
Hello! Im an artic!
Saat Felix membantu Ralphie untuk menghubungi Flora, dia sedang bersama teman dekatnya Lisa Wen makan bersama.
Melihat di layar hp nya muncul nomor telepon yang tidak dikenal telepon, dia tidak terburu-buru mengangkatnya, dan setelah menghabiskan makanan yang ada di piringnya dengan senang, dia baru menekan tombol terima, lalu dengan sangat pelan mengangkat telepon ke telinganya.
Hello! Im an artic!
“Halo?”
Dari dalam telepon terdengar suara yang sopan, “Halo, apakah benar ini Nona Flora?”
“Siapa kamu? Dapat darimana nomor telepon ku?” Flora selesai berbicara, lalu masih dengan sombongnya ke arah temannya dan mengatakan pada temannya: “Seharian ini ada beberapa nomor orang tidak dikenal, menelepon dan mengganggu……”
Dia belum selesai bicara, suara dari seberang terdengar, “Aku adalah asisten Tuan Ralphie, apakah kamu bukan Nona Flora? Maaf, aku salah sambung.”
Hello! Im an artic!
Flora sekali mendengar dari seberang hendak menutup telepon, dengan cepat dan terburu-buru mengatakan: “Iya aku, aku adalah Flora.”
Flora benar-benar tidak menduga kalau asisten Ralphie akan meneleponnya, secara mudahnya ini lebih beruntung daripada langit merah yang hendak turun hujan, harus diketahui setiap kali dia ingin mengajak Ralphie untuk bertemu dia harus selalu menggunakan nama Serena.
“Kamu barusan bukannya mengatakan kalau tidak ken……” dari seberang belum selesai bicara, Flora langsung dengan cepat berkata: “Barusan itu salah ku, aku minta maaf ya.”
Teman baik Flora pada awalnya saat mendengar Flora dengan buru-buru mengatakan dia ini Flora, sudah merasa aneh.
Sekarang lagi-lagi dia melihat seorang Flora yang tanpa pamrih meminta maaf seperti itu, benar-benar bodoh.
Apakah ini masih teman baiknya Flora, yang sombong dan menganggap dirinya yang terbaik?
Flora tidak tahu isi dari hati teman baiknya, anggap saja dia tahu tapi dia juga tidak peduli, menurutnya kesombongan apapun itu tidak ada yang lebih penting lagi dari Ralphie.
“Begini ya.” dari seberang terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Nona Flora, begini, Tuan Ralphie ingin bertemu denganmu, apakah hari ini kamu ada waktu?”
Mendengar Felix berkata kalau Ralphie ingin bertemu dengannya, Flora dengan tidak sabar menjawab, “Ada, aku malam ini ada waktu.”
“Kalau begitu siang jam satu, di Drisker Mansion Club Newman lantai tiga.”
“Oke, aku pasti akan datang tepat waktu.”
“Ya, sampai jumpa.”
__ADS_1
“Sampai jumpa.”
……
Flora yang menutup telepon merasa suasana hatinya adalah suasana senang yang belum pernah dia rasakan.
Pertama-tama rencana Flora berhasil, dan sekarang Ralphie mengajak dia untuk bertemu, secara singkat bisa dibilang Tuhan sudah membuka matanya.
Lisa yang duduk di depannya melihat kegembiraan Flora, dengan meras aneh bertanya, “Flora, siapa yang telepon, kenapa kamu bahagia sekali ya?”
“Ralphie.” Flora dengan bangga berkata.
Lisa terkejut dan bertanya, “Ralphie? Laki-laki yang kamu sukai itu?”
“Iya lah, benar dia, dia menyuruh asistennya untuk mengajakku bertemu.” Flora selesai berbicara, langsung dengan terburu-buru berdiri dari kursi dan berkata: “Oh iya, aku tidak ngobrol lagi denganmu ya, dia mengajak ku bertemu jam satu di Club Scent, aku sekarang harus pulang untuk ganti baju.”
“Uh……kamu pulang ganti baju apa masih sempat?” Lisa bertanya.
“Kalau begitu bagaimana?” Flora dengan wajah nya yang malu menatap bajunya sendiri, “Aku harus menggunakan penampilan yang paling bagus untuk bertemu dengannya.”
“Atau tidak kamu ke rumah ku saja untuk ganti baju? Badanku dan badanmu hampir sama, kamu pakai saja bajuku.” kata Lisa.
“Sama-sama, kamu bawa aku untuk bertemu dengan orang yang kamu suka saja sudah cukup.” kata Lisa.
Teman baik sendiri ingin bertemu dengan Ralphie, Flora juga tidak enak untuk menolak, tapi dia sendiri tahu kalau dia mengajak Lisa pergi bersama bertemu dengan Ralphie, takutnya Ralphie akan marah.
Terdiam beberapa detik, Flora berkata: “Dia tidak terlalu suka bertemu dengan orang yang belum dikenal, tapi kamu bisa mengikuti ku bersama-sama ke Club Scent, dari jauh melihatnya.”
Meskipun Lisa merasakan, tapi dia tetap saja menyetujuinya, “Yasudah kalau begitu.”
Seperti ini saja, Flora pergi ke rumah Lisa untuk ganti baju, lalu mereka berdua bersama-sama ke Club Scent tempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu dengan Ralphie.
Flora berdiri di depan pintu Club, melihat ke sekitarnya, dan di tempat bagian paling dalam setelah dia melihat Ralphie, dia langsung menghadap ke Lisa menggunakan sebuah sorotan mata, lalu dengan pelan berjalan ke arah Ralphie.
“Ralphie.”
Ralphie berbalik, melihat Flora, lalu dengan dingin menunjuk sofa di depannya.
Meskipun Flora sangat ingin duduk di sofa sebelah Ralphie, tapi dia sangat mengerti kemarahan Ralphie sangatlah menakutkan, jadi dia dengan nurut duduk di sofa yang ada di depan Ralphie.
Pelayan datang membawakan dua cangkir kopi, menunjukkan bahwa Ralphie yang sudah memesan.
__ADS_1
Flora sambil melihat Ralphie merasa agak sangat tersanjung, “Terima kasih, Ralphie.”
Wajah Ralphie tidak ada ekspresi, hanya memanggil seorang pelayan untuk memesan dua cangkir kopi.
Melihat Ralphie yang tiba-tiba membantunya memesankan kopi, Flora tersenyum sampai bibirnya hampir tersobek sampai telinganya.
Pelayan dengan cepat sudah datang membawa kopi, Ralphie dengan pelan menyeruput kopi yang sudah dihidangkan, lalu berkata: “Hari ini aku mencarimu, karena ada urusan.”
Mendengar Ralphie yang mencarinya karena ada urusan, Flora dengan cepat menurunkan kopi yang baru saja dihidangkan tadi, lalu dengan tergesa bertanya, “Urusan apa?”
“Aku ingin tahu apakah Serena benar-benar sudah di jodohkan untuk menikah.” suara Ralphie dingin, dan tidak bisa mengetahui suasana hatinya.
Flora mendengar pertanyaan yang ditanyakan Ralphie ada hubungannya dengan Serena, ekspresi wajahnya pun berubah, setelah itu langsung tersadar, yang ditanyakan Ralphie adalah mengenai pernikahan Serena, dalam hatinya merasa senang.
Dia bertanya tentang pernikahan Serena, ini bukannya kesempatan yang bagus agar membuat dia paham kalau diantara dia dan Serena itu tidak mungkin.
“Ralphie, jodoh untuk pernikahan Serena, harusnya kamu sudah pernah mendengarnya”
Dia sudah pernah mendengarnya? Ralphie mengerutkan alisnya, “Hm?”
Flora melihat Ralphie yang sudah terpengaruhi dengan senang, matanya tersenyum sampai tidak terlihat celah sedikitpun.
“Grup Su, kamu pasti pernah mendengarnya kan?”
Laki-laki yang bekerja di Grup Su? Siapa? Mata Ralphie menyipit.
Flora juga tidak sampai memperhatikan ekspresi Ralphie yang berubah, dia tersenyum sambil berkata, “Jodoh Serena untuk pernikahan, itu adalah direktur dari Grup Su.”
“Su direktur dari Grup Su itu?” Ralphie tidak menyangka yang akan dinikahkan dengan Serena nanti adalah direktur dari Grup Su, itu yang berarti dia sendiri, dia langsung terdiam.
Reaksi dari Ralphie semua terlihat dari mata Flora, itu yang berarti seperti mendapatkan sebuah pukulan.
Ralphie terlihat seperti mendapatkan sebuah pukulan, Flora secara langsung tidak akan melepaskan kesempatan bagus seperti ini.
Dia dengan pelan dan bahasa yang tepat menghadap Ralphie dan berkata: “Ralphie, jodoh Serena adalah seorang direktur Grup Su, kamu dan dia tidak akan ada kesepatan lagi. Aku sangat menyukaimu, aku sudah mengatakan kepada ayahku keberadaanmu, kamu hanya mengatakan bersedia menikah denganku saja, ayahku akan menyetujui kamu untuk masuk ke Grup Luo, tunggu sampai kita menikah, semua dari Grup Luo akan menjadi milikmu.”
“Grup Luo?” mata Ralphie berkedip-kedip menyorotkan rasa benci, dan meminum kopi yang sudah di hidangkan di depannya, lalu menaruhnya kembali.
“Iya benar, ayahku sangat menyayangiku, kamu menikah denganku, Grup Luo secara alami akan menjadi milikmu.” Flora berkata dengan kepastian penuh.
Ralphie belum mengatakan apapun, tiba-tiba hp nya berbunyi.
__ADS_1