I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 313 Mengulang Kembali


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie takut tidak bisa mengejar Serena, setelah berlari keluar dari kamar, dia tidak menunggu lift, dia langsung turun memakai tangga.


Dia sangat cepat, dia turun sepuluh lantai tidak sampai dua menit.


Hello! Im an artic!


Berlari keluar hotel, dia tidak bisa menemukan Serena, Ralphie menghentikan langkahnya.


Dia melihat sekitar, baru saja mau memanggil taksi untuk pergi ke bandara, tiba-tiba dia melihat Serena sedang berada di bawah pohon di samping jalan dengan kepala menunduk.


Pundaknya terangkat-angkat, dia tidak perlu menghapiri pun dia tahu Serenda sedang menangis.


Ralphie merasa sakit hati, dia tidak memikirkan apa-apa, langsung menghapiri Serena.


Hello! Im an artic!


Serena seperti menyadari sesuatu dan membalikkan kepalanya. Saat dia melihat Ralphie, segala amarah terkumpul di pikiran, lalu sambil mengangis, sambil memarahi dia, “Kamu untuk apa mengejar aku? Kalau tidak mengantar aku ke bandara, kamu tidak bisa tenang?”


Tangisan Serena sangat kencang, hingga menarik perhatian orang-orang yang berlalu-lalang, Serena tidak peduli, dia hanya ingin mengeluarkan amarah di pikirannya.


“Ralphie, kamu bajingan, aku dari Perancis mengejar kamu datang ke Swiss, bahkan saat kamu mengatakan hal-hal buruk kepadaku, aku tidak peduli, aku mengejarmu tanpa malu, tanpa malu merayumu untuk berhubungan denganku, pada akhirnya kamu membuat aku meminum obat kotrasepsi dan menyuruhku pergi.”


Walaupun disini Swiss, tidak ada orang yang mengerti Bahasa mandarin, tapi tidak baik berkata dengan suara yang keras di depan publik kalimat ‘tanpa malu merayumu untuk berhubungan denganku’,


Raphie dengan wajah memerah berkata: “Serena, jangan berbicara lagi.”


Mendengar Ralphie meminta dia untuk berhenti berbicara, Serena semakin marah, “Kenapa aku harus berhenti berbicara? Lagipula orang yang aku suka sudah tidak mau aku lagi, aku sudah tidak peduli……”


Kata-kata akhir sudah tidak Ralphie dengarkan lagi, semua perhatiannya tertuju pada kalimat yang Serena ucapkan ‘Lagipula orang yang aku suka sudah tidak mau aku lagi’.


Apakah ‘orang yang dia suka’ yang Serena katakan adalah dia?

__ADS_1


Ralphie ada rasa dia sedang berhalusinasi.


Serena menyukai dia?


Ralphie melihat Serena dan bertanya, “Barusan orang yang kamu suka, yang kamu maksud siapa?”


“Apa?” Serena sedang marah-marah dengan suara kencang, hingga tidak mendengar jelas perkataan Ralphie.


Ralphie mengulang perkataannya, “Kamu bilang orang yang kamu sukai tidak mau denganmu, orang itu siapa?”


Pertanyaannya membuat Serena berpikir.


Sepertinya dia tidak pernah memberitahu Ralphie, dia menyukai Ralphie.


Kenapa dia begitu bodoh? Dia mengejar Ralphie untuk memberikan penjelasan, tapi tidak memberitahu Ralphie, dia datang mencari Ralphie karena dia menyukai Ralphie.


Serena merasakan adanya harapan di dalam hatinya, lalu dia mengangkat kepalanya dan berkata ke Ralphie: “Ralphie, orang yang sukai adalah kamu.”


Jawaban Serena terulang-ulang beberapa kali di kepala Ralphie dan akhirnya dia yakin dia tidak salah dengar.


Dia pikir Serena tidak menyukai dia, ternyata Serena menyukai dia.


Menurut dia, Serena hanya perlu peduli sedikit terhadapnya, dia pasti sudah puas. Tapi sekarang Serena berkata menyukai dia, dia merasa dunia menjadi jauh lebih baik.


Ralphie terdiam, membuat Serena menjadi putus asa.


Memberitahu Ralphie, dia menyukai Ralphie, tidak boleh kah?


“Aku tahu, sudah terlambatkan?” Terpancar senyuman sedih di wajah Serena.


Ralphie tersadar dan melihat senyuman sedih di wajah Serena, pertama dia terejutm lalu dia memanggil Namanya, “Serena……”


Serena tidak menjawab dia, dia hanya melanjutkan perkataannya, “Aku terus berpikir, aku hanya perlu menemukanmu, lalu meminta maaf kepadamu, kamu pasti akan memaafkan aku, lalu kita bisa berbaikkan kembali seperti dulu, jadi aku tidak pernah memikirkan perasaanmu, aku sudah menyusahkanmu, maaf……”

__ADS_1


Mendengar perkataan Serena yang menyalahkan dirinya sendiri, Ralphie mengerutkan keningnnya, baru saja diam mau membuka mulut, dia mendengar perkataan Serena: “Maaf atas semua yang terjadi sebelumnya, aku tidak akan begini lagi, aku akan segera pulang, tidak akan……”


Kali ini Ralphie tidak menunggu Serena selesai berbicara, dia menjulurkan tangannya dan memegang pundak Serena, menahan dia hingga tidak bisa bergerak, menatapi matanya dengan serius, “Serena, kamu tenang sedikit, dengarkan aku dulu.”


Serena terkejut untuk beberapa detik, lalu menganggukkan kepalnya, “Bicaralah, aku akan mendengarkan.”


“Serena……” Ralphie memandangi Serena untuk beberapa lama, lalu melanjutkan perkataannya: “Saat kita menikah, aku percaya diri, anggap saja kamu menyukai seseorang, tapi aku percaya dengan kamu menikah denganku, suatu hari, kamu pasti bisa menyukaiku. Di hari kita menikah, kamu ingin mengakhiri pernikahan kita, aku harus menggunakan kesepakatan pernikahan kita untuk menutup mulutmu, aku ingin kamu ada di sampingku, anggap saja selamanya tidak akan menyukaiku. Akhirnya kita menjadi dekat, membuatku berpikir ada harapan, ada kemungkinan, aku sangat senang, tapi pada akhirnya kita berpisah.”


Serena pernah mendengar ini dari Felix, tapi tidak menduga akan mendengar langsung dari Ralphie, sangat mengejutkan, membuat hati sakit.


“Ralphie, maaf, maaf……” Serena sambil menangis sambil meminta maaf.


Ralphie mendekati Serena, menjulurkan tangannya dan menghapus air mata di wajahnya dengan jari-jarinya yang hangat dan berkata dengan lembut: “Aku sudah bilang, kamu tidak perlu berkata maaf kepadaku.”


Sebelumnya Serena tidak mengerti arti dari perkataan Ralphie, tapi sekarang dia mengerti, tapi sekarang sudah terlambat.


“Aku mengerti terlalu lambat, sudah terlambat……”


“Tidak, Terlambat.” Ralphie menggelengkan kepalanya lalu mengangkat tangannya, membantu Serena merapikan rambut yang berantakan di wajahnya dan berkata dengan lembut: “Kamu bilang kamu menyukai aku, jadi aku mau memberikan kita kesempatan lagi.”


Awalnya Serena terkejut, saat dia tersadar, dia menjadi bersemangat dan terus mengulang berata dia menyukai Ralphie, “Ralphie aku menyukaimu…… Ralphie aku menyukaimu…….”


Karena menangis terlalu lama, suara Serena menjadi habis, Ralphie takut tenggorokannya kenapa-kenapa, jadi dengan cepat menghentikan dia, “Aku tahu.”


Serena mengiyakan dia, lalu mengangkat tangannya dan memeluk dia.


Satu tangan Ralphie memeluk pinggang Serena, satu tangannya lagi mengelus punggung Serena dengan penuh rasa sayang.


Setelah mereka berpelukan di jalan untuk beberapa lama, Serena yang sedang berada di pelukan Ralphie bertanya, “Ralphie, kita mengulang kembali ya?”


Ralphie sambil memeluk Serena dengan erat, lalu berkata ‘baiklah’ di dekat telinga Serena.


Saat kata ‘Baiklah’ itu masuk ke telinga Serena, mata Serena mengalirkan air mata lagi, tapi kali ini dia tangisannya adalah tangisan kebahagiaan.

__ADS_1


“Sudah, jangan mennagis lagi.” Ralphie sambil menghapus air matanya sambil berkata: “Kita sama-sama pulang ya?”


__ADS_2