ke kantor Ralphie.
Setelah masuk ke kantor, dia langsung bertanya, “Ralphie, Felix berkata hasil pencarian sudah keluar?”
Ralphie mendongakkan kepala melihatnya, lalu menganggukkan kepala, “Benar.”
Mata Isa memancarkan kebahagiaan, langsung bertanya, “Dia dimana?”
Ralphie tidak menjawab perkataannya, lalu bertanya, “Kenapa mencarinya?”
Isa tidak mengira bahwa Ralphie akan bertanya pertanyaan ini, dia terdiam tidak dapat berkata-kata.
“Ralphie, kamu bertanya seperti ini kenapa?”
Ralphie tidak berbicara, hanya memandangnya dengan tatapan dingin.
Mata Isa cerah, lalu berkata: “Dia adalah Wanitaku.”
“Lalu?” Tidak ada ekspresi yang terlihat dari wajah Ralphie, tidak terlihat sedang memikirkan apa.
__ADS_1
Pandangan mata Isa melihat ke arah Ralphie, menemukan bahwa dia tidak marah, lalu tenang.
Lalu dengan marah berkata: “Wanita itu pergi tanpa berkata sepatah katapun, dimana aku harus menaruh wajahku? Jadi aku ingin mencarinya, mengajarinya dengan baik.”
Ralphie melihat ke belakang, lalu berkata: “Sejauh ini.”
Isa tidak mengira Ralphie akan berkata ‘Sejauh ini’, tidak bisa berkata-kata lagi.
Setelah pandangannya kembali, bertanya, “Kenapa?”
“Tidak apa-apa.” Ralphie tidak melihatnya.
Isa mengangkat tangannya, menarik-narik rambutnya, berkata: “Ralphie, kamu sedang bercanda denganku?”
Ralphie tidak menghiraukannya, lalu berdiri, berjalan keluar.
Isa mengikutinya dengan terburu-buru, “Ralphie, kamu jangan pergi, kamu belum memberitahuku, dia dimana.”
Isa tidak habis pikir bahwa Ralphie sebenarnya tahu dimana Claudia berada, tapi tidak memberitahunya.
Demi mendapat informasi tentang Claudia, dia menunggu seharian dalam kantor Ralphie, lebih lama daripada asisten Felix.
Sayangnya, Ralphie hanya menganggapnya sebuah udara, tidak menghiraukannya.
“Aiya…… Felix, kamu beritahukan kepada Direktur, kenapa tidak memberitahu kepadaku?” Tanya Isa yang sedang bersandar di sofa.
Wajah Isa berubah, dengan tidak peduli berkata: “Itu hanya seorang wanita, kenapa aku harus peduli?”
Felix memandangnya sebentar, lalu bertanya, “Tidak peduli, lalu kenapa Tuan Isa harus menemukannya?”
“Tentu adalah karena ……” Karena apa? Wanita itu meninggalkannya tanpa pamit …… Jawab Isa: “Wanita itu meninggalkan aku dengan tiba-tiba, aku ingin membawanya kembali, baik-baik mengajarkannya.”
Setelah Felix mendengar Isa, bertanya, “Tuan Isa, sudah mencari sangat lama?”
Isa tidak berpikir terlalu lama menjawab, “3 bulan lebih ……” Ai, apakah dia ternyata sudah mencari terlalu lama?
“Tuan Isa, demi menemukan orang yang tidak anda peduli, mencari 3 bulan lebih, menghabiskan tenaga, harta dan benda ……”
Isa semakin mendengar perkataan Felix, wajahnya semakin tidak enak di lihat, lalu tidak mendengar perkataan Felix hingga selesai, lalu menghentikan perkataannya.
“Kamu diamlah.”
Felix berkata: “Tuan Isa, apakah kamu masih mempedulikannya?”
Demi orang yang tidak peduli, menghabiskan banyak tenaga, uang dan barang mencari 3 bulan lebih?
Jawaban keluar dari otak Isa.
__ADS_1
Lalu setelah beberapa detik, dia keluar dari kantor.
Felix menghembuskan napasnya, berdiri, pergi menuju kantor Ralphie.
“Direktur Su, Tuan Isa sudah pergi.”
Ralphie mendongakkan kepala melihatnya, bertanya, “Sudah berbicara dengannya?”
“Sudah.” Felix menganggukkan kepala.
Ralphie melambaikan tangannya: “Hmm, kamu pergilah.”
“Baik.” Felix membungkukkan badannya tanda hormat, lalu pergi.
Menunggu setelah Felix pergi, Ralphie dari meja kantornya berdiri.
Dia tidak memberitahukan masalah Claudia kepada Isa, adalah karena Isa berkata mencarinya karenya ingin mengembalikan nama baiknya.
Claudia adalah sahabat Serena, jika Isa karena alasan ini mencarinya, dia khawatir Serena akan marah berapi-api kepada Isa.
Beberapa hari ini, Isa setiap hari datang ke kantornya. Ralphie juga menemukan sebuah masalah, Isa sebenarnya bukan tidak peduli kepada Claudia, tapi dia sendiri tidak jelas.
Jadi dia meminta Felix untuk berbicara kepada Isa, adalah agar Isa mengerti perasaan yang sebenarnya kepada Claudia.
Sampai waktu itu baru pergi mencari Claudia, keadaan paling tidak sedikit membaik.
“Hanya berharap, sampai waktu itu Serena tidak akan marah ……”
(Serena tidak akan marah? Baru aneh! Jadi Direktur Su, kamu hanya berharap ……)
Isa menghilang selama 2 hari, setelah 2 hari kemudian, ketika muncul kembali, ia terlihat tambah galak, dengan janggut dan tubuh yang keriput, bisa dikira selama 2 hari ini, keadaannya tidak baik.
“Sudah berpikir dengan jelas?” Pandang Ralphie, sambil bertanya.
Ternyata Isa yang menuju ‘Kebodohan’, menganggukkan kepalanya dengan tulus, “Iya, aku sudah berpikir jelas, aku mencinta dia, ingin mencarinya kembali. Ralphie, bisakah kamu memberitahuku, dia dimana?”
Ralphie tidak menjawab pertanyaannya, hanya berkata: “Bersiap-siaplah, malam ini pergilah ke rumahku untuk makan.”
Isa juga tidak berpikir untuk menolaknya, “Ralphie, sekarang aku tidak ada waktu untuk pergi makan di rumahmu, kamu beritahu kepada aku, Claudia dimana, aku mau pergi mencarinya.”
“Terserah padamu.” Ralphie mengeluarkan kedua kata ini, tidak menghiraukan Isa lagi.
Tapi akhirnya karena menginginkan Ralphie agar memberitahunya, Claudia dimana, patuh mendengarkan Ralphie. Pulang terlebih dahulu untuk menyiapkan diri, lalu sampai ke kantor Ralphie menunggu Ralphie selesai bekerja, mengikutinya menuju ke rumahnya.
Dengan sepenuh hati, Isa yang mau mencari Claudia, berencana setelah sampai ke rumah Ralphie, memaksa Ralphie untuk memberitahukan alamat Claudia kepadanya.
Kamu sebenarnya tidak tahu, Ralphie telah menyiapkan kejutan dalam rumahnya, tunggu sajalah ….
__ADS_1