I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 217 Kasih Sayang Yang Tak Terbatas


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ralphie sedikit memalingkan kepalanya, kemudian dari sorot mata Serena yang jernih dan gelap itu terlihat bahwa Serena sedang menunggu jawabannya.


Menunggu jawabannya…. Serena tidak ingin dia pergi dinas keluar?


Hello! Im an artic!


Sorot mata Ralphie sedikit bergetar, kemudian bertanya, “Kamu sudah berdiri sangat lama, apa kakinu tidak sakit?”


Saat Ralphie tidak mengungkitnya tidak terasa sakit, begitu dia menanyakannya Serena baru merasakan bahwa kakinya sedikit sakit.


“Sakit.”


Ralphie menundukkan kepalanya menatap wajah Serena, dengan suara yang rendah berkata, “Sudah tahu sakit, kenapa tidak segera duduk?”


Hello! Im an artic!


Kamu belum mengatakan kalau kamu tidak akan pergi!


Serena menundukkan kepalanya menarik ujung baju Ralphie, menahan bibirnya dan tidak berkata apa-apa.


Melihat tingkah laku Serena, Ralphie mengerti bahwa dia seperti ini karena tidak mendapatkan jawaban dari Ralphie, berencana akan tetap bersikukuh.


Alasan Ralphie memutuskan untuk pergi dinas keluar adalah utuk tidak memancing kemarahan Serena, sekarang Serena tidak ingin dia pergi dinas, dia tentunya tidak akan pergi.


Dia mengubah perkataannya, asalkan Serena senang, Ralphie akan memberikan kasih sayangnya kepada Serena tanpa batasan.


Ralphie menghela napas dalam hatinya, kemudian mengatakan kata demi kata, “Aku tidak akan pergi.”


Mendengar Ralphie yang berkata bahwa dia tidak akan pergi, sorot mata Serena seketika berubah bersinar, “Beneran?”


“Iya beneran.”


Ralphie mengiyakan, beberapa saat kemudian dia baru menyadari bahwa dia menarik ujung bawah baju milik Ralphie, dia segera melepaskannya.


Setelah dilepaskan Serena melihat bahwa bekas tarikannya itu membuat ujung bajunya menajdi kusut, seketika merasa sedikit tidak enak hati, “Itu… aku tidak sengaja.”


“Tidak apa-apa.”Setelah Ralphie menundukkan kepalanya melihat bagian ujung bawah bajunya yang kusut, seketika menatap ke arah Serena, “Buruan duduk di sofa.”


“Ooh, baiklah.” Serena mengangguk dan pelan pelan menuju sofa untuk duduk.

__ADS_1


Ralphie mengerutkan keningnya kemudian melangkah kedepan, dan dari arah belakang membopong Serena di depannnya.


“Aahhh…. kamu kenapa.” Tubuhnya tiba-tiba terangkat, membuat Serena sangat terkejut, kemudian menyadari bahwa itu perbuatan Ralphie, dia kembali terdiam.


“Kalau begini kakimu tidak akan sakit.” Ralphie menjawab lirih.


Kalau begini kakimu tidak akn sakit……


Kalimat yang sederhana, tetapi mengena kedalam lubuk hari Serena yang paling dalam, membuatnya tidak dapat mengontrol detak jantungnya yang tidak karuan, seakan terasa hidup kembali.


Ralphie tidak akan pergi dinas, dan menyerahkan tugas ini kepada Felix.


Felix yang malang, dengan sangat malang menunggu Direktur diluar rumah, malah mendapatkan tugas dinas keluar yang sedang menantinya .


Hari kedua, hari ketiga, kebetulan hari libur ganda dan tidak perlu pergi bekerja, Serena dengan nurutnya berdiam diri istirahat di rumah, dan Ralphie yang sedang menikmati ‘hari dinasnya’, secara otomatis tidak perlu pergi ke kantor.


Hari ke empat adalah hari Senin, Serena harus pergi bekerja, Ralphie tidak menghentikannya, dan malah mengantarnya pergi bekerja.


Demi membuat Serena meminimalkan waktu berjalannya, Ralphie tanpa memperdulikan hukuman memberhentikan mobilnya di area gedung PT. Antarts di jalan bebas parkir mobil.


Ralphie menggendong Serena turun dari mobil dan berkata, “Perhatikan luka di kakimu, setelah pulang kerja, aku akan menjemputmu.”


Ralphie mengiyakan tetapi tidak segera beranjak.


Serena memahami seberapa keras kepalanya Ralphie, kalau tidak melihat dia masuk, Ralphie tidak akan beranjak. Serena berkata ke arah Ralphie, “Sampai jumpa”, dan kemudian perlahan-lahan berjalan ke arah perusahaan.


Ralphie yang meskipun melihat Serena berjalan sedikit pelan, tetapi tanpa rasa sakit, dia merasa sedikit tenang.”


Setelah tatapannya mengantarkan Serena kedepan pintu masuk, dia kemudian mengendarai mobilnya.


Serena tidak perlu pergi ke kantor untuk bekerja, jadi setelah masuk kedalam perusahaan, dia langsung pergi ke tempat pelatihan khusus.


Belum sampai di pintu masuk pelatihan khusus, Serena mendapati bahwa Elliot dan Karina sedang heboh memperdebatkan sesuatu, kemudian mendengar bahwa Elliot memanggilnya.


“Serena, kemari.”


Serena menghentikan langkahnya, kemudian membalikkan badannya, berjalan ke arah Elliot.


Sesampainya Serena di depannya, Elliot seketika berkata, “Kamu jelaskan sendiri kepada Karina, apa kamu pantas mewakili perusahaan untuk mengikuti perlombaan?”


Mewakili perusahaan mengikuti perlombaan? Serena sedikit pun tidak mengerti maksud dari perkataan Elliot.

__ADS_1


Karina yang menyadari ketidakpahaman Serena kemudian menjelaskan, “Serena, sebenarnya aku ingin menunjuk kamu untuk mewakili perusahaan mengikuti lomba, tetapi Elliot merasa kamu tidak pantas?”


Tidak pantas? Apa karena Serena yang masuk karena koneksi?


Serena merapatkan bibirnya dan tersenyum pahit berkata, “Saya mengerti, terima kasih atas pemberitahuannya, saya permisi.”


Setelah mengatakannya, Serena membalikkan badan dan berjalan ke pintu masuk ke arah pelatihan khusus.


Elliot sama sekali tidak menduga bahwa Serena akan memberikan sikap seperti ini, dia terdiam memandangi punggung Serena yang semakin menjauh.


Sesampainya suara Karina terdengar ditelinganya, “Elliot, ini kan yang kamu inginkan.”


Elliot kembali tersadar dan melihat ada ekspresi kebencian di raut wajah Karina, dia merasa seolah dirinya telah melakukan suatu kesalahan.


Berbuat salah? Dia hanya melihat masalah secara objektif saja.


Ditambah lagi, mengingat hubungan antara Serena dan Felix, Serena mungkin tidak perlu Elliot yang menunjuknya untuk mengikuti perlombaan mewakili perusahaan.


Elliot menggelengkan kepalanya berkata kepada Karina, “Karina, kamu terlalu memandang tinggi Serena.”


Karina menghembuskan napasnya kesal dan berkata, “Mungkin.”


“Sudahlah, jangan mempermasalahkan hal ini lagi, aku akan memberikan daftar namanya ke atasan.” Elliot menyelesaikan perkataannya sambil mengayunkan tangan kanannya, dan pergi menjauh.


Jika dibilang bahwa Serena tidak kesal sedikit pun terhadap Elliot maka itu tidak benar, ditambah lagi Karina telah mengatakan bahwa dirinya telah memilih Serena untuk mewakili perusahaan mengikuti lomba, tetapi Elliot menentangnya.


Serena menggenggam tangannya kuat-kuat, kemudian berjalan ke tempat duduk nya dan kemudian pergi duduk.


Tidak lama setelah dia duduk, teman kerja disampingnya tiba-tiba mengerubunginya, “Serena, jumat lalu kamu kenapa tidak masuk kerja?”


Serena terdiam sesaat kemudian menjawab, “Aku ada sedikit urusan jadi ijin.”


“Jumat lalu Kak Karina menyebutkan satu nama orang yang akan mengikuti lomba, tetapi manajer Elliot berkata karena kamu tidak datang bekerja, maka namamu dicoret dari daftar.” Teman kerjanya berkata dengan nada yang sangat disayangkan.


Serena baru saja mengetahui kenyataan ini dari mulut Karina sendiri, jadi dia tidak merasa terlalu terkejut, hanya mengangguk pelan, “Iya, aku tahu.”


Beberapa teman kerjanya yang lain melihat Serena yang memperlihatkan ekspresi sedatar ini mengira bahwa dia terlalu shock, kemudian berkata, “Serena, kamu bisa pergi menemui Guru Karina untuk membujuk manajer Elliot, mungkin saja dia akan membuatmu mengikuti perlombaan.”


Serena tersenyum kaku, kemudian mengatakan, “Terima kasih, tetapi itu tidak perlu.”


Teman kerjanya yang melihat Serena yang dengan mudahnya menerima kenyataan dan tidak akan pergi mencari Kak Karina dan manajer Elliot kemudian menghiburnya dan kembali ketempat duduk masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2