
Hello! Im an artic!
Leonard dengan ekspresi berjanji berhadapan dengan Flora dan berkata: “Flora anak baik, Serena tidak akan mempunyai kesempatan untuk merebut pacar denganmu, dia sudah terhubung oleh pernikahan dengan Grup Su.”
Mendengar Leonard berkata kalau Serena sudah terhubung pernikahan dengan Grup Su, hati Flora merasa sangat senang karena tujuannya telah tercapai.
Hello! Im an artic!
Hanya jika Leonard yakin kalau Serena Luo benar-benar terhubung pernikahan oleh Grup Su, kalau begitu sudah menghancurkan kemungkinan antara Ralphie dengan Serena.
Serena menikah dengan Grup Su, keluarga Luo dan Grup Luo itu bukanlah milik dia Flora?
Sampai akhirnya dia melepaskan umpan, Ralphie masih saja tidak dengan baik-baik mau menikah dengannya?
Di dalam hati Flora dia merasa bangga pada diri sendiri, ekspresi wajahnya benar-benar berpura-pura tidak tahu dan dengan lembut bertanya, “Apakah itu benar?”
Hello! Im an artic!
“Iya benar, ayah sekarang menyuruhnya untuk pulang, untuk memberitahukan kepadanya keputusan ini.” Setelah Leonard selesai bicara, dia sekalian menelepon Serena.
Serena beberapa hari ini benar-benar sangat sibuk, Dottie setiap hari akan mengaturnya mendesain dua atau dua lebih gambar.
Dia setiap hari mendesain sebuah gambar harus mendesain langit dan mendesain tanah, kadang-kadang dia masih harus lembur dan menambah jam kerja. Tapi masih oke, karena ini adalah pekerjaan yang dia sukai.
Dan juga masih ada Louisa yang menemaninya, Serena masih merasa enak.
Hari ini lagi-lagi ada tiga lembar gambar desain, Serena seperti biasa kerja lembur di kantor.
“Serena, hari ini lagi-lagi mau lembur ya?” Louisa dari kantor luar masuk ke dalam.
“Ya, masih ada satu gambar deaain yang belum selesai digambar.” Serena terhenti sejenak, lalu dengan bergegas ke arah Louisa dan berkata: “Louisa, kalau tidak kamu duluan pulang, kamu sudah menemaniku beberapa hari ini.”
“Tidak apa, aku melanjutkan untuk menemanimu ya, lagipula aku pulang ke rumah juga tidak melakukan apa-apa.” Louisa berkata seperti itu sambil duduk di depan Serena.
“Terima kasih Louisa.” Serena tersenyum dan berterima kasih pada Louisa, lalu menundukkan kepalanya dan menggambar.
__ADS_1
Louisa duduk di atas kursi sambil bermain hp, setelah itu dia menaruh hp nya dan menatap gambarnya Serena.
Tiba-tiba Louisa membuka mulut dan berkata, “Serena, apakah kamu pernah terpikir, kenapa desainer Zhuo setiap hari menyuruhmu untuk menggambar gambar desain sebanyak ini?”
“Apa?” Serena yang seluruh jiwa nya sudah masuk ke dalam mendesain gambar mendengar perkataan Louisa, tapi tidak terdengar terlalu jelas dia berkata apa.
Dia tertegun lalu berkata: “Aku ini bilang kamu malam ini mau makan apa? Aku pergi keluar membelikannya untukmu.”
“Aku……” Serena sedang mempersiapkan jawaban untuk menjawab Louisa, tiba-tiba hp nya berdering.
Serena mengatakan maaf pada Louisa, lalu dari saku mengeluarkan hp.
Saat melihat tampilan hp yang ternyata adalah nomor telepon Leonard, matanya berkedip-kedip, lalu menekan tombol terima.
“Pa? Pulang sekarang? Besok aku harus kerja……ya, aku tahu, aku akan segera pulang.”
Setelah menutup telepon, serena Luo langsung menghadap Louisa dan meminta maaf berkata: “Louisa, maaf, aku tidak bisa pergi makan denganmu, aku harus cepat-cepat pulang.”
Louisa merasa aneh dan bertanya, “Sekarang sudah sangat malam, kamu masih harus pulang?”
“Ya, ayah ku bilang ada masalah, dan menyuruhku pulang.” Serena berhenti sejenak, lalu berkata: “Malam ini pulang juga bagus, besok aku masih bisa bergegas datang ke kantor bekerja.”
“Kalau sudah saatnya baru dipikirkan lagi.” Serena sambil membereskan barang, sambil menjawab.
Louisa menganggukkan kepala, “Oke, begitu juga boleh.”
Kedua orang bersama-sama meninggalkan kantor, berjalan keluar dari perusahaan, lalu berpisah.
Louisa naik bis pulang ke rumah, dan Serena memanggil taksi untuk kembali ke villa Keluarga Luo.
Serena saat sampai ke villa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, awalnya dia berpikir kalau orang-orang di rumahnya seharusnya sudah tidur semua.
Tanpa diduga saat dia masuk ke dalam villa, Leonard dan Flora sedan duduk di sofa ruang tamu menunggunya.
“Pa, Kak.”
__ADS_1
Flora melihat Serena, air matanya langsung turun seperti derasnya air, terlihat menyedihkan.
Leonard dengan dingin menatap Serena, lalu dengan sedih menghibur Flora.
“Kak, ini kenapa?” Serena tidak mengerti masalahnya dan bertanya.
“Kamu masih punya malu bertanya pada kakak mu kenapa?” Leonard dengan amarah menatap ke Serena, sama seperti dia telah melakukan suatu hal yang tidak bisa dimaafkan lagi.
Serena benar-benar tidak paham makanya bertanya, “Pa, aku……”
Leonard langsung memotong pembicaraan Serena, “Serena, aku kasih tahu kamu, mulai hari ini, kamu harus ada di rumah, lalu sampai pada hari dimana pernikahan mu dengan Grup Su berlangsung.”
Serena setelah mendengar perkataan Leonard yang menyuruhnya menikah karena hubungan kerja, seluruh badannya sama seperti disambar petir.
Setelah terpaku beberapa detik, dia baru berkata: “Tidak, Pa, aku tidak mau menikah karena hubungan kerja dengan Grup Su.”
“Tidak ada yang bisa di diskusikan, kamu harus menikah dengan Grup Su.” dengan yang dulu tidak sama, kali ini nada bicara Leonard mengandung arti ketidak raguan.
Dalam kesedihan Serena, dia tidak menyangka beberapa tahun belakangan ini, ayah kandung dia satu-satunya pertama kali meneleponnya, menyuruhnya pulang, adalah untuk menyuruhnya melakukan hubungan pernikahan.
“Pa, orang yang seharusnya memiliki pernikahan dengan Grup Su adalah kakak, kenapa aku?”
“Kakak mu sudah punya pacar, tidak usah tunggu lama, sudah mau menikah. Kamu sebaiknya jangan mempengaruhi pikiran pacarnya, baik-baik menunggu hari pernikahanmu saja.”
Serena merasa dirinya sudah kacau, “Apanya yang pacarnya kakak, dan aku sebaiknya jangan mempengaruhi pikirannya?”
Leonard melihat Serena, dengan mata yang tidak ada pandangan hangat sedikitpun berkata, “Serena, kamu ingat Ralphie adalah pacar kakak mu, aku sudah pernah bertemu dengannya, dan akan dengan cepat mengatur waktu untuk mereka menikah, kamu jangan memikirkan cara apapun.”
Ralphie? Jangan-jangan Ralphie?
Hati Serena yang paling dalam terasa jegleg, lalu dengan kaget bertanya, “Pa, yang kamu maksud adalah Ralphie? Dia adalah pacarnya kakak?”
Dia tidak menunggu Leonard menjawab, dengan nada yang pasti bertanya pada Flora: “Kak, kamu tidak mungkin adalah pacarnya Ralphie.”
Wajah Flora terkejut, lalu wajah cantiknya itu dengan bergelinang air mata melihat ke arah Leonard, “Pa, kamu lihat Serena……”
__ADS_1
“Flora tenanglah, ayah tidak akan membiarkannya melakukannya.” Leonard dengan bahasa yang lembut dan pelan-pelan menghibur Flora, lalu saat berbalik ke arah Serena, wajahnya berubah menjadi sangat dingin, “Serena, kamu sebenarnya manusia atau bukan? Bahkan pacar kakakmu sendiri saja kamu mau merebutnya.”
“Pa, aku tidak begitu, aku……” Serena ingin menjelaskan, tapi Leonard pada dasarnya sudah tidak memberikan kesempatan untuknya untuk menjelaskan, dan langsung memerintah orang untuk membawa Serena masuk ke dalam kamar yang sudah dia persiapkan.