I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 134 Keluarga Su Dan Luo Membahas Pernikahan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kakek sama sekali tidak tahu kalau dia terjebak dalam rencana Ralphie, ketika dia mendengar Ralphie berkata bahwa dia tidak perlu melakukan penjelasan kepada Serena, dia sangat terkejut, “Apa yang ngga perlu? Kamu berencana untuk sekejam itu pada Serena?”


Kejam pada Serena? Ternyata kakek suka berhalusinasi ya! Bibir Ralphie terangkat dan berkata: “Kakek berpikir terlalu berlebihan.”


Hello! Im an artic!


Dia yang berpindah hati, tapi malah mengatakan kakek berpikir terlalu berlebihan? Kakek benar-benar ingin muntah darah.


Kepergian Serena karena dia memberikan cek giro padanya, sekarang Ralphie menyukai orang lain, dia bisa menyalahkan siapa? Hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.


Hanya saja kasihan sekali anak itu……


Hmm……kakek menghela nafas lalu berkata, “Yasudahlah, terserah kamu.”


Hello! Im an artic!


Ralphie mengangguk dan berkata ‘En’, kemudian tiba-tiba terpikirkan sesuatu dan berkata: “Ketika membahas pernikahan, kakek jangan lupa memberikan keuntungan sepuluh kali lipat untuk Grup Luo ya.”


Demi Serena, Ralphie tidak peduli jika harus memberikan keuntungan untuk Leonard.


Mendengar perkataan Ralphie, kakek pun terbengong.


Terburu-buru ingin membahas pernikahan dengan Grup Luo dan masih ingin memberikan keuntungan sepuluh kali lipat pada Grup Luo, sepertinya cucu dia yang satu ini sangat menyukai anak Keluarga Luo.


“Kalau begitu kapan kamu ada waktu? Kita pergi bersama untuk membahas masalah ini dengan Keluarga Luo.”


Ralphie terdiam sebentar, lalu berkata: “Ngga perlu pergi ke rumah Luo, sama seperti sebelumnya, kakek hanya perlu memberitahu Keluarga Luo saja sudah cukup.”


Tidak perlu pergi ke rumahnya? Hanya menghubungin lewat telepon? Kakek bingung.


Permainan macam apa ini?


“Ralphie, ini……”


“Kakek ikutin saja sesuai perkataanku.” Ralphie terdiam sebentar dan kembali berkata: “Aku masih ada urusan, pergi dulu ya.”


Selesai berbicara, Ralphie berdiri dan pergi.


Melihat punggung Ralphie yang beranjak pergi, ekspresi wajah kakek semakin kebingungan.


Awalnya dia berpikir kalau dia sudah cukup mengenal cucunya itu, tetapi perilaku Ralphie hari ini membuat dia semakin tidak paham.


Jelas-jelas dia menyukai Serena, tetapi dia mau membahas pernikahan dengan Grup Luo.


Selama dia menyukainya yah tidak jadi masalah.

__ADS_1


Mau di bilang dia suka dengan pernikahan ini? Dia sendiri saja tidak pergi ke Keluarga Luo untuk membahasnya.


Mau dibilang dia tidak suka dengan pernikahan ini? Tetapi dia sangat terburu-buru, sampai bersedia memberikan keuntungan lebih untuk Keluarga Luo.


“Theo, menurutmu sih Ralphie kenapa?”


“Tuan besar, isi hati tuan muda, aku tidak bias menebak.” Jawab Theo.


Kakek menghela nafas sambil berbicara, “Ya kan, sedikit pun ngga bisa di tebak.”


Theo yang bediri disebelah bertanya dengan suara pelan, “Tuan, kapan ingin membahas masalah pernikahan dengan Grup Luo?”


“Kamu hubungi segera……” Setelah kakek pikir-pikir, lebih baik kalau langsung datang sendiri untuk membahasnya, jadi dia berkata: “Ngga usah, aku sendiri saja yang menghubunginya.”


Hari ini adalah hari penting Grup Luo karena ada sebuah kerjasama sangat penting, Leonard menghabiskan dua jam untuk membicarkan perjanjian kerjasama ini, disaat akan menandatangani perjanjian, sekretarisnya tiba-tiba mengetuk pintu dan berkata bahwa ada sebuah telepon yang harus dia angkat.


Ekspresi wajah Leonard saat itu langsung bete, karena ada customer di tempat, Leonard tidak boleh marah.


Setelah berkata ‘Maaf’ pada customer, Leonard keluar mengikuti sekretarisnya.


Begitu keluar ruang rapat, dia langsung memarahi sekretarisnya, “Kamu ngga lihat saya lagi rapat didalam? Telepon siapa yang bisa dibandingkan dengan rapat yang penting ini?”


Sekretasi Leonard sejak awal sudah tahu dia akan dimarahi jika mengganggu Direkturnya yang sedang rapat, tetapi dia jauh lebih jelas kalau saja tidak melaporkan telepon ini, dia akan berakhir lebih parah.


“Direktur Luo, orang yang menelepon adalah ketua teratas dari Grup Su makanya aku mencari Anda.”


“Ketua teratas dari Grup Su……” Belum selesai sekretaris Leonard berbicara, Leonard langsung memutuskan pembicaraan, “Kamu kenapa ngga ngomong dari awal? Mana teleponnya?”


“Telepon sudah dimatikan, dia bilang dia akan menelpon kembali dalam waktu lima menit.” Sekretaris berbicara sambil memberikan telepon kepada Leonard.


Leonard begitu mengambil ponsel, dia membuka riwayat panggilan, kemudian seperti teringat sesuatu dan berkata pada sekretarisnya: “Kamu umumin orang-orang yang ada diruang rapat, rapat hari ini dibatalkan.”


Saat ini, yang ada dimata Leonard, kerjasama dan tanda tangan perjanjian apapun, semua tidak ada yang penting dibandingkan telepon dari ketua teratas Grup Su.


Harus jelas, ketua teratas Grup Su adalah raja dari Grup Su.


“Baik.” Sekretaris Leonard menganggukan kepala dan pergi.


Leonard terus memegang ponselnya dan menunggu dengan rasa panic.


Kira-kira setelah lewat lima menit, ponsel pun bordering.


Ketika tangan yang memegang ponsel bergetar, dia dengan cepat mendengarnya.


“Halo.”


Suara Kakek Su pun terdengar dari telepon, “Kamu Leonard?”

__ADS_1


Leonard tertawa dan berkata, “Betul, halo pak ketua Grup Su.”


“En, hari ini aku telepon kamu untuk membahas permasalahan mengenai pernikahan.” Kata Kakek.


Mendengar kata pernikahan, Leonard tanpa bisa memendam rasa kaget, “Pernikahan?”


“Kenapa? Apa tidak bersedia mengadakan pernikahan dengan Grup Su?” Tanya Kakek Su.


“Bukan, bukan, bukan.” Leonard takut Kakek Su salah paham jadi dia mengulang kata ‘bukan’ hingga tiga kali, “Adanya pernikahan dengan Grup Su tentu saja menjadi sebuah kehormatan untuk kami.”


Kakek menjawab ‘En’ lalu kembali berkata: “Kalau begitu, aku ingin membicarakan masalah pernikahan ini denganmu.”


“Baik, silakan berbicara.” Kata Leonard.


“Mengenai pernikahan, Grup Su akan memberikan keuntungan sepuluh kali lipat dari dasar yang pernah dibicarakan sebelumnya.”


Mendengar kakek berkata keuntungan sepuluh kali lipat, Leonard pikir dia salah mendengar.


“Sepuluh kali lipat?”


“Ia sepuluh kali lipat, kenapa? Ngga cukup?” Tanya Kakek Su.


“Cukup, cukup.” Leonard mana berani berkata tidak cukup? Keuntungan yang sebelumnya sudah dibicarakan dengan Grup Su saja sudah mampu membuat Grup Luo menjadi pemimpin di kota A, sekarang kalau sepuluh kali lipat……mungkin Grup Luo mampu menempati posisi terbaik didalam negeri.


Kakek Su berkata ‘En’ dan lanjut berkata: “Karena kamu ngga ada masalah lain, perjanjian aku akan minta orang untuk mengirimnya ke tempatmu.”


“Baik.” Leonard senangnya bukan main.


Kakek Su terdiam sebentar lalu kembali berkata: “Ada lagi, mengenai pernikahan harus dilakukan dengan segera, kamu ada masalah? Kalau ada, kita bisa bicarakan terlebih dahulu baru buat keputusan.”


“Tidak, tidak ada masalah.” Leonard mana mungkin ada masalah? Langsung meminta Serena untuk menikah dia juga bersedia.


Kakek Su mendengar Leonard yang dengan cepat dan senang, “Kalau gitu tunggu kami menentukan hari yang bagus, akan langsung memberitahu kamu.”


Leonard berkata, “Kapan saja Anda bisa memberitahu, kapan saja bisa.


“Mungkin itu dulu, nanti baru saling kontak lagi.”


“Baik.”


Leonard setelah memutuskan telepon dia merasa seperti sebuah mimpi.


Pernikahan yang diadakan dengan Grup Su memang sejak awal sudah ditentukan, tetapi dia tak menyangka akan secepat ini.


Karena bagaimanapun ketika Kakek Su berkata untuk melanjutkan pernikahan, dia sama sekali tidak membicarakan detail tanggal pernikahan.


Sekarang tak hanya akan mengadakan pernikahan dengan Grup Su, tetapi juga menambahkan keuntungan sepuluh kali lipat untuk perjanjian sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2