I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 137 Pergulatan Sebelum Pernikahan (1)


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tak mendapatkan jawaban dari Ralphie, Isa pikir Ralphie sedang kebingungan dengan masalah rumor ini, jadi berkata: “Kalau ngga, aku dan Ryan yang bantu kamu untuk menjelaskan?”


Ralphie tanpa berpikir panjang langsung menggelengkan kepala, “Nggak perlu.”


Hello! Im an artic!


Mendengar Ralphie menjawab tidak perlu, Isa dan Ryan pun speechless, “Jadi kamu berencana gimana?”


“En, aku nggak perlu kasih tahu alasannya ke kalian.” Jawab Ralphie.


Mendengar jawaban Ralphie, Isa dan Ryan pun tak lagi lanjut bertanya.


Selama ini mereka selalu mendengarkan apa kata Ralphie, jadi perkataan Ralphie, mereka tidak pernah membantahnya.


Hello! Im an artic!


Melihat Ralphie yang sibuk, Isa dan Ryan pun tak berlama-lama lagi, setelah duduk sebentar mereka langsung pergi.


Ketika kabar akan ada diadakan pernikahan dari pihak Grup Luo dan Grup Su, respon dari semua orang hanya satu yaitu rumor.


Ternyata tidak sampai sehari, di internet, koran bahkan di televisi langsung menampilkan banyak sekali berita mengenai pernikahan yang akan di adakan oleh kedua belah pihak, bahkan Grup Su dan Grup Luo mulai mengundang orang.


Walaupun sudah dipastikan bahwa pernikahan ini bukanlah rumor, tetapi karena sebelumnya berita ini sudah pernah gempar, banyak orang juga tidak terlalu berharap banyak pada pernikahan ini.


Apalagi banyak diantara mereka juga yang ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, ada yang berkomentar dan bergosip, Direktur Su seorang laki-laki berumur 50 tahun akan menikah putri Grup Luo yang berumur dua puluh tahunan, judul ini cukup mengerikan.


Awalnya Serena yang dikurung tidak tahu berita ini, tetapi setelah Bella kembali, dia memohon berkali-kali pada Leonard dan memastikan akan menjaga Serena dengan benar-benar, akhirnya Serena pun boleh keluar dari kamar, dan tentu saja berita tersebut Serena lihat dari televisi.


Kebetulan sekali berita yang sedang dibahas adalah ‘Direktur Su yang berusia 50 tahuanan akan menikah putri Grup Luo yang berusia 20 tahunan’, ekspresi Bella yang duduk disebelahnya pun berubah, kemudian segera mengambil remote untuk menggant chanel lain.


“Ini nggak bagus, kita lihat yang lain aja.”


Serena tidak berbicara, hanya menggenggam erat tangannya yang menunjukkan pendapat hatinya.


Dia tahu bahwa orang yang akan menikahinya adalah Direktur Grup Su, walaupun tidak tahu wajahnya seperti apa. Tetapi dia tak menyangka kalau orang itu berusia 50 tahunan.


Sebenarnya apa yang perlu dikagetin? Demi keuntungan, memintanya menikah dengan orang berusia 50 tahunan, sekalipun diminta menikah dengan orang sudah tua bangkok pun, mau tak mau dia tetap harus menikah kan?

__ADS_1


Disaat gempar-gemparnya rumor, hari dimana pernikahan berlangsung pun telah tiba.


Berbeda dengan sebelumnya, pernikahan kali ini diadakan di rumah istana satu-satunya di kota A.


Rumah istana mewah ini sudah lama ada di kota A, tetapi tidak ada yang pernah tahu pemilik dari rumah ini, ternyata pemiliknya adalah Grup Su.


Flora sejak awal sudah tahu kalau Grup Su sangat amat kaya raya, tetapi akhirnya karena tidak ingin menikah dengan Direktur Su yang berusia 50 tahun itu makanya dia sengaja menjebak Serena untuk menikah, apalagi dia tahu perjodohan pernikahan ini membawa banyak keuntungan, jadi dengan sengaja memanfaatkan perjodohan pernikahan ini agar dia dapat merasakan keuntungannya.


Dan sekarang dia memasuki gedung yang sangat mewah, rumah istana yang sangat megah, dan setelah merasakan sendiri betapa kaya raya nya Keluarga Su, hatinya sangat iri.


Serena dijebak olehnya untuk menikahi seorang pria tua, tetapi dia mendapatkan kekayaan yang berlimpah, dia tidak senang.


Flora merasa kesal dan menggengam erat kedua tangan.


Bella yang berdiri disebelah merasakan adanya perubahan mood pada Flora, jadi dia membalikkan kepala, “Flora, kamu lagi pikir apa?”


“Nggak apa-apa.” Flora memendam kembali rasa kekesalannya.


Flora menggigit bibir tak berkata apapun.


“Ma, aku lihat ada orang yang aku kenal, aku kesana sebentar.”


Bella melihat kepergian Flora cukup lama baru mengalihkan padangannya.


Flora memang melihat orang yang dia kenal yaitu Isa dan Ryan.


Mengenai orang dekat Ralphie, dia tidak akan pernah membiarkan kesempatan itu pergi begitu saja, jadi dia meninggalkan Bella dan terburu-buru menghampiri mereka.


Isa dan Ryan terkejut melihat Flora, kemudian Isa pun memulai bertanya, “Nona Luo ada urusan mencari kami?”


Flora menjawab, “Ralphie nggak datang sama kalian? Kemarin aku ada meneleponnya ingin mengundangnya datang, tetapi tidak dapat tersambung.


“Telepon Ralphie nggak bisa terhubung? Aku coba dulu……” Isa berbicara sambil mengambil ponsel dari saku dan mencoba untuk menelepon Ralphie.


Akhirnya belum sempat dia menelepon Ralphie, ponselnya langsung diambil oleh Ryan yang berada disampingnya.


“Eh, kamu ngapain sih Ryan?” Tanya Isa langsung.


Ryan tidak menjawab dan melihat ke arah Flora: “Ralphie nanti akan datang kok.”

__ADS_1


Mendengar Ryan berkata Ralphie akan datang, mata Flora berbinar, “Kapan dia datang?”


“Nanti kalau dia sampai kamu juga tahu.” Ryan menjawabnya dengan samar-samar.


“Ok, makasih.” Flora tersenyum mengucapkan terima kasih.


Ryan tersenyum dengan lembut dan menjawab, “sama-sama.”


Tujuannya sudah terwujudkan, Flora tak lagi berdiri lama disana.


Dia berkata “Aku masih ada urusan, anggap saja rumah sendiri. Bebas.”


Perkataan Flora seakan dialah tuan rumahnya.


Ryan terbengong lalu menganggukan kepala, “Ia.”


Setelah Flora pergi, Isa dengan heboh bertanya pada Ryan, “Ryan, kamu ambil ponselku ngapain? Terus halangi aku berbicara dengan cewek cantik lagi.”


Ryan memberikan ponsel ke tangan Isa: “Aku nggak ngapa-ngapain, cuma mau kasih tahu kamu aja, jangan lupa apa yang dikatakan Ralphie.”


Dia bukan Isa yang sama sekali tidak bisa melihat kalau Flora perempuan ini sangat risih yang membuat Ralphie jijik padanya.


Dulu dia pikir Ralphie tidak puas dengan pasangannya yang dijodohkan itu, tetapi dia baru menyadari, memang perempuan itu yang membuat orang tak suka padanya.


Apa katanya anggap saja rumah sendiri, bebas?


Dia hanyalah kakak dari pengantian wanita, tetapi menganggap rumah pengantian pria sebagai rumah sendiri?


Dirinya sendiri tidak jelas dengan posisinya, penuh dengan kepura-puraan, benar-benar membuat orang jijik.


“Jangan lupa tujuan datang kesini untuk apa aja.” Kata Ryan sambil membalikkan bola mata.


Isa tanpa berpikir langsung menjawab, “Bacot, aku tentu saja tidak lupa kedatanganku hari ini untuk menghadiri pernikahan Ralphie.”


“Bagus kalau nggak lupa.” Ryan setelah berbicara lalu berbalik badan pergi.


Isa memegang hidungnya lalu mengikutinya pergi.


Dilorong pengawal yang ada di kedua sisi melihat kedatangan Isa dan Ryan langsung berkata: “Tuan muda Isa, Tuan muda Shen, Tuan muda sudah menunggu kalian.”

__ADS_1


“Menunggu kami?” Ryan dan Isa saling bertatapan, kemudian dengan langkah cepat masuk.


__ADS_2