I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 81 Skandal Foto Flora


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Er…dua hari ini aku sibuk dengan urusan lain, tidak memperhatikannya.” Ralphie merapatkan bibirnya kemudian mengubah topik, “Bagaimana dengan nilai kompetisi mu?”


“Tidak ada nilai.” Suara Serena seperti kehilangan.


Hello! Im an artic!


Ketika Ralphie mendengar ini dia segera bertanya, “Ada apa?”


“Aku hampir dituduh menjiplak lagi, kamu bilang mengapa aku begitu sial?” Serena bergumam.


Ketika mendengar bahwa Serena hampir difitnah menjiplak, Ralphie mengerutkan alisnya, “Ada masalah apa?”


Mendengar Ralphie yang khawatir, Serena tidak bisa menahan dirinya untuk mencurahkan kepadanya, “Kamu masih ingat dengan namanya Maggie?”


Hello! Im an artic!


Maggie? Dia bertemu dengannya dua kali, dua kali ditujukan oleh Serena? Ralphie mengingat naman wanita tidak banyak, Maggie, Flora adalah dua wanita langka, karena mereka berhubungan dengan Serena, satu adalah lawan Serena, satu lagi adalah kakak Serena.


“Em, ingat.”


Mendengar Ralphie masih mengingat Maggie, Serena langsung mencurahkan, “Dia mencuri desain gambarku, kemudian menggambar desain gambar yang sama denganku, dan menunduh aku menjiplak…”


Ralphie memegang telepon dan dengan serius mendengar cerita Serena, dia lebih perhatian dibandingkan sebelumnya.


Mendengar dia berkata bahwa dia difitnah dan dijiplak oleh Maggie dalam kompetisi, dia marah dan ingin memberinya pelajaran.


Mendengar dia berkata bahwa dia membersihkan namanya sendiri, dia merasa bangga.


Ralphie tidak menyadari bahwa dirinya memiliki banyak emosi karena menelepon Serena.


Dia bersandar dikursi kantornya, mendengar Serena berbicara bahwa dia menolak hak paten dari ketua, dia bertanya, “Kenapa kamu menolak?”


“Aku tidak ingin menerbitkan desain cincin pria.”


“Kenapa?”


Sebelumnya Serena hanya menjawab dengan santai, tetapi tidak terpikirkan Ralphie akan menanyakan nya.


Alasannya tentu saja ada tapi tidak bisa memberitahu Ralphie.


Mata Serena terus berputar, berusaha mencari alasan.

__ADS_1


Pada akhirnya, dia tidak ada alasan yang bagus, terakhir dia mempertebal wajahnnya dan berkata: “Karena aku merasa gambar itu terlalu bagus untuk diterbitkan.”


Ralphie tertegun, “Oh…”


Serena tahu bahwa alasanya terlalu memaksa tetapi alasan yang sebenarnya pukul dia sampai mati dia juga tidak akan mengatakannya.


Dia ingin menyelesaikan panggilan ini, meskipun dia tidak rela, “Ah! Kamu begitu sibuk, aku tidak menghabiskan banyak waktu mu lagi.”


“Tidak menghabiskan waktu kok.” Ralphie mengerutkan kening, dia merasa tidak suka dengan perkataan Serena.


“Kalau tidak baguslah.” Serena mengeluarkan lidah, kemudian berkata: “Aku sedang berkerja, aku tutup telepon dulu.”


Ralphie menjawan ‘baik’ dan menutup telepon.


Mendengar didalam sudara telepon tututut, Serena meletakkan ponselnya diatas meja, kemudian mengeluarkan desain gambar Ralphie dari dalam album.


Melihat pria yang ada didalam gambar, Serena yang mengerutkan kening pelan-pelan menjadi lembut.


Flora dua hari ini sibuk dengan satu masalah, membuat dia mencari di PT. Antarts ada atasan yang bernama Su.


Pada awalnya dia mengira ini adalah masalah kecil, bagaimanpun dia mendengar ini dari Serena, dia tidak berpikir bahwa Serena akan membohonginya.


Tapi tidak terpikirkan, orang yang membantu dia menyelidik memberitahu nya, di PT. Antarts tidak ada.


“Bagiamana mungkin tidak ada? Pangkat nya diatas manajer bermarga Su, umurnya sekitar 26-27 tahun.” Flora berkata.


Disisi lain yang memberi Flora setumpuk data, “Nyonya Luo, kamu lihat ini adalah penyelidikan kami, benar-benar tidak ada.”


Hasil akhir dari data Flora, selembar demi selembar dia buka, dan melihat tidak ada satu pun yang berhubungan dengan Ralphie.


“Bagaimana mungkin tidak ada? Investigasi kalian yang salah.” Dengan kesal Flora melembar datanya keatas meja.


“Nyonya Luo, pencariaan kami tidak mungkin salah.” Orang itu bersikeras.


Flora mendengus dingin, tampaknya tidak percaya, “Aku sudah menghabiskan begitu banyak uang untuk membiarkan kalian investigasi, sekali dua kali tidak ada hasil, dan kalian mengatakan tidak ada salah.”


“Nyonya Luo, pencariaan kami pasti tidak salah, mungkin informasi yang kamu berikan ada salah.”


Informasi salah? Apakah Serena sengaja membohonginya? Flora berpikir-pikir itu tidak mungkin.


“Kalian tidak perlu mencari alasan, aku tidak akan percaya kalian lagi.” Selesai mengatakan, Flora berbalik dengan marah dan naik kemobil.


Ketika baru saja naik mobil, ponsel yang didalam sakunya berdering.

__ADS_1


Dia mengambil keluar ponselnya dan menjawab.


“Ma, ada apa…kenapa bisa begini…aku tahu…aku segera pulang.” Selesai mengatakan, Flora bergegas menutup telepon kemudian menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan.


Kecepatan mobilnya sangat cepat, awalnya dari pusat kota sampai villa membutuhkan perjalan 1 jam, tapi dia hanya menghabiskan 40 menit.


Ketika dia masuk kedalam villa, Leonard dan Bella sedang menunggu nya diruang tamu.


Flora memutar matanya kemudian berkata, “Pa, ma aku pulang.”


“Kamu masih tahu pulang? Kamu lihat masalah yang kamu buat.” Bella dengan marah melempar setumpuk foto ketubuh Flora.


Foto itu adalah foto Flora bersama lelaki, meskipun bukan sangat tersamar tapi juga cukup memuat orang-orang yang melihat tahu hubungan kedua orang ini.


Dan didalam foto pria nya tidak sama, dan sepuluhan tidak sama ini bisa membuat banyak opini.


Meskipun Flora sudah mengetahui situasi dari telepon, tapi tidak terpikirkan begitu banyak foto.


Banyak pria di dalamnya, dari awal dia sudah tidak ingat, bahkan tidak menyimpannya…


Foto ini siapa yang kirim? Bagaimana bisa dia mendapatkannya. Mata Flora tampak takut.


Meskipun takut tapi didalam pikirannya jernih.


Dia mengerti beberapa foto ini cukup untuk menghancurkan citranya di depan Leonard dan sekarang dia tidak bisa menghancurkan citra itu.


Mata Flora memancarkan cahaya kemudian menggunakan kuku menjepit pahanya dengan keras, rasa sakit membuat dia mengeluarkan air mata.


Wajah asli yang cantic tiba-tiba berubah menjadi wajah kasihan, “Pa, Ma, didalam foto ini bukanlah aku, benar bukan aku.”


“Kamu masih bersikeras? Kamu sudah membuat malu keluarga Luo.” Bella mengatakan, sambil menangis dan berkata: “Leonard, ini semua salah ku tidak mengajarkan nya dengan baik, aku minta maaf…”


“Ma, ini benar-benar bukan aku, foto ini palsu, ada orang yang menjebak aku. Aku bersumpah, ini benar-benar bukan aku…” Flora berlutut menangis dan terlihat sangat menyedihkan.


“Siapa yang menjebak kamu? Kamu sendiri yang buat masalah, kamu masih…” Bella belum selesai mengatakan, Leonard memotong pembicaraan dia, “Bella, kamu tenang sedikit.”


“Aku…” Apa yang ingin Bella katakan, melihat wajah Leonard, pada akhirnya menutup mulut, dan hanya melihat Flora.


Leonard melihat Flora, “Flora, kamu beritahu ayah, kamu benar-benar tidak melakukan hal ini?”


Mendengar perkataan Leonard, Flora sangat bahagia, kemudia sambil menangis sambil berkata: “Pa, aku benar-benar tidak melakukannya, foto ini bukanlah aku…”


“Papa percaya ini bukanlah kamu, jangan menangis, serahkan masalah ini pada papa.” Leonard mengangkat tubuh Flora berdiri.

__ADS_1


“Huhu…terima kasih pa.” Flora masuk kedalam pelukan Leonard.


__ADS_2