I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 166 Rumor Mobil Mewah Serena


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Serena di bangunkan dengan suara ketukan pintu.


“Siapa?” Serena dengan bingung membuka matanya.


Hello! Im an artic!


Suara dari luar, “Nyonya, sekarang sudah jam setengan delapan.”


Setelah mendengar itu Serena langsung bagun dan segera lari ke kamar mandi.


Ia mandi secepat mungkin, setelah mengganti pakaian, mengambil tasnya, membuka pintu kamar dan berlari turun ke bawah.


Ralphie sedang duduk di sofa, melihatnya turun Ia mengangkat kelopak matanya kemudian menyapa dia.


Hello! Im an artic!


“Pagi”.


Sesudah Serena membalasnya “Pagi”, Ia lalu berkata: “Aku sudah mau telat, jalan duluan yah.”


Kemudian Ia berbalik dan berjalan keluar.


Ralphie lalu memanggilnya “Serena.”


“Ya?” Serena berbalik.


Ralphie sudah berdiri dan berkata,”Bareng yuk.”


“Ohh… oke. Serena menunggu dan mengangguk.


Ralphie mengangguk ‘ Hmm ‘… kemudian dengan anggun dan tenang, mengambil tas serta kotak makan siang dari tangan pelayan…. Tunggu, kotak makan.


Ralphie ngapain bawa kotak makan?


Serena menyetuh hidung dan berjalan dibelakang Ralphie.


Sesampainya di depan rumah, Pak Li sudah menyalakan mesin mobil menunggu mereka.


Melihat Pak Li menyalakan mobil yang biasa menjemputnya pulang kerja, Serena bingung dan menatap Ralphie.


Dia bersiap menyetir mobil Pak Li untuk pergi kerja?


Kebingungannya tak sampai semenit, Ralphie sudah memberinya jawaban.


Ralphie tak akan menyetir mobil Pak Li tapi bersiap bersamanya menggunakan mobil Pak Li.


Mobilnya rusak?

__ADS_1


Di benaknya menebak berbagai sebab, tapi tetap tidak mengerti, Ralphie melakukan semuanya demi dia.


Felix telah memeriksa rekaman jika mobil Serena keluar dari trotoar dan hampir mengalami kecelakaan.


Setelah Ralphie lihat rekaman itu, Ia memutuskan untuk setiap hari pergi dan pulang kerja bersama Serena.


Ketika Serena naik dan duduk di mobil, Ralphie memberinya kotak makan.


Kemudian meminta Serena menolongnya mengambil kotak makan? Serena sedikit bingung dan memandang Ralphie.


“Sarapan.” Kata Ralphie.


Sarapan? Serena membalasnya, ternyata ini sarapan untuknya.


Kotak makan sudah disiapkan sebelum dia turun, Kok Ralphie tahu kalau Serena telat?


Serena berbalik untuk melihat Ralphie, yang sedang bersandar di bagian belakang kursi dengan mata tertutup, dan alisnya sedikit mengernyit tampak kelelahan.


Menatap Ralphie selama beberapa detik, kemudian Serena berbalik, lalu membuka kotak makan dan mulai makan sarapan.


Sesudah sarapan, Serena baru saja menaruh kotak makan siang di kakinya kemudian terdengar suara Ralphie.


“Bisa pinjam hpmu.”


Hp? Serena mengangakat kepalanya menatap Ralphie.


“Emmm… Hpku…..rusak.” Dengan nada ragu Serena menjawab.


Ralphie dengan samar-samar berkata “Hmm”, tak ada masalah kok hpnya Serena bisa rusak, lalu berkata: “Bentar bilangin Felix siapin hp baru buatmu.”


Serena sebenarnya ingin menolak, udah mau ngomong tapi gak jadi.


Bukankah cuma hp? Apakah itu salah?


Dia juga pernah mengirim hp untuk Serena sebelumnya. Mengingat kembali ketika Ralphie memberinya hp, Serena larut dalam lamunannya……


Ralphie melihat wajah lamunan Serena, bagian bawah matanya gelap.


Dia tahu bahwa hp Serena itu hancur oleh mobil tadi malam, makanya ingin meminjam hpnya. Dengan begitu Serena bisa menceritakan kejadian semalam di mana dia hampir kecelakaan, tetapi dia tak menceritakan apapun hanya mengatakan hpnya rusak…


Karena hampir tiba waktu kerja Serena, maka Ralphie meminta Pak Li untuk memarkir mobilnya langsung di gerbang toko perhiasan Man Fook.


Jika sebelumnya Mercedes yang bagus, tapi akhir-akhir ini, Ralphie mendengar bahwa Serena suka Maserati, Ralphie tak begitu bahagia, jadi meskipun mobil baru, mobil impor, konfigurasi tertinggi dan seluruh mobil antipeluru, tapi penampilannya tidak mempesona.


Singkatnya, semua dapat melihat bahwa mobil yang mewah itu Mercedes.


Seperti mobil mewah, bahkan di jalan juga hati-hati, belum lagi diparkir di jalur gerbang toko perhiasan Man Fook.


Serena turun dari mobil dan melihat-lihat.

__ADS_1


Serena sangat membenci perasaan ini, tapi dia tidak bisa menyalahkan Ralphie.


Karena Ralphie takut dia terlambat, ia menyuruh Pak Li untuk berhenti di gerbang perusahaan.


Jadi dia keluar dari mobil, buru-buru mengatakan ‘ Sampai jumpa ‘ kepada Ralphie, kemudian berlari masuk.


Awalnya Serena mengira dia dilihat orang hanya sekali ini, gak masalah, tapi hasilnya informasi dia naik mobil mewah kurang dari setangah hari dengan cepat tersebar di perusahaan.


Seperti berita yang menyebar, gosip ini makin tersebar.


Beberapa orang mengatakan bahwa Serena adalah wanita simpanan.


Beberapa orang lainnya mengatakan bahwa keluarga Serena kaya.


Ada juga yang mengatakan bahwa Serena mendadak kaya.


Kesimpulannya, ada lebih banyak orang yang mengatakan jika Serena merupakan wanita simpanan.


Jika keluarga Serena kaya atau mendadak kaya, maka Serena ngapain ambil gaji sepuluh juta di toko perhiasan Man Fook?


Saat makan siang, segera setelah Serena dan Louisa masuk ke kantin perusahaan, ada banyak orang yang menunjuk padanya dan mengatakan dia wanita simpanan dan sebagainya.


Wajah Serena menjadi begitu kusam, bukan dia yang menyebarkan hal ini.


Louisa menggatikan Serena dan berkata, “Diam kalian”.


Seseorang telah melakukannya dan tidak ada yang diizinkan untuk mengatakannya. Rekan wanita memandang Serena dengan jijik.


“Hal yang tidak perlu, tak perlu kalian ikut campur.” Louisa melindungi Serena.


Rekan wanita itu tersenyum dan berkata, “Apaan sih?” Jadi kamu coba tanya bagaimana dia punya mobil mewah yang mengantarnya? Jangan bilang keluarganya kaya, mana ada orang kaya datang untuk bekerja bareng kita?”


“Kalau keluarganya ga kaya emang ga bisa beli mobil mewah? Balas Louisa dengan marah. Kayak kalian ga makan anggur tapi mengatakan anggurnya asam. ”


Yah, siapa yang iri kalau kerjaannya begini, tapi dia bisa beli mobil mewah? Kamu begitu melindunginya, jangan-jangan kalian sama-sama wanita simpanan?”


Ngomong apa kamu? Louisa mengangkat lengan baju dan berusaha untuk bergegas dan memukul orang itu.


Serena menarik bahu Louisa dan berkata “Sudahlah Louisa, biarkan saja.”


Louisa meletakkan tangannya ke bawah dengan penuh kebencian dan kemudian pergi bersama Serena.


Sewaktu dia berjalan, dia berkata: “Kenapa kamu tidak membiarkanku menggampar mereka?” ”


“Biarlah mereka mengatakannya, lagipula mereka memang penggosip. Serena menjawab dengan perlahan.


“Apa yang membuat mereka berkata demikian? Bukankah kamu hanya naik mobil mewah? Gak ada hubungannya sama mereka kan….”Kata Louisa dengan emosi.


Serena menatap Louisa dengan bersalah dan tak berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2