
Hello! Im an artic!
Ketika Ralphie mengira-ngira kenapa Serena berkunjung ke Kota Barat dan yang tinggal disana siapa, saat itu Serena sedang berada di kantor Leonard.
Hubungan Serena dan Leonard selalu tidak baik, semenjak Leonard memaksanya untuk menikah, hubungan mereka semakin beku, tapi hari ini Serena sengaja ada janji bertemu Leonard.
Hello! Im an artic!
Alasannya, karena Serena ingin bercerai dengan Ralphie.
Karena pernikahan mereka melibatkan hubungan antara grup Su dan grup Luo, Serena pun tidak mau menemui Ralphie, akhirnya menemui Leonard.
Leonard melihat hanya Serena sendiri yang masuk, dia terkejut dan bertanya, “Kenapa datang sendirian? Ralphie mana?”
“Aku ada urusan dengan mu, makannya aku sendirian.” Jawab Serena.
Hello! Im an artic!
Leonard diam sejenak, lalu bertanya, “Kamu ada urusan denganku? Urusan apa?”
Serena juga tidak membuang waktu lagi, langsung menjawab: “Aku mencarimu karena aku ingin mengakhiri pernikahan antara Grup Su dan Grup Luo.”
Leonard memukul meja dan bertanya dengan sengit, “Apa kamu bilang? Coba katakan sekali lagi.”
Serena mengerutkan bibirnya, lalu mulai mengangkat kepala dan menatap mata Leonard, katanya, “Aku ingin mengakhiri pernikahan dengan grup Su.”
“Aku tidak akan membiarkanmu mengakhiri pernikahan ini, buang saja rencanamu itu.”
Pernikahan antara grup Luo dan grup Su, grup Luo adalah untuk kepentingan bisnis, bagaimana mungkin tiba-tiba Leonard melepaskannya, mana mungkin dia bisa setuju?
Serena tertawa kecil, lalu berkata: “Kamu tidak ijinkan? Orang yang menikah itu aku, aku ada hak untuk mengakhiri…..”
Belum Serena selesai bicara, Leonard langsung menampar pipinya.
Tamparan itu begitu kuat sehingga membuat pipi kanan Serena bengkak seketika dan darah mengalir dari sudut mulutnya.
Serena seperti tidak merasakan sakitnya, dia mengangkat tangannya dengan santai dan menyeka darah di bibirnya, kemudian berkata dengan tegas ke Leonard: “Tuan Luo, aku akan mengakhiri pernikahan ini.”
Selesai berkata, tanpa menoleh Serena langsung pergi begitu saja.
Leonard memandang Serena yang pergi, bingung sesaat, lalu mengambil ponselnya di meja, mencari sebuah kontak nomor.
__ADS_1
“Halo, asisten Zhou….”
Serena keluar dari ruangan Leonard, sepanjang berjalan menarik pandangan orang-orang. Serena sangat acuh, dengan wajah datar dia berjalan keluar dari grup Luo, lalu naik taxi dari pinggir jalan.
Saat supir taxi itu melihat wajah Serena yang setengah bengkak, dia langsung bertanya, “Nona, ada apa? Apa perlu lapor polisi?”
“Tidak, Terima kasih.” Jawab Serena sambil menggeleng.
Lalu supir taxi itu menjawab, “Lalu nona mau pergi kemana?”
Serena memandang ke arah luar dari kaca mobil, lalu bilang ingin ke danau Shady.
Danau Shady adalah tempat dimana dia sering menenangkan dirinya saat hatinya kacau.
Melihat air danau yang berkilauan, hatinya menjadi tenang.
Menceraikan Ralphie adalah kesimpulan terbaik yang dia pikirkan selama beberapa hari.
Dia tidak bisa memaafkan Ralphie, juga tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, jadi lebih baik dia dan Ralphie berpisah saja.
Mereka juga tidak pernah memulai, dari mana mereka berakhir…..
Matahari mulai terbenam, malam berangsur-angsur datang, lampu neon di sekitarnya satu persatu mulai menyala.
Saat Serena masuk ke rumah, Ralphie sedang duduk di sofa dengan wajah yang datar, tidak ada siapapun lagi disana.
Dia juga tidak ingin Ralphie melihat wajahnya, Serena menarik nafas dalam-dalam, menundukkan kepalanya dan berjalan cepat menuju tangga.
Akhirnya baru berjalan dua langkah saja, Ralphie memanggilnya, “Serena!”
Serena menghentikan langkahnya, lalu mengarah ke kanan, tanpa melihat Ralphie.
Di sebelah kanan tangga dihiasi dengan lukisan dan cermin. Dari cermin itu gambar Serena benar-benar bisa terpantul, wajah kanannya bengkak berwarna biru keunguan, dan sedikit merah di sudut bibirnya. Tidak heran jika tadi supir taxi menawarinya untuk lapor ke polisi, karena ternyata benar-benar mengerikan.
Serena menggigit bibirnya, dan sedikit senyum.
Terdengar langkah kaki dari belakang, Serena tau Ralphie berjalan mendekatnya, dia menolehkan wajahnya dengan cepat.
Ralphie berhenti satu meter darinya, “Apakah kamu mencari ayahmu hari ini?”
Serena tidak menyangka bahwa Ralphie tahu bahwa dia hari ini pergi mencari ayahnya, lalu tertawa sendiri.
__ADS_1
Benar juga, dia akan menceraikan Ralphie tentu saja dia menganggu kepentingan bisnis ayahnya, pastinya ayahnya akan mencari Ralphie.
Sebelumnya dia berangan- angan bahwa ayahnya mungkin saja bersedia membantunya mengakhiri hubungan pernikahannya dengan Ralphine.
Sambil menghela nafas panjang, Serena mengangguk, “Ta aku mencarinya. Aku ingin mengakhiri hubungan pernikahan antara Grup Su dan Grup Luo. Aku ingin…… bercerai denganmu.”
Kalimat ‘Bercerai’ kali ini, tidak semudah saat dia mengatakannya dengan Leonard.
Meskipun sebenarnya dia sudah tahu dari Leonard bahwa Serena ada rencana ‘mengakhiri pernikahan’ tapi saat Ralphie mendengar kata ‘Cerai’ dari mulut Serena langsung, kepalanya seperti akan meledak.
“Kenapa?” Mata Ralphie berkilau kesalitan.
Tapi sayang sekali Serena memalingkan wajahnya, dan tidak melihat Ralphie.
Kenapa? Karena kamu membunuh anakku. Serena menjawab dalam hatinya, tapi berbeda dengan yang di katakannya, ” tidak apa-apa.”
“Tidak apa-apa?” Ralphie tertawa dan bertanya, “Kenapa tidak kamu katakan saja bahwa ada orang lain di hatimu?”
Orang lain di hatinya? Siapa lagi yang ada di hatinya selain dia? Sudahlah, itu tidak penting.
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menundukkan kepalanya.
Di depan mata Ralphie dia hanya diam, tapi kenyataannya dalam hatinya ada api yang terbakar.
“Serena, kamu harus tahu bahwa pernikahan kita ini berhubungan dengan kepentingan bisnis.”
Sebenarnya dia mengira hubungan mereka hanyalah sebatas demi bisnis semata, asalkan Ralphie jatuh cinta pada Serena, Serena suatu saat pasti bisa menerimanya, bisa jatuh cinta padanya.
Tapi tak di sangka, dia gagal dan sangat menyedihkan.
Belum sampai setengah tahun lamanya, tapi Serena sudah mau menceraikannya.
“Kalau kamu bercerai, jangan hanya bertanya persetujuan pada ayahmu saja, tapi harus bertanya persetujuan pada keluargaku, keluarga Su.” Ralphie mengulurkan tangannya dan memengang tangan Serena dengan kuat.
Dia memengang dengan sangat kencang dan akhirnya Serena menolehkan wajahnya, wajahnya yang bengkak pun terlihat oleh Ralphie.
“Wajahmu….” mata Ralphie menatap wajah kanan Serena tanpa berkedip.
Serena seolah olah tidak melihat Ralphie, dan menahan air matanya, lalu katanya, “Ralphie, lepaskan aku. Keputusan ini baik untukmu, dan baik untukku.”
Dia tidak berpikir bahwa dia sudah separah ini, tapi masih ingin ‘bercerai’ dengan Ralphie.
__ADS_1
Ralphie seolah olah ingin mengamuk sambil menggertakkan giginya, lalu berteriak; “Pergi ke rumah sakit dulu urus wajahmu.”