
Hello! Im an artic!
Setelah menunggu Manajer Utama pergi, Serena langsung tersenyum dan memegang tangan Ralphie, “Jangan marah.”
Ekspresi dingin di wajah Ralphie langsung menghilang, dia menggandeng tangan Serena, lalu berjalan ke lift……
Hello! Im an artic!
Urusan soal bertemu dengan Direktur Utama dan Serena saat sedang bersama, Manajer Utama berpikit hanya kebetulan saja, dia sama sekali tidak tahu hubungan antara Serena dan Ralphie.
Tentu saja, ini juga karena Serena menjaga jarak dengan Ralphie saat itu.
Saat Serena memimpin tim pergi ke Afrika Selatan untuk mengikuti kompetisi White’s Jewellery International, melihat Ralphie dan Serena bersama, Manajer Utama baru tahu Serena adalah nyonya bos perusahaan……
Keesokan harinya, Serena memanggil ketiga orang yang sudah dia pilih untuk ke kantornya.
Hello! Im an artic!
Setelah dia mempersilahkan semuanya untuk duduk, dia langsung membahas ke topik, “Tahu kenapa aku memanggil kalian kesini tidak?”
Ketiga orang itu kecuali Karina, keduanya menggelengkan kepalanya.
“Aku memilih kalian bertiga untuk masuk ke dalam timku.” Serena terdiam sebentar, lalu berkata: “Mengikuti kompetisi desain White’s Jewellery International.”
Mendengar White’s Jewellery International, ekspresi wajah ketiga orang itu langsung berubah.
Tidak bisa apa-apa, monopoly White’s Jewellery International terhadap dunia bisnis perhiasan terlalu mengerikan, dalam dunia perhiasan, tidak ada orang yang tidak tahu jelas nama White’s Jewellery International menandakan apa.
Sekarang White’s Jewellery International mengadakan kompetisi desainer, bukan hanya mengejutkan tapi juga menakjubkan.
“Sebelumnya, perusahaan ini tidak bisa ikut berkompetisi, tapi sekarang perusahaan ini sudah masuk kualifikasi, jadi kompetisi ini sangat penting untuk perusahaan kita.” Serena menatap mereka bertiga, “Menang atau kalah bergantung kepada kita.”
“Aku ingin bertanya, apakah hanya kita berempat?” Salah satu desainer bertanya dengan suara pelan.
“Betul.” Serena menganggukkan kepalanya, lalu berkata: “Kompetisinya dalam satu minggu lagi, nantinya, kalian akan ikut aku pergi ke Afrika Selatan.”
“Baiklah……”
Satu minggu sebelum kompetisi White’s Jewellery International, Ralphie sangat sibuk.
Serena melihat dia begitu sibuk, hatinya merasa sakit, sudah beberapa kali mengatakan kepadanya tidak perlu ikut, Serena pergi sendiri tidak masalah, tapi Ralphie selalu menolak.
Satu minggu kemudian, dihari mereka akan pergi ke White’s Jewellery International, Manajer Utama pergi ke kantor Elliot.
Hanya bisa melihat Karina dan dua orang lagi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Serena.
“Serena dimana? Belum datang?”
__ADS_1
Elliot menjawab, “Nona Luo tidak akan pergi bersama kita ke Afrika Selatan.”
“Dia tidak bersama kita pergi, jadi bersama siapa?” Manajer tidak puas.
“Nantinya anda akan tahu sendiri.” Elliot langsung menjawab.
Nantinya akan tahu sendiri…….dia selalu menerima kalimat seperti ini, Manajer Utama menatap Elliot, tapi pada akhirnya tidak bertanya lagi.
Dia tahu jelas, kalau Elliot tidak mau mengatakannya, dia bertanya juga tidak berguna.
“Kalau begitu ayo kita pergi ke bandara…….”
Serena tadinya berencana untuk pergi ke Afrika Selatan bersama Manajer dan yang lain, tapi saat itu Ralphie ada rapat, jadi tidak bisa bersama dengan mereka.
Menunggu Ralphie selesai rapat, mereka baru naik pesawat pribadi untuk pergi ke Afrika Selatan.
Sesampai mereka di Afrika Selatan, Serena menghubungi Elliot dahulu, lalu baru bersama dengan Ralphie pergi ke hotel tempat mereka menginap.
Elliot setelah mengangkat telepon Serena, menunggu mereka di lobi hotel.
Dia menunggu selama setengah jam, baru bisa melihat Ralphie yang sedang menggandeng tangan Serena masuk ke dalam hotel.
Dia langsung terbangun dan menyambut mereka, “Direktur Su, Nyonya.”
Ralphie mengiyakan Elliot, lalu bertanya, “Apakah kamarnya sudah di pesan?”
“Sudah, kamarnya adalah Presiden Suite.” Elliot menganggukkan kepala, lalu mengeluarkan kartu akses kamar dari dalam kantongnya.
Saat itu Manajer Utama baru saja keluar dari lift, melihat Elliot, dia terkejut, “Eh……Manajer Ye, bukankah kamu ingin bertemu dengan Serena? Kenapa ada disini?”
“Aku sudah bertemu dengan Nona Luo.” Elliot melihat Manajer Utama dan menjawab dia.
Manajer Utama menjawab ‘Oh’, lalu bertanya, “Urusan kompetisi, kamu sudah membicarakan dengan dia sampai bagaimana?”
“Tidak dibicarakan.” Elliot menjawab dengan jujur.
Manajer Utama mendengar perkataannya, hampir muntah darah, “Kamu dengan khusus mencari dia, tapi tidak membicarakan apa-apa? Apakah kamu tidak tahu besok kita harus pergi ke White’s Jewellery International? Kamu tidak bicarakan dengan dia sekarang, kamu kapan mau bicarakan dengan dia?”
“Er……” Elliot mengelus hidungnya dengan canggung.
“Lupakanlah, aku sendiri yang akan berbicara dengan dia, dia tinggal bersama dengan karina kan……” Manajer Utama berbicara sambil berjalan ke arah lift.
Elliot dengan cepat menarik tangan dia, “Kamu jangan pergi, dia tidak menginap dengan yang lain.”
Manajer Utama mengerutkan kening dan bertanya, “Dia tidur dimana?”
Elliot tidak menjawab pertanyaan Manajer, Utama dia hanya berkata: “Aku akan menelpon dia.”
__ADS_1
“Baiklah.” Manajer Utama menganggukkan kepalanya.
Elliot mengeluarkan handphonenya dan menelpon Serena.
Tapi yang mengangkat teleponnya bukan Serena, tapi Ralphie.
“Halo?”
Mendengar suara laki-laki, Elliot terkejut, lalu baru menyadari itu suara Direktur, dia langsung berkata ‘Direktur Su’.
Dia tidak sadar, saat dia memanggil Direktur Su, wajah Manajer Utama yang berdiri disampingnya berekspresi aneh penuh kejut.
“Kamu mencari Serena ada urusan apa?”
Elliot menjawab, “Aku ingin membicarakan soal kompetisi dengan Nona Luo.”
“Nanti agak malam kamu kesini.”
“Baiklah……”
Setelah menutup telepon, didepan Elliot ada Manajer Utama dengan tatapannya yang aneh.
“Kenapa?” Elliot bertanya dengan aneh.
Manajer Utama bertanya, “Kamu menelpon Direktur Su?”
Dia barusan kenapa bisa lupa ada Manajer Utama di sampingnya? Mata Elliot bersinar lalu berkata “Manajer Utama, kamu salah dengar, aku barusan menelpon Nona Luo, lalu yang mengangkat adalah suami Nona Luo.”
“Serena sudah menikah?” Perhatian Manajer Utama tiba-tiba berpindah.
“Sudah.” Orang yang dinikahi pun pasti bukan orang yang bisa kamu kira.
Ekspresi wajah Manajer Utama berubah, tidak tahu sedang berpikir apa, setelah beberapa saat, dia baru mengatakan: “Apakah kamu akan berbicara dengan dia sekarang?”
Elliot menjawab, “Agak malam baru kesana.”
Manajer menjawab dengan ‘Oh’ lalu berjalan ke arah lift.
Bukankah Manajer Utama barusan keluar dari lift? Kenapa masuk ke dalam lift lagi?
Elliot merasa Manajer Utama bertingkah aneh……
Setelah Manajer Utama kembali ke kamarnya, dia mengeluarkan handphone-nya dan menelpon seseorang. Setelah menunggu orang yang dia telepon mengangkat, dia berbicara Bahasa Inggris dengan lancar: “Kalian memeriksa apa? Tidak tahu Serena membawa suaminya datang.”
Suara yang terdengar adalah suara wanita, “Dia hanya membawa suaminya datang? Apakah masalah besar?”
Ekspresi Manajer Utama menjadi buruk dan berkata, “Kamu tidak tahu siapa saja yang menemani dia, apakah kamu tidak tahu dengan begitu bisa mengganggu rencana kita?”
__ADS_1
Orang di telepon menjawab dengan tidak senang: “Apakah Manajer Utama tidak percaya dengan diri sendiri?”
Mendengar perkataan orang itu, wajah Manajer Utama berubah menjadi tersenyum dan pada akhirnya berkata: “Aku tahu, aku akan tutup dulu……”