
Hello! Im an artic!
Saat itu hubungan keluarga Bai dan keluarga Luo sangat dekat, sangat baik.
Selanjutnya terjadi pernikahan antara Keluarga Bai dan Keluarga Luo, tadinya semua berpikir setelah pernikahan ini, hubungan kedua keluarga ini seharusnya menjadi lebih baik lagi.
Hello! Im an artic!
Tapi, kenyataannya bukan seperti itu.
Ariya sangat mencintai Leonard, tapi Leonard tidak mencintai dia, bahkan membenci dia.
Orang-orang di keluarga Bai ingin menyuruh Ariya menceraikan Leonard, tapi Ariya sama sekali tidak mau, saat itu membuat Tuan Besar Bai marah hingga memutus kontak dengan Ariya.
Lalu Ariya meninggal dunia, Keluarga Bai membenci Leonard, melawan Leonard di dalam perusahaan, karena ini juga mereka melewatkan setahun dimana Serena hidup sendirian.
Hello! Im an artic!
Sampai saat Bella masuk ke keluarga Luo, mereka baru mengingat Serena.
Mereka ingin mengambil Serena untuk dibesarkan di keluarga Bai, tapi Bella dan Leonard tidak mau.
Mereka hanya bisa menggunakan cara lain untuk mengkompensasi Serena, mereka menggunakan saham keluarga Bai yang ada di Grup Luo.
Tapi saham ini tidak didapatkan oleh Serena, tapi malah diambil semua oleh Leonard.
Leonard mengambil saham keluarga Bai di Grup Luo masih tidak ada apa-apanya, dia juga mengusir Keluarga Bai dari Kota A.
Keluarga Bai bekerja keras di Afrika Selatan untuk bertahun-tahun baru bisa bangkit lagi, karena rasa benci mereka terhadap Leonard, jadi keluarga Bai tidak ada yang mencari Serena lagi.
Hingga hari ini, Malcolm bertemu dengan Serena.
Malcolm merasa bingung, dia berpikir, apakah dia mau memberitahukan yang lain atau tidak, akan masalah dia bertemu dengan Serena……
Keesokannya adalah hari kompetisi White’s Jewellery International, setelah sarapan pagi, Serena, Karina, dan yang lain bersama-sama naik mobil pergi ke White’s Jewellery International.
Tepat jam delapan, mereka bersama-sama masuk ke aula kompetisi.
Setelah memilih tempat, Serena membuka dokumen informasi yang ada diatas meja.
Dokumen informasi tidak menuliskan permintaan apa-apa, hanya ada tema desain.
Serena tidak asing akan permintaan desain seperti ini, sebaliknya saat belajar dengan Desaigner Kitty, Desaigner Kitty sering meminta dia menggambar desain.
Tapi tema desainnya membuat dia sedikit terkejut.
Mengekspresikan perasaan……
Serena terdiam menatapi dokumen itu, lalu membuka kertas gambar dan mulai menggambar desainnya.
__ADS_1
Dari jam delapan sampai jam sebelas, dalam waktu tiga jam, itu adalah waktu yang lebih dari cukup untuk menggambar sebuah desain.
Tapi desain Serena kali ini agak berbeda, jadi dia terus menggambar.
Dari membuat outline besar hingga mengecilkannya satu persatu, semakin banyak orang yang sudah menyelesaikan desainnya dan pergi.
Sampai sepuluh menit terakhir, di aula itu kecuali karyawan White’s Jewellery International, hanya tersisa dia sendirian.
Serena seperti tidak terasa hal lain di sekitarnya, dia dengan santai menggambar desainnya.
Saat itu, pintu utama terbuka, Malcolm dengan bodyguard-nya masuk.
“Apakah kompetisi sudah selesai?”
Salah satu karyawan Karyawan menunjuk Serena yang sedang menggambar desainnya sambil menjawab, “Direktur Bai, masih ada satu desainer yang belum menyelesaikan desainnya.”
Saat Malcolm melihat Serena, dia terkejut, lalu berkata: “Tunggu dia selesai menggambar desainnya, kamu langsung bawa semua desain ke kantorku.”
“Baiklah, Direktur Bai.”
Malcolm menatapi Serena, lalu dengan bodyguard-nya pergi.
Saat hanya tersisa lima menit, Serena selesai menggambar desainnya, setelah dia menulis nama dan nama perusahaannya di atas kertas gambar itu, dia memberikan desainnya ke karyawan dan pergi meninggalkan aula.
Baru saja keluar dari pintu utama, dia langsung melihat Manajer Utama menghampiri dia.
Serena bertanya dengan bingung, “Kenapa?”
“Suamimu ada masalah, kamu ikut aku.” Manajer Utama berkata dengan cemas.
Mendengar Manajer Utama berkata Ralphie dalam masalah, Serena kebingungan, dia tidak menyadari keanehan dari perkataan Manajer Utama.
Sesampainya duduk didalam mobil Manajer Utama, Serena baru tersadar.
“Manajer, kamu membohongi aku?”
Manajer terkejut, lalu bertanya, “Bagaimana kamu tahu aku membohongimu?”
“Karena kamu sama sekali tidak tahu siapa suamiku.” Jawab Serena.
Manajer tertawa, lalu berkata: “Aku memang tidak tahu siapa suamimu, aku hanya ingin membawamu menemui seseorang.”
“Siapa?” Tanya Serena.
Manajer menjawab, “Nantinya kamu juga akan tahu.”
Serena menjawab ‘Oh’, lalu bertanya, “Apakah aku boleh menelpon suamiku, memberitahukan kepada dia?”
“Untuk saat ini tidak boleh.” Kata Manajer Utama sambil mengambil tas yang dipegang Serena.
__ADS_1
Serena hanya dengan dingin melihat tindakan dia, tidak mengatakan apa-apa…….
Ralphie tadinya berencana untuk pergi ke White’s Jewellery International menemani Serena kompetisi, tapi Serena tidak mengizinkan dia, Serena menyuruh dia menunggu Serena pulang kompetisi di hotel.
Jadi Ralphie dengan sabar menunggu Serena.
Dia menunggu hingga sore hari dan Serena masih belum pulang.
Dia mengelurkan handphone menelpon Serena, tapi tidak diangkat.
Awalnya, Ralphie mengira Serena ada urusan jadi tidak bisa mengangkat telepon.
Tapi setelah ditelpon sepuluh kali lebih dan tidak ada yang mengangkat, Ralphie mulai cemas.
Dia ingin menelpon Elliot, menanyakan keadaan Serena, tapi dia baru sadar dia tidak ada nomor telepon Elliot.
Jadi dia menelpon Felix dulu, meminta Felix memberikan dia nomor Elliot.
Setelah mendapatkan nomor Elliot, Ralphie langsung menelpon dia.
Elliot dengan cepat mengangkat teleponnya, “Halo.”
Ralphie langsung berkata: “Ini aku Ralphie.”
“Su…… Direktur Su, ada apa?” Elliot langsung bertanya dengan hormat.
Ralphie tidak berbasa-basi, dia langsung bertanya, “Apakah Serena sedang bersamamu?”
“Nyonya? Bukankah sudah anda jemput?” Elliot menjawab dengan bingung.
Mendengar perkataan Elliot, wajah Ralphie tenggelam, lalu setelah mengatakan ‘Pergi ke White’s Jewellery International tunggu aku disana’, dia langsung menutup teleponnya.
Sambil berlari keluar kamar, dia menelpon Felix.
“Felix, kamu segera periksa lokasi sinyal handphone Serena.”
Felix bertanya dengan ragu, “Direktur Su, ada kejadian apa?”
“Kamu banyak tanya untuk apa? Kalau sudah diperiksa, langsung beritahu aku.” Ralphie meneriakkan kalimat itu, lalu menutup telepon dan melihat lift yang sedang turun, dia membalikkan badan dan berlari turun lewat tangga.
Berlari sampai ke parkiran mobil, napas Ralphie menjadi terengah-engah.
Dia tidak beristirahat untuk bernapas, dia langsung membuka pintu mobil dan naik, lalu dia tidak mengenakan sabuk pengamannya, dia langsung menginjak penuh pedal gas. Lalu membanting stir mobilnya, bergegas keluar dari parkiran dan pergi ke White’s Jewellery International.
Dengan rem yang menimbulkan suara nyaring, Ralphie menghentikan mobilnya yang miring di depan pintu utama White’s Jewellery International.
Dia mendorong buka pintu, turun dari mobil, dia bergegas ke arah pintu utama White’s Jewellery International.
“Tuan, disini tidak boleh parkir……” Petugas keamanan datang menahan Ralphie, Ralphie menundukkan badan untuk menghindari petugas keamanan itu, lalu langsung bergegas masuk ke lobi utama White’s Jewellery International.
__ADS_1