
Hello! Im an artic!
Beberapa menit kemudian, Serena datang.
“Kenapa kamu di sini?” tanyanya.
Hello! Im an artic!
Serena menjawab asal, “Molly berkata, kamu mencariku.”
Ryan segera mengingat pada apa yang dikatakan Molly dia sebelum pergi.
Apa maksud Molly?
Dia mengerutkan kening, dan kemudian berkata, “Mungkin dia salah dengar.”
Hello! Im an artic!
“Oh,” Serena mengangkat bahu, melihat ke bawah tas belanjaan yang ada di tangannya, dan baru teringat dia telah meninggalkan tasnya, alisnya yang tampak langsung mengernyit.
Ryan diam-diam memperhatikan kerutannya, mengangkat alisnya dan bertanya, “Ada apa?”
“Aku lupa tasku,” jawab Serena ketika dia membalik tas belanjaan di tangannya.
hening sesaat, dan Ryan bertanya, “Di mana kamu meletakannya?”
Serena berpikir sebentar lalu menjawab, “Sepertinya di toko sebelumnya.”
“Kalau begitu kembalilah ke toko itu untuk mencarinya.” Setelah terdiam, Ryan berkata, “Jika kamu tidak dapat menemukannya, kamu dapat menghubungi polisi.”
“Yah, aku tahu,” Serena mengangguk, lalu berbalik untuk bersiap pergi.
Ryan menghentikannya, “Aku akan membawakan tas belanjaan ini untukmu, jika ada apa-apa, telepon saja.”
“Baiklah.” Serena mengangguk, menyerahkan tas belanjaan di tangannya kepada Ryan, dan bergegas pergi.
“Mudah-mudahan kamu bisa segera menemukannya, agar tidak merepotkan…” perlahan Ryan berdiri, melihat Serena yang bergegas kembali ke toko sebelumnya, sambil menghela nafas.
Dia tidak memperhatikan bahwa tidak jauh di belakangnya, di tempat yang agak tersembunyi, Molly berdiri di sana memperhatikannya.
Bisa dikatakan Molly telah berdiri di sana untuk waktu yang cukup lama, cukup baginya untuk mengambil banyak foto Serena dan Ryan yang berdiri disana.
Setelah memilih beberapa foto yang di anggap mesra, Molly mengirim foto ke ponsel lain.
Kemudian Molly mengirim gambar dari telepon itu ke telepon Ralphie.
Ya, Molly mengambil foto-foto ini dengan sengaja, dia ingin Ralphie salah menilai Serena, dan kemudian Ralphie pasti akan mencari, dan membenci Ryan, dan pada akhirnya Ryan harus menjauhi Serena.
Molly memikirkannya dengan matang, tetapi dia tidak menyadari bahwa ada beberapa hal, beberapa orang yang di luar perhitungannya.
__ADS_1
Ketika Ralphie menerima foto-foto ini, hal pertama yang dia pikirkan bukan apa yang sedang terjadi antara Serena dan Ryan.
Namun hal pertama yang dia pikirkan adalah siapa yang berusaha menciptakan masalah antara dia dan Serena?
Dia segera meminta Felix untuk menyelidiki siapa yang mengiriminya foto itu.
Serena tidak mengetahui masalah ini, karena dia sedang sibuk mencari tasnya.
Untungnya, pegawai toko di kota ini sangat baik.
Mereka akan mengambil tas pelanggan yang tertinggal, menyimpannya dengan hati-hati dan menunggu pelanggan kembali datang mengambilnya.
Tanpa susah payah, akhirnya Serena dapat menemukan tasnya.
Setelah berterima kasih kepada petugas toko, dia bergegas menelpon Lacey dan bertanya dimana keberadaan mereka, lalu bergegas menemuinya.
Melihat Serena datang, Lacey bertanya, “Serena, apakah kamu pergi mencari tas mu, kenapa kamu tidak memberitahuku, aku akan pergi dengan kamu.”
“Tidak apa-apa, hanya mencari tas,” jawab Serena sambil tersenyum.
Lacey bergumam dan berkata, “Hanya mencari tas, kami adalah teman baikmu, jika ada sesuatu terjadi, apa yang harus aku katakan kepada Ralphie?
Ketika Serena mendengar ucapan Lacey, dia sangat terharu, “Apakah yang kamu katakan ini benar?”
“Apanya yang benar, itulah kebenarannya…” ucapan Lacey tidak selesai, dan Molly memotong dengan tidak sabar, “Apakah kalian ingin berbelanja lagi?”
“Ayo lanjutkan…”
Serena berhenti, dan meminta maaf kepada yang lain: “Aku tidak bisa lanjut berbelanja lagi.”
“Serena, apakah kamu memiliki pekerjaan yang harus dilakukan?” Lacey bertanya dengan aneh.
Serena menggelengkan kepalanya, “Tidak, Ralphie akan segera menjemputku.”
“Kak Ralphie akan ke sini?” Tidak hanya Lacey, Molly, dan Ryan juga sedikit terkejut.
“Yah, saat menelpon, aku sudah berjanji padanya,” jawab Serena.
Ryan berkata, “Kebetulan aku juga sedang mencari Ralphie, aku akan ikut bersamamu.”
Mendengar ucapan Ryan, Molly meliriknya aneh, dan kemudian berkata, “Biarkan aku ikut bersamamu.”
Ryan dan Molly keduanya berkata bahwa mereka akan ikut, tentu saja Lacey tidak akan pergi berbelanja sendirian.
Akhirnya mereka memutuskan Serena akan menunggu Ralphie di halaman luar, sementara yang lain akan menunggu di cafe mall.
Beberapa saat setelah mereka menunggu, Ralphie pun datang.
Ralphie keluar dari mobil, dan mengambil tas belanjaan dari Serena, “Sudah belanja begitu lama, pasti kamu lelah?”
__ADS_1
“Tidak apa-apa,” Serena terdiam, lalu teringat sesuatu: “Oh ya, Ryan sedang menunggumu.”
Ralphie mengangkat alis dan bertanya, “Apakah ada yang salah?”
“Ryan mengatakan ada sesuatu yang ingin dibicarakan padamu,” Serena mengangguk.
Ralphie berkata, ‘Hm’, sambil meletakkan tas belanjaan di belakang mobil, menutup pintu, dan bertanya, “Di mana mereka?”
“Starbucks Cafe di lantai tiga,” jawab Serena.
Ralphie hanya diam, dan mengajak Serena masuk ke mall.
Setelah sampai di cafe, Ryan dan Lacey yang pertama menyapa Ralphie, “Ralphie.”
Ralphie mengangguk, dan melihat Molly.
Melihat pandangan sepupunya itu, Molly, yang telah berbuat jahat, merasa sangat bersalah. Dia memalingkan muka dan memanggil sepupunya itu dengan suara rendah.
Ralphie bertanya dengan santai, “Kapan kamu sampai di kota A?”
“Pagi ini,” Molly menjawab dengan wajah tertunduk.
Ralphie menatapnya tajam, dan kemudian mengajak Serena duduk di bangku kosong di seberang Ryan. “Ada apa?”
“Aku punya proyek dan butuh bantuanmu,” Jawab Ryan pelan.
Ralphie terdiam ketika mendengar perkataan Ryan. Karena biasanya, Ryan dan Isa saling membantu satu sama lain dari dulu dan tidak permah meminta bantuannya.
Bukannya tidak ingin membantu, tetapi Ralphie pikir mereka selalu bekerja sama dalam mengerjakan segala proyek.
Bagaimana Ryan bisa meminta bantuannya hari ini?
“Kenapa kamu tidak meminta bantuan Isa?”
“Oh, dia sibuk mencari pacarnya, tidak ada waktu untuk ini,” Ryan menjawab sambil memutar matanya.
Ralphie mengangkat alis, “Mencari pacarnya?”
“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun pacarnya itu telah melarikan diri, dan belum di temukan.” Ryan, berkata sambil menunjukan ekspresi yang tidak jelas.
Namun Ralphie tidak peduli dengan ocehannya dia hanya menjawab, ‘Oh’ dan kemudian melanjutkan pembicaraan tentang proyek bersama Ryan.
Ralphie dan Ryan terlihat asik mengobrol, begitu pun dengan Serena dan Lacey, hanya Molly yang bertingkah aneh.
Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan sepupunya, sepupunya mengetahui bahwa Ryan menyukai Serena, bagaimana bisa dia terlihat begitu akrab dengan Ryan?
Dan tampaknya sikap sepupunya terhadap Serena tidak berubah, bahkan dia bisa melihat cahaya bahagia yang memancar dari kedua mata sepupunya itu.
Apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Mungkinkah sepupunya belum menerima foto itu.