
Hello! Im an artic!
Selama dua hari berikutnya, di toko perhiasan Man Fook gosip tentang Serena yang merupakan simpanan makin menjadi-jadi.
Meskipun Serena yang mendengarnya sangat tidak nyaman, tetapi pada akhirnya itu hanya rumor, ngapain bertengkar dengan mereka?
Hello! Im an artic!
Tentu saja dia tidak akan memberitahu Ralphie tentang hal ini, tapi hal ini sudah sampai ke telinga Ralphie.
Ralphie bercanda membeli perhiasan Man Fook untuk Serena.
Mana mungkin dia gak tahu gosip tetang Serena?
Tentu saja, Ralphie yang di beritahu tentang gosip ini tampak tak senang.
Hello! Im an artic!
Serena merupakan pusat pikiran Ralphie.
Jika gosip tentang dirinya, dia mungkin tidak begitu marah. Tapi gosipnya tentang Serena, wanita yang paling di cintainya, hal ini membuatnya sangat marah.
Dia tidak hanya menyuruh Felix untuk membersihkan gosip yang tersebar, tetapi juga menyuruhnya memecat orang yang menyebarkan gosip tentang Serena.
Dengan cara seperti ini, orang-orang di perusahaan hanya bisa menebak kebenaran gosip yang tersebar, gosipnya juga makin meredup, kalau pun ada gosip semuanya hanya diam-diam.
Serena tidak tahu bahwa Ralphie telah membantunya, tetapi gosipnya berhenti menyebar dan dia bahagia.
Hari terakhir kerja di akhir tahun sebelum liburan, besok adalah Pesta tahunan Perusahaan dan kemudian memulai libur tahunan.
Saat makan malam, Serena menerima telepon dari Louisa, memintanya untuk pergi berbelanja bersama setelah pesta perusahaan besok.
“Belanja? Oke deh! Aku sudah sangat sibuk belakangan ini dan tak punya waktu untuk pergi berbelanja. Apa yang ingin kamu beli? Krim mata? Eh…… Aku tak mau membelinya, hanya buang-buang uang.”
Ralphie yang sedang makan setelah mendengar kalimat ini, perlahan-lahan mengangkat kelopak matanya untuk melihat Serena.
Serena sedang berbicara di telepon dan tidak menyadari pandangannya, “Aku akan pergi berbelanja dengamu…Clover Plaza? Oke…… Yah, hanya membeli sesuatu yang diperlukan… kita lihat saja besok. ”
Ralphie melihat Serena siap untuk menutup telepon, menoleh dan meletakkan sumpit.
__ADS_1
“Setelah makan malam, datanglah ke ruang kerja. ”
Uh? “Simpan hp, Serena yang bersiap untuk makan, Ralphie tiba-tiba mengajaknya dan ketika dia sadar Ralphie telah bangkit, keluar dari restoran.
Serena segera meletakan sumpit dan mengikuti Ralphie.
Hingga bayangan punggungnya menghilang, pandangannya perlahan-lahan jatuh langsung ke wajahnya, menatap mangkuk Ralphie sebelum terus makan.
Setelah makan malam, Serena pergi ke ruang kerja bertemu Ralphie.
ruang kerja itu tidak tertutup, Ralphie sedang berada di telepon, melihat dia datang, Ralphie tidak berbicara, tapi hanya melambaikan tangan dalam isyarat danterus berbicara di telepon.
Serena tidak mengganggu Ralphie, dia masuk ke dalam lalu berjalan ke kursi di depan jendela untuk duduk.
Matanya sudah terbiasa melihat-lihat ruang kerja ini dan akhirnya jatuh pada refleksi jendela dimana Ralphie duduk.
Posisi duduknya sangat elegan, memegang telepon di satu tangan, memegang mouse di sisi lain, tampaknya ceroboh, tetapi juga tampaknya berada dalam satu pikiran ganda.
Butuh waktu sekitar dua menit untuk Ralphie mengakhiri panggilan dan mengalihkan perhatiannya ke Serena, “Besok Grup Su mengadakan pertemuan tahunan, kamu pergi bersamaku.”
Pertemuan tahunan kantor pusat? “Serena tampak bingung menatap Ralphie.
Ralphie mengumam ‘ Hmm ‘ dan kemudian berkata: “Kakek menyuruhku membawamu”
Ralphie menundukkan kepalanya saat ia membuka laci, lalu berkata, “Besok malam pesawatnya, nanti Felix akan menghubungi untuk menjemputmu.”
“Oke, kamu sudah bisa keluar .” Serena mengangguk, berbalik dan berjalan ke luar pintu ruang kerja .
Saat, dia baru saja mengambil dua langkah Ralphie menghentikannya, “Tunggu sebentar. ”
Langkah Serena terhenti, berbalik perlahan menghadap Ralphie “Ada apa lagi? ”
Ralphie tidak menjawab, ia mengambil sesuatu dari laci, melangkah melewati meja dan berjalan ke arahnya.
Apa yang di lakukannya?
Dengan keraguan Serena memandang Ralphie yang berjalan semkain dekat ke arahnya dan akhirnya berhenti satu meter di depannya.
“Ini buat kamu”. Ralphie memberikan sesuatu yang diambilnya dari laci.
__ADS_1
Sebuah kartu ATM Black…
Serena menatap kartu ATM itu sebentar kemudian mengangkat kepalanya dan bertanya ke Ralphie, “Kenapa memberiku ini?” ”
Ralphie tak menjawab Serena, tetapi berkata: “Kata sandi kartu ATM sama dengan kata sandi Shadewoods Manor.” Setelah mengatakannya, karena Ia takut Serena menolak, maka Ia langsung memberikan kartu ATM-nya ke tangan Serena dan kemudian berbalik cepat kembali ke meja, mengetik keyboard dan terlihat seperti sangat sibuk, sehingga tidak melihat Serena.
Serena menatap dia dengan lama, dan berkata “Aku keluar dulu”, berbalik, keluar dari ruang kerja.
Setelah kepergian Serena, Ralphie menghela napas lega yang panjang.
Sebenarnya, dia hanya takut kalau Serena akan mengembalikan kartu ATM kepadanya.
Dari awal pernikahan hingga saat ini, Dia takut akan di tolak Serena.
Bahkan Dia sudah menyiapkan kartu ini sejak lama namun tidak memberikannya sampai baru saja mendengar Serena berkata “Buang-buang uang” di telepon membuatnya berpikir untuk memberikan kartu ATM itu kepadanya.
Tapi untungnya, Dia tak menolak…
Sebenarnya pemberian kartu ATM ini begitu mendadak menurut Serena, sangat tidak bisa di jelaskan, jika hal ini terjadi masa lalu, dia tidak akan menerima, tapi hari ini melihat ekspresi Ralphie ketika memberikan kartu ATM ke tangannya, membuatnya tidak menolak.
Serena menatap kartu hitam di tangannya.
Dia tidak meragukan betapa menakutkan saldo dalam kartu ini, dia hanya bertanya-tanya kenapa Ralphie memberinya kartu ini?
Serena bergumam, menarik dan membuka laci lemari untuk meletakkan kartu ATM di laci.
Mendadak pandangannya tertuju ke belakang kartu dan berhenti.
Dia menyipit selama beberapa detik, kemudian membalikan kartunya.
Di bagian kotak tanda tangan kartu terdapat tulisan.
Biasanya di bagian kotak tanda tangan tertulis nama pemilik, tapi kartu ATM Ralphie bukan tertulis namanya melainkan tiga kata “Jangan buang-buang uang”
Tulisannya masih baru, ketika di lihat sudah pasti baru saja di tulis.
Jangan buang-buang uang? Serena mendadak ingat bahwa ketika dia makan di kantin, dia dan Louisa berbincang di telepon dan berkata “Buang-buang uang.
Jadi Ralphie memberinya kartu dan menulis “Jangan buang-buang uang”, maksudnya agar dia jangan boros ketika berbelanja.
__ADS_1
Serena tersenyum.
Sebelumnya karena kakek menyuruh Raphie membawanya ke Grup Su untuk menghadiri pertemuan tahunan dan suasana hatinya suram, sekarang berubah jadi lebih baik.