I GOT YOU, MY WIFE

I GOT YOU, MY WIFE
Bab 311 Serena Menaklukkan Ralphie


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mendengar suara napas dia yang Panjang, Ralphie bangun untuk duduk.


Membuka lampu dan melihat wajah Serena yang sedang tertidur.


Hello! Im an artic!


Ralphie mengangkat tangannya, lalu mengelus wajah Serena dengan lembut.


“Serena, kamu sebenarnya mau aku bagaimana kepadamu……” Nada bicara Ralphie yang sedih dicampur dengan rasa sakit dan susah.


Serena sedikitpun tidak tahu kesusahan yang dirasakan Ralphie, merasakan tangan Ralphie. Wajahnya yang bersentuhan dengan tangannya, membuat dia tersenyum.


Rayuan dia semalam tidak berhasil, keesokannya Serena merasa tidak senang.


Hello! Im an artic!


Tapi dia yakin keputusan Ralphie sudah bulat, tunggu sampai Felix datang lalu menyerahkan dia kepadanya.


Walaupun dia tidak tahu Felix bisa menunda waktu untuk berapa lama, tapi dia harus dengan cepat menarik Ralphie.


Dipikir-pikir, dia hanya ada satu cara.


“Bagaimana bisa gagal……” Serena terpikir saat dia di Perancis, wanita cantik Perancis yang bersama dengan Ralphie waktu itu.


Apakah benar Ralphie sudah bersama dengan wanita Perancis itu, jadi semalam dia menolak rayuan Serena? Saat pemikiran ini terlewat di pikirannya, dia langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran itu.


Ralphie peduli dengan dia, Ralphie tidak mungkin ada hubungan dengan wanita itu, pasti dia salah berpikir.


Serena dengan cepat melupakan wanita Perancis itu, fokus memikirkan cara untuk mengurus Ralphie.


Membius dia? Er……dia sekarang sedang terkilir, Ralphie selalu mewaspadai dia, beli obat dimana? Dia juga cemas nantinya kalau dia pergi membeli obat, Ralphie akan lari.


Membuat dia mabuk? Tidak bisa, membuat dia minum tanpa alasan apa-apa, dia tidak akan mau.


Atau saat dia tertidur, aku urus dia?


Serena mengedipkan matanya, memutuskan untuk mencoba malam ini.


Saat malam hari, setelah mematikan lampu, Serena dengan baik tiduran di kasur.


Awalnya Ralphie masih takut Serena akan melakukan hal yang sama seperti malam sebelumnya, mencoba mendekati dia lagi.


Tapi tidak disangka setelah dia menunggu selama belasan menit, Serena tidak melakukan apa-apa.


Saat dia bangun untuk memeriksa Serena, dia melihat serena sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Mengetahui Serena sudah menyerah untuk mendekati dia, disaat yang sama dia menjadi lega, tapi ada rasa hilang di lubuk hatinya.


Mencoba untuk mengabaikan rasa hilang di hatinya, Ralphie kembali tiduran dan menutup matanya.


Dia tidak tahu saat dia menutup matanya, Serena yang tadinya tertidur, telah membuka matanya.


Mata yang hitam dan terang, bersinar di bawah lampu yang redup.


Tapi Serena tidak langsung melakukan apa-apa, tapi dengan tenang menunggu.


Dia menunggu sampai napas Ralphie menjadi panjang, dia baru dengan hati-hati menjulurkan tangannya untuk menyentuh Ralphie.


Saat dia yakin Ralphie sudah tertidur, wajah Ralphie memancarkan senyuman yang lebar.


Lalu Serena menyingkirkan selimut yang menyelimuti Ralphie, dia mulai berpikir harus mulai menyentuh darimana.


Maafkan dia, walaupun dia sudah sering intim dengan Ralphie, tapi pengalamannya sangat kurang.


Cium dia dulu? Pandangan Serena tertuju ke bibir Ralphie yang tipis dan indah.


Untuk gambaran, bibir tipisnya begitu halus, setiap kali Serena mencium dia, dia tidak ingat apa-apa lagi.


Memikirkan perasaan itu, Serena menelan ludah, lalu didalam hatinya mencoba untuk memberanikan diri sendiri dan mendekati Ralphie dengan perlahan, mencium bibir Ralphie dengan lembut……


Bibirnya yang lembut, rasa yang familiar, Ralphie yang selalu ada di mimpinya, dia membuka mulutnya, memulai menciumi dia dan menghisap bibirnya.


Didalam mimpi Ralphie, dia tiba-tiba merasakan rasa sangat yang kuat dan familiar, dari bibirnya ke hatinya.


Ini bibir Serena! Apakah dia sedang bermimpi?


Sungguh mimpi yang indah! Ralphie mengehela napas, membalas ciumannya di dalam mimpinya.


Merasakan respon dari Ralphie, Serena mengira dia membangunkan Ralphie, dia terkejut lalu memandangi Ralphie dengan mata yang lebar.


Tapi dia sadar Ralphie tidak terbangun, tapi hanya respon instingnya saja.


Ada kesenangan yang terpancar dari wajahnya Serena menjulurkan lidahnya, berlajar dari cara Ralphie mencium dia dulu, menjulurkan lidahnya ke mulut Ralphie diantara gigi dan bibirnya.


Lidah yang lembut, bergerak diantara bibirnya.


Rasa nafsunya ingin merangsang dia secara langsung, sekujur tubuhnya merasakan gairah.


Perasaan ini bukan seperti mimpi, ini asli, dia tidak sedang bermimpi…….Ralphie terbangun, lalu membuka matanya.


Didepannya terlihat Serena dengan matanya yang tertutup, sedang mencoba menjulurkan lidahnya kedalam mulutnya.


Dia merasa kepalanya seperti terpukul, rasa kantuknya langsung hilang, dia langsung mendorong Serena.

__ADS_1


Ralphie takut kalau dia tidak langsung mendorong Serena, dia akan terbawa suasana dan tidak bisa kembali ke semula lagi.


Tapi bagaimana mungkin Serena membiarkan Ralphie mendorong dia? Saat Ralphie mendorong dia, dia langsung merangkul lehernya.


Tenaganya sangat kuat, Ralphie takut dia akan melukai Serena kalau dia terlalu memaksa, jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya bisa menghindari bibir Serena.


Sayangnya Serena sudah mengantisipasi gerakan Ralphie, dia sekuat tenaga menekankan ciumannya ke Ralphie, dari waktu ke waktu dia sampai menggigit Ralphie dengan lembut dan menjilat bibirnya.


Rayuan seperti ini, walaupun Ralphie bisa mengendalikan diri sendiri, usahanya untuk menahan pun tidak ada gunanya.


Apalagi, Ralphie lebih tidak bisa mengendalikan diri di depan Serena.


Tidak berapa lama, Serena sudah membuat Ralphie kehilangan akalnya, Ralphie membalas ciumannya dengan penuh gairah, dengan rasa yang sangat menakjubkan.


Ciumannya menjadi menjadi lebih dalam, lebih bergairah


Serena sambil membalas ciumannya, dia tidak lupa tujuan dia hari ini. Dia menempatkan tangannya di pinggang Ralphie dan dengan perlahan menuju ke perutnya, lalu berlanjut sampai ke dalam celana tidur Ralphie……


Sentuhannya membuat darah Ralphie mengalir dengan cepat dan dia sepenuhnya hilang didalam kecantikan Serena…….


Serena merasa lelah hingga tertidur, tapi Ralphie tidak.


Setelah kejadian itu, akal sehat Ralphie kembali.


Setelah menatapi wajah Serena yang sedang tertidur, dia memindahkan Serena dari pelukannya ke atas kasur. Ralphie menyelimuti dia, lalu bangun dari kasur.


Dia mengambil baju yang berserakan di lantai, melemparnya ke sofa, membuka lemari baju, lalu mengeluarkan baju tidur yang baru dan keluar dari kamar.


Di atas meja bar kecil di ruang tamu, dia mengambil sebotol wine dan menungkan setengah gelas, lalu mengambil gelas itu dan meneguk habis wine itu.


Semua tindakannya dia lakukan dengan cepat, benar, sangat cepat.


Karena dia sudah tidak tahu harus bagaimana lagi.


Sudah jelas dia sudah membuat keputusan, tapi setetes air matanya, pandangan matanya, bisa membuat dia melepas semua keputusannya.


Seperti barusan, Ralphie ingin menyingkirkan dia, tapi pada akhirnya dia menjadi sangat ingin mendekati dia.


Walaupun Serena sudah menyakiti dia, begitu menolak dia, dia tidak bisa membenci, asalkan ada sedikit api, dia akan terbang ke arah Serena.


Apakah dia bisa coba lagi? Apakah dia masih berani mencoba lagi?


Apakah Serena benar-benar ingin bersama dia? Atau ini hanya pikirannya yang salah?


Ralphie meminum wine-nya gelas per gelas, hatinya terpenuhi rasa ragu.


Dia tidak tahu harus memilih apa.

__ADS_1


Memilih menjadi ngengat yang terbang ke dalam api lagi, atau memilih untuk melepaskan dia?


__ADS_2