I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 362 Ayah Mengirim Orang Untuk Menculik Dia


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Serena turun dari mobil dan menunggu Felix pergi, dia langsung masuk ke dalam hotel.


Masuk ke lobi hotel, dia melihat ke sekeliling, lalu berjalan ke arah meja resepsionis.


Hello! Im an artic!


Bertanya di meja resepsionis, setelah Leonard memberitahu dimana kamarnya, Serena masuk ke dalam lift dan pergi ke kamar tempat dia dan Leonard janjian untuk bertemu.


Dia tidak tahu kenapa Leonard mau bertemu dengan dia di kamar hotel, dia juga malas memikirkannya, dia hanya berencana setelah bertemu dengan Leonard, dia akan lanngsung pergi.


Sesampainya di depan kamar itu, Serena mengetuk pintu.


Pintu kamar terbuka dari dalam, yang membukanya adalah orang asing.


Hello! Im an artic!


“Kamu mencari siapa?”


“Aku mencari Leonard.” Jawab Serena.


“Leonard?” Orang asing itu melihat Serena dari atas kepala hingga ujung kaki, seperti memikirkan sesuatu.


Serena ketakutan dan berkata: “Maaf, aku salah tempat.”


Dia belum selesai berbicara, orang asing itu memotong perkataannya, “Kamu tidak salah tempat, Leonard ada di dalam.”


Serena merasa ada yang aneh dari pandangan orang itu, dia memegangi tasnya dan berkata: “Aku tiba-tiba baru teringat ada urusan, aku akan kembali lagi besok.”


Selesai berbicara, Serena tersenyum ke orang itu, lalu membalikkan badan untuk pergi.


Akhirnya saat dia baru berjalan dua langkah, orang asing itu menarik tangan Serena.


Serena terkejut ketakutan, dia semakin merasa tidak enak.


Dia menahan rasa tidak enak di hatinya, membalikkan kepala dan berkata: “Apa yang kamu lakukan?”


“Karena kamu sudah datang, tidak perlu ganti hari lagi.” Orang itu menarik tangan Serena dan memaksa dia masuk ke dalam kamar.


Serena tahu jelas dia tidak bisa menandingi tenaga orang asing ini.


Pandangannya melihat ke sekeliling, selain dia dan laki-laki ini, tidak ada orang lain.


Dia berpikir dan berkata: “Oh, baiklah.”


Orang itu melihat Serena tidak melawan, lalu menarik Serena masuk ke dalam kamar.


Seperti yang Serena kira, tidak ada Leonard di dalam kamar. Didalam hanya ada laki-laki lain yang berpenampilan sama dengan laki-laki tadi.

__ADS_1


Serena bertanya, “Apakah ayahku tidak ada disini?”


Laki-laki itu melihat ke laki-laki yang menarik Serena masuk, lalu bertanya, “Ayahmu siapa?”


“Ayahku adalah Leonard Luo, kamu tidak mengenal dia?” Tanya Serena.


Laki-laki yang tadi menarik Serena langsung berkata: “Aku adalah teman ayahmu, dia tidak mengenal ayahmu.”


“Ya, aku tidak kenal.” Laki-laki itu mengangguk setuju.


Serena menjawab mereka dengan ‘oh’, lalu bertanya, “Aku kesini untuk bertemu dengan ayahku, dia dimana ya?”


Laki-laki yang menarik Serena masuk menjawab, “Ayahmu ada urusan, sudah pergi ke tempat lain. Kita akan segera mengantarmu untuk bertemu dengan dia.”


“Oh, baiklah.” Serena mengangukkan kepalanya dengan baik.


“Kamu pergi dan rapihkan barang-barangmu.” Laki-laki itu melihat ke laki-laki yang satu lagi, lalu berkata ke Serena: “Kita akan membawamu ke tempat ayahmu berada.”


“Terima kasih.” Setelah Serena berterima kasih, dia berkata: “Aku pergi ke kamar kecil dulu ya, boleh tidak?”


Laki-laki itu menjawab, “Pergilah, kita akan menunggumu disini.”


Serena menganggukkan kepalanya, lalu berjalan ke kamar kecil.


Setelah masuk ke kamar kecil, Serena menggoyangkan tangannya, membuka tasnya dan mengeluarkan handphone dari dalam tas.


Karena tangannya gemetaran, tangannya hingga terpeleset beberapa kali, dia baru bisa menyalakan handphone-nya, lalu mengirimkan pesan singkat ke Ralphie.


“Sudah selesai belum?”


“Tunggu sebentar……” Jawab Serena.


Orang di luar sudah tidak sabar lagi dan dengan kuat menendang pintu, “Bajingan, kamu sedang melakukan apa?”


Serena melihat ke pintu yang sedang di gedor-gedor, lalu dengan cepat mengirimkan pesan yang belum selesai dia ketik itu, lalu dengan cepat mengembalikan handphone-nya kedalam tas dan menekan tombol untuk menyiram.


Dengan suara air yang sedang menyiram, pintu kamar kecil terbuka.


Serena dengan panik menarik celananya, wajahnya penuh dengan wajah terkejut sambil melihat pintu kamar mandi, “Kalian……kalian sedang apa?”


Laki-laki itu melihat Serena, lalu berkata: “Tidak apa-apa, cepat keluar.”


Serena menggigit bibirnya, sambil memegangi tasnya mengikuti laki-laki itu berjalan keluar.


Setelah keluar dari kamar kecil, kedua laki-laki itu yang satunya berdiri di depan Serena dan satunya lagi berdiri di belakang Serena, membuat Serena berada di tengah-tengah.


Serena terlihat menanti-nati, seperti menunggu mereka membawa dia ke Leonard.


Tiba-tiba handphone di dalam tasnya berdering dan pandangan kedua laki-laki itu langsung menghadap ke arah dia.

__ADS_1


Serena tersenyum sambil berkata: “Maaf, aku angkat telepon dulu.”


Kedua laki-laki itu menatap satu sama lain, tidak melarang dia.


Serena mengeluarkan handphone, menekan tombol angkat, “Halo?”


“Serena, ini aku, kamu sekarang masih di hotel itu?” terdengar suara Ralphie yang cemas.


Serena tidak menjawab pertanyaan Ralphie, dia hanya bertanya, “Kamu siapa?”


“Aku sekarang sudah meminta orang untuk melacak ayahmu, kamu cari tempat yang aman untuk menungguku menjemputmu ya?”


Serena memegangi handphone-nya dengan erat, lalu berkata: “Aku sekarang ada urusan dengan orang lain, kamu mencariku ada urusan apa?”


Ralphie mengerti Serena ingin memberitahu dia bahwa dia sekarang sedang berada dengan kedua laki-laki itu.


Seluruh tubuhnya terasa ingin runtuh, “Serena, kamu tidak boleh membahayakan dirimu sendiri.”


Tapi Serena sudah memutuskan perhatiannya dan setelah mengatakan satu kalimat ini ‘kita akan bertemu besok’, dia menutup teleponnya.


Ralphie pertama kali dalam hidupnya teleponnya ditutup orang, dia hingga tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Hingga Felix menyadarkan dia, “Direktur Su, kita sudah memeriksa sinyal handphone nyonya.”


Ralphie baru merespon, sambil berjalan keluar, sambil berkata: “Suruh semua orang pergi ke lokasi sinyalnya, jamin keamanan dia.”


“Baiklah, Direktur Su……”


Setelah Serena bersama dengan kedua laki-laki itu keluar dari hotel, mereka naik ke mobil.


Mobil itu membawa Serena pergi dari daerah kota dan terus berjalan ke arah luar kota.


Setelah Serena sekali menanyakan mereka akan kemana, seterusnnya dia tidak mengatakan apa-apa, Serena begitu membuat kedua laki-laki itu sangat puas, sepanjang jalan tidak melakukan apa-apa terhadap Serena.


Sesampainya ke sebuah gedung, laki-laki yang duduk di sebelah Serena menarik tangannya.


“Kamu mau melakukan apa?” Serena bertanya sambil terkejut.


Laki-laki itu menjawab dengan dingin, “Kita kesini untuk menculikmu, jadi sudah pasti kita ingin mengikatmu.”


“Menculikku? Bagaimana dengan ayahku?” Saat itu Serena tidak lupa menanyakan soal Leonard.


Kedua laki-laki itu tersenyum dan bertanya dengan menyindir, “Kamu yakin Leonard adalah ayahmu?”


“Apa maksud kalian?” Serena merasakan perasaan yang buruk.


“Tidak ada maksud apa-apa, hanya saja tidak pernah bertemu dengan ayah seseorang meminta orang lain untuk menculik anaknya sendiri.” Kata kedua laki-laki itu sambil tertawa.


Mendengar perkataan mereka, Serena merasa tidak bisa berdiri, “Ayahku yang meminta kalian untuk menculikku? Kenapa?”

__ADS_1


“Kamu masuk dan tanyakan langsung kepada ayahmu saja……”


__ADS_2