I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 312 Maaf Aku Sudah Merayumu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Disaat itu, terdengar suara dering handphone mati yang familiar, di malam yang sunyi ini suaranya terdengar sangat jelas.


Ralphie terkejut untuk beberapa detik, dia bangun dan berjalan ke depan gantungan baju dan mengambil handphone yang sudah mati dari dalam kantong mantelnya.


Hello! Im an artic!


Itu adalah handphone yang tidak dia gunakan, karena dia ingin dirinya sendiri mengingat, jadi dia selalu membawa handphone itu.


Handphone itu baterainya habis jadi tidak menyala, tapi Ralphie sudah tahu dia harus memilih apa…….


Saat Serena terbangun, cahaya sudah bersinar terang diluar jendela, cahaya matahari masuk dari jendela yang gordennya tidak tertutup.


Dia menggosok matanya dan bangun dari ranjang.


Hello! Im an artic!


Dia terbangun dari kasur dan selimut yang menyelimuti dia terbuka.


Kulit yang terbuka, terkena udara, udara yang sejuk.


Membuat kesadarannya kembali dengan cepat, di waktu yang sama, dia mengingat tindakannya semalam saat Ralphie sedang tertidur, diam-diam melakukan hal buruk. Saat Ralphie terbangun, Serena juga menimpa dia dan pada akhirnya rencananya berhasil.


Tapi Ralphie dimana? Serena melihat sekitar ruangan yang kosong.


Lalu sambil memeluk selimut, bangun dari kasur dan keluar dari kamar untuk mencari Ralphie.


Ruang tamunya sunyi dan kosong, mantel yang tadinya di gantung juga sudah tidak ada.


Serena panik, Ralphie pergi kemana?


Dia dengan buru-buru bersiap-siap keluar kamar, tiba-tiba teringat dia sedang memeluk selimut, tidak mengenakan baju, jadi dia kembali ke dalam kamar mencari bajunya.


Dia baru saja membalikkan badan, lalu tedengar suara pintu terbuka di belakang dia.


Serena membalikkan kepala dan melihat Ralphie masuk dengan membawa kantung plastik.


Melihat Serena, Ralphie terkejut lalu berkata: “Sudah bangun?”


Serena mengiyakan dia, lalu masuk ke dalam pelukannya, “Kamu pergi kemana?”


Tubuh Ralphie kaku, dia tidak membalas pelukannya, hanya memegangi kantung plastik yang dia bawa dan berkata: “Pergi membeli sarapan.”

__ADS_1


Serena yang berpikir dia sudah pergi, menganggukkan kepalanya dengan wajah merah, “Oh.”


Ralphie melihat tubuh Serena yang terbuka, lalu dengan cepat memalingkan pandangannya dan berkata dengan kaku, “Ganti baju, lalu keluar makan sarapan pagi.”


Saat Ralphie mengatakan itu, Serena baru teringat dia tidak mengenakan baju.


Wajahnya langsung memerah tersipu malu, lalu dengan cepat memeluk selimutnya dan masuk ke kamar.


Mata Ralphie memperlihatkan wanita itu yang langsung masuk ke dalam kamar karena malu dan wajahnya menunjukkan ekspresi yang rumit. Setelah itu, dia berjalan pergi ke ruang makan……


Saat Serena keluar setelah mandi dan mengenakan baju, Ralphie sudah menyiapkan sarapan diatas meja.


Mendengar langkah kaki, Ralphie langsung membalikkan kepala, lalu berkata: “Sini makan sarapan.”


Walaupun Serena merasa ekspresi Ralphie sedikit aneh, tapi dia hanya mengira Ralphie marah karena kejadian semalam, dia memutuskan untuk meminta maaf kepada Ralphie setelah selesai makan sarapan.


Tapi dia tidak tahu, dia tidak mengira kejadiannya akan menjadi seperti ini.


Setelah selesai makan sarapan, tidak menunggu Serena berbicara, Ralphie langsung mengeluarkan sekotak obat dan memberikan ke Serena.


“Ini apa……” Serena mengangkat kepala untuk melihat, diatas kotaknya tertulis ‘Obat Kontrasepsi Darurat’, senyuman diwajahnya hilang.


“Minum obatnya, aku akan mengantarmu ke bandara.” Kata Ralphie.


Mengira sikap Ralphie, dia sudah tidur dengan Ralphie, Ralphie seharusnya bertanggung jawab kan? Dengan begitu dia berhasil mendapatkan Ralphie kembali.


Kenapa Ralphie menyuruh dia meminum obat kontrasepsi? Kenapa mau mengantar dia ke bandara?


Wajah Ralphie tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, nada bicaranya juga dingin: “Aku benar-benar tidak ingin ada hubungan apa-apa lagi denghanmu, apakah kamu bisa melepasku?”


Tidak ingin ada hubungan apa-apa lagi…..dari dia menemukan Ralphie, Serena bukan pertama kali mendengar Ralphie mengatakan kalimat itu.


Sebelumnya, dia selalu berpura-pura tidak mendengar dia mengatakan apa-apa, dia bersikeras mengikuti Ralphie, berpura-pura agar dia kasian, meluluhkan hatinya, hingga merayu dia tanpa malu.


Memikirkan maaf dari dia, ingin berbaikkan dengan dia, mencintai dia dengan sungguh-sungguh, membenarkan semua ini untuk dia.


Tapi tidak disangka, dia masih bisa meminta Serena untuk melepas dia?


Dia tentu saja bisa melepas Ralphie! Yang dari awal tidak dia lepas adalah dirinya sendiri……


“Baiklah……” Serena menganggukkan kepalanya, lalu membalikkan badan kembali ke kamar untuk merapihkan barangnya.


Ralphie sudah mengira akan sulit untuk membuat Serena pergi, tapi tidak terpikir olehnya ternyata akan menjadi semudah ini. Melihat serena yang membalikkan badan, dia tidak bisa menahan diri untuk memanggil Namanya, “Serena.”

__ADS_1


Mendengar Ralphie memanggil dia, Serena mengira Ralphie sudah menyesal dan membalikkan kepala dengan terkejut, “Ya?”


Rasa terkejut di mata Serena langsung mengembalikan akal sehat Ralphie, dia mengangkat obat yang ada ditangannya dan berkata: “Minum obatnya dulu.”


Minum obat dulu? Apakah dia takut nantinya Serena akan menggunakan anak untuk mengganggu dia lagi?


“Baiklah, aku minum……” Serena tersenyum, dia mengambil obatnya dari tangan Ralphie, lalu membuka kotaknya didepan Ralphie, mengambil satu kapsul obatnya, memasukkan kedalam mulutnya dan menelan obat itu.


“Aku sudah minum obatnya, sekarang bolehkah aku pergi membereskan barangku?” Mata Serena setengah mengkilap, nada bicaranya sangat datar.


Melihat ekspresi Serena, Ralphie merasa sedikit sakit hati, dia mengepal tangannya, lalu mengiyakan Serena.


Mendengar dia menjawab iya, Serena seperti mesin, membalikkan badan dan masuk kedalam kamar.


Tidak sampai sepuluh menit, dia sudah keluar.


Dia mengenakan kembali baju yang dia pakai saat datang ke Swiss, ditangannya memegang baju yang barusan dia pakai dan tasnya.


Serena berjalan ke tempat sampah dengan wajah datar dan membuang baju yang tadi dia kenakan kedalam tempat sampah, lalu berjalan ke Ralphie, lalu berkata dengan serius: “Maaf, aku sudah menyusahkan kamu untuk beberapa hari ini dan kejadian semalam……”


Serena menarik dapas dalam-dalam, lalu menajutkan perkataannya: “Semalam, maaf, aku sudah merayu kamu.”


Seorang wanita meminta maaf ke laki-laki, berkata maaf, aku sudah merayu kamu, pasti sangat memalukan.


Ralphe membuka mulut, ingin berbicara, tapi tidak bisa menunggu dia untuk mengatakan apa-apa, Serena berkata dengan halus ‘Selamat Tinggal’, lalu membalikkan badan dan pergi.


Akhirnya berpisah, akhirnya dia melepas.


Ralphie pergi karena ditolak oleh Serena, tapi sekarang Ralphie yang menolak Serena.


Tapi kenapa Ralphie sedikitpun tidak senang? Tapi hatinya menjadi semakin sakit?


Serena dari Perancis mengejar dia sampai ke Swiss, menerima semua tatapan kosong dari Ralphie, semua tindakan jahatnya, semua perkataan yang tidak baik.


Dia juga terluka, sakit, dia tetap mengejar Ralphie.


Terus mendekati Ralphie, membuat Ralphie senang, hingga merayu dia.


Ini adalah hal-hal yang tidak pernah dia inginkan, tapi sekarang Serena melakukan semua itu untuk dia.


Serena melakukan semua itu, hanya agar dia tidak pergi, mau bersama dengan dia. Tapi kenapa dia tidak bisa melakukannya untuk Serena, mencoba sekali lagi?


Berpikir begini, Ralphie membuka matanya dengan lebar, lalu langsung berlari keluar kamar…

__ADS_1


__ADS_2