I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 158 Pada Akhirnya Karena Tidak Rela


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika Serena menggunakan taksi untuk bergegas menghampiri Louisa di restoran tempat mereka janjian, Louisa sejak awal sudah berada disana.


Serena dengan wajah minta maaf berkata: “Maaf, aku telat.”


Hello! Im an artic!


“Ngga apa-apa, aku yang dapat kecepatan.” Louisa tersenyum sambil memberikan menu kepada Serena.


Serena mengambil menunya, tetapi isi otaknya masih terbayang-bayang dengan kue yang dibawa Elizabeth tadi.


Setelah dipikir-pikir, merek dari kotak kue itu, sepertinya dari toko kue yang satu-satunya di Drisker Mansion.


Elizabeth bagaimana bisa beli kue di Drisker Mansion? Bagaimana dia tahu kalau aku suka makan kue? Apakah Ralphie yang memerintah dia?


Hello! Im an artic!


Memikirkan kue yang dibelikan Ralphie untuknya dia lewati begitu saja, Serena tiba-tiba tidak ada nafsu makan, dia meletakkan menunya, “Sebenarnya aku ngga gitu lapar, kamu yang pilih saja.”


Louisa juga tidak malu-malu langsung mengambil menu dan melihatnya.


Setelah pelayan pergi, Louisa tersenyum dan menunjuk baju yang dikenakan Serena sambil berkata: “Serena, baju kamu bagus, beli dimana? Merek apa?”


“Baju?” Serena menundukan kepala melihat kearah baju yang dia kenakan, kebetulan ini baju ganti yang sudah disiapkan langsung didalam lemari kemarin, dia melihat-lihat baju dan tidak menemukan merek baju tersebut, “Hm……Aku ngga tahu merek apa.”


“Kamu ngga tahu merek baju yang kamu pakai?” Tanya Louisa dengan kaget.


Serena terdiam, kemudian dengan gagap menjawab: “Hm……aku pakai baju orang lain.”


Mendengar Serena berkata baju yang dia kenakan milik orang lain, Louisa dengan wajahnya yang seakan mengerti, “Oh gitu.”


Serena berkata ‘En’ kemudian mengalihkan pembicaraan, “Oh ia, kamu nyari aku ada urusan apa?”


Louisa terdiam sebentar lalu menjawab, “Ngga apa-apa, hanya saja sudah lama kita ngga makan bareng makanya ajak kamu keluar.”


“Oh.” Serena tidak berpikir banyak dan hanya menganggukan kepala.


Louisa mengambil pot teh sambil berkata: “Oh ia, sketsa gambar kamu sudah kelar?”

__ADS_1


Serena menghela nafas berkata: “Baru gambar setengah, kayanya sebelum cuti baru bisa kelar deh.”


“Serena, menurutmu Designer Zhuo kenapa memintamu membuat begitu banyak sketsa?” Nada bicara Louisa seperti mengandung beberapa makna.


Serena sama sekali tidak mendengar makna dibalik perkataan Louisa, hanya berkata: “Designer Zhuo memintaku membuat sketsa, karena ingin mementori aku, agar aku bisa lebih maju lagi dibawah tangan dia.”


“Serena, kamu……kamu berpikiran seperti itu?” Perkataan Louisa kembali mengandung makna lain.


Serena menganggukan kepala berkata: “Ia, aku sangat berterima kasih pada Designer Zhuo karena sudah bersedia memberikanku kesempatan.”


Louisa mendengar Serena berkata seperti itu, jadi dia hanya menelan kembali perkataan yang sudah diujung bibir dan hanya berkata: “Kalau kamu merasa begitu yah berarti baik.”


“En.” Angguk Serena.


Disaat ini, pas banget pelayan menyajikan makanan, mereka berdua tak lagi berbicara, makan sendiri-sendiri.


Setelah makan, Serena dan Louisa jalan keluar berbarengan dari restoran.


“Kamu langsung balik?”


Serena menggelengkan kepala, “Ngga, aku mau pergi sebentar ke rumah sewaan aku.”


“Kamu bukannya sudah ngga tinggal disitu? Ngapain kesitu lagi?” Tanya Louisa bingung.


Serena menjawab, “Aku masih ada beberapa barang yang tertinggal disana dan belum diberesin.”


“Perlu bantuan?” Tanya Louisa dengan alis terangkat.


Setelah itu Serena dan Louisa bersama-sama naik taksi untuk kembali kegedung lama tempat dulu dia sewa.


Louisa mengikuti Serena masuk sambil berkata: “Seriusan deh Serena, tempat yang kamu sewa ini sudah lama banget, ngga ngerti deh hari itu kenapa kamu mau sewa disini.”


Serena dengan santai menjawab: “Yah mau gimana, hari itu aku baru resign, baru pindahan rumah, ngga ada duit.”


Louisa menganggukan kepala dan menjawab ‘En’, kemudian seakan terpikirkan sesuatu lagi dan bertanya, “Serena, kamu dulu kerja di mana? Di toko perhiasaan juga?”


“En.” Serena tidak memberitahu Louisa kalau dulu dia bekerja di PT Antarts, karena dia tidak ingin menjelaskan kepada Louisa kenapa dia bisa resign dari sebuah perusahan yang sangat besar di kota A.


Louisa merasa Serena tidak terlalu ingin berkata terlalu banyak tentang kerjaan yang sebelumnya, jadi dia juga tidak lanjut untuk bertanya.

__ADS_1


Satu bulan terakhir tidak di rumah, jadi tidak ada makanan apapun, Serena mengambil sebotol air dari kulkas untuk Louisa.


“Hanya ada air untuk minum.”


“Ngga apa-apa, aku ngga ilfeel kok.” Louisa membuka botol airnya dan minum.


“Baguslah kalau ngga ilfeel, kamu duduk sebentar, aku beresin barang sebentar.” Serena tersenyum sambil masuk kedalam kamar.


“Aku bantu kamu.”


Barang Serena yang mau dibawa sejak awal memang tidak banyak, lagipula banyak barang yang tidak perlu dibawa ketempat Ralphie, jadi pada akhirnya barang yang dirapikan hanya satu koper.


Louisa yang melihat koper yang tidak terisi penuh pun bertanya dengan ragu pada Serena, “Hanya ini, yang lainnya ngga ada?”


“Cuma ini, ngga ada lagi.” Jawab Serena dengan pasti.


Louisa menggelengkan kepala dan berkata: “Mending kamu cari-cari lagi deh, jangan sampai ada yang ketinggalan…….”


Setelah lewat lima menit, Louisa tiba-tiba mengambil satu album gambar dan bertanya, “Album gambar ini kamu ngga mau lagi?”


Album gambar? Serena membalikkan kepala, ketika melihat album yang dipegang Louisa, raut wajahnya pun terdiam.


Melihat Serena yang tidak berbicara, Louisa pikir dia sudah tidak mau lagi, jadi Louisa buang di dalam tong sampah.


Melihat Louisa membuangnya di tong sampah, Serena dengan cepat berlari dan mengambilnya kembali dari tong sampah, kemudian dengan hati-hati menggunakan tisu untuk membersihkannya.


Louisa melihat Serena yang begitu menyayangi albumnya pun merasa awkward dan memegang hidung, “Serena, maaf, aku pikir kamu ngga mau album gambar ini.”


Serena mendongakan kepala dan tersenyum kepada Louisa sambil berkata: “Ngga apa-apa, aku yang ngga kasih tahu kamu kalau album gambar ini masih mau.”


Melihat Serena yang tidak marah, Louisa akhirnya bisa menghela nafas lega lalu bertanya dengan tersenyum, “Barang ini pasti sangat penting buat kamu.”


Awalnya Serena merasa sudah tidak penting, bahkan sudah lama tidak pernah memikirkan album gambar ini, tetapi kejadian tadi melihat Louisa membuangnya kedalam tong sampah, Serena baru menyadari pada akhirnya dia tetap tidak rela.


“Ia, ini sangat penting.” Serena berbicara sambil menggunakan kain membungkus album itu dan meletakkannya didalam koper paling dalam.


“Barang sepenting ini hampir aja terbuang oleh aku, kamu coba cek lagi ada barang lain atau ngga.”


Louisa khawatirkan dia melakukan kesalahan yang sama lagi, makanya memaksa Serena untuk mencari sekali lagi, setelah sudah memastikan tidak ada lagi barang yang tertinggal mereka akhirnya pun beristirahat.

__ADS_1


Barang sudah selesai dibereskan, Louisa dan Serena yang sambil membawa koper pergi meninggalkan kamar lama yang sudah ditempati kurang lebih satu bulan.


__ADS_2