I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 208 Rencana Dottie Terkuak


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Ralphie pergi mengendarai mobilnya, Serena tidak tidur dan mengamati di jendela menunggu Ralphie kembali.


Dia merasa sedikit bosan karena menunggu terlalu lama, kemudian duduk di balkon dan memainkan Hpnya.


Hello! Im an artic!


Saat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi, terdengar suara mesin dari luar, cahaya lampu mobil dari luar menyorot ke dalam taman.


Sorot mata Serena menatap keluar jendela kegirangan, meletakkan hp di tangannya, kemudian segera berlari keluar dari kamarnya.


Saat Serena terburu-buru menuruni tangga, Ralphie kebetulan muncul dari pintu masuk.


Mendengar ada pergerakan, Ralphie mengangkat kepalanya dan terkaget-kaget melihat Serena yang berada disana, “Kamu kenapa jam segini masih belum tidur?”


Hello! Im an artic!


Serena tidak akan memberitahu Ralphie kebenarannya bahwa dia memang belum tertidur untuk menunggunya kembali, dia hanya berkata, “Aku terbangun karena haus.”


Kata-katanya terhenti dan kemudian bertanya, “Kamu darimana?”


“Oh, ada sedikit urusan.” Ralphie menganggukkan kepalanya.


Serena mengiyakan lirih, tidak berkata apa-apa lagi, suasananya menjadi sediam ini.


Setelah beberapa saat, Serena bertanya, “Kamu….”


Saat Serena bertanya, saat itu juga Ralphie mengatakan sesuatu, “Kamu….”


Dua orang itu mengatakan sesuatu bersamaan, dan bersama-sama juga menghentikan kalimatnya.


Setelah beberapa saat, Serena menunjuk ke arah dapur, “Aku pergi ambil minum.”


Ralphie mengangguk, “Iya, aku naik ke atas dulu.”


Kedua orang itu pergi secara terpisah, yang satu pergi ke dapur, yang satunya lagi pergi ke kamarnya.


Setelah tujuh hari Imlek berlalu adalah waktu Serena memulai kembali aktivitas kerjanya.


Meskipun kemarin malam tidak cukup tidur, Serena masih bisa bangun sangat pagi.


Saat turun kebawah dia sama sekali tidak melihat Ralphie, dia bertanya kepada pelayan, pelayan mengatakan bahwa Ralphie belum bangun.


Serena entah kenapa tidak merasa terkejut, ditambah lagi dia kemarin malam tidur sangat malam.

__ADS_1


Setelah sarapan, Serena duduk di mobil yang dikendarai Supir Li untuk pergi ke kantor.


Alhasil begitu sesampainya di depan perusahaan, Serena dikejutkan pada satu poster yang sangat familiar yang membuat matanya terbelalak.


Poster tersebut adalah beberapa desain berlian, dan desain ini merupaka desain yang dulu pernah digambarnya.


Desain yang pernah digambarnya, bagaimana bisa muncul di poster perusahaan? Pertanyaan ini terngiang-ngiang dipikiran Serena, dan mendengar bahwa ada beberapa perusahaan besar yang sedang membicarakan masalah poster ini.


“Apakah kamu tau? Produk dalam poster ini adalah produk yang paling laris saat Imlek.”


“Iya bagus sekali, siapa yang mendesain nya? Apakah perancang Nicole?


“Bukan, itu karya dari Designer Dottie.”


“Designer Dottie sejak kapan mengganti gaya desain nya?”


“Kamu tidak tau kan bahwa karya dari Designer Dottie tahun ini berubah menjadi gaya yang lebih segar, bisa dibilang sangat memuaskan keinginan pembeli…”


Disana mereka masih membicarakannya tanpa henti, sedangkan Serena sudah tidak ingin mendengar lebih jauh lagi.


Dia hanya ingin pergi mencari Dottie meminta penjelasan, kenapa desain miliknya bisa menjadi desain milik Dottie.


Saat itu, Dottie dengan wajah penuh aura suasana Imlek sedang duduk dengan bangga duduk di ruangannya, dia menggunakan desain milik Serena dan menjualnya saat musim Imlek dengan pendapatan yang sangat fantastis, dan mendapatkan sanjungan setinggi-tingginya dari perusahaan.


Berdasarkan informasi yang dia terima, setelah membereskan kesibukan selama liburan, perusahaan akan mengirimnya ke PT. Antarts.


PT. Antarts, adalah tempat yang selalu dia dambakan .


Dottie merasa belum pernah merasa sepuas ini, sebenarnya dia hanya berencana untuk menyombongkannya di depan Nicole, tetapi tidak disangka dia mendapatkan keberuntungan sebesar ini.


“Kak Dottie, kamu benar-benar hebat bisa menggunakan desain milik Serena untuk mendapatkan keberuntungan sebesar ini.” Ucap asisten disampingnya.


Ekspresi wajah Dottie dengan tawa nya yang sangat puas, “Siapa suruh membuatku membuang banyak waktu untuk membimbingnya.”


Membimbing? Dottie benar-benar tidak punya malu sampai bisa berkata seperti ini


Dia membohongi Serena untuk mendesain sesuatu untuknya, kemudian malah mendapat keuntungan dari desain nya itu, sekarang malah berani mengatakan sesuatu dengan sebangga ini, benar-benar tidak punya malu.


Asistennya dengan mengangkat alisnya menambahkan, “Apa yang Kak Dottie katakan memang benar.”


Dottie dengan puasa menganggukan kepala mengiyakan lirih, kemudian menunjuk ke arah pundaknya dan berkata, “ah pundakku terasa sedikit tidak nyaman.”


“Biarkn aku memijitnya.” Asisten yang menempel kepadanya dengan kegirangan berjalan ke arahnya dan memijit pundaknya itu.


Dottie memejamkan matanya, terlihat ekspresi mukanya tersenyum dan sangat menikmati.

__ADS_1


Asistennya kemudian seperti teringat akan sesuatu dan berkata, “oh iya Kak Dottie, Serena tidak akan memberi perhitungan kemari kan?”


“Kalau mau memberi perhitungan ya datang saja, orang seberti dia bisa berbuat apa?” Dottie menjawab dengan nada meremehkan.


Asistennya berkata dengan nada sedikit khawatir, Kak Dottie, jika Serena mempunyai desain awal, akan bermasalah, dan itu akan susah untuk ditangani.”


Dottie bergumam: “Desain awal? Kamu pikir aku akan membiarkan dia menyimpan desain awal nya?”


Sebenarnya saat setelah Serena menyerahkan desgin awalnya kepada Dottie, Dottie selalu saja mencari alasan agar dia tidak mengembalikan desain awal itu kepada Serena, sehingga jika suatu nanti masalah ini muncul, Serena tidak ada barang bukti untuk membuktikannya.


Tentunya jika Serena cukup cerdik, dia tidak akan melangkah sampai titik ini.


Sorot mata Dottie bergetar kejam.


Asistennya itu tersenyum menjilat atasannya itu, “Tidak disangka kakak sangat cerdik.”


Dottie dengan bangganya berkata, “Pastinya, jika kamu selalu berada di pihakku, aku pasti…..”


Dottie belum menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dari luar.


Mereka melihat kearahnya, kemudian mendapati Serena sedang bersama salah satu asistennya berdiri di depan pintu setelah mendobraknya.


Satu orang diperbolehkan masuk, satu yang lain tidak boleh masuk.


Dottie mengerutkan keningnya, sorot matanya memandang lurus ke arah asisten yang bersama Serena itu, “Apa-apaan ini?”


Asistennya menunjuk ke arah Serena dan berkata, “Kak Dottie, dia yang memaksa menerobos masuk.”


“Kak Dottie, aku mencarimu karena ada urusan yang sangat penting.” Serena dengan tidak sabar menjawab.


Sorot mata Dottie memandang ke arah Serena sekilas, kemudian mengayunkan tangannya ke arah asistennya itu, “Kamu keluar dulu.”


“Baik.” Asistennya mengangguk pergi dengan menutup pintu ruangannya itu.


Setelah pintu ruangan tertutup, Dottie dengan ekspresi yang sangat anggun menatap Serena berkata, “Kamu ada masalah apa sampai datang mencariku?”


Serena dengan menahan amarah yang terpendam dihatinya dan berusaha bertanya dengan nada yang tenang, “Designer Dottie, aku ingin bertanya, kenapa desain yang aku buat bisa muncul di poster perusahaan?”


“Desain mu muncul di poster perusahaan?” Dottie tersenyum tipis, kemudian membalikan badan ke arah asistennya berkata, “Benarkah itu?”


“Aku tidak tahu.” Asistennya menjawab dengan serius.


Dottie dengan ekspresi menantang, “Lihatkan, asistenku saja tidak tau masalah ini.”


Serena seketika terdiam, “Mungkin perusahaan yang melakukan kesalahan dengan menempelkan desainku pada poster di pintu masuk perusahaan, tolong Designer Dottie membereskan hal ini.”

__ADS_1


Dottie bertanya dengan senyum lebarnya, “Karya di poster pintu masuk perusahaan itu adalah milikmu?”


“Iya, itu adalah tugas akhir taun lalu anda minta aku selesaikan, jangan bilang Designer Dottie melupakannya?” Serena dengan curiga menatap ke arah Dottie, entah kenapa dia merasa ada yang tidak benar.


__ADS_2