I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 153 Bersama-Sama Pergi Ke Kompleks Rumah Keluarga Su


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hubungan kedua orang ini sudah membaik banyak, tapi karena pemikiran masing-masing yang masih mengingat pemikiran kecil itu, dari awal sampai akhir tidak bisa kembali seperti dulu, hanya dengan sikap yang tidak dingin juga tidak hangat.


Ralphie setiap hari pulang ke rumah, tapi komunikasi antara kedua orang ini hanya terbatas pada salam sehari-hari.


Hello! Im an artic!


Jelas-jelas berada di bawah atap yang sama, jaraknya sangat dekat, tapi malah sama seperti teman kamar, selain bertemu saat makan di meja makan, masing-masing untuk berpapasan bertemu sangatlah sedikit. Waktu Ralphie saat di rumah rata-rata berada di ruang belajar, sedangkan Serena di kamar sebelah mendesain gambar.


Yang benar-benar membuat hubungan Serena dan Ralphie membaik, adalah karena telepon dari Tuan Su.


Telepon ini, tidak hanya membuat hubungan Serena dan Ralphie membaik, dan masih membuat Serena dan Ralphie memiliki hubungan terdekat selama satu tahun yang tersisa ini, mereka berdua akhirnya tidur satu ranjang.


Hehe……jangan berpikiran terlalu jauh, hanya tidur dalam satu ranjang saja, tidak melakukan hal yang lain……


Hello! Im an artic!


Saat itu hari sabtu, Serena tidak perlu pergi bekerja, di dalam kamar mendesain gambar.


Kemudian pembantu rumah mengetuk pintu, dan bilang Tuan Su menelepon kesini, dan menyuruhnya untuk menerima telepon.


Meskipun kesan pertama Serena terhadap kakek tidak terlalu baik, tapi terakhir kali saat di dalam villa istana, sikap kakek terhadapnya sangat hangat dan lembut, membuatnya sangat senang dan tidak bisa menolak keinginan kakek, dia akhirnya turun ke bawah dan menerima telepon.


“Halo, kakek.”


Dari dalam telepon terdengar suara yang sangat keras dari kakek, “Serena ya, sudah pulang dari bulan madu?”


Bulan madu? Serena terhenti sejenak.


Setelah beberapa saat baru merespon, Ralphie mungkin sudah mengatakan pada kakek kalau mereka pergi menikmati bulan madu, dan baru saja pulang.


Lalu berkata: “Iya, kita baru saja pulang.”


“Baguslah kalau baru pulang.” kakek sambil berkata sambil tersenyum lebar sangat senang.


Bahkan Serena sedikitvpun tidak paham kenapa kakek mengatakan ‘Baguslah kalau baru pulang’, tapi dia tetap sama seperti sebelumnya dengan nurut mendengar perkataan kakek dan menjawab ‘Hm’.


“Karena sudah kembali, suruh Ralphie membawamu ke kompleks rumah keluarga Su untuk makan malam bersama.” kakek tentu saja berkata secara semestinya.


Dia dan Ralphie pergi makan malam? Serena terkejut, lalu berkata: “Kakek, itu……sepertinya dia tidak mempunyai waktu……”


Perkataan Serena belum selesai dikatakan, kakek sudah langsung memotongnya, “Dia tidak ada waktu? Sibuk apa dia?”

__ADS_1


“Dia di kantor.” Serena yang pada awalnya berencana untuk menggunakan alasan ini untuk membebaskan diri dari ajakan makan malam ini.


Tapi ternyata tidak disangka kakek langsung berkata: “Pergi ke kantor apanya? Suruh dia bawa kamu ke kompleks rumah Keluarga Su.”


“Eh……” Serena.


“Serena, kamu jangan terlalu sabar menuruti dia yang seperti itu, semuanya mendengarkannya, kamu harus membuatnya mendengarkanmu……” kakek langsung mulai berbicara tanpa henti mengajari Serena bagaimana cara mengendalikan Ralphie……


Serena yang mendengar kepalanya hampir terpenuhi depresi, tapi sedikit pun tidak berani memotong pembicaraan kakek.


Dengan susah payah akhirnya mengakhiri panggilan dari kakek, Serena merasa agak susah.


Menelepon Ralphie, menyuruhnya membawanya ke kakek sana untuk makan malam……jika dilihat dari kondisi hubungan dari mereka berdua, masalah ini agak susah dilakukan !


Serena dalam waktu singkat berjuang, pada akhirnya mengambil hp nya, dan menelepon nomor Ralphie.


Kira-kira telepon pas sekali berada di tangannya, telepon hanya berbunyi dua kali, Ralphie langsung menjawabnya.


“Halo?”


“Itu……” Serena dalam sekejap tidak tahu harus berbicara mulai darimana.


Ralphie yang disana berkata “Ya?”


Ralphie yang di dalam telepon tidak berkata apa-apa.


Serena menunggu sejenak, melihat Ralphie yang dari awal sampai akhir tidak ada respon, dia berkata lagi: “Itu……aku tidak bisa menolaknya, kamu kalau……”


Serena yang belum selesai bicara, dipotong oleh Ralphie.


“Sore jam 5 aku jemput kamu.”


Serena duluan menjawab ‘Ha’, lalu dengan cepat menjawab ‘Baik.’


Setelah Ralphie menjawab ‘Hm’, langsung mengakhiri telepon.


Serena meletakkan telepon, lalu kembali naik ke atas dan melanjutkan desain gambar.


Karena Ralphie sudah mengatakan akan menjemputnya jam 5 sore, jadi jam 4.30 Serena sudah selesai membereskan desain gambarnya, lalu mengganti pakaian.


Tentu saja pakaiannya bukan pakaian-pakaian yang biasa dia pakai, tapi pakaian-pakaian yang sudah disiapkan di ruang ganti yang lebih baik.


Serena dari hari pertama masuk ke villa, menyadari kalau ruang ganti pakaian penuh dengan pakaian-pakaian musiman, ada sekali membeli pakaian dengan Ralphie, dia tahu pakaian itu sangat mahal, jadi sekalipun belum pernah memakainya.

__ADS_1


Tapi hari ini berbeda, mau pergi ke rumah keluarga Su makan malam, dia harus membantu Ralphie bermain drama dengam baik di depan kakek.


Jadi Serena memilih beberapa set pakakaian untuk dipakai.


Pas jam 5, dari luar terdengar suara mesin, beberapa menit kemudian, Ralphie masuk ke dalam.


Melihat Ralphie masuk, Serena berdiri dari sofa, “Kamu sudah pulang!”


Ralphie menganggukkan kepala dan menjawab ‘Ya’, lalu saat pandangannya beralih ke pakaian yang dipakai di badan Serena, dia terdiam sejenak.


Dia dengan sekali lihat sudah tahu kalau pakaian yang dipakai Serena adalah pakaian yang ada di dalam ruang ganti, karena semua pakaian-pakaian itu dia sendiri yang memilihnya. Hanya saja menikah begitu lama, dia sekalipun belum pernah melihat Serena memakainya.


Hari ini mau pergi ke tempat kakek untuk makan malam, jadi dia baru memakainya kan……mata Ralphie menyorotkan pandangan yang rumit, lalu dengan nada bicara pelan berkata, “Yuk jalan.”


Selesai berkata begitu, Ralphie tidak berhenti sama sekali, dan langsung berbalik.


Sudut bibir Serena dengan pelan diselipkan, lalu berjalan mengikutinya.


Jarak villa dengan kompleks rumah keluarga Su yang berada di pinggiran kota agak jauh, mereka mengendarai mobil menghabiskan waktu paling lama sekitar satu jam lebih.


Saat sampai di rumah keluarga Su, langit sudah gelap.


Ralphie memarkir mobilnya di depan gerbang pintu rumah keluarga Su, pengawal yang ada di gerbang depan berlari kecil untuk membukakan pintu depan pengemudi.


“Tuan Anda sudah kembali?”


Ralphie tidak menanggapinya seperti biasa, malah dengan pandangan dingin menatap pengawal itu, lalu melewati depan mobil, menarik pintu mobil penumpang depan.


Pengawal agak merasa heran, dia dengan menurut lari ke tuan muda dan menyanjungnya, kenapa tuan muda berperilaku seperti ini?


Saat Serena yang keluar dari pintu mobil penumpang depan, pengawal baru merespon, dia langsung menarik kembali sanjungannya barusan.


Orang ini tanpa diduga bisa membuat tuan muda mereka dengan tangannya sendiri membuka kan pintu mobil, jangan-jangan dia adalah istri tuan muda yang sedang dibicarakan itu?


Celaka! Tuan muda hanya takut kalau akam merobek selapis kulitnya! Teringat kembali tatapan tuan muda yang sangat dingin tadi, pengawal iti merinding.


Ralphie sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan pengawalnya, setelah Serena turun dari mobil, dia dengan segera langsung menggandeng tangan Serena.


Tindakannya dilakukan tanpa ada tanda sekalipun, seluruh badan Serena membeku, respon naluri dari tubuhnya adalah menarik kembali tangannya. Tapi Ralphie merasa ini adalah kesempatan yang langka bisa memegang tangan Serena, bagaimana mungkin dia membiarkannya menarik kembali tangannya?


Serena tertegun beberapa detik, lalu merespon maksud Ralphie yang ingin menarik tangannya untuk berpura-pura agar kakek melihatnya, dan berhenti untuk mencoba melepaskan tangannya.


Merasa Serena tidak berusaha untuk melepas tangannya lagi, sorotan mata Ralphie melirik dan tersenyum licik.

__ADS_1


Dia tiba-tiba merasa sering datang ke rumah kakek untuk berpura-pura sangatlah bagus, dia bisa lebih dekat sedikit dengan Serena…


__ADS_2