I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 442 Reunian Teman Sekolah (1)


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Alfred tersenyum sambil mengandeng tangan perempuan itu, kemudian bertanya, “Serena, kamu sekarang masih bekerja di PT. Antarts?”


“Aku sudah tidak bekerja.” Jawab Serena.


Hello! Im an artic!


“Kenapa tidak kerja? Kurang puas dengan benefit dari PT. Antarts?” Tanya Alfred bingung.


Serena tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala, kemudian menggandeng tangan Ralphie dan berkata pada Alfred, “Bukan, suami aku tidak mau kalau aku kerja.”


Sebelumnya ketika bertemu Serena di restoran Grup Su, Alfred sudah tahu masalah Serena menikah. Hanya saja, dia tidak tahu pasangan Serena adalah Ralphie yang sudah beberapa kali dia temui.


Karena Alfred selalu mengira Ralphie hanya menjadi pacar bohongan Serena.


Hello! Im an artic!


“Dia suami kamu?”


“En, suami aku, Ralphie.” Serena menganggukan kepala.


Ralphie sendiri tidak pernah keceplosan apapun didepan media, bahkan Grup Su saja hanya orang yang berjabatan tinggi saja yang pernah menemuinya.


Tetapi nama ‘Ralphie’ ini, tidak ada seorang pun yang tidak tahu.


Jadi mendengar Serena memperkenalkan nama Ralphie, dia langsung terbengong.


Serena sama sekali tidak peduli dengan respon Alfred saat mengetahui identitas Ralphie sebenarnya, hanya tersenyum berkata: “Maaf ya Alfred, kita masih ada urusan, kita pergi dulu ya.”


Selesai berbicara lalu sedikit menganggukan kepala kepada mereka, menarik Ralphie berjalan kearah mobil mereka.


Setelah masuk mobil, Serena bersendaran, lalu tersenyum sambil bertanya pada Ralphie yang sedang menyetir, “Kamu tidak nanya aku kenapa ngomong nama kamu didepan dia?”


Ralphie menatapnya dengan pandangan sedikit manja, kemudian bertanya, “Kenapa?”


“Karena aku mau pamer ke dia aku menikah sama laki-laki yang sangat baik, sangat hebat.” Memikirkan masalah Alfred dengan Maggie, Claudia berkata padanya, agar mencari laki-laki yang lebih baik ratusan kali lipat dari Alfred, dan Ralphie mungkin tak hanya ratusan kali lipas dari Alfred? Tapi ribuan kali lipat, jutaan kali lipat.


Mendengar Serena berkata seperti itu, Ralphie tertawa lepas sambil menggelengkan kepala, “Kamu ya……”


Bagi Serena bertemu dengan Alfred hanya sebuah masalah kecil, dia yang sekarang hidupnya sudah dipenuh idengan Ralphie dan anak perempuannya, untuk orang dan hal yang tidak penting, dia sama sekali tidak punya waktu untukmemikirkannya.

__ADS_1


Setelah full satu bulan, walaupun Serena tidak pergi bekerja di PT. Antarts, tetapi dia mulai menyiapkan beberapa sketsa.


Pertama karena dia pernah berjanji pada Elliot, kedua karena dia juga ingin bisa sedikit membantu kantor sendiri.


Dengan waktu mendekati dua bulan, Serena akhirnya berhasil menyelesaikan sketsa konsep ‘Cinta’.


Konsep ‘Cinta’ termasuk: Kalung ‘Kunci’ yang saling menjanjikan, gelang dari pohon cinta, anting yang saling terkait dan cincin cinta.


Setelah adanya konsep ‘Cinta’, Ralphie memutuskan untuk investasi beberapa persen ketika sedang promosi.


Banyak orang termasuk Grup Su sendiri merasa Ralphie buta ketika ingin menginvestasi untuk ini.


Tetapi apa yang sudah menjadi keputusan Ralphie, tak ada satu pun yang berani menentang.


Tak disangka, hari dimana konsep cinta ini diliris, tak hanya Grup Su beserta toko perhiasaan dibawahnya yang mulai menjualnya, tetapi Grup Su. Grup Lu dalam negeri bahkan Grup Windsor, Grup Shi juga mulai menjualnya.


Dalam sekejap, konsep ‘Cinta’ ini booming sampai go internasional.


Masing-masing semua toko perhiasan terbesar bahkan hampir kehabisan stok barang.


Designer perhiasaan dunia bahkan memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap konsep ‘Cinta’ ini.


Dan Serena yang sekarang sedang bingung sambil menatap ponselnya.


Ralphie sambil menggendong anaknya, duduk disebelah Serena, bertanya, “Kenapa?”


Serena melepaskan ponselnya, menggendong anaknya dari tangan Ralphie, “Ketua kelas SMA mengundang aku hadir di acara reunian.”


“Kamu tidak mau pergi?” Tanya Ralphie.


“Aku mau pergi, tapi acaranya besok malam, malam aku mau jagain anak kita.” Ketika siang hari, Serena sibuk menyelasaikan sketsanya, jadi anaknya pasti ada suster di rumah yang membantu menjaga, tetapi ketika malam hari, Serena ingin menjaganya sendiri.


Ralphie tersenyum dan menjawab, “Pergilah, masih ada aku yang menjaganya.”


Kalau saja orang lain yang berkata ucapan ini,Serena mungkin akan ragu-ragu, tetapi kalau Ralphie yang mengatakannya,Serena sangat percaya.


Walaupun pekerjaan Ralphie sangat sibuk, tetapi dia sedikit pun tidak lalai dalam menjaga anaknya.


“En, oke……”


Naylor Zhou adalah orang yang membuat acara reunian ini, ketua kelas Serena, keluarganya mempunyai usaha, bisa dibilang generasi kedua yang kaya.

__ADS_1


Ketika masa SMA dulu sangat terkenal.


Karena ketua kelas yang membuat acara ini, dan tidak perlu orang lain untuk mengeluarkan uang sepersen pun, jadi acara reuni kali ini banyak orang yang hadir.


Sekelas lima puluh orang, yang hadir kurang lebih ada empat puluh orang lebih.


Kebanyakan yang membawa keluarganya, jadi meja pun penuh diduduki.


Ketika Serena pergi, sudah telat, ketika masuk ke dalam, dia melihat banyak orang dengan wajah yang sudah berbeda, dia bahkan ada rasa seperti salah masuk tempat.


“Serena?” Seorang perempuan muda berbicara.


Serena dengan sopan menganggukan kepala, “Halo.”


Perempuan muda yang melihat Serena tidak mengenalnya, wajahnya langsung tidak enak.


Dia melihat Serena yang datang sendirian langsung mengejek: “Pengumuman dari acara reuni ini, harus membawa keluarga, jangan-jangan kamu tidak punya keluarga satu pun ya?”


“Aku ada keluarga, tapi tidak datang.” Jawab Serena datar.


“Kamu……” Perempuan muda itu seakan ingin berkata sesuatu, tetapi tiba-tiba terdengar suara, “Serena, lama tidak berjumpa.”


Serena membalikkan kepala, melihat seorang pria muda dengan setelan jas sedang berjalan kearahnya, dia melihat dengan detail orang tersebut dan baru menyadari dia adalah ketua kelas yang kala itu masih tinggi kurus.


“Ketua kelas, lama tidak ketemu.” Kata Serena, walaupun sikap perempuan tadi sangat membuatnya speechless, tetapi orang lain masih cukup baik, banyak orang yang terus menatap kesal perempuan muda itu, termasuk ketua kelas yang baru saja datang.


Naylor memandang Serena sambil tersenyum: “Dari kita lulus sudah tidak pernah berkomunikasi, perempuan tercantik di kelas masih tetapi sangat cantik.”


Serena menjawab dengan tertawa, “Aku tidak sanggup kalau harus menjadi perempuan tercantik dikelas, sudah beberapa tahun tidak pernah ketemu, aku bahkan sudah tak bisa mengenali mereka.”


“Ngga apa-apa, ntar habis ngobrol juga kenal lagi.” Naylor mempersilakan Serena duduk.


Serena duduk dan mulai berbincang dengan orang-orang disana.


Ketika seluruh teman kelas sudah berumur dua lima, dua enam, selain membicarakan pekerjaan, yah paling membicarakan apakah sudah punya pacar atau belum.


Sebagai orang yang membuat acara reuni ini, Naylor tentu sering dilontarkan pertanyaan seperti itu.


“Aku ya……aku akan segera menikah.” Naylor dengan tersenyum manis menjawab.


“Serius? Aku pikir kamu berencana sampai tua sendirian.” Jawab seorang pria muda yang terkejut.

__ADS_1


__ADS_2